Love Seduction

Love Seduction
Chapter 89. Permit



Mike memandang gedung putih tempat Eloy Sanchez menjalani therapi. Ia tahu hari ini adalah jadwal Eloy untuk menjalani therapi fisik. Untuk melatih otot-ototnya dari kelemahan setelah tirah baring lama yang ia alami dan juga penyakit stroke yang di deritanya dulu. Regina pasti juga berada di sini mendampingi ayahnya.


Ia meninggalkan mobilnya dan memasuki gedung. Bertanya pada seorang perawat yang kemudian menunjukkan pada nya tempat dimana ia bisa menemukan Regina.


Gadis itu duduk di sebuah kursi panjang yang berwarna putih, sebuah buku berada di pangkuannya. Ujung rambutnya yang di ikat ekor kuda menjuntai melewati bahu, kepalanya menunduk, berkonsentrasi pada buku yang tengah ia baca.


"Hei...." Sapaan tiba-tiba itu membuat Reggie sangat terkejut. Ia mendongak cepat dan membelalak melihat Mike sudah ada di hadapannya. Reggie berdiri tiba-tiba hingga buku di pangkuannya terjatuh. Otomatis Reggie membungkuk ingin memungut bukunya, Mike yang spontan juga ingin mengambil buku itu membuat kepala mereka terantuk beradu.


"Awwww!!!" Reggie segera kembali berdiri dan mengelus kepalanya. Sedang Mike yang terkekeh tetap melanjutkan mengambil buku Reggie dan meletakkannya di kursi panjang.


Mike menarik tangan Reggie yang tengah mengelus kepala dan menggantikannya dengan tangannya.


"Apa terasa sesakit itu?" Bisik Mike berbinar.


"Tentu saja....Kapalamu sekeras batu." Sungut Reggie.


"Dan kau melakukannya lagi....Datang tanpa suara. Aku benci kau melakukannya...." Reggie merengut dan mengerutkan bibir. Membuat Mike ingin meluruskan kembali bibir cantik yang kerap datang dalam tidur malamnya itu. Mike terkekeh.


"Kalau begitu kemarilah. Biarkan aku menghilangkan rasa sakitnya." Mike menarik pinggang Reggie dan menundukkan kepalanya, mencari bibir yang sekarang tidak pernah puas ia sentuh. Ia memagut dan memiringkan kepalanya memperdalam ciuman, membelit lidah Reggie yang secara malu-malu mulai membalas dan menyentuh lidahnya.


Mike mengeratkan pelukan dan menyesap lebih dalam, kedua lengan Reggie yang berpegang ke lehernya membuat gairah Mike makin terbakar. Mike memaksa diri melepaskan Reggie, sejak semua ganjalan di hati mereka hilang dan mereka saling terbuka atas perasaan masing-masing, Mike tidak pernah mengekang lagi semua perasaannya.


"Shhhhh..... jangan membuatku gila dengan menginginkanmu saat ini juga, Regina." Mike berbisik serak. Terdengar sangat sexy di telinga Reggie yang akhirnya tersenyum setelah dapat keluar dari kabut gairahnya sendiri. Reggie menggeleng dalam hati, Mike dengan mudah membakar gairahnya.


Kening Mike menempel di kening Reggie dan mata abu-abu itu berbinar memandangnya. Reggie takjub pada cinta yang akhirnya tidak lagi laki-laki itu tahan, terlihat jelas lewat sinar mata dan sentuhan lembut Mike pada kulitnya.


"Kenapa kau kemari?" Reggie membentangnya kedua telapak tangannya di dada bidang Mike. Ia tak sanggup menahan keinginan untuk mengecup bibir Mike yang masih menempelkan kening ke keningnya sendiri, Kecupan kecil yang ternyata membuat Mike menggeram dan kembali mendaratkan ciuman panas di bibirnya sekali lagi.


Mike baru mengangkat kepalanya setelah nafas mereka terengah. Reggie menunduk dengan wajah merona dan bibir yang membengkak. Mike terkekeh dan mengangkat dagu Reggie yang tampak malu.


"Kenapa pipimu memerah? Kau kepanasan?" Nada menggoda dari kata-kata itu membuat Reggie menepukkan tangannya pelan ke dada Mike. Ia jadi semakin merona, membuat Mike makin terkekeh geli.


Eloy sanchez yang berdiri dengan bantuan satu kruk untuk menumpukan kaki kanannya yang lemah memandang tersenyum pada pasangan yang tidak menyadari jika ciuman mereka di awasi.


Ia mulai berbalik dan tersenyum lebar. Putrinya terlihat bahagia dan merona. Sejak awal sudah terlihat hanya pria itu saja yang diinginkan oleh Reginanya yang cantik, tidak ada orang lain, hanya Michael Eliazar.....


"Sepertinya kau akan didahulyui oleh adikmu, Lucius..." Eloy berbisik pada dirinya sendiri, kata-katanya sudah mulai jelas dan pelo yang ia alami sudah mulai berkurang berkat therapi rutinnya bersama para therapis dan semangat dari putrinya yang sangat besar untuk melihat ayahnya sembuh.


"Kau belum menjawab pertanyaanku." Ucap Reggie pelan.


"Aku menjemputmu dan ayahmu." Jawaban Mike membuat Reggie menaikkan alisnya.


"Aku menjemputmu karena ingin mengajakmu ke suatu tempat. Aku akan minta izin ayahmu setelah mengantarnya kembali ke mansion Sanchez."


"Kemana?"


"Itu rahasia, Honey..." Mike tersenyum penuh misteri.


"Apa ayahmu sudah akan selesai?"


"Kurasa ya....sebentar lagi ia pasti akan diantarkan kemari."


Keduanya menunggu beberapa saat dan akhirnya Eloy muncul dengan kursi rodanya yang di dorong oleh seorang perawat.


Mike segera bangkit dan mengambil alih untuk mendorong kursi roda Eloy. Eloy tersenyum, merasa sedikit heran kenapa hari ini Mike merepotkan diri menjemput mereka.


Eloy menyimpan rasa penasarannya sampai mereka tiba di mansion Sanchez. Setelah turun dari mobil dan di dorong masuk ke dalam mansion, Eloy mempersilakan Mike untuk duduk dan Reggie meninggalkan mereka untuk membuatkan minuman.


"Anda terlihat lebih baik, Tuan Eloy " Cetus Mike sambil memandang wajah Eloy Sanchez yang terlihat sehat dan bahagia.


"Aku memang...measa lebih sehat, Mike...."


Mike tersenyum, sisa-sisa stroke masih mempengaruhi cara bicara Eloy, Tapi sangat jauh perubahannya menjadi lebih baik saat ini.


"Aku ingin meminta izin anda...." Mike menatap langsung ke arah mata hitam Eloy. Mata yang mengingatkannya pada kucing liarnya.


"Izin utuk apa, Mike?"


"Ehem...." Mike berdehem, terlihat sedikit gelisah hingga Eloy menaikkan alisnya melihat prilaku pria itu.


"Aku meminta izin pada anda, aku ingin membawa Regina ke suatu tempat.....Tapi aku tidak ingin Lucius tahu. Anda tahu dia tidak menyukaikukan." Mike tertawa masam. Eloy menyambut perkataan Mike dengan tawa terbahak.


"Tapi kalian telihat cocok, Mike." Eloy bertambah geli melihat Mike yang mengernyit mendengar perkataannya.


Tawa Eloy Sanchez tiba-tiba sirna. Wajah pria itu berganti serius dengan mata menatap tajam pria bermata abu dihadapannya.


"Beberapa hari? " Cetusnya sambil menyipit.


Mike mengangguk.


"Apa legina sudah tahu?"


Mike menggeleng." Tidak. Aku hanya memberitahunya kalau aku ingin membawanya ke suatu tempat ....."


Eloy dan Mike berpandangan sangat lama. Mata hitam Eloy menatap seolah menyelami niat yang ada di dasar hati mata abu-abu di hadapannya itu.


"Mike........Kau mencintai Gina kami?" Tanya Eloy serius.


"Ya....Aku sangat mencintainya..." Jawab Mike tegas.


Eloy hanya diam, hingga Mike melanjutkan sambil menatap serius mata hitam seorang ayah yang sangat menyayangi putrinya itu.


"Aku meminta izinmu membawanya pergi. Aku akan mencintainya ,menjaganya dan melindunginya dengan nyawaku, aku berjanji......"


Mereka diam dan saling berpandangan, seolah menyampaikan seluruh kata, keyakinan, kepercayaan ,keinginan dan juga permohonan dalam tatapan itu.


"Kalian serius sekali.....Membicarakan apa?" Reggie datang dengan nampan berisi kopi dan juga penganan. Di nampan tersebut juga terdapat segelas air putih dan juga obat.


"Kopimu, Mike......" Reggie meletakkan nampan dan mengulurkan cangkir kopi pada Mike. Lalu ia duduk dan membuka bungkus tablet obat .


"Ayah.......Waktunya minum obat." Eloy mengangguk dan membuka mulutnya ketika Reggie menyuapkan tablet itu di depan bibirnya. Lalu Reggie mengambil gelas dan mendekatkan bibir gelas ke mulut ayahnya. Eloy minum dengan gelas masih di pegang oleh Reggie. Eloy sengaja mengangkat tangannya dan menggenggam tangan putrinya yang memegang gelas. Mata hitamnya melirik ke arah Mike yang tengah memandang interaksi penuh kasih sayang antara ayah dan anak itu.


"Gina......Mike memita izinku, ia ingin mengajakmu ke satu tempat ...." Eloy mengelus satu tangan putrinya yang ia genggam. Regina meletakkan gelas dan balik menggenggam tangan ayahnya.


"Ayah mengizinkan......?"


Mike memandang berdebar ke arah Eloy. Tanpa sadar ia menahan nafas menunggu jawaban Eloy.


"Kau mencintai pria ini, putriku?" Pertanyaan Eloy membuat rona merah merambat naik ke seluruh wajah Regina. Gadis itu menoleh ke arah Mike dengan wajah malu.


"Ayah.....!"


Eloy terkekeh melihat Regina yang merona malu. " Jawab aku, Regina."


"Ummmmm........." Regina tertunduk. Degub jantung di dada Mike bertalu jadi dua kali lipat. Ia jadi berkeringat dingin.


"Jawab aku, Sayang....... Agar ayah bisa memberi keputusan pada Mike.......Akan memberi izin atau tidak."


Reggie mengernyit. Kenapa untuk memberinya izin pergi sebentar dengan Mike ayahnya perlu ia menjawab pertanyaan seperti itu. Reggie sangat malu mengungkapkannya di depan Mike. Walaupun pria itu dengan terbuka telah mengungkapkan perasaannya pada Reggie.


"Ayolah, Sayang. Katakan saja.......Aku dan Mike ingin mendengarnya.......,Kau mencintai Mike, Regina?"


Reggie menjawabnya dengan anggukan. Membuat Eloy menaikkan alis memandang putrinya yang bertambah malu.


"jawab dengan bibirmu...egina sayang...." Eloy memaksa putrinya, membuat senyum kecil tersungging di sudut bibir Mike.


"Ya, Ayah.....Aku mencintai Mike........" Reggie sengaja menoleh penuh ke arah ayahnya, menyimpan wajahnya yang merona dari pandangan Mike yang tidak bisa menahan diri untuk menyerigai lebar. Eloypun tersenyum lebar mendengar jawaban putrinya. Ia lalu memandang kembali tepat ke mata abu-abu Mike.


"Kalau begitu pergilah Mike......Bawalah dia bersamamu. Aku memegang janjimu tadi....."


Mike mengangguk dengan mata penuh tekad ke arah Eloy. Regina memandang bergantian ke arah ayahnya dan Mike.


"Janji? Janji apa ayah?" Tanya Reggie penasaran.


" Janji antara dua orang laki-laki, Anakku......" Eloy kembali menyipit menatap ke arah mata abu-abu yang juga memandangnya sambil menganggukkan kepala perlahan.


**********


**Like, coment, vote, bintang lima dan favarite jangan lupa di klik ya para pembaca...Follow author dengan klik 'ikuti' di halaman profil ya..


Terimakasih


Salam, DIANAZ**.