
"Maksudmu Adrian sudah melamar?" Derek menaikkan kedua alisnya bertanya pada Lucius. Mereka baru saja menyelesaikan rapat di ruang meeting dan sekarang tengah duduk di sofa kantor Derek yang nyaman. Lance yang berdiri tak jauh dari sana hanya mendengarkan percakapan Tuannya dengan wajah datar. Sedangkan Mike hanya memegang rahangnya sendiri dengan mata menunduk melihat sebuah berkas di hadapannya.
"Adrian ingin bertunangan dulu..." Lucius melirik Mike yang tidak mengangkat wajahnya dari laporan yang ia pegang.
"Kau menyetujuinya?" Derek ikut melirik Mike yang masih diam.
Lucius mengangkat bahu sambil berucap." Tidak ada alasan untuk keberatan. Kurasa Adrian laki-laki yang baik dan bertanggung jawab."
"Apa Reggie menyetujuinya? Kau sudah bertanya padanya?" Tanya Derek lagi.
"Untuk apa menanyakan pendapat Gina? Yang penting Adrian mencintai dan akan menjaga gadis itu sepenuhnya." Lucius tertawa dalam hati, karena gadis Adrian sesungguhnya bukan adiknya. Ia tidak mengatakan kalau yang dilamar oleh Adrian bukanlah Reggie. Derek saja yang berasumsi seperti itu dan Lucius tidak punya niat untuk meluruskannya. Ia hanya penasaran dengan reaksi laki-laki bermata abu-abu di dekatnya.
Derek terdiam mendengar kata-kata Lucius, Mike masih tidak mengatakan apa-apa. Derek jadi ingin sekali menginjak kaki pria itu saat ini.
"Kurasa sebaiknya kau tanya dulu adikmukan?" Ucap Derek lagi. Lucius menggeleng.
"Untuk apa? Hal ini tidak perlu pendapat darinya." Ucap Lucius arogan.
Mike tidak menimpali percakapan itu sedikitpun, Namun didalam hati ia merutuki keputusan Lucius. Gina memang sudah berjanji akan menuruti setiap kata-kata atau keputusan kakaknya, sedangkan Mike masih butuh waktu menyiapkan segalanya.
"Kapan Adrian akan datang untuk melamar?" Tanya Derek.
"Mungkin tiga hari lagi .....lalu pertunangannya satu minggu setelahnya. Sekarang Adrian sedang menyelesaikan beberapa hal penting di pekerjaannya sehingga semuanya sudah selesai saat pertunangan nanti."
Lucius melirik dan sedikit guratan di kening pria yang masih berpura-pura membaca laporan di dekatnya itu membuat Lucius yakin pria itu mendengarkan.
"Ehm........Jangan lupa mengundang kami nanti, Lucius. Amy akan sangat menantikan acaranya."
"Tentu saja.......Ehm, Mike...Kau juga akan datang bukan?" Tanya Lucius pura-pura polos.
Mike mengangkat pandangannya. Mata abu-abu itu menatap menusuk dengan sangat dingin. Lucius jadi merasa geli.
Mau membunuh dengan matamu Mike!?
"Kurasa tidak." Hanya jawaban singkat, lalu pria itu kembali menunduk ke lembaran yang sedang ia pegang. Lucius jadi berpandangan dengan Derek yang menarik nafas panjang.
**********
Mike menyesap kopi hitam dari cangkirnya dan melirik ke arah ponselnya yang berdering di atas meja. Ia sudah rapi dan akan berangkat lebih pagi, Ia akan menyelesai kan beberapa hal sebelum menjalankan rencana yang sudah ia ramu tadi malam. Keputusan yang ia ambil setelah mendengar kata-kata arogan Lucius yang akan segera membuat Regina bertunangan dengan Adrian.
Nama Derek yang tertera di layar membuatnya menaikkan alis, merasa heran pagi sekali Derek sudah menelponnya.
"Halo..." Mike mengangkat panggilan itu.
"Kau sudah bangun?" Tanya Derek bodoh.
Derek tertawa mendengar kata-kata Mike yang mengatainya." Aku tidak akan marah padamu, karena aku sedang senang hari ini. Aku menelpon hanya ingin mengabari aku tidak akan ke kantor hari ini. Tolong handle semuanya ya."
"Aku memang sudah siap untuk berangkat. Ada apa? kabar gembira apa yang membuatmu begitu bahagia sampai ingin mengambil libur?" Tanya Mike penasaran.
"Ehm ...Itu rahasia." Ujar Derek terkekeh. Mike menjauhkan ponselnya dari telinga lalu menatap benda itu, merasa heran dengan jawaban Derek. Setelah beberapa detik, ia kembali menempelkan ponselnya ke telinga.
"Well....Aku memang akan menyelesaikan semua pekerjaanku di kantor sebelum aku mengambil cuti, Derek." Mike memutuskan langsung memberitahu Derek tentang keinginannya mengambil cuti.
"Cuti? Kau akan mengambil cuti? Kenapa tiba-tiba?" Derek mengernyit heran. Mike tidak pernah mengambil cuti, pria itu gila kerja sehingga tidak pernah mengambil cuti, karena tidak tahu digunakan untuk apa libur cuti tersebut. Mike lebih suka bekerja.
"Aku akan menyelesaikan semua pekerjaanku dan lalu mengambil cuti. Kau harus sudah masuk dan mengatur semuanya sendiri ketika aku telah mengambil cutiku, Derek."
"Baiklah, baik......Tapi katakan padaku untuk apa kau mengambil cuti Mike? apa yang akan kau lakukan?" Suaranya terdengar sangat penasaran.
Kali ini Mike terkekeh dan membalas Derek dengan balik berahasia." Itu rahasia, Derek"
Derek mengumpat mendengar Mike membalas balik dengan tidak menjawab pertanyaannya. Lalu terdengar suara Amy yang memarahinya karena mengumpat.
"Kau membuat Amy memarahiku" Keluh Derek.
"Salahmu sendiri karna mengumpat di dekatnya." Kekeh Mike.
"Aku tidak akan mengizinkanmu cuti jika kau tidak mengatakan alasannya kenapa kau ingin mengambil libur." Ucap Derek bersemangat. Merasa bisa menekan Mike dengan ancaman itu.
"Aku akan mengambil cutiku setelah menyelesaikan beberapa pekerjaanku. Aku hanya memberitahumu Derek, bukan meminta izinmu." Mike tertawa sebelum kemudian mematikan ponselnya.
Ia yakin sekarang Derek tengah mengumpat lagi lalu istrinya akan kembali memarahinya. Erland kecil sudah pintar meniru dan ucapan seseorang yang telah didengar oleh bocah kecil itu ditirukan kembali dengan sangat baik. Termasuk ucapan ayahnya yang kadang kelepasan mengumpat di dekat putranya itu.
Mike menghabiskan kopinya yang memang hanya tinggal sedikit. lalu bangkit dan melangkah menuju pintu apartemen. Nick sudah menunggunya di luar untuk membawanya ke gedung kantor. Ia akan lembur dua hari ini. menyelesaikan semuanya untuk kemudian mulai menjalankan rencananya sendiri.
Kita lihat rencanamu atau rencanaku yang kali ini akan berjalan, Lucius!!
**********
From Author,
Gak bosan bilang jangan lupa like ,komentar, favorite bintang lima dan vote ya...😘😘
Thanks semuanya...🙏
Salam, DIANAZ.