Love Seduction

Love Seduction
Chapter 90. Elope



Mike melirik ke arah Regina yang akhirnya tertidur di sebelahnya. Ia mengendarai mobilnya di sepanjang jalur meliuk sungai Snake River.


Setelah turun dari pesawat, ia segera menggandeng Regina yang masih kebingungan dan terus melancarkan protes. Mike menyewa mobil dan mengendarainya sendiri ke arah jalur yang membawa mereka menembus pepohonan dan akhirnya sampai ke desa Snake River. Mike masih melaju ke arah bukit, sampai ke depan rumah kayu tempat tiga orang pria sudah menunggunya di depan undakan tangga.


Hari sudah gelap dan Regina masih meringkuk di kursi sebelah Mike dengan nyenyak. Mike turun dan tersenyum lebar pada Homer yang merentangkan tangannya menyambut Mike dengan pelukan hangat. Mike membalas memeluk pria tua itu.


"Maafkan aku harus merepotkanmu," ucap Mike pelan.


Homer menepuk punggung Mike berulang kali. "Aku malah senang, Anakku."


Lalu bergantian Mike menyalami keponakan Homer, Marc yang tersenyum lebar menyambutnya. Terakhir Mike menyalami Nick yang sudah datang lebih dulu sejak dua hari yang lalu atas perintah Mike.


"Semua sudah diatur sesuai rencana anda, Tuan."


Mike mengangguk dan tersenyum. "Terima kasih, Nick."


"Well ... dimana dia?" Homer menyeringai dan menepuk pundak Mike. Mike melirik ke arah mobil dan tersenyum.


"Dia kelelahan, Paman. Tertidur di dalam mobil," ujar Mike sambil menunjuk ke arah mobil.


"Kalau begitu pindahkan dia. Udara akan sangat dingin sebentar lagi," ucap Homer.


Mike mengangguk. Berjalan menuju pintu penumpang dan mengeluarkan Reggie yang tertidur nyenyak. Gadis itu sedikit marah karena semua pertanyaannya sengaja tidak dijawab oleh Mike, ia protes dan mengoceh sepanjang perjalanan sampai akhirnya tubuhnya menyerah dan tertidur.


Mike menggendong Reggie yang sudah terbalut jaket tebal dan membawanya masuk ke dalam rumah.


"Kau bisa menidurkannya di sana, Mike." Homer menunjuk sebuah kamar tidur dan Mike segera membawa Regina ke sana.


Ia membaringkan Regina yang masih terpejam dan segera menarik selimut menutupi tubuh Regina sampai ke dada. Mike tersenyum dan mengecup kecil bibir merah yang mengatup itu, lalu pindah mengecup kening Regina. Ingin sekali Mike berlama-lama memandangi kekasihnya yang terlelap, namun Homer pasti tengah menunggunya di luar.


"Kau akan pergi turun ke desa Snake River bersama Marc sebelum pagi menjelang nanti, Mike." Homer memberitahu. Mike melirik ke arah Marc yang mengangguk dan tersenyum ke arahnya.


"Baik, Paman ." Mike tersenyum lebar.


**********


"Nona ... Nona, bangunlah."


Reggie merasakan seseorang menggoyangkan bahunya. Ia membalikkan badan membelakangi suara dan tubuh orang yang membangunkannya. Terdengar tawa halus dari orang tersebut. Reggie membuka mata, menoleh dengan menyipit. Seorang gadis yang berdiri dengan senyum lebar di sisi ranjangnya tampak asing.


"Kau siapa?" tanya Reggie dengan suara serak.


"Saya Lily dan saya akan membantu anda," ucapnya tersenyum.


"Sekarang bangunlah, kita harus bersiap-siap supaya tidak terlambat," ujar gadis itu sambil membuka lebar selimut yang menutupi Reggie.


Reggie mengernyit, Bersiap-siap kemana? Fikirnya heran. Ia memandang berkeliling, sebuah kamar yang asing.


"Dimana Mike?" tanya Reggie lagi.


"Untuk itulah kita harus segera bersiap, Nona. Kita akan menemuinya di desa," ujar Lily tersenyum.


Gadis itu menarik Regina untuk bangkit, lalu menyerukan serentetan perintah untuk menyuruh Regina mandi ,ia bahkan membantu mencuci rambut regina saat reggie dipaksa masuk ke bathtub sederhana yang sudah terisi dengan air hangat. Reggie tidak menolak karena tubuhnya terasa sangat nyaman ketika menyentuh air hangat, dan pijatan lily di kulit kepalanya membuatnya jadi rileks.


Setelahnya Lily mulai mendandani Regina, Ia dipakaikan sebuah gaun putih di bawah lutut dengan punggung agak terbuka. Rambutnya dibiarkan tergerai menutupi punggung, Lily hanya menjepit sedikit rambut yang sudah di pilin dari sisi kiri dan kanan telinganya dan menyatukannya di belakang dengan jepit mutiara, lalu sepanjang pilinan rambut itu di hiasi bunga-bunga putih kecil yang sangat kontras dengan rambut reggie yang hitam.


Polesan make up tipis membuat wajah Reggie tampak lebih segar. Ia tampak seperti seorang gadis yang akan jadi pendamping dalam pernikahan seseorang, apalagi saat lily memberinya sebuah buket bunga.


"Pegang ini ... aku akan mengganti bajuku sebentar," ujar gadis itu, lalu ia mengeluarkan sebuah gaun selutut berwarna krem lembut. Lily juga menggerai rambutnya.


"Kita akan pergi ke pernikahan?" tanya Reggie. Lily mengangguk cepat dan kemudian menarik lengan reggie keluar dari kamar.


Di luar, Homer dan juga Nick sudah menunggu. Keduanya bangkit dari duduk mereka dan membungkukkan tubuh menyapa Regina.


"Nick? Kau di sini?" Reggie yang mengenal Nick sebagai pengawal di apartemen Mike bertanya heran.


"Benar, Nona ...," ucap Nick tersenyum. Reggie mengibaskan tangannya.


"Tetap panggil aku Reggie seperti dulu, Nick!" ujarnya, lalu ia berpindah menatap Homer, "dan Anda adalah?"


"Kalau boleh kukatakan, aku adalah Paman Michael. Aku melihatnya tumbuh sejak kecil."


"Oh ... senang mengenalmu, Paman." Reggie segera menyalami Homer dengan hangat. Homer tersenyum, merasa sangat mengerti kenapa Mike jatuh cinta pada gadis cantik yang hangat dengan mata berbinar ini.


"Ayo kita berangkat. Mike pasti sudah menunggu kita," ucap Homer.


Reggie melihat Homer dan Nick memakai tuxedo rapi lengkap dengan dasi kupu-kupu.


"Kita akan menghadiri pernikahan, Paman?" tanya Reggie. Homer menjawabnya dengan tersenyum lebar sambil mengangguk.


Mereka sampai di depan sebuah gereja kecil yang ada di desa tersebut. Suasana sangat sepi, hingga Reggie ragu jika ada sebuah pernikahan yang akan di gelar di sana. Ia menyambut tangan Homer yang terulur padanya dan segera mengikuti ketika Homer melangkah pelan ke arah pintu gereja sambil menggandengnya.


Setelah sampai di depan pintu Homer berhenti, Ia menoleh dan berbicara pada Reggie.


"Kuharap kau mengizinkan aku mengantarmu anakku ...."


Reggie mengernyit dan menatap heran, Nick mendorong pintu sampai terbuka lebar dan Reggie menoleh ke dalam.


Dengan terbelalak, Reggi menatap ke arah dalam. Mike sudah berdiri di sana, terlihat sangat tampan dengan tuxedo hitam yang ia kenakan, tak jauh di belakangnya berdiri Marc yang mendampinginya. Homer mulai melangkah, membuat Reggie mencengkeram erat lengan pria tua itu.


"Sttt ... jangan gugup Anakku. Pria di depan sana sangat mencintaimu, ia ingin menghabiskan sisa hidupnya bersamamu, mencintai dan melindungimu."


Reggie berpandangan dengan mata Homer yang mengangguk ke arahnya. Ia menelan ludah, lalu kembali menatap mata abu-abu di depan sana yang berdiri gagah sambil menatapnya di depan pendeta yang sudah menunggu.


Homer kembali mencoba melangkah, kali ini langkah pelan Regina mengikutinya. Bintik hitam mata gadis itu tak pernah lepas dari pria yang berdiri memandangnya di depan sana. Lily tampak mengiringi dari belakang dengan langkah pelan. Regina menyadari dialah pengantin dari pernikahan ini dan lily adalah gadis pengiringnya.


sampai di depan Mike, Homer menyerahkan tangan reggie yang gemetar ke tangan besar yang menyambutnya dengan hangat, sebuah remasan lembut reggie rasanya di tangannya yang bergetar. Mereka saling menatap singkat sebelum akhirnya memandang bersama ke arah sang pendeta.


Semuanya berjalan seperti mimpi. Reggie dan Mike mengucapkan janji itu dengan sepenuh hati, kala sebuah cincin telah disematkan ke jari manis Reggie oleh Mike dan memandang ke mata pria itu yang dilumuri cinta yang sangat besar untuknya, tak urung air mata reggie mengalir deras.


Reggie masih menangis ketika mereka telah keluar dan berdiri di depan pintu gereja.


"Stttttt ... jangan menangis. Maafkan keegoisanku, Regina. Keluargamu tidak hadir dan menyaksikan ini semua. Maafkan aku ...." Mike memeluk pengantinnya. Air mata Regina mengalir deras, perasaannya sungguh tidak menentu.


Homer menunggu pasangan itu melepaskan pelukan sebelum akhirnya mendatangi mereka.


"Berbahagialah. Aku yakin semuanya akan baik-baik saja setelah ini." Homer mengangkat dagu pengantin Mike yang masih menangis. Ia menghapus lelehan air mata itu dengan tersenyum teduh.


"Jangan menangis ... kau akan membuat pengantin priamu akan semakin merasa bersalah," ucap Homer.


Reggie akhirnya bisa tersenyum kecil, ia kemudian menyambut pelukan hangat Homer yang kemudian melepaskannya dengan mata berkaca-kaca. Homer ganti memeluk Mike , kali ini pria tua itu benar-benar menangis.


"Kuharap setelah ini kau mau mengikutiku. Aku akan pulang, Paman ...."


Kata-kata itu membuat Homer sangat terkejut, ia melepas pelukan dan memandang Mike tidak percaya.


"Ya. Aku akan pulang," ucap Mike serak, Homer berbinar dan mengangguk senang.


"Aku sangat senang, Anakku ... aku akan memikirkannya," ucap Homer sambil membersit hidungnya.


Pasangan itu bergantian menerima ucapan selamat dan doa dari lily dan Marc yang ternyata sepasang kekasih. keduanya sangat ingin menikah setelah melihat pernikahan penuh cinta antara Mike dan Reggie.


"Pulanglah, Nick. Katakan sejujurnya jika Derek bertanya. Hanya pada Derek, Nick ...."


Nick mengangguk, lalu membungkukkan tubuh sebelum akhirnya pergi dan mengemudikan mobil membawa rombongan kecil itu kembali ke rumah di atas bukit. Meninggalkan pasangan pengantin baru yang akan memulai kebersamaan mereka sebagai pasangan suami istri mulai saat ini.


**********


From Author,


Ih, Mike ngelariin anak gadis orang😂😂 Tidak untuk ditiru ya pemirsah😝😝Ditunggu like dan komentarnya


Terimakasih.


Salam, DIANAZ