
"Mike! Berhenti! Apa yang kau inginkan!" Reggie berteriak frustrasi. Ia berkali-kali mengentakkan tangan tanpa hasil. Sampai akhirnya Mike menghentikan langkah dan berbalik.
Taman itu hanya disinari cahaya temaram lampu taman. Reggie tidak beruntung karena wajah Mike tertutup bayang-bayang. Sedang wajahnya sendiri menghadap ke arah cahaya temaram yang menyinari mereka.
"Aku menginginkan ini!" Mike meraup tubuh Regina, lalu menundukkan kepala mencium gadis itu tiba-tiba. Reggie ingin mengucapkan sesuatu dan membuka mulut sambil mendorong dada keras yang mengimpit tubuhnya. Namun hal itu malah menjadikan Mike menemukan celah untuk masuk dan membelitkan lidahnya mencari dan mengeksplore mulut Regina.
Mike menyesap, memagutt dan merayu dalam ciuman itu. Menyampaikan kecemburuannya, rasa marahnya dan juga keinginannya menandai Regina. Ia melepaskan bibirnya sebentar untuk memberikan waktu bagi Regina untuk bernapas. Gadis itu terbelalak dengan mata terkejut, belum sempat Regina bergerak, Mike sudah menurunkan kepalanya lagi, mencium bibir ranum yang terasa sangat nikmat di bibirnya. Tangan Mike seolah bergerak sendiri mengelus bahu telanjang Reggie. Gaun one shoulder dress yang dikenakan Regina membuat Mike tanpa kendala menyentuh kulit lembut bahu, punggung atas lalu ke leher Reggie.
Mike lalu beralih mencium rahang Regina, berpindah ke leher lalu naik lagi ke telinga gadis itu.
"Sudah lama sekali aku ingin melakukan ini." Ia berbisik, kemudian melanjutkan aksinya dengan kembali memaguut bibir Regina. Sebelah tangan Mike seolah tidak puas hanya menyentuh satu sisi bahunya. Bahu satunya yang tertutup oleh tali lebar penahan gaunnya ditarik menuruni bahu. Mike menyentuh kulit lembut yang polos tanpa tertutupi apapun itu. Reggie tersadar ketika hawa dingin mulai meniup bagian dadanya. Matanya yang berkabut mendadak merasa syok.
"Jangan ... jangan lagi .... Aku mohon jangan lakukan hal ini padaku lagi." Reggie menelan Ludah. Ia menahan dada Mike dengan kedua tangannya. Kepalanya menunduk, mengatur napas dan menahan air mata yang tiba-tiba berkumpul di kedua matanya.
"Regina ...."
Suara lembut itu membuat pertahanan Reggie jebol. Ia mulai menangis, dadanya sudah tidak sanggup lagi menahan perasaannya. Ia tidak pernah sanggup menolak laki-laki ini, Mike memaksa menciumnya lagi dan dengan memalukan Reggie menyadari ia menikmatinya. Ucapan Lucius dulu memang benar. Ia menyedihkan. Gairahnya dengan mudah tersulut bila pria ini menyentuhnya, Mike bahkan tidak perlu berusaha keras. Reggie membenci dirinya yang tidak bisa berkutik setiap menghadapi pria di hadapannya ini.
Menyedihkan ... Memalukan. Reggie mengulang-ulang kata itu di otaknya.
Mike mengangkat dagu Reggie sehingga mata mereka bertatapan. Walaupun Reggie tetap saja tidak dapat melihat apa yang tersirat di mata abu-abu itu karena tertutup bayang-bayang.
"Aku mohon. Jangan lakukan ini padaku. Menjauhlah Mike ...." Reggie terisak.
Mike menghapus lelehan airmata itu, menggelengkan kepalanya. Suaranya terdengar menyesal dan serak.
"Maafkan aku, Regina. Aku tidak dapat memenuhi keinginanmu. Aku tidak akan menjauh."
Reggie memejamkan matanya, kedua tangannya mulai mengepal membentuk tinju di dada Mike, lalu ia mulai memukul dada keras itu berulang kali, isakannya makin keras.
"Kenapa? Kau sama sekali tidak menginginkanku! Kenapa kau melakukan ini! Kau jahat sekali Mike! Berkali-kali kau membuatku malu! Berkali-kali kau menolakku! Kau menyakitiku, Mike!"
Reggie merasakan tubuhnya ditarik dalam dekapan tubuh besar yang melingkupinya dengan kehangatan. Isakannya jadi makin keras. Sungguh Reggie merindukannya. Hari-hari ketika mereka bersama di apartemen Mike, ketika Mike selalu memeluknya dalam tidur. Reggie rindu pelukan ini. Hanya pria ini yang pernah ia inginkan dalam hatinya.
"Shhh ... jangan menangis Regina ... jangan menangis." Mike mengecup puncak kepala Reggie berulang kali. Memaki dirinya yang telah membuat hati Regina terluka. Mike memeluk Regina erat-erat, menunggu tangis gadis itu mereda.
Setelah beberapa saat isakan itu hanya tinggal sesenggukan kecil. Mike melepaskan rengkuhan lengannya untuk melepas jas yang ia pakai. Ia menutupkannya ke bahu Regina yang telanjang.
Lalu Mike membimbing Reggie ke arah kursi panjang taman. Mike duduk dan menarik Reggie agar duduk di pangkuannya. Gadis itu menolak, namun Mike memegang pinggangnya dengan kedua tangan lalu dengan mudah mendudukkannya di tengah kedua pahanya. Kedua lengan Mike mengunci tubuh Regina, gadis itu tidak dapat bergerak , ia duduk menyamping dengan kedua kaki menjuntai di atas satu paha Mike.
"Sekarang aku mohon, dengarkan aku Regina." Mike mengelus helaian rambut hitam yang tergerai dan menutupi lengannya.
"Maafkan sikapku ... aku tidak pernah bermaksud mempermalukanmu dan kau salah besar kau tahu ...." Mike mengangkat dagu Reggie, memaksa gadis itu mendongak dan memandangnya.
"Aku mengatakan pada diriku tidak ada yang bisa aku berikan dan aku harus melupakanmu. Tapi itu tidak pernah terjadi ... perasaanku semakin kuat, aku juga menemukan arah jalanku untuk kembali. Aku akan pulang Regina dan aku berharap aku bisa membawamu bersamaku."
Reggie makin kebingungan. Ia masih diam dan Mike kembali tidak tahan untuk mencium bibir gadis itu. Ia menunduk dan memagutt bibir Regina. Menyesap dan mengul*m bibir gadis itu seolah tidak pernah puas. Mike mengangkat kepalanya dan menyandarkan keningnya ke kening Regina. Ia mengatur napas dan tidak lagi dapat menahan perasaannya yang meluap dan membuncah.
"Aku mencintaimu, Regina ...." Mike membuka mata dan mengangkat kepalanya. Menilai ekspresi Regina yang menatap ke arahnya dengan mata makin membelalak lebar.
"Kau akan membuat Erland ngeri bila matamu selebar itu ...." Mike terkikik geli, berusaha menyimpan degup jantungnya sendiri yang tidak beraturan. Ia sudah menyatakan perasaannya dan gadis di pelukannya ini belum bereaksi sama sekali.
Mike menatap di kedalaman mata hitam itu. Memastikan Reggie mendengar dan mengerti setiap kata yang akan ia ucapkan.
"Kau sudah tidak dapat lari, Regina Sanchez. Aku sudah mengatakan isi hatiku. Aku mencintaimu, aku menginginkanmu, aku akan segera menjadikanmu milikku! Jadi terima saja nasibmu kali ini. Si tampan Adrian tidak akan dapat menjadikanmu kekasihnya. Apapun yang akan kau lakukan, aku tidak akan melepaskanmu."
Mike mengatakannya dengan penuh tekad. Menunggu reaksi Reggie dengan jantung yang masih berdegup kencang, lalu jemari lembut itu bergerak, menyusuri bahunya, naik ke rahangnya lalu ke pipinya. Pandangan mata hitam itu sekarang seolah berkabut.
"Aku ... tidak sedang bermimpi kan ...," bisik Reggie tidak percaya. Mike menangkap jemari yang mengelus pipinya, lalu mencium telapak tangan putih itu dengan sangat lembut.
"Tidak, Honey. Ini kenyataan. Aku mencintaimu, Regina Sanchez. Maukah kau menikah denganku?"
Reggie memandang takjub pada wajah penuh tekad di hadapannya, lalu ia mencubit dirinya sendiri dengan keras.
AWW!!
Teriakan kesakitan itu membuat Mike tertawa geli. Ia memegang kedua pipi Reggie dengan kedua telapak tangannya, lalu kembali menundukkan kepala, menyatukan bibir mereka, mengobarkan gairah dalam ciuman panas, memberitahu satu sama lain di setiap kecupan, sebuah rasa yang menghadirkan kebahagiaan tidak terkira di hati keduanya.
*********
From Author,
Akhirnya...Mike say I Love you juga sama Reggie πππππ Sekalian ngajak menikah lagiππππ
Btw Reggie belom jawab ya pemirsahπππ
Lagi....Jangan lupa like, klik like, like di klik ππlalu komentar buat vitamin penyemangat author. Kalo lolos review, hari ini thor ngasih 3 part berarti ya, walaupun jamnya mungkin beda. Semoga semua suka dan gak lupa like di tiap partnya.
See you at the new chapter all my readers..
Terimakasih...
Salam, DIANAZ.