
Mike memandangi Lucius yang duduk di sofa dengan nyaman. Laki-laki itu sepertinya tidak lagi memasang wajah waspada seperti dulu saat pertama kali mereka berinteraksi. Dia mengobrol dengan Derek seperti rekan bisnis yang sudah lama menjalin kerjasama.
"Kudengar kau sudah pulang. Aku sudah lama ingin menemuimu. Tapi beberapa pekerjaan menahanku." Lucius memberikan senyumnya dan itu membuat Mike kembali teringat pada Reggie.
Setelah tahu mereka bersaudara, kenapa semua gerakan laki-laki ini mengingatkanku padanya.
"Ya ... aku juga belum sempat pergi menemuimu." ujar Mike .
"Aku membuat Mike sibuk dengan beberapa pekerjaan. Dia sedikit sibuk begitu pulang dari Snake River." Derek membuat alasan untuk Mike. Padahal ia tahu Mike yang tidak mau pergi menemui Lucius.
"Ada yang menarik? Sesuatu yang penting?" Lucius memandang ke arah Mike yang balik memandang dan fokus pada kedua matanya yang hitam. Mike mengerjap ...
Mata Regina ....
" Huffhhhh ... hanya sesuatu yang sebenarnya sudah kita ketahui. Marinna Hasting datang ke Mansion Langton mencari Isabella. Ia bertemu Erland yang kemudian memberinya tempat beberapa hari selagi ia memastikan kebenaran cerita Marinna bahwa ia adalah teman Isabella di panti dulu. Saat itulah orang yang memberikan informasi pada ayahmu melihat Marinna dan putrinya."
Lucius mengangguk. "Ayahku memberinya jumlah uang yang sangat besar waktu itu."
Perkataan Lucius sudah diketahui dengan pasti oleh Mike. Derek yang mendengar perkataan itu mengernyit.
Seseorang memberi informasi dengan imbalan sejumlah uang? Apakah ini benar? Jika benar berarti orang itu berkhianat ... apakah orang itu berasal dari Klan Langton?
Serangkaian pertanyaan yang bergulir di kepala Derek itu membuatnya menoleh ke arah Mike. Tapi ia menahan mulutnya ketika melihat ekspresi Mike.
Jadi Mike tahu siapa orang itu ... apakah Homer yang memberitahunya?
Derek lalu diam dan kembali mendengarkan. Dia tidak akan membicarakan siapa pengkhianat itu di depan Lucius.
"Setelah Isabella atau saat itu telah berganti nama menjadi Greta Sky mengonfirmasi bahwa Marinna adalah sahabatnya, Erland mengirim ibu dan anak itu ke Mansion Sky. Tapi sesuatu terjadi di perjalanan. Mereka dihadang dan ditembaki ...." Mike melanjutkan dan melihat Lucius terkejut. Lucius menelan ludah sebelum berucap.
"Jangan katakan kalau keduanya sudah mati, Mike." Suara Lucius terdengar parau.
"Tidak. Keduanya tidak mati saat itu. Hanya gadis kecil itu yang tertembak di bahu kanannya, Erland menarik mereka kembali ke Mansion Langton."
Lucius terbelalak kali ini. "Gina ... tertembak," desisnya perlahan.
Mike dan Derek berpandangan ketika Lucius menyebutkan nama gadis kecil itu.
"Gina? Itukah nama gadis kecil itu, Lucius?" Derek mengucapkan pertanyaannya ingin tahu. Membuat Lucius tersentak, lalu mengerjap ke arah Derek.
"Ah ... aku tidak pernah mengatakannya pada kalian. Adikku bernama Regina. Regina Sanchez. Aku memanggilnya Gina."
Derek dan Mike memandang Lucius dengan wajah datar. Sekuat tenaga menyembunyikan debar jantung mereka yang bertalu dan menyembunyikan kenyataan bahwa mereka mengenal dengan baik siapa sebenarnya Regina.
"Lalu apa yang terjadi?" Tak sabar Lucius kembali mencecar Mike dengan pertanyaan.
"Erland menghubungi Greta Sky ... yang datang secara langsung bersama suaminya Arthur Sky menjemput Marinna dan putrinya," lanjut Mike.
"Jadi Mereka berada di tempat Arthur Sky selama ini. Tapi Amy sepertinya tidak mengetahui apapun saat dulu aku bertanya mengenai Marinna dan putrinya. Apakah ia pernah mengatakan sesuatu padamu tentang masalah ini, Derek?"
Derek segera menggeleng.
"Jangankan masalah Marinna dan putrinya. Perihal ibunya sendiri yang merupakan anak angkat keluarga Langton baru ia ketahui baru-baru ini. Kurasa Arthur dan Greta tidak menceritakan satu rahasia pun pada Amy. Untuk melindungi keselamatan putri mereka."
Derek mengernyit. Amy belum tahu bahwa Regina yang dicari Lucius adalah Reggie pengawal pribadi yang telah bersamanya sejak ia kecil. Amy masih bayi saat Reggie dan ibunya datang ke Mansion Langton.
"Umm ... entahlah Lucius. Beberapa minggu ini ia kurang enak badan. Kehamilannya membuat ia muntah-muntah dan lebih cepat lelah."
Lucius memandang terkejut pada Derek.
"Ah ... Amy hamil? Wah ... kau akan jadi ayah sebentar lagi." Lucius tersenyum lebar.
Derek membalas senyumnya dengan mengangguk dan menoleh ke arah Mike.
"Ya ... dan perasaan itu luar biasa. Kurasa kalian harus segera mencari istri."
"Hfttt ... kau tidak bisa memasukkan ide itu ke otak kami, Derek. Kami cukup bahagia dengan status sebagai bujangan," ujar Lucius geli.
Mike ikut tersenyum geli.
"Dia mabuk kepayang dan melihat dunia dengan mata kasmarannya. Itu hanya cocok untukmu, Derek. Kami suka dengan status bujangan ini.” Mike menimpali ucapan Lucius.
"Yeah ... bujangan paling diinginkan saat ini." Lucius dan Mike tertawa bersamaan.
"Paling diburu dan diminati. Kau sudah keluar dari daftar para gadis, Derek." Lucius kembali menimpali.
Derek terdengar mendengus.
"Aku tidak keberatan dikeluarkan dari daftar mereka. Aku mendapatkan Amyku dan itu adalah kemenangan mutlak untukku."
Mike dan Lucius tersenyum memandang pemimpin keluarga Klan Langton itu. Ia menikah dengan putri musuh ayahnya dan berbahagia dengan istri barunya tersebut.
Mike teringat pada pendamping istri Derek. Amy mengenal Reggie di sepanjang kehidupannya.
Apakah Reggie juga tidak diberitahu rahasia apapun oleh Arthur dan Greta? Tidak ... Reggie tahu Greta adalah anak angkat Steve Langton. Reggie tahu hubungan rumit antara Erland, Arthur dan Greta. Reggie tahu lebih banyak daripada Amy. Yang berarti Arthur tidak menyimpan rahasia kepada Reggie seperti ia menyimpannya dari putrinya Amy.
Mike memutar otaknya dan berpikir keras.
Jika gadis itu pergi dan berniat menghadapi masa lalunya dengan menghadapinya, Kemana dia akan pergi? Lalu jika ia ingin menyembunyikan dirinya? Kemana dia pergi?
Tiba-tiba Mike kembali terpikir pada kejadian penembakan Reggie dan ibunya.
"Lucius ... apakah ayahmu pernah bercerita tentang kejadian penembakan Marinna dan putrinya saat itu? Maksudku apakah ... Hemm ...." Mike tiba-tiba berhenti dan berdeham untuk membasahi tenggorokannya yang terasa kering.
"Apakah itu perintah ayahku? Itukah yang ingin kau tanyakan, Mike?" Lucius menyambung pertanyaan Mike yang terputus.
"Well ... kupikir mungkin ayahmu menghadang mereka untuk mengambil Regina."
"Tidak. Aku baru tahu penembakan itu dari mulutmu barusan. Ayahku tidak pernah bercerita dan aku yakin dia tidak melakukannya. Dia tidak akan membahayakan keselamatan Regina. Dia ingin mencari dan membawanya pulang, bukan mau membunuhnya."
Penjelasan panjang itu membuat Mike mengangguk. Ia yakin lucius mengatakan yang sebenarnya. Jadi hanya tinggal satu nama lagi yang perlu ia selidiki. Jika bukan Eloy, maka orang kedua yang menanyakan tentang Marinna saat itu adalah Bertrand ....
Nama yang sudah hampir Homer lupakan. Mike akan menyelidikinya, ia tidak akan melewatkan hal sekecil apapun termasuk satu orang yang menurut Homer adalah anak buah Eloy.
**********