Love Seduction

Love Seduction
Chapter 94. Come home



Mike terbangun dengan Reggie di dalam pelukannya. Ia mengerjap dan memandang wajah damai Reggie yang tertidur berbatalkan lengan atasnya.


Mike mencoba menarik pelan lengannya dari bawah kepala Reggie. Ia ingin bangkit dan perlu ke kamar mandi. Setelah berhasil menarik lengannya, Mike duduk di tepi ranjang, menarik selimut dan menutupkannya hingga ke bahu Reggie. Setelah melilitkan handuk di pinggangnya, Mike masuk ke kamar mandi dan menyerigai melihat pakaian basah mereka yang bertebaran di lantai.


Setelah selesai dari kamar mandi, Mike melihat ke arah ranjang. Reggie sudah berubah posisi memunggunginya. Selimut gadis itu melorot Menampakkan punggung telanjangnya yang berkilau keemasan karena pantulan cahaya lampu kamar.


Mike melangkah ke arah ranjang dan memandang ke kegelapan di luar kaca. Teringat pada Lucius yang sekarang entah sedang melakukan apa. Pria itu pastilah sangat marah, entah apa yang akan dilakukannya ketika nanti mereka kembali.


Tapi Mike akan menghadapinya. Ia tidak menyesal melakukan ini, ia mencintai Regina dan tidak akan kehilangannya karena Lucius. Lucius harus menerimanya suka ataupun tidak.


"Mike.....?" Mike menoleh, memandang Reggie yang menggosok matanya berulang kali. Mike menyerigai dengan mata berkilau ketika selimut istrinya itu melorot. Pandangan mata itu membuat Reggie tersadar atas keadaan tubuhnya dan segera menarik selimutnya sampai ke leher dengan wajah yang mulai merona.


Mike terkekeh, naik ke atas ranjang dan mencium kening istrinya. " Kenapa malu? Aku sudah melihat semuanya kan...."


"Ada apa? Kenapa kau tidak tidur?"


"Aku perlu ke kamar mandi. Lalu baru saja akan tidur kembali."


"Kau berbohong. Kau menatap di kegelapan di luar sana. Apa yang kau fikirkan."


Mike tersenyum. " Entah kenapa aku terkenang pada kakakmu. Ia akan sangat marah padaku."


"Bukankah sudah seharusnya? Tapi ia pasti juga akan memarahiku...."


"Aku akan menghadapinya........Aku tidak menyesal sudah melakukan ini, Honey."


Regina tersenyum, mengulurkan tangan dan masuk kembali dalam rengkuhan lengan suaminya, meringkuk dan tertidur kembali dengan pengantar suara detak jantung pria yang ia cintai berdegup teratur di telinganya.


**********


Mike memutuskan pulang setelah tiga hari mereka berada di rumah kayu di atas bukit itu. Setelah makan siang mereka memasukkan koper ke dalam mobil dan melaju turun bukit menuju rumah Homer.


Si tua Homer menyambut mereka dan mengangkat alisnya melihat Reggie yang kembali mengenakan gaun yang kemarin dipakainya saat menikah.


"Jangan bertanya, Paman. Istriku menyukai baju pengantinnya." Ucap Mike geli. Reggie lebih memilih memakai baju itu atau kemejanya daripada baju yang disiapkan oleh Lily. Setelah berpamitan pada Homer, dan meminta menyampaikan salam pada Marc yang sedang tidak ada di rumah, Mike kembali mengemudi menuruni jalur menurun menuju desa Snake River.


Mereka menghabiskan waktu berjalan-jalan di sepanjang toko-toko kecil dan menjual berbagai macam benda-benda unik. Reggie juga menarik suaminya untuk menikmati pemandangan di jalur sungai yang memang dijadikan ikon wisata di desa kecil itu. Mereka berkeliling, membeli makanan kecil dan Reggie juga mengganti bajunya dengan celana pendek hotpen dari bahan denim dan kaos lengan pendek yang di belinya di toko-toko di sepanjang sungai. Rambut wanita itu tergerai dan melambai di tiup angin. Mike memandangnya tanpa berkedip.


"Kenapa menatapku?" Reggie menjilat es krim vanila yang tadi mereka beli. Mereka duduk di sebuah kursi santai di bawah pohon di pinggir sungai. pohon-pohon yang sama terlihat berjejer di sepanjang jalur sebagai peneduh dari sinar matahari. Tempat duduk di setiap pohon juga di buat dengan jarak beberapa meter. Beberapa remaja terlihat duduk di kursi-kursi tak jauh dari mereka.


"Kau terlihat seperti para remaja itu......Aku jadi merasa tua...." Ucap Mike lirih. Reggie terkekeh, ia menjilat lagi es krimnya.


"Kau tidak tua, Mike. Kau tampan....karena itu para gadis itu melihat terus ke arahmu."


"Begitu......" Lalu Mike melihat sudut mulut istrinya itu sudah belepotan dengan es krim vanila, Mike mendekat dan menutup bibir Regina dengan bibirnya. Menjilat manisnya eskrim vanila yang masih menempel di sudut bibir itu. Segera saja suitan memanjang dan sorakan terdengar dari kumpulan remaja tak jauh dari tempat duduk mereka. Reggie merona dan menyimpan wajahnya di balik dada Mike yang terkekeh.


Mike berdiri dan memeluk istrinya, mengajaknya pergi meninggalkan tempat duduk itu, sebelumnya Mike mengedipkan mata dan memberikan jempolnya pada para remaja yang kembali bersuit dan melambai sambil tertawa ke arahnya.


"Kita sudah sampai?" Tanyanya mengantuk.


"Belum Regina. Tidurlah kembali." Mike mengatur tempat duduk Reggie agar nyaman untuk tidur ,lalu memasangkan sabuk pengaman, mengecup sayang kening istrinya sebelum berputar dan duduk di belakang kemudi.


Ia membuka dan mulai mengaktifkan ponselnya. Ia sengaja mematikannya selama kepergiannya. Belum sempat ia meletakkan ponsel itu, suara dering panggilan sudah berbunyi. Mike melihat dan menyerigai ketika nama Derek tertera di sana.


"Halo Derek...." Desis Mike pelan.


"Astaga.....Akhirnya kau mengaktifkan ponselmu! Kemana saja kau! " Mike hanya terkekeh mendengar suara Derek yang kesal.


"Kenapa? Sudah sangat merindukanku ya?" Mike tertawa dan tersadar suaranya akan mengganggu Reggie yang tertidur. Mike segera menutup mulutnya.


"Dimana kau sekarang?"


"Di mobil....Kami baru turun dari pesawat. Aku akan membawanya pulang."


"Mike....Kau sudah gila!"


Mike terkekeh lagi mendengar makian Derek.


"Kau juga begitu saat dulu kau jatuh cinta kan? Kau tergila-gila Derek."


Derek menarik nafas panjang. " Kau akan menemuinya? Dia akan membunuhmu!"


Mike tersenyum, sedikit geli dengan nada suara Derek yang seperti menakutinya.


"Dia boleh coba melakukannya, aku jadi tidak sabar ingin bertemu dengannya..." Desis Mike perlahan. Derek jadi terkekeh mendengar kata-kata Mike.


"Ya sudah. Sampai bertemu Big Brother!!"


Setelah sambungan mati, Mike mulai menghidupkan mesin dan mengemudi. Dengan pasti menuju mansion keluarga Sanchez. Menyambut apapun yang akan Lucius lakukan terhadapnya nanti, ia tidak peduli.....karena yang terpenting Reginanya sudah berada di sisinya, sudah jadi miliknya seutuhnya.


**********


From Author,...


Readers ku tersayang...bantu author dong...tolong di klik Like nya di tiap chapter ya...πŸ™πŸ™πŸ™ yg belum masukin ke daftar favorite cuzzzz klik fav jg dong. and klik bintang limanya sekalianπŸ˜‰πŸ˜˜


Luv you semuaaaa...Terimakasih banyakkkk...


Follow author dengan klik 'ikuti' di halaman profilku yahπŸŽ‰πŸŽ‰πŸ˜...Dadahhhh


Salam, DIANAZ.