
Mike berdiri di depan kaca ruangan kantornya. Gedung tinggi pencakar langit Langton. Inc tempat ia mengabdi dan mencari jati dirinya sejak remaja.Ia tidak pernah merasakan hidupnya kurang selama ia berada di samping Erland dan Derek Langton. Tapi sebuah rasa hampa yang ia rasakan di dadanya karena kepergian Reggie membuat Mike menyadari arti gadis itu di hatinya. Ia mencari Reggie bukan hanya karena kewajiban yang dibebankan Derek dan Amy di pundaknya, tapi karena ia sendiri ingin memastikan gadis berambut hitamnya itu baik-baik saja.
Mike sudah menghubungi Lucius. Ingin membuat janji temu beberapa hari yang lalu saat ia sudah menjejakkan kaki kembali ke apartemennya. Namun pria itu sedang sibuk, ia mengatakan tengah berada di Mansion Garden. Tempat Margaretha Langton dibesarkan, menanyai orang-orang lama yang berinteraksi dengan Margaretha.
Mike terpaksa menunggu dan hari ini Lucius yang akan mendatanginya. Laki-laki itu menelepon dan mengatakan ia yang akan mengunjungi Mike di kantornya, jadi Mike tidak perlu repot datang ke kantor Lucius.
Ketukan di pintu membuat Mike menoleh. Melihat Evangeline masuk dengan sebuah berkas di tangan.
"Aku ingin kau melihat ini." Eve meletakkan berkas itu di meja Mike, lalu memandang wajah lesu dan kurang tidur yang tercetak jelas di wajah laki-laki itu.
"Tenanglah Big Brother. Kita akan menemukannya."
Entah mengapa Eve memberikan kata-kata penghiburan. Membuat kening Mike berkerut.
"Jangan heran begitu. Siapa pun yang melihatmu akan tahu kau sangat khawatir pada gadis itu. Dia berarti untukmu kan ...." Suara pelan Eve tidak dijawab oleh Mike.
"Kita akan menemukannya seperti kita menemukan Amy. Yakinlah ...."
Eve kembali menghibur. Meyakinkan Mike dengan wajah tegas dan optimis. Membuat Mike akhirnya menyunggingkan senyum.
"By the way ... ada tamu untukmu." Eve memberitahunya dan kembali melangkah menuju pintu.
"Aku akan menyuruhnya masuk, tapi jangan lupa, baca berkas itu Big Brother! " Eve mengedipkan mata ke arah berkas di atas meja yang tidak membuat Mike berminat sama sekali mempelajarinya.
Lucius masuk beberapa detik kemudian. Langsung duduk di sofa dan tersenyum memandang Mike yang bersedekap di depan kaca lebar ruang kantornya.
Penampilannya masih sama seperti terakhir kali Mike melihatnya. Rambut panjang hitam yang diikat di belakang leher dan satu anting berlian yang berkilau di telinga kiri.
"Ya ... duduklah dengan nyaman, anggap seperti rumahmu sendiri." Mike menyindir, membuat Lucius terkekeh pelan.
"Menemukan sesuatu di sana?" Pertanyaan Mike sambil lalu dan ia mulai mendekat, mengambil tempat duduk di sofa di hadapan Lucius.
"Aku sudah memastikan ... Marinna datang setelah Margaretha menikah, bukan sebelum itu. Jason, kepala pelayan di Mansion Garden mengkonfirmasi hal itu. Tidak ada yang menemui Margaretha saat ia masih menjadi anak angkat keluarga Langton. Margaretha tumbuh besar di mansion itu, jika Marinna datang dan meminta perlindungannya, maka orang -orang di sana akan tahu."
Mike mengangguk setuju .
"Lagipula informasi terakhir yang berhasil ayahku peroleh sebelum semuanya terhapus dan tabir terselubung dipasang oleh Erland dan Arthur adalah informasi bahwa Marinna mendatangi Mansion Langton untuk mencari Isabella."
Lucius mengernyit mengingat usaha ayahnya di blokir total oleh Erland tanpa sebab. Isabella adalah nama Margaretha ketika masih hidup di panti bersama Marinna. Sebelum akhirnya ia di adopsi oleh keluarga Langton.
"Boleh aku bertanya, Lucius?" Mike memandang tajam lawan bicaranya.
"Tentu saja."
"Apakah kau tahu alasan Marinna mencari Isabella? Dia lari dari keluargamu bukan begitu?" Mike mengatur nada suaranya tetap tenang dan datar.
"Tentu saja karena ia ketakutan dan ia datang mencari teman satu-satunya yang bisa ia percayai seperti saudaranya sendiri untuk meminta perlindungan."
"Kenapa ia ketakutan Lucius?"
"Karena ia membawa putri satu-satunya keturunan keluarga Sanchez! Ia tahu ayahku akan memburunya karena ia telah melarikan putrinya!"
Ucapan Lucius dilumuri rasa marah yang kental. Membuat Mike semakin heran dan menyuarakan pertanyaannya.
"Apa keuntungan Marinna melarikan adikmu Lucius? Apakah ia meminta tebusan? Mengapa menurutmu ia berlindung pada Isabella dan menahan adikmu disisinya. Bukankah akan lebih mudah baginya mengembalikan adikmu dan hidup dengan rasa aman bersama sahabatnya. Bukankah kalian hanya mencari gadis kecil itu ...."
"Marinna membawanya karena gadis kecil itu adalah putrinya. Ia melarikan diri bersama putrinya yang juga adalah putri ayahku."
Suara pelan Lucius membuat Mike terkejut. Tidak menyangka laki-laki itu akhirnya mengucapkan dugaan yang sudah lama ada di pikiran Mike.
"Adikmu ... dari ibu yang berbeda."
Ucapan Mike disambut anggukan laki-laki itu.
"Wanita itu melakukan kesalahan dengan melarikannya. Dia harus membayar untuk itu."
Kegeraman di wajah Lucius membuat Mike menyadari ada dendam tersembunyi di masa lalu Sanchez terhadap Marinna. Ia harus lebih berhati-hati menyibak rahasia ini satu-persatu.
"Kenapa ia salah, Lucius ... gadis itu putrinya juga. Darah dagingnya."
Wajah dingin dan kejam yang terlukis di hadapan Mike membuatnya bergidik. Lucius terlihat seperti tidak berada di ruangan ini. Matanya jauh dan geretakan rahangnya memberitahu Mike bahwa sesuatu yang mengerikan akan terjadi pada Marinna dan putrinya bila mereka ditemukan oleh Lucius.
Setelah menunggu dalam menit-menit yang terasa seperti beberapa jam, Lucius akhirnya terlihat mengatur napasnya dan memasang wajah normal kembali. Ia mengangkat alis meminta maaf pada Mike atas emosinya yang tersulut.
"Maaf ... aku mudah tersulut jika mengingat wanita itu."
Mike mengangguk, mencoba mengatur wajahnya tetap datar dan tenang.
"Omong-omong ada perlu apa kau menghubungiku, Mike? Kau minta bertemu beberapa hari yang lalu." Lucius mengalihkan pembicaraan dari perkembangan pencariannya pada Marinna.
"Derek bilang aku harus membantumu menemukan Marinna. Aku ingat kau pernah mengatakan dulu bahwa ayahmu memperoleh informasi bahwa Marinna terakhir kali terlihat datang ke Mansion Langton menemui Erland untuk mencari Isabella, sebelum seluruh aksesnya dihentikan paksa."
Lucius mengangguk dan memandang Mike tertarik.
"Benar. Tadi aku juga sudah mengatakannya lagi kan."
"Boleh aku tahu darimana ayahmu memperoleh informasi itu? Aku akan membantumu dari dalam klan. Keluarga ini sangat besar dengan beberapa keluarga yang setia mengabdi di dalamnya. Siapa tahu ada yang ingat dengan keberadaan Marinna dan putrinya saat itu."
Lucius mengangguk.
"Ayah mengetahuinya dari seseorang yang berasal dari keluarga Langton. Seseorang bernama Rudolf Eliazar."
Seketika wajah Mike kehilangan rona. Petir seperti tengah menyambar kepalanya dan membuatnya hangus terbakar. Kedua tangannya gemetar dan pandangannya kehilangan fokus.
Eliazar ... sebuah nama yang dilarang disebutkan di Klan Langton. Turun temurun para tetua keluarga yang setia mengabdi menghilangkan nama itu seolah orang itu tidak pernah ada di keluarga Langton. Sekarang pria di depannya menyebutkannya dengan amat jelas. Sejelas pikiran Mike yang tahu benar siapa Rudolf Eliazar.
**********
From Author,
Lanjuttt ... kopi mana kopi😋😋😋😄😄😄
Jangan lupa kasih vitamin buat author ya, lewat like, love, vote, coin ,bintang 5 nya. yang banyak yaaaaaaa😘
Terimakasih semua. Luv youu ....
Salam, DIANAZ