
Sepuluh pria di luar gudang tua tersebut sudah bersiap-siap untuk pergi. Mereka hanya ditugaskan membawa wanita hamil itu kesana dan memastikan putra Eleanor datang. Sekarang semuanya sudah dilaksanakan dan kontrak mereka selesai.
Dua mobil off road yang memang disiapkan untuk medan berat melalui jalanan hutan sudah menunggu untuk membawa mereka pergi. Namun seketika satu demi satu para pria itu berjatuhan dengan dada tertembak. Sisa dari mereka berlarian berlindung di balik badan mobil, tapi tempat itu seperti sudah dikepung, arah manapun tetap terlihat oleh para sniper yang dalam hitungan detik menghabisi ke sepuluh pria tersebut.
Derek yang mengawasi penyerangan itu menyipit dan menunggu, melihat apakah ada lagi pria yang keluar dari dalam gudang. Ia berderap secepatnya setelah menerima panggilan Alex yang mengatakan koordinat tempat Reggie sudah ditemukan.
Ia berangkat bersama tim loreng yang sudah disiapkan Alex. Derek sudah mengurus semuanya di sana ketika Alex dan Mike tiba.
Mike akan berlari ke arah gudang ketika Derek tiba-tiba mencekalnya.
"Jangan Mike! Kami akan masuk lebih dulu. Kau tidak menggunakan pengaman apapun, tidak ada yang menjamin di dalam sana tidak ada lagi orang-orang Eleanor..."
Mike menelan ludah, berusaha sekuat tenaga menahan kakinya agar tetap berdiri di tempat. Derek dan timnya mendekat. Suara teriakan wanita di dalam sana membuat mereka menerobos dengan senjata siap ditembakkan.
Eleanor Montaque yang terbaring di tanah keras gudang itu tampak sedang mendorong tubuh putranya sekuat tenaga, tubuh Lucius terhempas ke tanah dengan sebuah pisau yang menancap di bagian perut. Darah tampak membasahi kemeja Lucius yang telah berganti warna menjadi merah.
Tembakan beruntun yang diarahkan ke tubuh Eleanor kemudian bukan saja berasal dari senjata Derek, namun beberapa tim yang ada di sebelahnya ikut menembak. Wanita gila itu membelalak menatap ke arah kumpulan orang yang datang sebelum akhirnya tumbang dan menghembuskan nafas terakhirnya.
Mike berlari dan menatap ke arah Lucius dan Regina yang sudah tergeletak berlumuran darah dan tidak sadarkan diri. Lututnya gemetar dan wajahnya memucat.
"Angkat dia Brother! Kuatkan dirimu! Kita harus segera membawanya pada Barkley!" teriakan Derek membuat Mike segera merengkuh Reggie ke lengannya dan menggendongnya.
"Please Honey...Kau harus bertahan...Please." Mike berucap diantara derai airmatanya yang sudah mengalir tanpa ia sadari.
Satu unit Black Hawk sudah mendarat di lapangan di depan gudang. Seorang pria berpakaian loreng membantu Mike naik ke atas helikopter tempur itu, disusul Derek dan Alex yang membawa Lucius.
"Please...Please Honey, you hear me, right? you must be strong...for me...for our baby....Please."
Mike tak berhenti berbisik dalam perjalanan mereka. Derek menatap nanar ke arah pria itu, kegelisahan menggayutinya, Lucius dan Regina tampak semakin pucat. Alex tampak tidak mengalihkan tangannya dari leher Lucius. Memastikan pria itu tidak meninggalkan mereka....
Dua tim dokter telah disiapkan oleh dokter Barkley ketika mereka sampai. Satu tim bedah untuk menangani Lucius dan satu tim obstetri ginekologi untuk segera menangani Regina.
Keduanya langsung dibawa ke area surgery. Seorang dokter wanita mendatangi Mike di dampingi oleh dokter Barkley.
"Ak...aku...Aku suaminya," jawab Mike dengan suara serak. Ia hampir kesulitan bersuara karena kondisi tenggorokan dan mulutnya yang kering.
"Sir...Aku harus melakukan operasi segera dan aku butuh persetujuanmu. Jika melihat banyaknya pendarahan yang istrimu alami, maka aku mungkin akan mempertimbangkan tindakan histerektomy* nantinya setelah aku mengeluarkan bayimu. Jika aku tidak dapat mengatasi perdarahannya, aku minta izinmu...rahimnya akan diangkat..."
Derek dan Alex memejamkan mata mereka dan langsung mengusap wajah mendengar penjelasan cepat dari sang dokter.
"Ini diperlukan jika nanti perdarahannya tidak berhenti Mike, untuk menyelamatkan nyawa Regina...Kita harus cepat..." ucapan dokter Barkley membuat Mike mengangguk berulang kali. Seperti tanpa nyawa ia mengikuti ketika dibimbing menuju sebuah meja dan menandatangani seluruh kertas yang disodorkan perawat di hadapannya. Setelahnya ia berdiri dan kembali ke depan pintu ruang operasi, dokter Barkley dan dokter wanita itu sudah menghilang, masuk ke dalam kamar operasi. Lutut Mike gemetar dan ia tersungkur ke lantai.
"Brother!" Derek bergerak dan memegang bahu Mike yang terduduk berlutut di lantai.
"Katakan padaku mereka bertiga akan baik-baik saja Derek...tolonglah...tolong katakan mereka akan baik-baik saja...." air mata Mike mengalir deras walaupun isakan yang terdengar dari pria itu sangat pelan, namun tetap terdengar sangat pilu di telinga Derek dan Alex.
Derek memeluk bahu Mike dari belakang. Menyandarkan keningnya ke bahu pria yang sudah dianggapnya saudara itu dan tidak dapat mengatakan apapun, matanya berair, ia hanya bisa melantunkan doa dalam hati agar semuanya akan baik-baik saja seperti yang Mike inginkan.
Alex menoleh dan membuang muka dari pandangan dua pria yang membuat matanya berkaca-kaca. Ia jarang berdoa, namun sekarang ia melantunkan doa sepenuh hati dan jiwa. Selamatkanlah mereka bertiga, Tuhan....atau saudara kami akan menjadi gila karnanya...
**********
*Histerektomy : sebuah prosedur medis dengan pembedahan untuk mengangkat rahim wanita.
From author,
Mohon maaf part ini agak pendek ya my Readers๐๐๐ and terimakasih masih terus mengikuti kisahnya sampai part ini.
jangan lupa like,komentar, rating bintang5 dan favoritenya ya..
Terimakasih sekali lagi...
Salam, DIANAZ.