
Mike menyimak pembicaraan antara gadis pelayan yang bernama Elina itu dengan Lance. Dari ekspresi keduanya Mike menebak pelayan bernama Rose ini sepertinya sedang memiliki masalah.
Jika Rose memang Regina, mungkin memang gadis itu tengah bermasalah. Terbukti dengan gelang mutiaranya yang sangat ia sayangi berada di tangan orang lain. Reggie yang Mike kenal tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Ketika Lance melangkah mengikuti Elina, Mike pun bergerak mengikuti. Membuat Derek mengernyit tidak mengerti. Ia mengira mereka akan menunggu pelayan yang ingin ditemui Mike dijemput dan dibawa ke hadapan mereka.
Namun Derek memendam keheranannya dan mengikuti langkah Mike. Membuat Lucius sang tuan rumah menaikkan alis dengan keheranan melihat tamunya yang tanpa segan mengikuti Lance yang sepertinya pergi menuju arah belakang.
Lucius mengernyit ketika arah yang Lance tuju adalah Pintu besi sel penjara bawah tanah. Tamunya seharusnya tidak melihat keberadaan tempat itu. Lucius berjalan cepat menyusul Mike dan Derek.
Di depan sana, Lance sudah membuka pintu besi dan ia terkejut ketika menoleh dan mendapati Mike dan Derek sudah berada di dekatnya.
"Tuan ... seharusnya anda menunggu saja bersama Tuan Lucius. Saya akan ...."
Dengan cepat Mike menggeser Lance dari depan pintu besi. Ia membuka dan mendorong pintu itu.
"Mike!" Lucius berteriak menahan Mike. Ia merasa kesal dengan kelancangan tamunya itu. Namun Satu tangan yang menghalangi di depannya membuat Lucius menoleh dan mendapati Derek menghadang dengan wajah dingin.
"Biarkan dia ...," desis Derek. Lucius makin bingung.
Ada apa dengan pelayan bernama Rose itu? Kenapa tamu-tamu ini sangat bernafsu untuk bertemu dengannya.
Elina yang melihat aura permusuhan di tempat itu mulai mundur ketakutan. Wajah dua orang tamu tuan Lucius yang awalnya tampan itu sekarang terlihat kejam dan menakutkan.
Mike mulai melangkah masuk ke dalam ruangan bawah tanah. Lance menahannya dengan menarik lengan Mike yang besar.
"Tuan ... jangan."
Karena kekuatan tubuh Mike yang lebih besar, bukan Mike yang tertarik keluar dari pintu besi. Tapi malah Lance lah yang tertarik masuk ke dalam karena pegangannya di lengan Mike.
Mike berdiri di puncak tangga. Memandang ke bawah sana dimana empat orang gadis terlihat mengelilingi sebuah kursi. Ke empat orang itu terlihat sangat terkejut.
"Tuan Lance!" seru salah satu gadis. Mike melirik Lance yang berdiri disampingnya dengan wajah masam dan sudah melepaskan tangannya dari lengan Mike.
"Anda siapa?" Salah satu gadis itu mencicit ketakutan. Mereka ketahuan dan merasa sangat ketakutan sekarang.
Mike tidak mengindahkan sekitarnya. Matanya fokus pada gadis yang duduk dengan tangan terikat ke belakang dan badan terikat di kursi. Mulut gadis itu tertutup lakban dan matanya terbeliak tak percaya menatap Mike.
Mike berhenti tak jauh dari kursi dan memindai keseluruhan tubuh gadis itu. Rambut hitamnya berantakan. Dengan geram Mike menyadari rambut indah yang disukainya itu telah dipotong pendek sebahu di bagian sisi kanan secara sembarangan. Sedang bagian sisi kiri sepertinya belum sempat dihabisi oleh para pelayan itu, lalu goresan di pelipis gadis itu mengalirkan darah yang sekarang sudah mengering di pipinya.
Mike memindai sampai ke ujung kaki dan tidak melihat luka lain sejauh ini. Kemudian Reggie mulai bergerak-gerak di kursinya. Kedua kakinya yang bebas dihentakkan ke lantai dan mulutnya menggumam dibalik lakban yang masih menempel.
"Mmm ... mmm ... mmm." Reggie menggumam berulang kali sambil menggeleng dengan mata terbeliak melihat Mike.
"Tidak pernah jauh dari masalah ... bukan begitu Kucing Liar? Kali ini kau harus merelakan rambutmu. Bersyukur tidak ada yang menembakmu kali ini."
Mike memaku mata Regina. Ia tak mampu menyimpan kerinduan yang sekarang terpancar di mata abu-abunya. Perkiraannya benar, gadis ini pergi mendatangi masalah yang menghantuinya. Dengan berani ia datang berhadapan dengan hantu masa lalunya.
Regina masih melotot dan memandangi Mike seolah tak percaya. Namun suara barusan benar-benar suara Mike. Tiba-tiba kerinduan di hatinya seolah menyeruak dan berkejaran keluar dengan refleksi air mata yang tanpa ia sadari sudah meleleh di pipinya yang memerah dan perih karena tamparan gadis pelayan tadi.
"Percayalah kalau kau tidak melihat hantu, Kucing Liar ... ini benar-benar aku ... Mike."
**********
From Author,
Stay terus dan ikuti Mike dan Reggie sampai akhir ya para pembaca.
Beri support buat Mike and Reggie lewat Vote, like, komentar, rating bintang lima, favorite ataupun coin ya. Untuk vitamin author supaya makin lancar ngetik dan dapat update kisahnya secepatnya.
Terimakasih semua,
Salam, DIANAZ.