
Lucius menyiapkan dirinya, menunggu Lance yang tengah mengambil mobil dan akan menjemput tuannya. Perjalanan mereka membuat Lucius sedikit tegang, memikirkan pertempuran yang bakal terjadi di wilayahnya. Villa itu akan hancur, rata dengan tanah. Banyak nyawa yang akan mati dan Lucius yakin itu adalah orang-orang Jonathan.
informan mereka mengatakan pasukan Mike sudah mengunci wilayah itu. Tidak akan ada satupun yang akan lolos, Mike membawa pasukan terlatih dalam jumlah besar untuk mengeluarkan Derek dari sana.
Lucius sama sekali tidak khawatir pada villanya yang akan hancur, atau orang-orang yang akan mati terbunuh sebentar lagi. Bagaimanapun di bisnis ini yang kuatlah yang akan menang. Ia hanya mengkhawatirkan kesepakatannya dengan Mike. Akankah Derek menyetujuinya dan merealisasikan kesepakatan itu. Lucius sungguh ragu. Tidak ada yang bisa memaksa Singa Langton melakukan sesuatu bila ia tidak mau.
"Jaga jarak aman sampai ke tempat dimana orang-orang kita mengawasi dari luar perimeter pasukan Mike, Lance. Kita hanya akan melihat situasi."
"Baik, Tuan." Lance mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang, melewati hutan pohon pinus di sisi kiri kanan jalan. Di belokan tajam di atas bukit, sebuah mobil melaju kencang ke arah mereka . Lance berusaha menghindar, namun sepertinya pengemudi mobil dari arah depan mereka itu benar-benar telah kehilangan kendali.
Tabrakan tidak dapat dihindari lagi. Lance dan Lucius yang sudah mengantisipasi hanya terguncang di dalam kendaraan mereka. Setelah menengok ke belakang dan memastikan tuannya baik-baik saja, Lance segera turun dari mobil diikuti oleh Lucius.
Lucius melihat seorang gadis merintih di atas setir.
Ia membuka paksa pintu mobil dan segera mengangkat gadis itu. Darah tampak mengalir dari luka benturan di kepalanya.
"Cepat, Lance! Dia berdarah!" Lucius mencoba mengeluarkan gadis itu. Mata gadis itu terbuka dan memandangnya sekilas sebelum kembali menutup. Lucius melihat sepasang mata berwarna biru yang sangat cantik.
"Derek ...." Sebuah nama yang lolos dari bibir gadis tersebut membuat Lucius terkejut. Ia terdiam di bawah langit cerah sambil menggendong tubuh yang sepertinya sudah pingsan. Lance yang melihat tuannya tidak bergerak mengernyit.
"Kita harus segera membawanya ke rumah sakit, Tuan." Kata-kata Lance membuat Lucius tersadar, ia mengangguk dan langsung memindahkan gadis itu ke dalam mobil mereka.
**********
Lucius memandang gadis yang tampak sangat cantik di ranjang rumah sakit. Ia membawa gadis yang pingsan setelah menabrak mobilnya itu ke unit gawat darurat. Gadis itu menderita cidera kepala ringan dan ia mesti dirawat sementara di rumah sakit tersebut. Lucius memilih kamar yang tersendiri sehingga leluasa menempatkan anak buahnya untuk mengawasi gadis itu.
Nama Derek yang disebut oleh gadis itu sesaat sebelum pingsan membuat Lucius ingin tahu apa hubungan gadis itu dengan klan Langton. Ia tidak menyadari bahwa sebenarnya gadis itu adalah Amy Sky yang disekap bersama Derek oleh Jonathan di villa.
Lucius ingin memastikan kesepakatannya bersama Mike dipatuhi oleh Derek. Bila gadis ini ada hubungannya dengan Derek Langton, maka ia akan menggunakannya sebagai jaminan agar Derek menyetujui kesepakatan itu.
Lucius melihat ketika gadis itu mengerjap dan mata sewarna biru laut memandang bingung ke arahnya.
"Kau kecelakaan, Nona." Lucius memberikan senyum terbaiknya, wajahnya ramah dengan pandangan mata yang teduh.
"Anda yang menolongku?" Gadis itu tampak mengerutkan kening.
"Aku minta maaf, Nona. Mobilmu ... kami terpaksa meninggalkannya di sana."
Lucius melihat gadis itu mengibaskan tangannya.
"Kau melajukan mobilmu terlalu kencang, Nona. Untunglah hanya cidera kepala ringan." Lucius melihat gadis itu bergerak gelisah, lalu mulai berusaha untuk bangkit dari tempat tidur.
"Ledakan itu! Aku harus kembali ke sana!"
Lucius bangkit berdiri dari tempat duduknya. Berusaha menghentikan usaha gadis itu untuk bangun. Kernyitan di dahinya menandakan rasa pusing yang berusaha gadis itu tahan.
"Upssss ... stop! Tenanglah, Nona. Kau harus memulihkan dirimu. Aku akan memberi kabar ke sana."
Kata-kata gadis itu mengenai ledakan membuat Lucius makin yakin ia ada hubungannya dengan kejadian di villa di atas bukit. Asap hitam yang membubung tinggi ke atas langit sesaat sesudah ledakan besar yang terdengar sebelumnya memberitahu Lucius bahwa pasukan Mike telah menghancurkan tempat itu. Ia tidak tahu persisnya yang terjadi, apakah mereka meledakkan lalu membakar tempat itu menjadi abu.
Sebuah panggilan di ponselnya mengalihkan perhatian Lucius. Nama Mike yang tertera di sana membuat Lucius tersenyum lebar di dalam hati. Ia menoleh ke arah gadis itu dan tersenyum menenangkan.
"Maaf, Nona. Aku akan memastikan kau akan dijemput oleh Mike. Tetapi setelah kau memulihkan diri dari kecelakaan ini. Aku merasa berkewajiban membantu perawatanmu."
Nama Mike yang disebut oleh Lucius membuat gadis itu menjadi sedikit tenang.
"Kau mengenal, Mike?" tanyanya pelan. Lucius mengangguk, berharap dapat berbohong dengan mengatakan jika mereka adalah relasi bisnis. Namun hal itu belum terwujud, belum sampai Derek Langton memberikan persetujuannya.
"Ya, aku mengenalnya. Jadi tunggu dan beristirahatlah. Aku akan keluar dulu." Tanpa menunggu jawaban gadis itu, Lucius keluar dari kamar perawatan. Dua anak buahnya yang berpakaian bebas layaknya pengunjung tampak berdiri di luar pintu kamar. Beberapa orang lagi tampak menyebar di sekitar lorong, ruang tunggu bahkan di depan rumah sakit. Lucius tidak akan membebaskan gadis itu sampai keinginannya di penuhi.
"Pastikan tidak ada orang yang tidak berkepentingan yang bisa menemuinya."
Anak buahnya mengangguk mengerti.
Lucius berjalan meninggalkan lorong rumah sakit. Ia yakin Mike akan menghubunginya kembali dan meminta bertemu. Ia akan menemui laki-laki itu di kantornya. Dengan orang-orangnya yang akan siap mengawasi dan mengamankan bila ternyata terjadi sesuatu dalam pembicaraan mereka. Ia belum sepenuhnya memercayai klan besar itu. Apalagi bila ia meminta Mike untuk membawa sang pemimpin Singa Langton ikut hadir di sana.
**********
Please Vote🏆 , Like 👍, coment 💬, love💖 , and five star ⭐⭐⭐⭐⭐for this novel sincerely yours my readers.
Thank you sooo much 😘😘😘
Wholeheartedly💖💖💖from me.
---- DIANAZ ----