Love Seduction

Love Seduction
Chapter 40. Forbidden Name



Wajah Mike yang memucat dan mata abu-abunya yang kehilangan fokus membuat Lucius mengernyit.


"Mike? Ada apa?"


Lama Lucius baru bisa mendengar jawaban dari pria bermata abu-abu itu.


"Kau yakin Rudolf yang memberikan informasi pada ayahmu?"


"Ya. Ayahku menceritakan segalanya padaku. Aku masih remaja belasan tahun saat itu. Namun semua informasi yang ayahku dapat ia simpan dan ceritakan padaku karena ia tahu akan sulit menemukan Marinna bila Erland dan Arthur sudah ikut campur. Aku penerusnya satu-satunya. Keinginannya adalah menemukan putrinya dan ia ingin aku meneruskan pencariannya."


"Dimana ayahmu sekarang, Lucius?"


Pertanyaan Mike disambut keheningan dan kesedihan yang membayang di wajah Lucius. Pria itu menarik napas panjang.


"Ayahku coma, Mike. Bertahan karena alat-alat medis penunjang hidup yang terpasang di tubuhnya. Aku hanya ingin keinginannya menemukan putrinya terpenuhi. Mempertemukan mereka ...."


Dua pria itu larut dalam pikiran masing-masing. Lucius mengingat ayahnya yang terbaring di ranjang rumah sakit dengan mesin alat bantu napas yang tersambung lewat selang ke paru-parunya, juga semua selang yang dihubungkan ke tubuh ayahnya untuk membantunya tetap hidup. Lucius tidak tahu berapa lama waktu yang ia punya untuk menemukan adiknya itu sampai tubuh sang ayah akhirnya menyerah pada penyakitnya.


Mike pun larut dalam pikirannya sendiri tentang Rudolf Eliazar. Ia meminta pada Erland Langton agar nama Eliazar itu tidak lagi disebut-sebut dalam Klan Langton. Permintaan yang segera dituruti oleh Erland dengan syarat Mike melupakan niatnya untuk pergi meninggalkan Klan Langton. Kejadian berpuluh tahun lalu ketika ia masih sangat muda namun masih membekas di ingatan Mike dengan sangat jelas.


Rudolf Eliazar adalah ayah Mike. Mike tidak pernah mau mengakui dan menyebut namanya lagi. Nama itu terlarang bagi Mike dan seluruh Klan Langton. Ayahnya adalah tangan kanan kepercayaan Erland saat itu. Namun ketamakan dan haus kekuasaan membuat Rudolf berkhianat dan menjual rahasia perusahaan pada musuh-musuh Erland.


Tapi sepandai-pandainya Rudolf bermain, ia terjebak dan pengkhianatannya ketahuan. Erland memintanya mengaku dan menebus kesalahan, walau bagaimanapun keluarga Eliazar adalah keluarga yang telah bersama-sama membangun Klan Langton sejak awal. Dari masa kakek buyut mereka.


"Ayahku bilang laki-laki yang menjual informasi untuknya itu mati beberapa minggu kemudian."


Suara Lucius menembus alam sadar Mike. Membawanya kembali pada pembicaraan dengan Lucius. Mike tidak terkejut, karena ia ada di sana saat Rudolf terbunuh.


"Ya. Eliazar terbunuh oleh penembak jitu di dekat mobilnya setelah laki-laki itu mencoba menembak Erland."


Lucius membelalakkan mata mendengar ucapan Mike.


"Kau tahu? Kau mengenalnya?"


"Dia sudah mati, tapi aku kenal seseorang yang pernah dekat dengannya. Aku akan mendatanginya dan mencari informasi."


Jawaban Mike membuat Lucius mengangguk.


"Terimakasih Mike. Informasi sekecil apapun sangat berguna untukku."


**********


Reggie berdiri berderet dengan tiga orang gadis lain yang datang bersamanya ke Mansion Sanchez. Mereka para pelayan baru yang akan bekerja di mansion itu.


Seorang wanita yang sepertinya diberikan tanggung jawab mengatur para pelayan melakukan inspeksi terhadap kerapihan dan kebersihan para gadis yang baru datang tersebut.


"Rambut panjangmu mengganggu. Besok kau harus membuatnya benar-benar tergulung rapi, jangan ada yang menjuntai keluar sedikitpun!" Ia memberikan perintah pada Reggie.


Reggie membungkuk hormat.


"Dan kau gadis berbintik! Kau akan bekerja menjadi pelayan bukan menjadi model! Aku tidak mau melihat kuku panjangmu!"


"Ba--baik Madam. Aku akan memotongnya sebentar lagi."


Reggie menyembunyikan senyumnya. Gadis berbintik itu adalah Elina, ia mempunyai noda seperti bintik bintik kecoklatan pada hidung. Gadis berpostur pendek yang ramah itu telah menjadi teman Reggie dalam waktu singkat.


Mereka diberi arahan tentang pekerjaan baru mereka. dan diajak berkeliling mengenali tempat yang harus mereka bersihkan saat bekerja.


"Elina dan Rose akan bertanggung jawab di lantai dua. Pastikan semua kamar di lantai itu bersih, rapi dan mengkilat. Aku tidak ingin kurang dari itu!"


"Baik madam." Jawaban kompak Reggie dan Elina membuat madam mengangguk puas.


Reggie memang mengganti namanya menjadi Rose. Membuatnya merasa lebih aman dan tersamarkan. Dua gadis yang datang bersama mereka mendapat tugas di bagian dapur, memastikan koki mendapatkan bantuan apapun yang ia perlukan.


"Sekarang bereskan barang-barang kalian. Liz akan mengantar kalian ke kamar masing -masing."


Perintah Madam segera mendapat anggukan dari Liz , gadis pelayan yang sedari tadi mengikuti mereka.


"Ikuti aku!" Nada bossy dari suara Liz itu membuat Elina mencibir. Reggie hanya tersenyum kecil.


Elina dan Rose diberikan kamar yang sama, dengan dua ranjang kecil di kiri dan kanan kamar, sebuah lemari dengan dua buah pintu tempat Reggie dan Elina menaruh barang mereka.


"Aku tidak suka wanita itu. Dia terlihat jahat."


Ucapan Elina membuat Reggie berhenti memasukan pakaian dan benda pribadinya ke dalam lemari.


"Siapa yang kau maksud Elina?" Reggie memandangnya bertanya.


"Si Liz. Dari awal kita datang, gadis itu bersikap seolah dialah bosnya!" Elina bersungut-sungut sambil mendatangi Reggie yang kembali memasukkan barang-barangnya. Ia mengikuti Reggie memasukkan barangnya ke lemari sebelah Reggie.


"Aku akan memotong kukuku, aku tidak mau dimarahi Madam."


Reggie tersenyum dan melihat ke arah jendela yang ada di atas tempat tidurnya. Ia memandang keluar, menerawang. Mengingat sosok pria besar dengan mata abu-abu yang selalu hangat memandangnya. Tiba-tiba Reggie merasa sangat sedih.


Aku sangat ... sangat ... sangat merindukanmu.


Ia merintih pelan di dalam hati.


**********


Tetap semangat Reginaaaaa ... rindu Mike yaa😘😘


Thor rindu juga nih sama like, komen, coin, bintang, VOTE para pembaca sekalian. Jangan lupa di klik ya.


Makasih semua.


Salam, DIANAZ.