Love Seduction

Love Seduction
Chapter 85. Erland birthday party part 2



Angelo tiada henti ber ahhh dan ohhh sepanjang mendandani gadis berambut hitam itu.


"Jangan. Biarkan rambutnya terurai, Angel. Ia jadi lebih cantik." Seorang gadis manis bernama Margarita menemani Angelo menata rambut Regina.


"Pria mana yang menolakmu, Sayangku? Aku jadi ingin melihatnya. Kurasa matanya agak bermasalah." Angelo mengoceh sambil memasang sebuah kalung dari kotak perhiasan yang dibawa Lucius.


"Ini ...." Reggie memegang kalung tipis yang sangat cantik itu, sebuah berlian yang tampak sama dengan anting yang dipakai oleh Lucius tergantung sebagai mata kalung, lalu sepasang anting dengan berlian serupa di sematkan di masing-masing telinganya.


Reggie menatap kakaknya dari dalam cermin.Tersenyum lembut melihat tatapan Lucius yang tampak puas setelah memandang perhiasan yang ia pesan khusus untuk adiknya itu.


"Kau sudah siap, Sayang. Ahhh ... andai pria itu mengizinkan kau menjadi salah satu modelku." Angelo mulai berceloteh sambil menatap pada Lucius.


"Jangan coba memikirkannya, Angel. Margarita saja akan berhenti setelah nanti dia menikah. Bukan begitu Maggie?" Lucius bertanya pada temannya yang tersenyum manis.


"Adrian tidak mengizinkan aku bekerja setelah kami menikah nanti. Ia ingin aku fokus untuk punya anak dan mengurusnya." Margarita tersenyum lembut.


"Membicarakan aku?" Seorang pria tampan dengan tubuh tegap dan kulit kecoklatan memasuki ruang hias itu. Ia mendatangi Margarita dan menciumnya dalam-dalam. Angelo tampak berdecak berulang kali.


"Ayolah, Tampan ... hentikan itu! Kau membuat kami gerah!" Lucius dan Reggie tertawa geli. Margarita sudah memerah seperti tomat matang, sedang pria yang menciumnya menyeringai senang.


"Diakah yang mau kukawal malam ini?" Adrian memandang Reggie yang tersenyum mengangguk. Margarita mengenalkan Adrian pada Reggie dan menceritakan garis besar kenapa ia butuh Adrian untuk menemani Reggie.


"Dia pria bodoh," ucap Adrian.


"Sudah kukatakan pendapatku dari tadi ...." Angelo menimpali.


"Aku minta maaf... aku jadi harus merepotkan kalian," ucap Reggie tidak enak hati. Margarita mengibaskan tangannya.


"Kami melakukannya dengan senang hati untukmu dan Lucius, Sayang. Lucius adalah sahabat kami dan membantu adiknya berarti membantu Lucius." Margarita tersenyum lembut sambil menepuk bahu Regina.


"Aku dan Lucius akan datang lebih dulu. Tentu saja aku tidak mau ketinggalan pertunjukan menarik." Margarita terkikik geli.


"Untung saja hubunganmu dengan Adrian tidak tercium oleh media. Sehingga kemunculan Adrian di pesta keluarga Langton bersama Reggie akan menjadi berita besar. Biar laki-laki yang menolakmu itu menggeliat dan menggelepar. " Angelo meliukkan badannya sehingga memancing tawa para sahabatnya.


"Aku yang meminta hubungan ini dirahasiakan. Sampai pernikahan saja. Aku ingin privacy dan menikmati percintaan kami tanpa jadi berita di berbagai media." Margarita yang bekerja sebagai model sesungguhnya adalah teman masa kecil Adrian. Tapi di dunia kerja yang mereka geluti, mereka pura-pura tidak saling mengenal.


"Ayo berangkat, Maggie. Kita duluan, agar kita melihat pertunjukannya dari awal." Lucius membimbing Maggie yang tampak anggun dan cantik dengan dress panjang.


Adrian dan Reggie menunggu sebentar sebelum akhirnya berangkat menyusul.


********


Pesta itu sudah berlangsung sejak senja mulai memudar, masih tergolong sore, sengaja agar pasangan yang membawa anak-anak dapat menikmati pesta lebih dulu dan kemudian pulang agar anak-anak dapat beristirahat. Sedangkan pasangan yang datang tanpa anak kecil dapat melanjutkan pesta sampai larut malam.


Lucius menggandeng Margarita di sampingnya dan berjalan ke arah Amy dan Derek yang sudah menunggu.


"Dimana Reggie, Lucius? Ia tidak datang bersamamu?" Amy mengernyit memandang ke arah belakang Lucius. Berharap melihat Reggie.


"Siapa gadis cantik ini, Lucius?" Derek menaikkan alis sambil bertanya. Ia menoleh ketika Amy menepuk bahunya.


"Kalian para pria sungguh tidak mengikuti dunia fashion. Dia Margarita Lopez, model terkenal papan atas. Kau sungguh cantik, lebih cantik dari yang terlihat di televisi." Amy memandang ramah pada tamunya.


"Kau melebih-lebihkan, Nyonya. Kau juga sangat cantik. Mungil seperti peri." Margarita tersenyum lembut, lalu Amy dan Derek mempersilakan mereka masuk. Beberapa saat kemudian tamu sudah berhenti berdatangan. Derek mengajak Amy masuk.


"Aneh ... Reggie terlambat," keluh Amy.


"Dia tidak menghubungimu?" Derek melihat istrinya menggeleng. Mereka juga tidak mendapatkan jawaban dari Lucius ketika tadi bertanya tentang Reggie.


Acara berlangsung meriah dan setelah suguhan hiburan dari pertunjukan sulap dan badut-badut yang berkeliling, Derek mendekati podium untuk mengucapkan beberapa kata.


"Aku sangat berterimakasih atas kehadiran kalian semua, Keluarga Klan Langton. Semoga kesejahteraan dan kebahagiaan selalu meliputi keluarga besar kita ...."


Tepuk tangan membahana, Derek menunggu suara tepukan berhenti sebelum melanjutkan. Amy terlihat menggendong Erland naik ke atas podium dan berdiri di samping suaminya.


"Kami mengucapkan terimakasih sudah datang dan turut mendoakan Erland. Ayo Erland bilang terimakasih." Derek mendekatkan mik ke mulut putranya.


"Telimakasih ... Elan suka hadiahnya."


Tawa membahana karena bocah kecil itu memang sudah membuka beberapa hadiah karena sudah tidak sabar.


"Dan satu lagi yang akan aku umumkan. Tekhnologi yang dikembangkan oleh perusahaan kita akhirnya bisa dikembangkan di Asia ... berkat kerja keras salah satu Direktur kita ... Evangeline!" Derek mengangkat gelasnya dan kembali tepuk tangan membahana.


"Dan satu lagi yang ingin aku umumkan ... rasa terimakasihku. Kekuatan klan keluarga kita makin kuat dan besar tidak lain adalah karena kerja keras dari tangan dinginnya. Kembali ... hari ini aku umumkan dua perusahaan telah berhasil kita akuisisi ... dengan bangga aku umumkan, itu semua karena jasa besar dari saudaraku ... Michael Eliazar!"


Tepuk tangan membuat ruangan dalam mansion itu bergetar. Dengan bangga Eve mendatangi Mike yang berdiri bersama beberapa kepala keluarga yang bergantian menepuk bahunya dengan ucapan selamat.


"Bravo, Michael!" ucap Paman Damario.


"Kerja bagus, Mike!" Paman Noel.


"Kami mengandalkanmu, Michael!" Paman Stefano.


Serta beberapa ucapan yang terucap dari wajah-wajah tulus keluarga Klan Langton lainnya. Evangeline menyeret Mike menaiki podium.


"Kau lihat ... sudah kukatakan, kau akan terkejut melihat hasilnya. Namamu bukan kutukan ... tapi merupakan kebanggaan bagi Klan Langton." Derek membuka lengannya dan Mike memajukan tubuh memeluk saudaranya.


"Terimakasih, Derek." Mike berbisik.


Amy dan Eve menghapus bulir air mata di sudut mata mereka.


"Daddy? Bisakah kita makan kuenya?"


Ucapan Erland yang terdengar lewat pengeras suara akhirnya mencairkan suasana. Mereka semua tertawa setelah menyadari bocah itu telah kembali memegangi mikrofon dan berbicara.


"Tentu, Sayang." Derek akhirnya mengucapkan salam dan menyuruh semua orang kembali menikmati pesta, sebelum akhirnya mereka semua turun dari podium.


Reggie yang sudah datang dan berdiri di sudut ruangan bersama Adrian menyaksikan semuanya dengan haru.


"Diakah pria itu? Michael Eliazar?" Adrian tersenyum sambil sengaja berbisik di telinga Reggie. Reggie yang menoleh karena bisikan Adrian membuat wajah mereka akhirnya bersentuhan. Adrian menatap mata Reggie dengan lembut, bibirnya berbisik pelan.


"Jangan menoleh Regina ... dia tengah memandang ke sini dengan tatapan membunuh." Adrian lalu menggosokkan ujung hidungnya pada hidung Reggie. Sentuhan yang terasa seperti rasa gemas seorang kakak bagi Reggie. Namun terlihat seperti ungkapan sayang seorang kekasih bagi orang yang melihatnya. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang saling kasmaran dan berbisik pelan menggoda satu sama lain.


Di kejauhan Lucius tidak dapat menyembunyikan seringai di wajahnya. Margarita sendiri menutup setengah wajahnya dengan kipas yang ia bawa.


"Oh, andai Angel ada di sini, ia akan heboh menyaksikan pertunjukan ini," bisik Margarita.


"Malam masih panjang, Maggie dan pertunjukan ini baru saja di mulai." Lucius balik berbisik di telinga Margarita.


Ditempatnya berdiri, Amy dan Eve memandang pasangan yang berdiri begitu dekat di ujung ruangan.


"Astaga ... dimana Reggie menemukannya? Aku ingin punya satu." Ucapan Eve membuat ia mendapatkan tepukan di bokong.


"Kau tidak bisa menjaga matamu, Ivy!" Eve tidak menyadari Alex telah berdiri di dekat mereka. Amy terkikik sambil menutup mulutnya.


"Dia sangat tampan. Bukan begitu, Eve?" Kali ini Amy yang mendapatkan cubitan di bokongnya.


"Sudah kubilang jangan memuji pria lain di hadapanku, Sweety." Lalu mata mereka semua otomatis memandang Mike. Yang tidak menyimpan amarah yang berkobar di kedua mata abu-abunya.


"Siapa pria itu?" desis Mike. Suara itu begitu dingin. Membuat Eve kembali berpandangan mata dengan Amy.


"Kau tidak tahu pria itu, Mike? Dia Adriano Corlence, Film berikutnya dari laki-laki itu akan segera rilis. Dia aktor pemenang perhargaan bergengsi di ajang perfilman. Berasal dari keluarga baik-baik dengan seorang ibu yang sangat cantik dan juga ayah yang juga bekerja di dunia seni. Statusnya lajang ... merupakan salah satu bujangan paling diincar tahun ini menurut majalah Sexy Woman." Amy berceloteh, membuat suaminya mendengus.


"Aku sudah bosan masuk daftar bujangan paling di incar versi majalah itu!" celetuk Derek.


"Oh, kau sudah lama turun tahta, Derek sayang. Sejak kau menikah denganku! Reggie mendapatkan pria yang sangat memenuhi syarat untuk dijadikan suami," ucap Amy berbinar.


"Kau benar. Reputasi Adriano Corlence juga tidak tercela. Tidak pernah terlihat berganti-ganti wanita walaupun dunia perfilman sangat gemerlap dengan para wanita cantik." Eve menimpali dan memandang Mike yang menggosok rahangnya.


Laki-laki itu terlihat gerah. Ia seperti sudah siap untuk berkelahi. Berulang kali ia menggosok rahang sebelum akhirnya menyambar gelas minuman dari nampan seorang pelayan yang kebetulan lewat. Ia meneguknya cepat, membuat empat pasang mata dari Derek, Amy, Eve dan Alex memandang nya sambil menaikkan alis. Tenggorokan Mike pasti terasa terbakar. Seperti hatinya yang kini terasa membara, terbakar ... dan panas!


**********


From Author


Tuh kan Mike ... Kasih es gih untuk padamin bara api di hatinya Mike😂😂😂


Jangan lupa like ,komentar, favorite, bintang lima dan Vote untuk author ya.


Terimakasih semua.


Salam, DIANAZ.