Love Seduction

Love Seduction
Chapter 34. Seen



"Selamat, Nona ... kebahagiaanmu semoga berlangsung selamanya." Reggie mengucapkan doanya dari belakang tubuh Amy dan Derek yang sedang berjalan di depannya. Nonanya yang cantik dengan gaun pengantin berwarna putih itu segera berbalik dengan mata berbinar.


"Reggie."


Reggie merengkuh Amy dalam pelukannya. Akhirnya nonanya menikah dan berada dalam perlindungan Derek. Hari yang Reggie tunggu-tunggu ketika ia melihat Derek mengucapkan janji akan mencintai Amy selamanya.


Derek yang melihat Mike di kejauhan merasa ingin menyapa dan menyerahkan istrinya pada Reggie.


"Jaga dia untukku, Reggie."


Derek mengedipkan matanya pada Reggie, lalu melangkah berlalu meninggalkan keduanya.


"Kau lihat wanita itu ... dia sangat sexi bukan?" Amy memandang suaminya di kejauhan, laki-laki itu menyapa Mike, Alex dan seorang wanita berambut merah yang tampak sensual.


"Ya ... dia santapan lezat untuk para pemilik testosteron." Reggie melipat tangannya dan ikut memandang ke arah wanita sexi yang ia ketahui bernama Eve. Wanita yang menurut Mike sudah seperti saudara dengan Derek.


"Kau tidak takut Mike tergoda padanya?"


Pertanyaan Amy membuat Reggie menaikkan alisnya.


"Kenapa aku mesti takut? Lagipula apa urusanku jika Mike tertarik padanya?" Reggie menoleh ke arah Amy yang terlihat sedang tersenyum menggodanya. Reggie segera membalas senyum itu, mencoba balik menggoda Amy.


"Seharusnya kau yang mesti takut, Amy Sayang.


Suami tampanmu yang kaya raya itu target menarik untuk setiap wanita cantik. Kau tidak lihat mereka?"


Reggie menunjuk ke arah deretan para model, pengacara ataupun artis yang hadir di pesta pernikahan dan sedang melirik ke arah pengantin pria dan kelompoknya yang berdiri di dekat meja minuman.


"Kau benar. Suamiku sangat tampan bukan? Lihat saja wanita sexi itu memeluknya begitu rupa."


Reggie memicingkan mata ke arah Eve yang memeluk & menempel ke tubuh Derek, suami nonanya itu.


"Dia menempel seperti lintah." Reggie memandangi Eve yang tidak lepas menatap Alex, seolah menantang laki-laki itu untuk berkomentar. Alex hanya terlihat menampilkan wajah datar, terlihat tidak terganggu.


"Menurutmu harus kuapakan suami tampan itu setelah ini?" Suara Amy diwarnai kejengkelan melihat kemesraan suaminya dan Eve.


"Well ... kau bisa menutup pintu kamarmu dan menguncinya. Biarkan saja dia tidur di luar."


Bayangan akan Derek yang tidur di luar pintu kamar pengantin mereka dengan bantal dan selimut yang di lempar dari dalam, lalu tiada henti pria itu akan mengetuk, minta dibukakan pintu, memberikan gambaran lelucon yang membuat dua wanita itu tertawa geli. Suara tawa keduanya sampai ke kumpulan orang di dekat Derek.


Mike menengadah dan melihat Reggie tertawa lepas bersama Amy. Sesuatu sepertinya menggelitik keduanya.


"Aku penasaran apa yang mereka tertawakan." Derek terdengar bergumam.


Dari tempatnya berdiri, Mike melihat Reggie menghentikan seorang pelayan dan mengambil dua gelas minuman, Reggie menyerahkan satu gelas untuk Amy, lalu keduanya bersulang.


Mike melihat lagi beberapa saat kemudian tubuh Reggie dari kejauhan terlihat kaku, Ia menegakkan kepala memandang Mike di kejauhan, lalu gadis itu menggeleng sambil mengedarkan pandangan dan segera mengatakan sesuatu pada Amy.


Reggie merasakan insting seseorang sedang menatapnya, gelas yang ia pegang bergetar hingga ia harus memegangnya dengan dua tangan.


Reggie memandang Mike di kejauhan, bukan .... bukan Mike.


Lalu ia memutar kepalanya dan melihat orang itu. Dengan cepat ia pamit pada Amy dan pergi dengan langkah cepat. Menghindari seseorang yang tadi melihatnya dan mulai mengejarnya. Dengan jantung berdebar, Reggie menyelinap diantara kumpulan orang-orang yang membantu menyamarkan kepergiannya.


Mike melihat Reggie yang berjalan cepat meninggalkan Amy, lalu di sudut jauh ia memandang Lucius Sanchez yang juga merupakan undangan di pesta pernikahan ini bergerak mengejar ke arah Reggie yang tergesa-gesa akan kabur.


Mike menaruh gelasnya di meja, berpamitan pada kumpulan orang di dekatnya dan tanpa ketara bergerak di antara para undangan yang hadir. Ia mengejar Reggie yang terlihat bersembunyi di antara kumpulan orang di ujung sana.


Mike tiba dan melihat gadis itu berdiri dibalik sebuah pot tinggi, mengintip ke arah Lucius yang masih celingukan di tengah keramaian. Laki-laki itu kehilangan jejak Reggie, namun jika tetap berada di sana, Reggie akan segera ditemukan.


Mike membuka jas yang ia pakai, lalu mendekati Reggie.


"Kemarilah." Suara dalam yang sangat ia kenali itu membuat Reggie menarik napas lega. Ia maju dan menyambut rengkuhan lengan Mike. Pria itu menyampirkan jasnya ke sekeliling tubuh Reggie.


"Ayo ... ikuti aku, kita pergi dari sini."


Anggukan kepala Reggie yang cepat membuat Mike tahu ia memang menghindari seseorang. Gadis itu terlihat ingin cepat-cepat kabur dari sana.


Reggie lebih banyak diam di dalam mobil yang di kendarai Mike, Ia mengira Mike akan membawanya pulang ke apartemen, namun pemandangan yang mereka lewati memberitahunya Mike mengambil jalan berbeda ke arah berlawanan.


"Kita akan kemana?" Reggie menoleh ke arah Mike yang fokus menyetir.


"Aku lapar. Aku tidak makan apapun di sana tadi."


Mike memang lapar dan tidak makan di acara pesta Derek tadi. Namun bukan hanya itu alasan ia mengajak Reggie ke restoran. Gadis itu tidak terlihat mengunyah apapun di pesta, hanya minum saja.


Reggie tidak membantah, Ia hanya mengangguk, lalu kembali menerawang lewat kaca mobil. Ia lupa Lucius Sanchez pastilah akan diundang di pesta pernikahan Amy dan Derek. Bagaimanapun sekarang laki-laki itu adalah relasi bisnis keluarga Langton. Tadi hampir saja, Reggie tidak tahu apakah Lucius akan mengenalinya, tapi ia tidak mau menguji peruntungannya dengan bertemu laki-laki itu.


Mereka sampai di sebuah hotel mewah. Mike mengajak Reggie ke lantai atas dimana restoran yang Mike tuju berada. Mereka disambut dan di antarkan ke meja yang sepertinya biasa Mike tempati, laki-laki yang mengantarkan mereka terlihat familier dengan wajah Mike.


"Kau biasa kemari?"


Reggie meneliti wajah Mike yang memandang keluar kaca, menampilkan pemandangan indah nuansa kota di malam hari. Musik yang mengalun mengiringi acara makan malam di restoran itu. Hanya beberapa meja yang letaknya berjauhan di isi beberapa pasangan yang sedang makan malam.


"Kadang-kadang ...." Mike menjawab tanpa mengalihkan matanya dari kerlip lampu yang berkedip di bawah sana.


Ketika makan malam mereka dihidangkan, Mike mengajak Reggie menyantapnya. Mereka makan dalam diam. Mike membiarkan Reggie menghabiskan makan malamnya dulu baru ia akan menyuarakan pertanyaannya.


Selesai menyantap makan malam, Mike langsung menatap mata Reggie. Gadis itu nampak menaikkan alisnya heran.


"Sekarang katakan padaku kenapa kau menghindarinya?"


"Siapa?" Reggie balik bertanya, bersikap seolah tidak mengerti.


"Jangan pura-pura Regina. Kau tahu dengan jelas siapa yang aku maksud."


Kebungkaman Reggie membuat Mike menarik napas panjang.


"Kau tahu ... aku bisa menanyakan langsung pada Sanchez apakah dia mengenalmu."


Tidak ada reaksi.


"Regina ...." Mike mendesah putus asa, lalu tiba-tiba Reggie memaku matanya. Wajahnya yang datar perlahan menyunggingkan senyum.


"Silahkan saja, Mike. Tanyakan padanya apakah dia mengenalku. Kau bisa menuntaskan rasa penasaranmu."


Mike kembali menarik napas panjang dan memejamkan mata sebentar. Ia harus benar-benar bersabar dengan ini. Jangan sampai ia kehilangan kesabaran. Entah apa yang akan dilakukan Reggie jika ia merasa terpojok.


"Kau tahu aku tidak bermaksud buruk. Aku hanya ingin membantumu."


Reggie menunduk, ia tahu Mike hanya berusaha membantu. Tapi dirinya tidak ingin orang lain tahu dan terlibat dengan masalah yang telah mengikutinya sejak lama. Reggie menegakkan kepalanya kembali ketika merasakan kedua tangannya digenggam oleh tangan besar Mike.


"Kau tidak bisa menyimpannya terus Regina. Buruk untuk pikiranmu. Kau tahu ini mulai berefek setiap malam dalam tidurmu."


Reggie tersenyum berterimakasih. Kehangatan dari tangan Mike yang menggenggam tangannya menjalar sampai ke hati Reggie.


"Aku tahu. Aku tidak bermaksud membuatmu khawatir. Aku hanya ...."


Reggie terdiam, bingung mengucapkan alasan yang membuatnya tidak mampu bercerita.


"Hanya apa?" Mike meremas tangan Reggie seolah memberi semangat agar gadis itu meneruskan.


Namun keheningan yang terus berlanjut memberitahu Mike bahwa ia masih harus lebih bersabar.


**********


Vote...vote...vote please...๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰๐ŸŽ‰


Like,love, five star , coin and coment to all my readers... thank you so muchhhhh๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


Wholeheartedly๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’– from me...


---- DIANAZ ----