Love Seduction

Love Seduction
Chapter 8. Remembered the promise



Reggie menggelitiki perut putrinya dengan menggunakan hidung. Bayi mungil itu menatap ke arahnya dan terlihat sangat menggemaskan dengan Mata abu-abu yang sangat mirip dengan suaminya. Mata abu-abu yang bening dan jernih milik Mike.


"Kau sudah siap bertemu Paman Lucius bukan?" Reggie bertanya pada putrinya.


"Pamanmu akan pergi untuk beberapa hari. Jadi kita tidak akan melihatnya beberapa hari ke depan. Kita akan mengunjunginya dan memberinya ucapan selamat jalan dan juga menyuruhnya agar segera kembali. Dia akan sangat merindukanmu ... Marie mungilnya ," ucap Reggie sambil menggendong putrinya dan duduk di aula menunggu Mike turun dari lantai dua.


Ketika Mike tiba ke tempat Reggie dan Marie yang menunggu, kedua tangan laki-laki itu terulur untuk mengambil putrinya dari gendongan Reggie.


"Hemmmm ... wangimu selalu enak, kau harum dan manis ...." Mike menghidu tubuh putrinya, lalu menciumnya berulang kali sampai Marie terlihat menggeliat, kemudian ia menatap Reggie.


"Kemarilah, Mommy ... kau belum mencium kami berdua," Mike mendekat dan mencium bibir Reggie sekilas. Ia menarik kepalanya dan menyadari ada yang berubah dari rambut istrinya.


"Kau memotong rambutmu?" tanya Mike.


Reggie memegangi rambutnya, "Ya ... hanya merapikannya saja, aku ingin sedikit perubahan," ujar Reggie sambil tersenyum, menunggu komentar Mike tentang model rambut barunya.


Mike terpekur lama menatap rambut hitam itu.


"Kau makin cantik," pujinya. Mike terkekeh ketika melihat Reggie merona setelah mendengar pujian itu.


"Setelah sekian lama kita bersama-sama, kau masih saja mudah merona," ucap Mike sambil sekali lagi mengecup bibir Reggie.


"Bicara tentang potong rambut, entah kapan kakakmu akan melaksanakan janjinya waktu itu."


"Janji? janji apa Mike?" tanya Reggie heran. Karena Lucius tidak pernah berjanji apapun pada Reggie.


"Kau belum sadar waktu itu, Honey, saat kau melahirkan Marie dan masih dalam keadaan coma, Lucius berbisik untuk menyuruhmu bangun. Ia berjanji akan memotong rambutnya seperti yang selalu kau inginkan."


Reggie terkejut, tidak menyangka Lucius akan mengucapkan janji seperti itu. Ia tahu kakaknya punya ketakutan sendiri terhadap benda tajam pemotong rambut alias gunting.


"Dia sungguh mengatakannya?" tanya Reggie dengan mata berbinar.


"Ya ... aku mendengarnya, kenapa? mau menagihnya sekarang?" tanya Mike sambil tertawa.


"Seharusnya kau mengatakannya sejak dulu, Mike. Jadi aku bisa memaksanya. Sekarang dia akan pergi untuk beberapa hari, aku jadi tidak akan bisa menerornya,"


Mike terkekeh. "Ayo kita pergi, kau selalu bisa memaksanya kapanpun kau mau," ucap Mike.


"Ya ... Ayah akan ikut bersama kita saat kita pulang nanti. Ia tidak mau tinggal sendiri di sana ketika Lucius pergi."


"Ya ... aku sudah menyiapkan mobilnya. Kulihat ayah membagi waktu dan dirinya dengan sangat adil. 6 hari di mansion Eliazar dan 3 hari di mansion Sanchez."


Reggie terkikik mendengar ucapan suaminya.


"Itu tidak adil, Mike. Ayah hanya menginap 3 hari di mansion Sanchez dan dua kali lipatnya di mansion kita."


"Itu adil, Regina ... 3 hari untuk Lucius saat ia di mansion Sanchez. 3 hari untukmu dan 3 lagi untuk Marie saat di mansion Eliazar. Sangat adil ... jadi, jika Lucius ingin Ayah lebih lama berada di mansion Sanchez, Ia benar-benar harus mempertimbangkan untuk segera beristri, agar segera mendapatkan anak, sehingga waktu ayah akan terbagi juga untuk cucunya di mansion Sanchez."


"Siapa yang tahu, mungkin saja itu akan terjadi dalam waktu dekat. Kakak akan bertunangan sebentar lagi bukan,"


Kegembiraan Reggie tentang berita pertunangan yang akan dilakukan antara Lucius dengan Cecilia sama sekali tidak menular pada Mike. Entah kenapa Mike merasa dua orang itu tidak cocok jadi sepasang kekasih. Interaksi mereka layaknya teman dan sahabat di mata Mike.


"Ayo ... kita berangkat. Nick sudah menunggu di mobil," Mike menghela istrinya dengan satu tangan, sedang tangan satu lagi menggendong putri mungilnya hanya dalam rekuhan satu lengannya yang besar.


**********


"Siapa yang mengatakan hal itu padamu?" tanya Lucius dengan wajah datar. Menyimpan rasa terkejutnya karena Reggie menyinggung masalah janjinya untuk memotong rambut jika Regina mau bangun saat adiknya itu coma di rumah sakit.


"Jangan mencoba mengelak. Mike mendengarmu saat itu, Kakak."


Lucius menarik nafas panjang dan memandang Mike yang pura-pura tidak tahu apa yang dua kakak beradik itu bicarakan.


"Oh, ayolah ... kau pasti sangat tampan dengan rambut pendekmu. Aku penasaran kau bisa jadi setampan apa."


Lucius mencibirkan mulutnya ke arah adiknya.


"Bilang saja kau senang punya senjata untuk memaksaku sekarang," ejek Lucius.


Regina tersenyum manis dan sedikit memiringkan kepala, "Oh, ayolah kakak. apa kau tega mengecewakan adikmu....aku akan mulai menangis jika kau mengelak memenuhi janjimu," ucap Reggie semanis mungkin.


"Kau sudah tidak cocok bertingkah polos dan sok manis, Gina. Suami mu itu mungkin tertipu dan percaya, tapi aku tidak ... "


"Aku akan membayarnya setelah pulang dari perkebunan, dengan syarat, kau menemaniku saat eksekusi,"


Regina mengangguk, " Ya ... baiklah," ujarnya riang.


"Kau bertingkah seolah tengah menerima hukuman mati .... berlebihan," ejek Mike.


"Harusnya kau diam saja. Aku hanya mengatakannya saat itu agar dia bangun," sungut Lucius.


Mike terkekeh, "Lakukan saja Lucius, apa ruginya. Hitung hitung kau menguji ... rasa takutmu pada benda itu sudah hilang atau belum."


Lucius hanya mencibir ke arah Mike dan kembali memandang Regina.


"Ayah akan menginap di tempat kalian selama aku tidak ada, aku akan pergi beberapa hari saja," ujarnya.


"Kau sudah bertemu Cecilia kan?" tanya Reggie.


"Cecil? kenapa aku harus menemuinya?" tanya Lucius heran.


"Dia calon tunanganmu, Kakak! kau seharusnya memberitahu jika kau akan pergi bekerja dan tidak akan berada di kota ini untuk beberapa waktu."


"Cecil sudah tahu kalau aku akan pergi. Dia malah merasa kami butuh berjauhan dulu ... agar aku bisa menelaah perasaanku dan tidak mengikuti keinginan ayah dan juga ayahnya untuk bertunangan."


Regina membelalak mendengar kata-kata kakaknya. Terkejut karena Cecil mengatakan itu.


"Apa Cecil benar-benar mengatakannya?" tanyanya setengah tidak percaya.


"Kelihatan sekali aku bukanlah pria idaman Cecilia, gadis itu sudah punya orang lain yang dia sukai," jawab Lucius dengan santai.


"Kasihan sekali kau ...." ledek Mike pada iparnya.


"Tapi ... mengapa waktu itu, kalian ...." ucapan Reggie terhenti.


"Gina ... apa kalian pernah bertanya apa yang sebenarnya terjadi di dalam sana waktu itu? tidak kan ... asumsi kalian terbentuk dari penglihatan yang dilihat ayah, Paman Damario, Derek dan juga Lance."


Keheningan menghiasi ruangan itu ... Regina tidak menyangka Cecilia tidak punya perasaan apapun pada kakaknya, lalu bagaimana dengan perasaan Lucius sendiri?


"Lalu bagaimana denganmu? apa kau menyukainya dan kecewa setelah tahu perasaan Cecilia?"


Lucius tersenyum lebar pada adiknya.


"Tentu saja aku menyukai Cecilia, Gina. Gadis yang ceria, baik dan juga cantik. Tapi tidak ada perasaan lembut seorang kekasih untuknya, kami hanya akrab sebagai teman. Aku akan membiarkannya mencari dan mendapatkan cinta sejatinya, seperti dia yang mendukungku untuk mencari cintaku sendiri," Lucius tergelak ketika terkenang betapa bersikerasnya Cecilia agar ia menolak pertunangan mereka.


"Akan ada seseorang untukmu Lucius ... kau hanya belum bertemu dengannya," ucap Mike dengan nada yakin. Kemudian tersadar ia terdengar seperti sedang menghibur iparnya itu.


"Ah, kau menghiburku adik ipar? apakah aku tidak salah mendengar? " sindir Lucius pada suami adiknya.


Mike mendengus keras, disambut tawa terbahak dari dua kakak beradik itu.


"Besok aku akan pergi ... Lance akan mengurus segala sesuatunya di sini," ucap Lucius pada Regina.


"Telpon aku ketika kau sudah tiba di sana," sahut Reggie.


"Tentu, Gina ... aku akan melakukannya ...."


**********


From Author,


Tungguin part selanjutnya, Lucius otw terbang menuju perkebunan mereka. Dadah Cecilia ... ditinggal dulu yah ... baik-baik ama LanceπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Like, love, komentar, bintang lima, dan Votenya, seikhlasnya ya pembaca, buat penyemangat author dalam berkaryaπŸ™πŸ™


Yang belum follow author, yuks klik profil author kemudian klik ' ikuti' ... ditunggu mampir ke karya Author yang lain ya😘😘😘


Terimakasih,


Salam, DIANAZ.