Love Seduction

Love Seduction
Chapter 93. Tender love 2



Mike memandang Regina terpana, gadis itu terlihat sexy dengan kemejanya, tanpa sadar ia memasukkan tangannya ke dalam microwave tanpa menggunakan sarung tangan tahan panas lebih dulu.


"Awww!!! Huhhhhhh... huhhhhhh" Mike meniup tangannya yang terasa panas. Reggie berlari dan segera menarik tangan Mike ke arah wastafel, ia mengguyur jari-jari itu dengan air dingin.


"Ada apa denganmu? Kau tidak berhati-hati!" Reggie terus memegang tangan itu di bawah guyuran air tanpa menyadari pandangan mata suaminya yang menelusuri tubuhnya yang hanya mengenakan kemeja putih longgar, pakaian dalam hitamnya tampak menerawang di dalam kemeja putih itu.


Aku benar-benar tengah di uji... Mike menelan ludah dan mulai menarik tangannya.


"Ayo Regina... kita makan, aku sangat lapar." Mike menertawakan dirinya, Yah, kau lapar melihat gadis yang sudah jadi istrimu ini bukan.


Mereka menghabiskan makan siang dalam diam dan kecanggungan yang terasa sangat kental. Mike membereskan piring dan membawanya ke wastafel, bermaksud mencucinya. Namun lengannya yang di tepuk pelan membuatnya menoleh.


"Biarkan aku mengerjakannya. Letakkan itu...." Reggie menggeser tubuh Mike dengan mendorongnya dengan bahu. Mike menurut , lagipula ada sesuatu yang mau ia kerjakan.


Mike meninggalkan Reggie di dapur. Ia pergi keluar menuju jalan menurun ke tepi sungai. Mike mengecek mesin sebuah boat yang telah di ikat ke sebuah palang di atas anjungan papan dipinggir sungai itu. Setelah beres, Mike melepaskan ikatan tali dan menghidupkan mesin. Ia pergi melaju membelah aliran sungai, merasakan angin yang bertiup dan membelai wajahnya, Mike tersenyum dan berfikir Reggie akan menyukai di ajak berkeliling melihat daerah sekitar aliran sungai.


Setelah beberapa saat Mike memutuskan kembali dan akan mengajak Reggie. Ia melambat ketika boat telah mendekati anjungan. Reggie sudah duduk di salah satu kursi di bawah payung lebar masih dengan hanya mengenakan kemeja putihnya.


Mike menambatkan boat di palang kayu dan melompat ke atas anjungan papan.


"Kau mau kopi?" Reggie menawarkan sebuah teko kecil dan sebuah gelas.


"Tentu." Mike melihat istrinya menuang kopi hitam ke dalam gelas. Ia duduk dan menyambut uluran gelas berisi kopi itu dari istrinya. ia menyesap sebelum berucap,


"Mau naik dan melihat-lihat?" Mike memandang Reggie yang tersenyum lebar.


"Aku menunggu kau menawarkannya," ujarnya antusias. Mike meminum kopinya kembali, menyesapnya lambat, menikmati kopi pertama buatan Reggie setelah berstatus sebagai istrinya. Well... dulu saat di apartemen, Reggie sering membuatkannya kopi. Tapi hanya sebagai seseorang yang berstatus sebagai teman, saat itu mereka bahkan bukan kekasih.


Puas menikmati kopinya Mike mulai berdiri dan kembali menaiki boat. Ia mengulurkan tangan ke arah Reggie yang sudah berdiri mengikutinya. Mike membantu Reggie naik dan memasangkan pelampung ke tubuh istrinya itu.


"Jangan meremehkanku, aku pandai berenang."


"Aku yakin itu, Regina. Arthur Sky mengajarimu semuanya. Tapi tetap saja kau harus memakainya."


Mike mulai menghidupkan mesin dan menjalankan boat. Desir angin berhembus melambaikan rambut hitam Reggie yang terikat jadi satu. Gadis itu tersenyum lebar, menatap berbinar ketika kecepatan mereka bertambah, Mike mengajak istrinya menjelajah, mereka lupa waktu hingga matahari sudah menunjukkan tanda-tanda akan kembali keperaduan.


Mike mengemudikan boat untuk kembali ke rumah kayu. Setelah sampai di anjungan dan mengikat kapal, ia mengulurkan tangan ke arah Reggie yang sudah melepas pelampung di tubuhnya dan menyambut tangan Mike.


"Aku ingin segera mandi, tubuhku terasa lengket." Ucap Reggie pelan. Mike menaikkan alisnya mendengar keluhan itu.


"Kau benar-benar ingin segera mandi?" Mike menyerigai ke arah Reggie yang belum sempat bereaksi. Tubuh Reggie di dorong hingga tercebur ke dalam sungai.


"Airnya sejuk bukan!?" Mike terkekeh dan menunggu Reggie muncul di permukaan dengan umpatan dan makiannya. Namun istrinya itu tidak kunjung muncul. Dengan panik Mike melompat dan menyelam, ia mencari kesana kemari sampai tawa lirih Regina memasuki pendengarannya.


"Akhirnya kau ikut mandi kan Mike," Reggie berpegangan pada pinggir anjungan papan. Merasa geli melihat kekhawatiran suaminya yang sesaat tadi pasti mengira ia tenggelam. Mike berenang menuju Reggie dan menangkapnya.


"Jangan pernah berbuat begitu Regina. Bercandamu sama sekali tidak lucu...." Mike menyandarkan keningnya ke kening istrinya sambil memeluknya di dalam air.


"Maaf...." Reggie merasa tubuhnya di tarik naik ke atas anjungan dan Mike langsung menggendongnya.


"Aku bisa berjalan."


"Kita basah... lantainya...."


"Jangan fikirkan itu." Mike menarik Reggie menaiki tangga menuju kamar mereka, jejak air yang menitik dari tubuh dan pakaian mereka yang basah menodai lantai sampai ke depan pintu kamar mandi. Mike menarik Reggie yang mulai merona masuk dan ia mulai melepaskan kaus yang ia pakai. Mike baru akan menurunkan celana pendek basahnya ketika ia menyadari Reggie berbalik memunggunginya.


Perlahan Mike melingkarkan lengannya ke pinggang Reggie dari arah belakang. Ia berbisik ke telinga Reggie yang tengah menunduk memandangi lantai.


"Kau tahu kau terlihat seperti apa dengan kemeja basah itu?" bibir Mike mengelus telinga Reggie yang ikut merona. Ia penasaran bagian mana lagi dari tubuh gadis itu yang memerah.


Satu demi satu jari-jari Mike mulai membuka kemeja putih Reggie yang basah, Karena ia melakukannya dari balik punggung Reggie, ia jadi meraba terlebih dahulu untuk menemukan kancing-kancing itu, membuat Reggie sedikit menggeliat kita jari-jarinya menyentuh bagian dadanya.


"Kau harus melepaskan ini... kita akan mandi, Regina." Mike kembali berbisik. Setelah selesai membuka seluruh kancing, Mike membalikkan tubuh istrinya ke arahnya. Reggie menurut, tapi dengan wajah masih menunduk dalam dan mata tertutup serta merona sampai ke leher. Mike terkekeh geli.


"Buka matamu, Regina. Aku suamimu sekarang. Lihat aku...." Mike menunggu dan melihat mata hitam istrinya itu terbuka dan kepalanya terangkat memandang mata abu-abunya. Mike menarik pinggang Reggie dan memeluknya dengan satu tangan.


"Aku akan mengatakannya lagi... aku mencintaimu, Regina Sanchez...." dengan ucapan itu Mike menundukkan wajahnya ke arah bibir Reggie. Mencium pengantinnya dengan lapar, sekuat tenaga mengatur agar ia bersikap lembut dan tidak terburu-buru. Tangannya yang tidak memeluk mulai menurunkan kemeja Reggie dari bahu, melepaskannya dari tangan Reggie lalu menariknya turun di ikuti oleh lengan kemeja yang satunya lagi. Kemeja putih itu berakhir di sudut lantai kamar mandi setelah Mike melemparnya.


Mike mengangkat kepalanya sejenak, memandang mata hitam pengantinnya yang tampak berkabut. Tampak sexy dengan pakaian dalam hitam basah yang ia kenakan. Mike kembali mencium sambil menghidupkan shower dengan tiba-tiba, membuat Reggie terkejut dan melepaskan pagutan bibir suaminya. Ia mengusap air yang membasahi wajahnya, berdiri berpelukan dibawah guyuran shower dengan mata abu-abu tajam yang seolah siap melahap dan kemudian membakarnya menjadi bara api.


"Saat ini kita hanya akan mandi, Honey...." Mike melepas sisa pakaiannya dan pakaian dalam Reggie. Mereka melakukannya dalam diam dan mata saling memandang. Hanya bicara lewat kilatan di mata mereka yang silih berganti berkilau menandakan api gairah yang sudah membakar keduanya. Mike menarik handuk lebar, mengeringkan tubuhnya dan melilitkannya ke pinggang. Kemudian ia menarik satu handuk lagi dan mulai mengeringkan tubuh dan rambut Regina. Mike menyelubungi istrinya dengan handuk lebar itu sebelum kembali mendaratkan ciuman ke bibir Reggie yang lembab.


Mike sudah sangat bergairah, ia melepas pagutannya dan mengangkat tubuh Reggie yag terselubung handuk ke dadanya dan membawanya keluar.


"Mike...!" Reggie merasa kakinya melayang, ia berpegangan ke bahu Mike ketika laki-laki itu mengangkatnya dan mendudukkannya ke pinggir ranjang. Kaca-kaca yang memberikan pemandangan ke arah pepohonan memperlihatkan bahwa di luar sudah mulai gelap, matahari sudah bersembunyi dan kegelapan merayap melingkupi daerah pepohonan.


Namun berkebalikan dengan cuaca di luar yang mulai mendingin dan gelap, kamar besar di lantai dua dengan kasur king size berseprai putih dimana sepasang makhluk berlainan jenis itu memadu kasih dan meluapkan cinta terasa membara dan panas, kerlip cahaya kuning keemasan redup di kamar itu jadi saksi ketika sepenuhnya Regina Sanchez telah dimiliki seutuhnya oleh Michael Eliazar.


"Honey...?" Mike mengelus pipi Reggie yang memerah dan keningnya yang sedikit berkerut.


"Ummmm?" Reggie membuka matanya dan menatap kerlip cinta yang berkilau di sepasang mata abu-abu suaminya.


"Aku menyakitimu?" tanya Mike serak. Reggie menggeleng perlahan. Walaupun sesungguhnya ia memang merasa tidak nyaman di bawah sana.


"Akan terasa lebih baik setelahnya... untuk sekarang...." Mike tidak melanjutkan kata-katanya. Ia hanya mencium bibir pengantinnya dan meluapkan seluruh perasaan cinta yang di rasakan oleh hatinya untuk wanita itu. Mine....My wife... My Regina... My wild cat. Mike mengulang kata-kata penuh kepemilikan itu dalam hatinya berulang-ulang.


**********


From Author,


Stttt....karna dilarang deskripsi lengkap,jadi bayangin dikit-dikit aja yah.....😂😂😂...


Jgn lupa tetap like,komentar, bintang lima , favorite, dan votenya ya my readers...


Kabur dl ahhhh.....


Dadah....and tetep terimakasih banyak my readers


Salam, DIANAZ.