
Lucius mengendarai mobil dan membawa ayah dan adiknya kembali ke mansion Sanchez. Meninggalkan Regina disana lalu pergi lagi untuk menebus resep yang tadi dokter Lucette berikan. Ia sengaja tidak ingin Regina ikut karena ada sesuatu yang ingin ia lakukan.
Ia berhenti di depan sebuah apotek dan memarkirkan mobil. Lucius merasa sedikit bergidik ketika ia menutup pintu mobil. Secara naluri ia mengitari wilayah itu dengan pandangannya. Tidak ada yang aneh. Orang-orang berlalu lalang, beberapa mobil yang terparkir di pinggir badan jalan. Lucius memutar kepalanya sekali lagi, lalu menggeleng dan mulai melangkah memasuki apotek.
Mungkin perasaanku saja...Aku merasa diawasi....
Lucius membatin.
Setelah menebus resep dan mengantonginya, Lucius mengemudi menuju jalur yang membawanya ke gedung Langton corp. dimana ia bisa menemukan Mike. Ia menghentikan mobil lalu mengambil lembaran foto gambar USG bayi Regina dan memegangnya kemudian bergerak keluar dari mobil. Petugas valet yang sudah sangat mengenal wajahnya segera menyambut kunci yang ia berikan.
Lucius melangkah ke lobi dan menuju lift khusus yang akan membawanya langsung ke atas. Lantai dimana ruangan Derek dan juga Mike berada.
Para karyawan yang melihat dan berpaspasan dengannya mengangguk hormat dan kembali mengerjakan aktifitas mereka. Tidak merasa heran dengan kedatangan Lucius ke kantor yang hanya mengenakan pakaian santai seolah pria itu baru saja habis berjalan-jalan.
Setelah sampai ke tempat yang ia tuju, Lucius menemui recepsionis yang memberitahunya bahwa Mike ada di ruangannya bersama dengan Derek. Lucius melangkah masuk dan melihat mata Derek Langton yang sedang duduk dengan wajah mengarah ke pintu masuk melihat kedatangannya.
"Darimana saja kau dengan pakaian seperti itu? Kau tidak bekerja?"
Pertanyaan Derek membuat Mike berbalik dan menoleh ingin melihat pada siapa Derek bicara.
"Lucius? Ada apa? Bukankah kau tadi mengantar ayah? Apa terjadi sesuatu? Kenapa tidak menelpon?"
Pertanyaan beruntun itu membuat Lucius mengangkat kedua tangannya. "O...O..easy...Satu-satu. Izinkan aku duduk dulu."
"Ayah baik-baik saja...." Lucius menjawab pertanyaan Mike setelah ia duduk dengan nyaman.
"Tapi sesuatu terjadi pada Gina ." Lanjutnya.
Mike mengerutkan dahi dan memandang Lucius dengan tajam." Ada apa dengan Regina?"
Derek diam dan menyimak. Tidak berniat sama sekali keluar dari ruangan kantor Mike. Sengaja ingin ikut mendengar pembicaraan dua pria di hadapannya.
Lucius mengeluarkan bungkusan vitamin yang tadi di resepkan oleh dokter Lucette dan meletakkannya di atas meja di depan sofa mereka bersama lembaran foto USG bayi Regina.
Kedua pria itu membungkuk dan memandang heran. Mike mengulurkan tangan mengambil foto lembaran USG dan merasa semakin tidak mengerti. Derek mengambil kepingan tablet vitamin dan mengernyit sambil membaca nama yang tertera di kemasan blister. Lalu kedua pria itu bertukar serentak tanpa kata seolah diberi aba-aba, Derek mengambil lembar USG dan Mike mengambil kemasan obat. Mike tetap tidak mengerti, tapi Derek membelalakkan matanya terpana.
"Ini......." Derek sengaja tidak melanjutkan. Menunggu Lucius saja yang menjelaskan pada Mike.
"Ini apa?" Tanya Mike mengernyit.
"Ini vitamin untuk Gina, dan ini.........Ini gambar USG, foto-foto calon bayimu ......" Lucius diam dan menunggu reaksi Mike atas kata-katanya. Lalu tiba-tiba laki laki bermata abu-abu itu tertawa terbahak, seolah sangat geli dengan kata-kata Lucius.
"Leluconmu sungguh lucu Lucius!" Ucapnya sambil tetap tertawa.
"Mike..........." Derek menggeleng sambil bersedekap.
"Apa.....?" Tanyanya sambil mengelap matanya yang mengeluarkan airmata karena terlalu banyak tertawa.
"Ini serius.........Mike......" Derek menatap serius tanpa rasa geli sedikitpun pada Mike. Mike menoleh ke arah Lucius yang juga bersedekap memandangnya, menunggu tawanya reda. Mike menoleh bergantian berulang-ulang pada dua pria itu. Terakhir Ia menelan ludah...
"Ini......Serius?" Bisiknya lirih. Lucius mengangguk.
"Aku baru saja mengantarkannya ke dokter kandungan yang melakukan pemeriksaan dan memastikan Regina hamil. Gina tidak tahu dia hamil karena merasa siklus haidnya memang bermasalah sejak dulu. Ia malah minta aku menemaninya periksa karena takut ada masalah yang menyebabkan ia belum juga hamil. Dia sangat terkejut dan jadi emosional. Sampai kuantar pulang bersama ayah tadi, ia masih saja menangis."
Mendengar penjelasan Lucius Mike berdiri ingin pergi dari sana menemui istrinya. Tapi langkahnya terhenti oleh Lucius.
"Tunggu Mike. Ada hal yang perlu kita lakukan mengenai masalah kehamilan ini. Berkaitan dengan saran dokter tadi."
Mike berbalik dan kembali duduk, wajahnya berubah khawatir. "Ada apa? Apakah ada masalah?"
"Tidak. Bukan itu. Gina mengatakan pada dokter kalau ia mengalami flek yang dikiranya sebagai menstruasi di bulan pertama setelah kalian menikah Jadi dokter menyarankan ia tidak berjalan terlalu jauh, atau berdiri terlalu lama, jangan terlalu lelah, makan asupan bergizi, istirahat yang cukup dan tidak boleh mengangkat benda berat." Lucius merasa puas dapat mengingat semuanya.
Mike terdiam lama, ia mengerutkan dahi. " Kamar kami......." Bisiknya pelan.
"Itu yang mau kukatakan padamu. Regina tidak akan mendengarkanku. Dia sangat menyukai pemandangan taman dan kolam mansion dari kamar kalian di lantai atas. Ia akan menolak pindah dan akan berdalih ia akan baik-baik saja dan berhati-hati."
Mike mengangguk-angguk mendengar penuturan Lucius." Kau benar.....Dia keras kepala."
"Jadi menurutku kau harus memindahkan semuanya ke bawah. Usahakan masih menghadap taman mansion. Jangan ada satupun yang tertinggal, sehingga ia punya alasan naik lagi ke lantai atas.
"Kau benar...." Desis Mike.
"Kalian pulanglah. Menurutku harus kalian kerjakan sekarang selagi ia masih berada di mansion Sanchez. Banyak yang perlu kalian kerjakan." Ucap Derek memberi saran.
"Erland akan punya satu orang adik lagi yang harus ia jaga......" Ucapnya pada keheningan.
*********
Regina merasa lelah dan emosional, ia ingin segera bertemu Mike tetapi tidak mau mengganggunya bekerja. Jadi ia memilih untuk segera pulang dan menunggu suaminya di rumah. Karena merasa khawatir, Eloy Sanchez akhirnya memutuskan untuk ikut ketika Lance akan mengantarkan Regina ke mansion Eliazar.
Mereka tiba dan mengernyit ketika melihat mobil Mike dan mobil Lucius ada di halaman mansion. Regina segera melangkah masuk. Dengan kebingungan ia melihat beberapa pelayan sibuk memindahkan benda-benda dari lantai atas. Lalu setelah melihat dengan lebih jelas ,Regina menyadari jika itu adalah barang-barangnya.
"Ada apa ini? Kenapa kalian memindahkannya!? Kemana akan kalian bawa!?" Regina menahan seorang pelayan yang segera mundur dan berkelit mencari jalan agar lolos dari Regina. Mike yang mendengar suara teriakan istrinya segera muncul dan turun dari lantai dua. Reggie akan naik dan menyusulnya tapi Mike menatapnya galak.
"Stop Regina... Kita akan pindah ke lantai bawah. Jadi kau tidak perlu naik turun dari lantai atas."
Regina mengerutkan dahi." Kenapa pindah! Aku suka kamar atas! Aku tidak mau!" Lalu Regina melihat Lucius yang muncul di ujung tangga, ia jadi mengerti kenapa Mike berlaku seperti ini.
"Kakak!! Kau mengatakan padanya!!"
"Ya....Dia perlu melakukan ini untuk keamananmu!"
"Kakak!! Aku hamil, bukannya sakit! Aku baik-baik saja!"
Mike dan Lucius saling berpandangan." Sudah kukatakan tadi kan....Tebakanku benar." Ucap Lucius pada Mike.
"Ya ...Perkiraanmu tidak meleset. Dia akan bersikap keras kepala."
Reggie mendengar suami dan kakaknya berbicara seolah ia tidak ada di sana. Ia jadi semakin kesal.
"Aku tidak mau pindah!!" Ia bermaksud berjalan naik, Namun Mike menghadang dan menahannya.
"Kamar kita sudah kosong Honey. Aku memindahkannya ke sana..." Mike menunjuk kamar besar yang menghadap taman dan kolam. Reggie semakin marah.
"Aku bilang aku baik-baik saja! Kenapa kau mendengarkan dia!"
"Karna dia benar dan itu yang terbaik untukmu saat ini....." Reggie mulai menangis ketika Mike tidak juga membiarkannya lewat. Ia berbalik dan melihat ayahnya dan Lance yang menonton adegan itu.
"Ayah........Aku benci mereka!" Lalu Reggie melangkah cepat ke arah taman samping. Mike tidak mengejarnya, ia tahu Reggie pasti menuju gazebo tempat ayunan kursi yang biasa ia pakai duduk dan bersantai sambil membaca, salah satu tempat favorite Reggie.
"Semuanya sudah selesai kan....? Kami akan pulang...Gina sangat buruk jika sedang marah. Kau hadapilah. Kami pulang dulu."
"Dia sedikit emisional setelah tahu kabar gembira ini Mike. Bersabarlah padanya...." Tuan Eloy tersenyum pada Mike yang mengangguk mendengar ucapannya. Mike mengantarkan ayah dan kakak iparnya sampai mobil mereka menghilang di luar mansion sebelum kembali ke dalam dan pergi menuju taman samping tempat Reggie sedang memejamkan mata di ayunan kursinya.
"Honey..? " Mike berlutut di lantai gazebo lalu meraup tubuh Regina yang tampak agak lelah.
"Katakan padaku...Kau mencintaiku?"
Reggie membuka matanya dan menatap sepasang mata abu-abu yang ada di depan matanya.
"Mmmmmm ..." Ucapnya berguman.
"Kalau begitu dengarkan dan lakukan perintahku Honey...Jangan membuatku khawatir. Aku mohon....." Reggie terdiam, lalu menyandarkan kepalanya ke dada Mike yang memeluknya.
"Dia benar-benar ada Mike ...Bayi kita sedang tumbuh." Ucapnya lirih.
Mike memeluk erat tubuh istrinya lalu mengecup puncak kepalanya.
"Ya.....Terimakasih sudah mencintaiku Regina. Tiada henti memberikan kebahagiaan untukku......."
**********
Lucius merasakannya lagi.....perasaan gelisah dalam perjalanan pulang. Ia melirik ke arah spion, tidak ada hal aneh, lalu menatap ke arah depan dimana mobil Lance yang membawa ayahnya melaju di hadapan mereka.
Lucius sengaja memelan, membuat jarak pada mobil sang ayah, lalu membiarkan mobil-mobil di belakangnya mendahului. Tidak ada yang mencurigakan, tidak ada yang menguntit ...Tapi kenapa perasaannya terasa berbeda dan gelisah. Dengan cepat Lucius kembali mengemudi dan mengejar mobil ayahnya, mengiringinya sampai ke mansion Sanchez dengan aman. Sampai mereka masuk dan berada dalam perlindungan mansion itu, barulah perasaan gelisah yang dirasakannya menghilang.
********
From Author,
Like,Love, coment, star and Vote sincerely yours all my readers....😘😘
see you at the new chapter...thank you...😘😘
Regards, DIANAZ.