
Lucius memiringkan kepala memandangi gadis berambut hitam yang melangkah meninggalkan Mike, Ia berusaha mengintip wajah di balik tirai rambut hitam yang menutupinya, Namun usahanya sia-sia. Wajah itu benar-benar tertutup.
"Siapa nama gadis itu?" Lucius memandang ke arah Mike yang memasang wajah datar. Laki-laki itu tidak berminat menjawab pertanyaan, seolah mengatakan siapapun gadis itu tidak ada urusan dengannya.
"Aku bertanya karena dia mengingatkanku pada seseorang." Masih tidak ada jawaban. Hingga Lucius akhirnya menyerah dan duduk di sofa tanpa di persilakan.
"Oh, baiklah. Kita hanya akan bicara mengenai bisnis. Bukan begitu, Mike?" ucapnya.
Sebuah anggukan dan akhirnya ekspresi datar itu berubah.
"Benar. Kau sudah lama ingin menjalin kerjasama bukan? Sekarang kita akan memulainya. Kau bisa merambah wilayah kami dan kami ke wilayahmu."
"Siapa yang ingin kalian cari?" Lucius tahu, keinginan Mike masuk ke wilayahnya karena ingin mencari seseorang. Ia tidak menutup mata apa yang dikerjakan oleh Jonathan di wilayahnya.
"Jack dan Jonathan Langton." Mike memandangi wajah Lucius yang tidak nampak terkejut sama sekali.
"Informanmu bagus juga. Dengan cepat mengetahui mereka ada di wilayahku."
Mike mengernyit, informasi itu sebenarnya belum pasti. Tapi sekarang sepertinya hal itu benar. Laki-laki ini telah mengkonfirmasi.
"Kau menyembunyikan mereka?" Mike bertanya dengan wajah dingin. Lucius hanya tersenyum sambil menggeleng.
"Kau tahu aku bukan ... bagiku semua hanya bisnis. Akan terlaksana bila ada pertukaran yang sama-sama menguntungkan."
Pembicaraan itu berjalan cukup cepat dan lancar. Lucius tidak pernah mengira keberuntungan akan berada di pihaknya ketika Jack Langton dan Jonathan Langton datang padanya untuk membeli persenjataan dan meminta akses masuk ke wilayahnya.
Lucius tahu Jonathan menggunakan wilayahnya karena Derek tidak pernah mau berurusan dengan keluarga Sanchez. Lucius akan melakukan apa saja selagi bisnis itu sama-sama menguntungkan baginya.
"Apa yang ia tawarkan? Sehingga kau membiarkan dia masuk ke wilayahmu?" tanya Mike
"Jonathan berjanji aku bisa meluaskan jaringan bisnisku ke wilayah Langton. Bahkan menguasai wilayah Sky yang sudah ditinggalkan pemiliknya." Lucius sudah lama mencari celah untuk memasuki wilayah Langton ataupun Sky, bukan semata-mata karena alasan bisnis. Ada urusan pribadi yang ingin ia lakukan bila bisa mencapai akses ke keluarga Langton.
"Dan apa yang ia inginkan sebagai balasan?" Suara Mike mengalihkan Lucius kembali ke pokok pembicaraan.
"Tentu saja ia menginginkan persenjataan kami, obat dan juga beberapa racun ... serta kebebasan keluar masuk ke wilayahku." Lucius menjawab dengan santai.
"Kerjasama seperti apa yang kau inginkan dengan kami." Kata-kata Mike yang langsung pada inti maksud pembicaraan mereka membuat Lucius menegakkan tubuhnya dari sofa dan menyatukan kedua tangannya. Matanya menatap serius.
"Gunakan persenjataan dariku, lalu bebaskan orang-orangku masuk ke wilayah kalian. Biarkan jaringan kalian mengetahui kalau aku adalah salah satu sekutu."
"Jika aku menyetujuinya, apa yang aku dapat?"
"Mike ... kalian berulangkali menolak kerjasama dengan keluarga kami selama bertahun-tahun dan sekarang kau mencariku, tepat ketika Jonathan Langton berada di wilayahku. Aku tidak mengganggu pekerjaan teman bisnis, tapi aku tidak menutup mata terhadap apa yang mereka lakukan ...."
"Kau tahu dia berada di sana ...." Mike menatap tajam pada Lucius. Gerahamnya terkatup erat, apakah ia sudah salah mengambil langkah dengan laki-laki ini? Sangat berbahaya jika ternyata dia adalah sekutu Jonathan.
"Sudah kukatakan ... apapun yang mereka lakukan bukan urusanku. Kami hanya berbisnis. Ia memilih wilayahku karena tahu Derek tidak akan mau menyentuhnya. Derek tidak akan membangun relasi bisnis apapun dengan keluarga Sanchez, seperti yang selalu dilakukan almarhum ayahnya."
Mike diam-diam merasa lega. Hanya bisnis, jadi laki-laki ini bukan orang Jonathan. Lagipula, Sanchez akan memilih kesempatan terbaik untuk mewujudkan keinginannya bekerjasama dengan Keluarga Langton bukan? Sekaranglah saatnya.
"Bebaskan kami masuk ke wilayahmu, Sanchez! Bantu aku mencari Derek! Dan kerjasama seperti apapun yang kau inginkan akan aku penuhi!"
Lucius menjadi sangat tertarik dengan kata-kata Mike barusan.
"Jadi benar Derek ada disana ... bagaimana kau tahu ia belum mati?" tanya Lucius dengan nada ringan.
Mike menahan amarahnya. Ia ingin sekali melayangkan tinjunya ke wajah lelaki itu. Namun bisnis mereka tidak akan menguntungkan bila ia terpancing amarah.
"Aku ingin akses seluas-luasnya ... termasuk ke wilayah Arthur Sky. Erland dan Arthur tidak pernah sedikit pun melonggarkan penjagaannya terhadap kami." Lucius kembali mengemukakan persyaratannya.
"Kalian tak kekurangan tempat untuk berbisnis. Jangan katakan hanya itu alasan kalian ingin masuk ke wilayah Langton." Mike berkata sinis.
"Kau menebak dengan tepat. Aku ingin akses seluas luasnya karena sama sepertimu ... aku ingin mencari seseorang yang selama ini diketahui bersembunyi ke wilayah Langton dan Sky." Lucius mengatakan alasan keinginannya. Ia merasa akan lebih mudah baginya bila orang Langton dapat membantu.
"Siapa yang kau cari?" Mike memicingkan mata memandang Lucius. Jika alasan Erland dan Arthur memblok keluarga Sanchez karena orang yang dicari oleh Lucius, maka ia harus sangat berhati-hati menjalankan kerjasama bisnis ini.
"Marinna Hastings, seorang wanita dengan rambut pirang dan mata biru." Lucius menjawab dan melihat wajah Mike, ingin tahu apakah ada perubahan yang mengindikasikan kalau Mike mengenal nama yang ia sebutkan.
Mike menarik napas lega. Ia tidak mengenal nama itu. Bertahun-tahun berada di keluarga Langton tidak ada wanita berambut pirang dengan nama Marinna Hastings. Jika Lucius dapat membantunya mencari Derek, maka ia akan memberikan akses itu. Bahkan ia akan membantu lewat jaringan mereka .
"Kami telah bertahun-tahun mencarinya. Dia membawa lari seorang gadis kecil berambut hitam. Gadis mungil yang cantik dengan mata yang juga berwarna hitam."
Entah kenapa Mike merasa jantungnya tiba-tiba berdebar kencang. Gadis kecil berambut hitam dan mata yang juga berwarna hitam ... Mike jadi teringat pada gadis yang tadi baru saja menangis dalam pelukannya. Ia memandang ke arah Lucius yang sepertinya termenung. Mata laki-laki itu menerawang jauh, seperti tengah mengenang sesuatu.
**********
*Vote, like, koment, fav, bintang5 nya jangan lupa untuk vitamin penyemangat author ya...
*thanks
Salam, DIANAZ.