
Mike berdiri di balkon ruang perpustakaan mansion utama Langton. Ia menunggu Derek. Laki-laki itu baru tiba bersama istrinya tadi. Namun sebuah berita mengejutkan tentang kehamilan istrinya yang baru ia dengar membuat Mike harus memberikan waktu bagi pasangan itu untuk saling berbagi bahagia.
Eve dan Alex rupanya sudah mengetahui perihal Amy yang sedang hamil dan Mike yang datang kemudian akhirnya diberitahu. Mereka menyangka Amy sudah memberitahu Derek, namun rupanya Istri Derek itu belum memberitahu suaminya sama sekali karena kekhawatirannya pada Reggie yang menghilang membuatnya teralihkan.
Derek yang tanpa sengaja mendengar percakapan Eve menjadi orang terakhir yang tahu bahwa istrinya tengah mengandung. Membuat Derek sedikit geram dan mereka harus menyingkir agar suami istri itu dapat bicara.
Mike menarik napas panjang, mengisi parunya yang terus terasa berat. Reggie menghilang ... mencari gadis itu, lalu menemukan masa lalu gadis itu terhubung dengan masa lalunya sendiri yang sudah lama ia kubur.
Keinginannya untuk tidak melihat ke masa lalu sepertinya tidak bisa diteruskan. Ia harus kembali dan mencari informasi. Gadis itu benar-benar membuat Mike harus melucuti semua tamengnya satu persatu lalu berdiri dan menghadapi masa lalunya sekali lagi.
Angin berhembus membuat rambut Mike yang mulai panjang melayang tertiup angin. Ia menumpukan kedua tangannya di pagar balkon dan memandang jauh ke langit biru yang diselingi awan putih bergumpal.
"Kau sengaja memanjangkan rambutmu?"
Sapaan tiba-tiba itu membuat Mike berbalik. Melihat Derek yang melangkah memasuki balkon dan berdiri di sebelahnya. Mike menyentuh rambutnya dan melirik Derek.
"Apakah sudah sepanjang itu?" tanyanya dengan kening berkerut. Derek mengendikkan bahunya.
"Kukira kau sengaja, terinspirasi Lucius mungkin ... sudah melebihi telingamu."
Derek melihat Mike menaikkan alisnya dan tersenyum miring.
"Maaf. Aku bukan penggemarnya. Hanya belum sempat saja."
Derek tertawa pelan mendengar ucapan Mike, lalu keduanya memandang langit dan bersedekap, berdiri dalam diam.
"Sudah berapa bulan?" Mike memecahkan keheningan.
"Memasuki bulan ketiga."
"Selamat, Derek."
Derek mengangguk mendengar ucapan selamat dari Mike atas kehamilan Amy, lalu mereka kembali terdiam.
Beberapa menit berlalu dan Derek akhirnya memecahkan keheningan.
"Mau membicarakannya? Kau sangat gundah. Sesuatu mengganggumu ...."
Derek melirik lewat ekor matanya Mike menarik rambutnya dan menghembuskan napas berat, pria itu tertawa pahit.
"Entahlah ... aku tidak tahu harus mulai darimana."
Mike lalu diam, Derek pun tidak tahu harus mengatakan apa. Ia tidak pernah melihat Mike segundah ini. Mike selalu tahu apa yang ia inginkan, selalu tahu apa yang harus ia lakukan.
"Aku akan pergi besok ke *S*nake River. Mungkin dalam waktu 2 hari aku tidak akan kembali."
Derek mengernyit, rasa heran membelitnya.
"Snake River ? Kau akan mengunjungi si tua Homer?
Derek melihat Mike menganggukkan kepala.
"Untuk apa?"
"Tapi Mike ... kita harus bergerak mencari Reggie dulu. Kita bisa membantu Lucius jika Reggie sudah kembali dan baik-baik saja."
"Ini ada hubungannya dengan Regina, Derek. Kau ingat saat Lucius mengatakan bahwa Marinna melarikan putri Sanchez?" Mike berkata dengan menghadapkan tubuhnya pada Derek sepenuhnya.
Derek mengangguk.
"Adik Lucius. Gadis kecil dengan rambut dan mata berwarna hitam," ucap Derek, mengulangi ucapan Lucius yang diingatnya.
"Benar ... gadis kecil itu adalah Regina dan Marinna adalah ibunya. Dia pergi melarikan diri dari keluarga Sanchez bersama putrinya."
Dengan mata terbelalak Derek menggelengkan kepala berulang kali. Mulutnya terbuka akan mengatakan sesuatu, lalu menutupkannya kembali, berulang kali ia membuka, lalu urung mengatakan sesuatu. Kata-kata tidak bisa keluar dari bibir Derek. Otaknya tengah mengolah semua informasi dan menyimpulkan sesuatu.
"Ya Tuhan ... Mike ... itulah alasan ayahku dan Arthur Sky ...." Derek berhenti dan menelan ludah untuk melancarkan tenggorokannya yang terasa kering.
"Marinna mencari Isabella ke mansion ...." Derek kembali berhenti. Dengan jantung berdebar ia merasa telah melakukan satu kesalahan besar dengan memberikan akses pada Lucius.
"Ya ... dan ia bertemu ayahmu Erland, bukan Isabella. Karena Isabella atau Margaretha Langton saat itu sudah pergi meninggalkan keluarga Langton. Menikah dengan Arhur Sky. Marinna datang meminta perlindungan."
"Perlindungan yang akhirnya diberikan oleh Arthur Sky, karena Margaretha memintanya," sambung Derek.
Mike mengangguk mendengar penuturan Derek dan ia melanjutkan penjelasan itu.
"Perlindungan yang juga diberikan oleh ayahmu, karena Margaretha menginginkannya. Erland akan melakukan apapun untuk bibimu."
"Mike ... kau yakin dengan informasi ini? Reggielah adik yang Lucius cari?"
"Aku seratus persen merasa yakin, Derek. Tapi jangan sampai siapapun tahu. Apalagi Lucius. Kita tidak tahu kenapa mereka memburu Marinna. Kenapa Marinna lari dari mereka."
"Ya Tuhan, Mike ... Ayah, Bibi dan Arthur menyembunyikan Marinna dan Reggie bertahun-tahun dan aku malah memberikan jalan pada Sanchez untuk menemukannya. Apa yang sudah kulakukan ...." Derek bertumpu pada pagar balkon, keningnya berkerut dalam.
"Itu bukan salahmu. Aku yang membuat kesepakatan waktu itu dengannya. Bagaimanapun kita membutuhkannya saat itu. Nyawamu dan nyawa Amy lebih penting."
Derek menarik napas panjang, tangannya menggenggam erat pagar balkon hingga memutih.
"Pastikan apa rencana Sanchez dan niatnya pada Marinna dan Reggie ... dan pastikan rahasia ini tidak diketahui siapapun Mike!"
Mike mengangguk dengan rahang mengeras.
"Kita harus berusaha lebih keras menemukan Reggie. Pastikan Lucius tidak menemukannya lebih dulu!"
Perintah Derek yang diucapkan dengan penuh tekad itu adalah rencana utama yang Mike prioritaskan di otaknya saat ini.
**********
Go! Go Mike! 😄😄😄 Cari Reggie cepetan ...😂😂😂
Thor juga lagi cari komen bagus, like, coin, vote dan rating bintang lima yang banyak nih pembaca. Buat vitamin penyemangat. Jangan lupa ya pembaca semua😘😘😘
Terimakasih,
Salam, DIANAZ.