
Setelah terjaga dari mimpi buruknya, Reggie tidak bisa memejamkan mata kembali. Matanya nyalang menatap langit-langit. Menunggu semua suara dari kamar sebelah berhenti. Berharap Mike sudah tidur nyenyak di sana.
Sudah satu jam ia hanya berbaring, membolak-balikkan badan ke kanan atau ke kiri tanpa bisa memejamkan mata.
Akhirnya Reggie menyerah mencoba untuk tidur. Ia bangun, lalu memeluk bantal dan selimutnya, berjalan ke arah pintu. Reggie keluar dan pergi ke ruang TV. Ia mengatur bantalnya di sofa dan membaringkan tubuhnya di sana. Setelah mendapatkan posisi yang nyaman, Reggie menyalakan TV dan mulai menonton, ia mengatur volume suara sekedarnya agar Mike tidak terganggu di kamar tidurnya.
Reggie hanya ingin mendengar suara, Sehingga rasa gelisahnya bisa hilang walaupun suara itu hanyalah dari televisi. Ia menarik napas panjang dan berpikir untuk menjalankan rencana yang sudah ia buat. Namun memastikan ada yang menjaga dan melindungi Amy lebih dulu adalah prioritasnya. Ketika Amy sudah menikah dan bahagia, maka ia akan pergi mengurus masalahnya sendiri.
Dengan pikiran yang berputar-putar di kepalanya dan mata yang terus menatap televisi, akhirnya rasa kantuk tanpa disadari mendatangi Reggie. Matanya perlahan terpejam dengan tubuh meringkuk dibawah selimut di hadapan TV yang masih menyala.
Mike terbangun beberapa jam kemudian, sayup-sayup ia mendengar suara dari ruang tengah. Ia bangun dan mengerutkan kening, Apakah itu suara TV? Ia bangkit dan segera memakai celananya. Jika Reggie yang ada di sana tengah bangun dan menonton, Mike tidak mau membuat gadis itu histeris karena ia tidak berpakaian.
Mike melihat televisi memang menyala dan Reggie terlihat tertidur di atas sofa. Mike mendekat, menarik selimut Reggie yang telah melorot dan menutupkannya kembali sampai ke dada gadis itu. Ia duduk di pinggiran sofa sambil memandangi wajah Reggie yang tertidur.
"Kenapa kau malah tidur di sini?" Hanya suara televisi yang mengiring pertanyaan Mike, Reggie tertidur lelap.
Mike mengambil remote dan mematikan TV. Ia membalut tubuh Reggie dengan selimut, lalu mengangkat gadis itu dan menggendongnya kembali ke kamar. Dengan pelan Mike membaringkan Reggie ke atas ranjang, kemudian tanpa bisa menahan ia mengecup kening gadis itu.
"Selamat malam, Kucing liar." Mike berbisik pelan, merasa hatinya melembut memandangi Reggie yang lelap tertidur, sebelum akhirnya melangkah keluar dari kamar Reggie.
**********
"Apakah itu benar?" Reggie tersenyum lebar.
"Ya. Aku yang mengurus persiapannya." Mike memandangi wajah Reggie yang sepertinya sangat senang dengan berita yang ia bawa. Berita Derek yang sudah melamar Amy dan akan menikahinya.
"Katakan padaku ... apa Derek mencintai Nonaku?" Mike memandang mata hitam yang membulat menunggu jawabannya.
"Pertanyaan bodoh, Regina. Derek tidak akan mengikat Amy dalam pernikahan jika ia tidak mencintainya," ucap Mike yakin.
"Apa yang kau khawatirkan. Amy akan menikah, kau bisa memercayai Derek untuk menjaganya. Jadi pikirkan saja tentang dirimu. Apa kau sudah siap menceritakan apa masalahmu?" Mike memaku kedua mata Reggie. Berharap gadis itu sudah mau menceritakan ketakutannya hingga mengalami mimpi-mimpi buruk setiap malam.
Reggie tersenyum berterimakasih. "Aku tidak apa-apa. Kalian sudah menjaga Amy dengan baik, menyingkirkan kesedihannya dan menyelamatkannya. Tidak ada lagi yang kukhawatirkan."
Mike mengernyit dan menarik napas panjang, ia tahu ada sesuatu yang menjadi penyebab kegelisahan Reggie. Amy yang paling dekat dengan gadis itu pun merasakan hal itu, Amy sangat khawatir dan meminta Derek menyampaikan pada Mike agar selalu mengawasi dan menjaga Reggie.
"Apa kau tidak merasa mimpi burukmu semakin parah? Kau mengalaminya hampir setiap malam, sampai kau takut untuk memejamkan matamu. Jangan pikir aku tidak tahu kau selalu keluar untuk tidur di depan TV, agar kau merasa ada seseorang menemanimu bukan? Walaupun itu hanya suara orang dari dalam televisi." Tatapan Mike menghujam dan ia tahu analisanya telak ketika melihat perubahan wajah gadis itu.
Reggie hanya diam, mengunci mulutnya rapat-rapat. Membuat Mike sangat geram.
"Kau perlu memercayai orang lain, Regina! Terkadang menyelesaikan masalah adalah dengan menghadapinya! Bukan menghindarinya atau melarikan diri ...."
Reggie terhenyak dengan kata-kata Mike, Ia memang berencana menghadapinya, tetapi nanti, setelah ia tahu seperti apa orang yang harus ia hadapi dan itu tidak akan melibatkan siapapun. Hanya dirinya dan masa lalunya.
Mike kehabisan kata-kata dihadapkan pada keheningan. Ia berdiri bangkit dan bermaksud melangkah menuju kamarnya.
"Sudahlah. Aku akan pergi tidur. Kau juga istirahatlah ...." Mike meninggalkan Reggie yang masih duduk diam tidak bergerak di sofa.
Setelah menutup pintu, Mike masih berdiri menunggu di balik pintu kamarnya. Ia ingin tahu apakah Reggie bergerak untuk pergi tidur ke kamarnya sendiri. Namun suara pelan dari televisi yang ia dengar kemudian membuatnya menarik napas panjang.
"Aku akan membiarkanmu untuk sekarang, Kucing Liar. Lakukan saja apa yang membuatmu nyaman. Tapi setelah semua hal tentang pernikahan Amy dan Derek selesai, maka waktumu juga sudah habis. Aku akan memaksamu bila saat itu kau belum juga memberitahuku."
Mike bicara sendiri di keheningan kamarnya. Ia membuka seluruh pakaiannya dan berpikir betapa ia sudah terbiasa dengan kehadiran Regina di apartemen itu, sehingga tanpa sadar ia selalu mencari sosok gadis itu ketika ia pulang.
**********