Love Seduction

Love Seduction
Chapter 32. Crying



Reggie menunggu Mike pulang dengan hati bahagia. Amy meneleponnya agar ia datang untuk makan malam. Amy ingin membicarakan tentang semua hal menyangkut pernikahannya nanti dengan Derek.


Setelah memastikan dapur Mike bersih dan mengkilat Reggie segera mencuci tangannya di kran wastafel, lalu pergi ke ruang tengah dan menonton TV sambil menunggu Mike pulang.


Sosok Mike yang masuk tiba-tiba dan memandangnya membuat Reggie sangat terkejut. Apakah suara TV yang membuatnya kembali tidak mendengar langkah kaki pria itu.


"Katakan padaku ... bagaimana cara kau melakukannya? " Reggie mengerutkan dahinya penasaran.


"Melakukan apa?" Mike bertanya tidak mengerti. Reggie sangat fokus menonton TV hingga tidak menyadari Mike sudah berdiri di ruangan itu beberapa detik memandanginya.


"Kau masuk dengan tidak bersuara sedikit pun. Seperti hantu, tiba-tiba kau sudah ada di dekatku!"


Mike menyeringai. Ia tidak menjawab dan melangkah meninggalkan Reggie menuju dapur.


"Amy meneleponku. Meminta untuk makan malam di sana," ucap Reggie sambil melompat berdiri dari sofa, setengah berlari mengejar Mike yang dilihatnya membuka pintu kulkas dan mengambil botol air.


Reggie segera mengambil gelas dan menyodorkannya pada Mike. Laki-laki itu menyambut gelasnya dan menuangkan air yang langsung ia minum sampai habis.


"Kau akan pergi juga bukan?" Pertanyaan yang di haturkan dengan memberengut itu membuat Mike menyadari Reggie kembali membersihkan dapurnya hingga mengkilat. Gadis itu mengambil botol air yang mengembun yang ia taruh di atas meja dan mengembalikannya ke dalam kulkas.


"Ya. Aku akan datang." Jawaban Mike membuat Reggie tersenyum senang.


"Kalau begitu, bisakah kita berangkat lebih awal? Aku ingin menanyakan perihal pernikahan dan pesta seperti apa yang Nonaku inginkan." Gadis itu memberikan senyum senang pada Mike.


Mike ingin menguji sebuah dugaan yang melintas di kepalanya


"Derek dan Amy juga mengundang orang lain selain kita untuk makan malam," ungkap Mike.


"Siapa?" tanya Reggie penasaran, masih dengan tersenyum.


"Lucius Sanchez."


Nama yang disebutkan oleh Mike membuat senyum Reggie menghilang, gadis itu terlihat diam, kaku dan menjadi sedikit pucat.


Mike menjadi khawatir dan menarik Reggie, lalu memeluknya di dadanya. Dugaan sementaranya benar. Perubahan pada Reggie ketika mendengar nama Sanchez memberitahunya ada sesuatu yang mengganggu gadis itu menyangkut keluarga Sanchez.


"Sampai kapan kau akan menyimpan semua rahasiamu sendirian, Regina? Apakah tidak ada setitik pun kepercayaanmu pada kami? Bahwa kami akan menjagamu apapun yang terjadi."


Suara lembut Mike yang memeluknya membuat Reggie tidak mampu menahan sebak yang bergulung di dadanya. Ia menangis terisak di dada Mike, mengeluarkan rasa lelah menahan kegelisahan yang dirasa tak berujung di pikirannya.


"Stttt ... jangan menangis, Regina. Aku tidak akan memaksamu, aku akan menunggu kau siap untuk menceritakannya."


Mike memeluk erat tubuh Reggie, lalu mencium puncak kepala gadis itu. Membuat isakan Reggie makin menjadi. Reggie membalas pelukan Mike, teringat pada Mother Greta dan Tuan Arthur, orang tua Amy yang selalu memeluknya ketika ia dilanda gelisah bila teringat masa lalunya.


Marinna ibu Reggie juga menyuruh Greta membuat seolah Reggie diadopsi dari sebuah panti. Greta mengasuh Reggie kecil dengan sepenuh hati, membuat gadis kecil itu merasakan kasih sayang yang sama seperti kasih sayangnya pada Amy yang kala itu masih seorang bayi.


Mike menarik napas panjang ketika tangis Reggie tidak kunjung reda. Ia segera menggendong Reggie dan membawanya ke sofa di ruang tengah. Ia duduk dengan Reggie di pangkuannya.


Mike membiarkan gadis itu menangis. Hanya memeluk dan mengelus rambut panjang gadis itu berulang-ulang. Menunggu sampai isakan Reggie reda dan mengulurkan tisu untuk menghapus lelehan air mata di pipi gadis itu.


"Apa yang menghantui mimpimu setiap malam, Regina?" Pertanyaan Mike membuat mata hitam itu mendongak memandangnya.


"Aku mendengar kau merintih, menangis bahkan berteriak dalam tidurmu," lanjut Mike lagi.


"Maafkan aku ... kau pasti terganggu." Ucapan Reggie membuat Mike mendengus. Bukan itu yang ingin ia dengar.


"Mulai malam ini, jangan kau kunci pintu kamarmu! Sudah cukup, Regina! Kau tidak dapat menahanku lagi dengan pintu itu! Aku akan mendobraknya jika kau menguncinya lagi!"


Ancaman Mike hanya disambut keheningan. Gadis itu hanya diam tidak menjawab.


"Aku akan memberitahu Lucius Sanchez jika kau tidak menuruti ucapanku barusan. Bahwa ada seorang gadis bernama Regina yang pernah berhubungan dengan Greta sky ...."


Ancamannya kali ini mendapat reaksi, Reggie terlihat membelalakkan mata kearahnya.


"Lucius meminta untuk menyelidiki semua orang yang datang dan pernah berhubungan dengan Greta Sky. Baik saat Greta masih menggunakan nama Margaretha Langton, sebagai anak angkat keluarga Langton atau saat ia sudah berganti nama menjadi Greta Sky."


"Kalian mengizinkannya?" Reggie bertanya dari bibirnya yang tiba-tiba terasa kering.


"Derek hanya memenuhi janjinya. Ia akan membebaskan Lucius untuk mencari dan menanyai orang-orang yang ingin ia temui."


Jawaban Mike membuat Reggie menjadi lemas. Ia menyandarkan pipinya pada dada Mike, berusaha mengatur napas mengumpulkan kekuatannya.


"Dengarkan aku, Woman! Aku tidak dapat membantumu jika kau tidak menceritakan segalanya!" Mike mendongakkan wajah pucat Reggie dan mendapati wajah lelah dengan mata yang bengkak, hingga ia tidak tega melanjutkan ancamannya. Ia menarik napas panjang.


"Beristirahatlah malam ini, Regina. Aku akan pergi ke sana sendiri. Aku akan mengatakan pada Amy bahwa kau tidak bisa datang karena tidak enak badan."


Reggie mengangguk dan bersandar ke dada Mike sambil memejamkan mata, Mike memeluk gadis itu, mengecup puncak kepalanya dan membiarkan Reggie bersandar padanya, berharap gadis itu menjadi tenang.


"Dan ingat kata-kataku tadi, Regina. Aku tidak mau menemui pintu kamar yang kembali terkunci ketika aku kembali dari sana. Malam ini dan seterusnya!"


Mike merasakan kepala berambut hitam itu mengangguk pelan di dadanya. Jika Reggie masih terus menutup mulutnya, mungkin ia harus sedikit mengorek informasi dari Sanchez ? Tentu saja harus dilakukan tanpa sengaja, misalnya dengan dalih membantu pria itu mencari wanita yang ia buru.


Mike memikirkan cara untuk mendekati Lucius Sanchez dan Reggie tengah memikirkan cara untuk pergi dari kehidupan Amy dan meninggalkan Mike. Keduanya mengisi keheningan ruangan itu dengan pikiran masing-masing yang memenuhi otak mereka yang tengah berpikir keras.


**********