
"Ayah......Kau sudah siap?" Reggie melangkah mendekati Eloy yang keluar dari ruang tengah menggunakan kruk.
"Sudah Regina......Kau tidak perlu repot mengantarku Sayang." Eloy menyambut pelukan putrinya dan mengelus perut Regina yang membesar.
"Apa kabar cucuku hari ini?"
"Dia baik-baik saja ayah. Hanya sedikit nakal akhir-akhir ini," jawab Regina sambil tersenyum.
"Nakal?"
Regina mengangguk." Sekarang dia sering menendangku."
Eloy Sanchez tertawa bahagia dan mengecup puncak kepala putrinya.
"Ayo....Kita berangkat."
Eloy dan Regina memasuki sebuah mobil yag dikendarai seorang pengawal yang sudah disiapkan oleh Mike. Sejak kehamilannya membesar, Reggie di temani seorang bodyguard yang bertindak sebagai supirnya. Tanpa sepengetahuan Reggie, Nick dan Fidel juga ditugaskan membayanginya sejak Mike merasa kalau istrinya diikuti oleh penguntit. Sebenarnya ada Shawn dan juga Rico, namun setelah situasi menjadi tenang dan tidak lagi terlihat tanda-tanda penguntit itu masih mengikuti Regina, Shawn dan Rico ditarik untuk melakukan tugas lain.
Reggie menemani ayahnya untuk mengunjungi internist, dokter penyakit dalam yang menangani penyakit hipertensi ayahnya. Mereka akan kontrol dan mengambil obat. Setelah kunjungan selesai dan obat ayahnya sudah ia tebus, Reggie mengajak ayahnya masuk kembali ke mobil lalu menyebutkan tujuan berikutnya pada Edward sang bodyguard yang mengemudikan mobilnya.
Sang bodyguard mengernyit dan berusaha membantah. " Nyonya.....Tuan mengatakan...."
Reggie langsung memotong perkataan bodyguard itu. " Ayolah Edward....Aku tak akan lama. Aku hanya merindukannya."
Edwars menarik nafas panjang melihat wajah sendu sang Nyonya. Ia akhirnya mengalah dan mengangguk.
"Apakah tidak apa-apa kita kesana tanpa mengatakannya pada Lucius dan Mike, Gina?" Eloy Sanchez sedikit khawatir karena tahu tentang alasan Lucius dan Mike memperketat penjagaan pada Regina.
"Aku tidak bisa mengatakan pada mereka, Ayah. Mereka punya ketakutan berlebihan sejak aku hamil dan kandunganku membesar. Mereka tidak akan mengizinkan atau akan memberikan penjagaan berlebihan jika aku mengatakannya. Padahal aku hanya ingin melihat ibu sebentar saja."
Eloy menarik nafas panjang " Baiklah .....ayo kita pergi Edward, ke tanah pemakaman keluarga Sky ...."
Perintah Tuan Eloy akhirnya membuat Edward menurut. Mereka melaju dan membelah jalanan yang ramai, terus berkendara menuju area tanah Sky yang berada di jalur yang sepi dan jauh dari lalu lalang dan keramaian kota.
Edward melirik ke belakang dan merasa lega karena Nick dan Fidel mengikuti mobilnya dari kejauhan.
Di dalam mobil mereka yang mengikuti dari kejauhan, Nick dan Fidel mengerutkan dahi mengikuti mobil Edward.
"Tuan Mike akan marah besar jika tahu Edward membawa mereka kemari," cetus Nick.
"Ya......Tapi kurasa Reggie memaksanya Nick. Kau tahu bagaimana Nyonya kita itu bukan. Tuan Eloypun tak dapat memaksanya," Jawab Fidel.
"Kau benar......Semoga tidak terjadi apapun. Kau melihat sesuatu yang aneh?"
Nick dan Fidel mengawasi dari jauh, hampir dua puluh menit kemudian Reggie akhirnya muncul sendirian dan masuk ke dalam mobil. Mata Nyonya muda itu terlihat memerah habis menangis.
"Dimana Tuan Eloy ,Nyonya....." Edward mengerutkan dahi.
"Tunggulah sebentar lagi. Ayah butuh waktu menyendiri bersama Mom....." Bisik Reggie.
Edward mengangguk dan menyimpan perasaan tidak enak yang hinggap di hatinya. Ia mengintip dan merasa lega ketika melihat mobil Nick dan Fidel masih terlihat berhenti tak jauh dari sana.
Beberapa saat kemudian kejadian berlangsung cepat. Empat orang pria bersenjata datang dari belokan jalan di depan mendatangi mobil dan memberondongkan senjata ke arah Edward.
Edward tidak sempat melakukan apapun. Melihat hal tersebut Nick dan Fidel mulai menembak sambil berlindung dari balik mobil. Tiga orang pria yang tadi menembak Edward berganti arah menembak ke arah Nick dan Fidel sambil berlindung di balik mobil Reggie.
Salah satu pria itu masuk ke belakang mobil dan berusaha menarik tubuh Reggie.
"Mau apa kalian!!" Reggie terbelalak. Ia berusaha meninju wajah pria itu, namun hentakan senjata yang dihantamkan ke kepalanya dengan keras membuat darah memercik keluar dari hidung Reggie dan merobek pelipisnya. Reggie memeluk perutnya sendiri, hal terakhir yang bisa ia lakukan untuk melindungi bayinya sebelum kegelapan nan pekat menguasainya.
Pria yang memukul Reggie menunggu sesaat, sebuah mobil kembali datang dari arah belakang mereka. pria di mobil itu menembak Fidel dan Nick yang tidak menyangka akan datang bantuan dari para pembunuh itu. Mobil itu berdecit berhenti di sebelah mobil Reggie.
Reggie di tarik paksa keluar dari jok belakang, darahnya menitik dan menyebar di bahan kulit jok yang berwarna krem ketika kepalanya ditarik agar keluar dari mobil .
Para pria itu memindahkan Reggie ke dalam mobil mereka, Lalu segera berlalu dan menghilang di belokan jalan dimana dua mobil mereka yang lain sudah menunggu.
Eloy Sanchez menyaksikan semuanya, ia mencoba berlari dan membuang kruk yang terasa menyusahkannya. Namun kakinya melemah dan ia tersungkur. Ia melihat seorang penculik tertembak dan yang lain segera menariknya ketika sebuah mobil datang dan mereka memindahkan Regina. Wajah putrinya itu sudah penuh dengan darah. Lalu pria itu mengeluarkan sesuatu dan melemparkannya ke dalam mobil sebelum berlalu dari sana.
Eloy berteriak, tapi suara yang keluar hanyalah rintihan. Ia mengejar dengan cara menyeret tubuhnya yang tidak mau bergerak di atas jalan beton di antara makam, Eloy menggeser tubuhnya sekuat tenaga sambil mengulurkan tangan ke arah mobil yang telah membawa putrinya pergi sambil terbelalak.
"Jangan sakiti putriku........."
**********
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
😖😖😖😖😖
Jangan lupa like ,love, bintang lima, komentar dan Vote ya pembaca.....untuk vitamin penyemangat Author...
Terimakasih banyakkkkk semuanyaaa.....
Salam, DIANAZ.