Love Seduction

Love Seduction
Chapter 34. Lies part 2



"Uang? Uang apa? " Ally bertanya dengan nada heran.


Rico menatap lalu mengetukkan jari ke atas meja di hadapannya. Sepertinya Ibu Alison tidak menceritakan apapun pada putrinya itu perihal kematian Gefry Adair. Ayah Ally.


"Pernahkah ibumu bercerita tentang penyebab kematian ayahmu, Ally?" tanya Rico.


Ally menunduk, mengernyit dan kemudian menggosok dahinya.


"Ya ... Ibu mengatakan ayahku meninggal karena tenggelam." Ally mengingat dan membayangkan suara ibunya ketika ia menanyakan penyebab kematian ayahnya.


"Hanya itu?" tanya Rico.


Ally mendongak, mencoba mengingat kembali kata-kata ibunya.


"Hanya itu yang aku ingat."


"Aku akan menceritakan secara detail kejadian yang merenggut nyawa ayahmu Ally. Mau kah kau mendengarkan?"


"Bagaimana kau bisa tahu?"


"Karena aku ada di sana , Ally ... Aku ada di sana saat Ayahmu tenggelam dan terbawa arus ... Ayahmu meninggal setelah menyelamatkan aku."


Rico menarik nafas panjang lalu memulai kisah ketika ia ditolong oleh Gefry Adair dari arus deras aliran sungai berbatu yang ada di sisi bawah bukit perkebunan mereka.


"Saat itu aku dan ayahku pergi ke perkebunan di sisi bawah bukit bersama ayahmu. Ayahmu salah satu pengawas perkebunan kami ... Aku mendekati aliran sungai dan memasukkan kaki ku di pinggir sungai. Lalu cuaca tiba-tiba menjadi buruk. Hujan deras mengguyur dan ayah berteriak agar Aku kembali. Aku berbalik dan kemudian tergelincir, aku terbawa arus sungai yang deras dan mulai tenggelam. Kemudian ayahmu melompat dan menarikku hingga mencapai ayahku di pinggir sungai ... Baru saja ayahmu akan naik, arus deras datang dari hulu sungai, hujan deras rupanya sudah lebih dulu mengguyur di daerah sana, arus air yang datang tiba-tiba menyeret Gefry dan membawanya hingga ia tenggelam, kepala ayahmu terbentur ke sebuah batu ketika air menghempasnya."


Rico memandang Ally, Gadis itu hanya diam dan memandangnya, menunggunya melanjutkan.


"Ayahmu meninggal, kau saat itu masih kecil ...tinggal di satu rumah kecil yang Gefry sewa di pinggir desa. Ibumu menginginkan tetap tinggal di sana, karena kenangan bersama ayahmu ... Kau mengingat sosok ayahmu?" tanya Rico.


Ally mengangguk, "ya ... aku mengingatnya."


"Kehidupan kalian berubah karena kepergian Gefry ... Ibumu meminta pada ayahku agar diperbolehkan bekerja di perkebunan. Bukan karena ia tidak punya cukup uang. Namun, ia merasa tertekan hanya berada di rumah dan terus terkenang pada Gefry. Ayahku memenuhi permintaannya ... Rumah kecil tempat kalian tinggal di beli atas nama ayahmu, lalu ayahku merombaknya dan menambahkan kamar, setiap bulan ayahku juga memberikan uang tunjangan pada ibumu untuk kebutuhan mengurusmu dan juga untuk semua keperluan kalian. Hingga sekarang tunjangan itu masih diberikan, Ally ...."


Ally menggeleng perlahan, ia tidak tahu apapun tentang itu. Ibunya tidak pernah bercerita.


"Lalu ayahku tutup usia, semuanya aku yang mengurus. Aku tetap melanjutkan mengurus janda dan juga putri Gefry. Ibumu menjanda beberapa tahun , sampai ia berkenalan dengan Carloz ...."


Alison menelan ludah, ia sudah besar saat ibunya menikah lagi. Ibunya seolah menemukan kembali semangatnya yang hilang sejak kematian ayahnya setelah bertemu dengan Carloz. Ibunya mengurusnya dengan sangat baik dan penuh kasih sayang, namun kesedihan ditinggalkan suami membuat ibunya menjadi rapuh. Carloz membuat ibunya kembali bersemangat, Ally senang karena mengira pria itu bisa memberi kebahagiaan untuk ibunya.


Namun rupanya pria itu hanya ingin memanfaatkan ibunya. Bersikap baik dan menipu mereka. Beberapa bulan setelah menikah, sifat asli Carloz terlihat. Pria pemabuk itu rupanya hanya menginginkan uang.


"Aku mendatangi ibumu ketika mendengar ia menikah lagi...." Rico menatap Ally.


"Bukankah kita bertemu waktu itu? Kau masih ingat?" Rico tersenyum memandang Ally.


Ally mengangguk dan menunduk malu, membuat Rico yakin gadis itu memang mengingatnya.


"Kau ingat kan ... Aku bertanya apa kau mau sekolah keluar. Jika kau berminat, maka aku akan membawamu dan mengurusnya asal kau mau mengikutiku. Aku lupa apa jawabanmu ... Kau masih ingat?"


Ally mengerutkan bibirnya, membuat Rico tahu gadis itu masih ingat dengan jelas.


"Kau mengatakan sesuatu tentang pria brengsek dan ********," ucap Rico sambil terkekeh.


"Saat itu kau juga memuji ayah tirimu ... Kau mengatakan ia akan mengurus kalian dengan baik, bahwa kau tidak akan kemana-mana dan akan tetap di sana bersama ibumu sampai kau menua." ucap Rico lagi.


Ally mengangkat kedua tangannya yang terjalin ke atas meja. Ia menarik nafas panjang dan memandang Rico.


"Saat itu Carloz bersikap sangat baik pada ibu. Ibu terlihat sangat bahagia, lebih ceria dan hidup ... Aku berterimakasih padanya untuk itu. Lalu kau datang dan menawarkan itu ... Saat itu kau sudah terkenal sebagai seorang pria yang menggemari gadis cantik dan suka mematahkan hati mereka, hingga sekarang masih begitu bukan? karena itu aku mengataimu dan kemudian pergi begitu saja."


Rico terkekeh, " Kau mengatakan 'telan saja tawaranmu, Tuan Rico. Sama sekali tidak menarik untukku. Aku akan terus bersama ibuku sampai aku menua. Tidak tertarik mengikuti pria brengsek yang juga seorang ********, walaupun itu demi tawaran sekolah yang lebih tinggi di tempat yang sangat bonafid sekalipun. Lagipula sekarang sudah ada Carloz yang mengurus kami. Kau pergi saja urus urusanmu sendiri' ... bukankah itu yang kau katakan?"


"Apa yang ia tanyakan?" Ally melotot penasaran.


"Ia menanyakan berapa nominal uang yang setiap bulan aku berikan itu ... Membuatku merasa itu agak aneh, seolah ia sangat suka pembicaraan mengenai uang. Lalu bertanya kenapa ibumu mendapat tunjangan itu padahal ibumu hanya pekerja biasa. Aku tidak menceritakan semuanya. Aku berfikir mungkin aku bisa sedikit memberinya ultimatum untuk menakutinya."


"Apa yang kau katakan padanya?"


"Aku melihat kau tumbuh jadi gadis yang cantik, Ally. Carloz terlihat baik, tapi ketika ia menanyakan perihal uang tunjanganmu, instingku bekerja ... Jadi aku mengatakan padanya bahwa Gefry Adair sudah menjanjikan putrinya untukku. Jadi aku akan terus memberikan uangnya asal dia mengurus kalian dengan baik, sampai tiba waktunya aku akan mengambilmu. Aku tidak akan menolelir jika sesuatu yang buruk terjadi. Dan aku mengancam akan membuat hidupnya seperti di neraka jika dia menyakiti kalian. Aku juga menerimanya bekerja di perkebunan. Kemudian ibumu hamil Alan, Carloz datang dan beralasan ibumu memintanya mengambil uang tunjangan itu sendiri karena kondisi ibumu yang lemah membuatnya harus tetap di rumah saja. Aku mengizinkan ... kesalahanku adalah tidak mengecek kalian dengan mata kepalaku sendiri, hanya mendengarkan laporan dari Carloz...."


Rico menarik nafas panjang, memandang Ally dengan wajah penuh penyesalan.


"Maafkan aku ... Seharusnya aku lebih memperhatikan kesejahteraanmu. Ayahmu telah menyelamatkan nyawaku, aku berhutang pada kalian dan tidak membayarnya dengan baik. Carloz mengatakan kau baik-baik saja dan merasa bosan, sehingga meminta bekerja di perkebunan. Harusnya aku menemuimu , tidak sibuk sendiri dengan pekerjaan...."


Ally menggelengkan kepalanya perlahan, "tidak. Kau tidak berhutang apa-apa. Ayah menolongmu karena begitulah tindakan yang harus dilakukan terhadap sesama, saling menolong. Sudah takdirnya, ajal menjemputnya kemudian dengan datangnya arus air. Aku berterimakasih kau masih membantu kami bahkan setelah bertahun-tahun Ayah tiada. Kalau tidak karena ancamanmu pada Carloz, mungkin kini aku sudah diperkosa oleh laki-laki itu. Jadi secara tidak langsung, kau sudah menolongku ...."


"Carloz menceritakan hal-hal mengerikan tentang aku untuk menakutimu bukan? Aku pernah mengancamnya lagi ketika mengetahui bahwa ia mulai mabuk, juga saat ibumu meninggal. Kau bahkan tidak mau bertemu denganku saat itu. Aku mengira kau terlalu sedih ... sekarang aku tahu kau membenciku karena apa yang diceritakan Carloz. Aku mengatakan padanya akan menghentikan aliran uang untuknya dan akan membuatnya tidak punya pekerjaan jika sekali saja aku mendengar ia menyentuhmu."


"Dan itu cukup membuatnya takut. Namun kemudian ia tidak lagi dapat menahan tangannya. Ia memukulku ... bahkan Alan, apalagi saat ia sudah mabuk."


"Apa yang ia katakan tentangku?"


"Bahwa aku akan diserahkan jika waktunya tiba. Akan dijadikan simpanan, pemuas nafsu, dan Tuan Rico meminta dalam keadaan murni dan tidak rusak. Carloz akan menerima ganjaran jika aku rusak. Reputasimu sebagai pria pemikat wanita membuatku percaya apa yang ia katakan."


Rico meringis, lalu menaikkan alisnya.


"Apa sekarang kau masih mempercayainya?"


"Pemikat wanita? ya ... wanita mengikutimu dan kau suka merayu mereka."


Rico tertawa kencang sampai dadanya berguncang keras,


"Ally ... bukan itu ... Apa kini kau masih percaya jika aku akan berbuat jahat dan akan menjadikanmu simpanan pemuas nafsu? itu ...apa kau masih mempercayai itu? Soal pemikat wanita ... Aku tak dapat berhenti. Kalian makhluk menggoda yang sangat cantik dan memikat," ucap Rico sambil di selingi tawa menggoda.


Ally mencibir tapi kemudian mencoba tersenyum.


"Kau menyelamatkan kami dari Carloz ... mungkin aku bisa mempercayaimu ..."


"Mungkin?"


"Ya ... mungkin, sulit mempercayai orang, Tuan Rico. Tampak baik dan tulus tidak menjamin seseorang tidak berbohong."


"Tinggalkan embel-embel Tuan itu, Ally. Panggil aku Rico. Aku akan menarik telingamu setiap kau memanggilku Tuan. Kau benar .... seperti Carloz, terlihat baik di awalnya dan ternyata ...."


Ya ... dan seperti Lucius ... baik dan tulus, tapi berbohong tentang identitasnya, apakah ia juga berbohong tentang perasaannya? Ally mendesah di dalam hati dan menyimpan galau di fikirannya. Tapi setidaknya ia sudah lepas dari satu masalah dalam hidupnya. Masalah yang dibuat oleh Carloz Salvadore.


*********


From Author,


Uhuyyy ... Rico baek ya😊😊ganteng lagi😜😜


Lucius mana nih, awas Ally diambil ini lo.


Jangan lupa klik Like, komentar, bintang lima ,favorite dan vote ya my readers..


Terima kasih banyak semuanya,


Salam, DIANAZ.