
Mike memandang nanar istrinya yang terbaring dengan semua peralatan medis yang tersambung ke tubuhnya. Mata yang masih tertutup itu membuat ketakutan Mike makin bertambah besar. Ia mengulurkan tangan mengenggam tangan istrinya yang lemah. Tangan yang masih tidak membalas genggamannya.
"Honey ... bangunlah, kau mau melihat putri kita kan? berjuanglah untuk bangun, ia membutuhkanmu ... kakakmu juga, tahukah kau dia belum juga membuka mata? aku sudah mengatakan padanya agar bangun, tapi kau tahu ia tidak pernah mau mendengarkan aku bukan, ia hanya mau mendengarkanmu, jadi bangunlah Regina ...."
Mike berbisik di telinga istrinya yang masih terpejam. Lalu matanya melirik ke arah samping tempat tidur Regina, dimana terdapat satu tempat tidur lagi yang di atasnya terbaring tubuh Lucius. Mata Mike sudah terlihat merah dan juga membengkak karena banyak menangis.
Di luar ruangan itu, sebagian besar keluarga Langton sudah berkumpul. Mereka mendengar kabar penculikan itu dan berdatangan ingin memberi dukungan. Suasana sedih atas ketidakpastian kondisi Regina dan putrinya serta Lucius, membuat perasaan tegang dan suasana duka menggayuti perasaan tiap orang yang duduk di ruang khusus yang di siapkan untuk menunggu itu.
Derek terlihat memeluk pria tua kepala keluarga Damario. Frank Damario meneteskan airmatanya, lengannya erat memeluk Derek.
"Kuharap semua akan baik-baik saja Derek," ujar Frank Damario seraya melepas pelukan dan menyeka matanya.
"Aku juga berharap begitu Paman," balas Derek.
"Amy juga telah melahirkan, kami berniat menjenguknya, tapi Bibimu Marlene mengatakan Amy akan bertanya perihal Reggie, kenapa ia belum juga muncul. Jadi kami memutuskan belum kesana menemuinya, kami tidak akan bisa mengelak untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan darinya nanti."
"Aku mengerti, Paman, tak apa ... Aku sendiri yang akan memberitahunya nanti."
Frank Damario mengedarkan pandangannya. Mereka telah berkumpul di ruangan besar itu, akan sangat baik bila mereka berdoa bersama dengan Mike. Ia melihat Eloy Sanchez dan Lance tampak lelah di kursi panjang yang ia duduki. Eve dan Alex saling berpegangan tangan, semuanya tampak sedih dan tegang.
"Derek, ajaklah Mike kemari, katakan kita akan sama-sama berdoa, dan kau Cecilia ... kau masuk dan tunggui Regina dan Lucius selagi Mike berdoa bersama kami."
Derek menatap pria tua itu dan mengangguk, ia melangkah ke arah ruang perawatan bersama Cecilia putri satu-satunya Frank Damario.
Derek menepuk pelan bahu Mike yang menunduk memandang genggaman tangannya pada tangan Regina.
"Brother ... keluarlah sebentar bersamaku."
"Aku akan berjaga ketika kau keluar ...." Cecilia menimpali.
Mike menatap ke arah Derek yang mengangguk padanya. " Ayo, semua menunggu dan mengajak untuk berdoa."
Mendengar itu Mike akhirnya mengangguk, ia berdiri dan melepaskan tangannya pada tangan Regina, tanpa kata mengikuti Derek yang mengajaknya keluar dari ruangan perawatan.
Seluruh orang yang hadir di ruangan itu menatapnya dengan dukungan yang terpancar di sinar.mata mereka. Mike bersyukur ... ia memiliki keuarga besar yang membantunya melalui ini.
Cecilia Damario mendekat dan mengelus tangan Reggie yang tadi di genggam oleh Mike.
"Bangunlah Reggie ... Mike menantimu," bisik gadis itu perlahan, airmatanya menetes melihat kesedihan teramat dalam yang menggayuti kedua mata abu-abu Mike yang tadi ia lihat. Ia duduk di kursi yang tadi Mike gunakan, lalu menunggu di iringi suara monitor yang berirama di samping tempat tidur Regina.
Cecilia melirik ke arah tempat tidur satunya. Sosok Lucius Sanchez yang pernah beberapa kali ia temui di pesta- pesta, baik itu di selenggarakan oleh keluarga Langton ataupun oleh keluarga Sanchez.
Pria itu terpejam, bintik mata hitam segelap malam yang kerap memandang penuh kasih pada saudari dan ayahnya itu kerap membuat Cecilia takjub. Bagaimana rasanya dicintai oleh seorang saudara yang bahkan rela memberikan nyawanya. Cecilia dilahirkan sebagai putri tunggal, Oh ... ia punya para sepupu, naun kesibukan mereka membuat mereka jarang bertemu.
"Kakakmu sangat mencintaimu, Reggie," Cecilia meremas tangan Reggie," Suami dan Putrimu juga menunggumu ... jadi bangunlah."
Setelah beberapa menit dalam keheningan, Cecilia menarik nafas panjang. Ia berdiri dan melangkah mendekati tempat tidur Lucius.
"Halo Lucius ... Aku Cecilia ... Masihkah kau ingat padaku? aku putri Frank Damario." Cecilia berbisik lirih pada Lucius yag terpejam, ia lalu memberanikan diri memegang tangan pria itu.
Sebuah gerakan pelan tangan yang di pegangnya membuat Cecilia terkejut." Lucius?"
Cecilia merasakannya lagi, gerakan pelan jari-jari Lucius. Ia jadi bersemangat, " Bangunlah Lucius ... Mike sudah meminta Regina bangun, tapi ia tidak mendengarkan. Kurasa ia pasti akan mendengarkanmu. Ia menurut dan mengikuti apapun kata-katamu kan ...."
Perlahan, sangat perlahan, jari Lucius membalas genggaman tangan Cecilia. Gadis itu menatap ke arah tangannya yang terjalin ke tangan besar pria itu dengan takjub, lalu reflek ia melirik ke arah wajah pria itu.
Cecilia Damario membelalak memandang dua bintik mata hitam yang menatap kedua matanya.
"Ya Tuhan....."dengan tergesa, Cecilia melepas gengagaman tangannya, "akhirnya kau bangaun, tunggulah ... aku akan memanggil mereka ...."
Secepat kilat Cecilia beediri, namun belum jauh ia melangkah, ia menatap lagi ke arah ranjang.
"Jangan tidur lagi, Oke! aku hanya memanggil mereka sebentar. Mereka ada di luar." Lalu gadis itu berlari, Langkahnya yang menderu membuat seorang perawat yang akan memeriksa Reggie dan Lucius mengernyit.
"Dia bangun!" seru Cecilia. Membuat perawat tersebut melirik ke arah ranjang dan mendapati Lucius yang baru saja tersadar . Perawat itu memencet sebuah bel di dekat tempat tidur dan segera meminta Nona yang menunggu pasien untuk keluar sementara ia memeriksa da menunggu dokter. Gadis itu menurut dan segera berlari menuju keluar.
"Derek!" panggilnya dengan nada sedikit panik.
Semua orang menoleh pada Cecilia yang tampak membelalak.
"Lucius sudah bangun!" teriaknya. Membuat semua orang terkejut dan mengucap syukur.
Mike dan Derek baru saja akan melangkah masuk ke tika Cecilia menghentikan mereka.
"Tidak ... Perawat itu mengatakan ia akan memeriksa Lucius sembari menunggu Dokter. Jadi kita harus menunggu."
"Benarkan ucapanmu, Cecil?" Suara Frank Damario memecah ketegangan itu.
"Iya ayah ... aku melihatnya. Lucius sudah membuka matanya."
Seruan senang dan bisikan lega mewarnai ruangan itu.
"Semuanya ... tenanglah. Mari kita lanjutkan berdoa ... kalian lihat kan, aku yakin Tuhan akan membantu saudara kita Michael."
Suara Frank Damario membuat Derek menepuk bahu Mike dan memeluk bahunya. " Bersabarlah ... Brother, Regina juga akan bangun...."
Mike mengangguk, sangat berharap kata-kata Derek terjadi secepatnya.
**********
From Author,
Nikmati beberapa episode menuju akhir ya my Readers...Maaf up lama karena thor nyambi revisi
Jgn lupa like ,love , bintang lima, dan komentar serta vota ya pembaca semuanya...thor ucapkan terimakasih banyak....
Salam, DIANAZ.