Love Seduction

Love Seduction
Chapter 81. Father birthday party



"Ah, kalian akhirnya datang." Lucius menyalami tamunya satu persatu.


"Masuklah. Maaf Gina tidak bisa menyambut kalian. Ia bersama ayah menyapa tamu yang ada di dalam."


Derek mengangguk. Ia menggandeng istrinya yang tampak cantik dengan gaun merah dan rambut di sanggul rapi dengan beberapa bagian yang masih menjuntai. Di belakangnya berjalan Eve yang datang bersama Mike. Lucius menaikkan alisnya.


"Tidak bersama Alexmu, Eve?"


"Dia bukan Alexku! Aku akan mencari Alex lain malam ini." Dengan goyangan pinggul Eve pergi melangkah masuk ke dalam mansion. Mike terkekeh geli.


"Kurasa mereka bertengkar," ujar Mike.


"Begitukah ... masuklah, Mike. Nikmati pestanya ...." Lucius mempersilakan Mike masuk, ia sendiri masih harus menyambut beberapa tamu yang masih berdatangan.


Malam ini adalah perayaan ulang tahun Eloy Sanchez. Lucius dan Reggie sepakat untuk merayakannya. Ayah mereka sudah lebih sehat dan beraktifitas dengan menggunakan kursi roda. Kebahagiaan Eloy membuat kesehatannya makin hari makin baik, walaupun sisi kanan tubuhnya masih sulit di gerakkan, terutama kakinya.


Mike mencari sosok yang sudah lama tidak ia lihat, Kucing liar cantik yang semakin lama semakin berkuasa di hati dan pikirannya. Semakin Mike ingin melupakan, semakin tajam ia mengingat gadis itu.


Mike melihat Reggie di ujung aula, tengah mendorong kursi roda ayahnya yang tengah menyalami seorang tamu. Mike mengernyit melihat gaun yang Reggie pakai. Sebuah mini dress dengan bagian atas yang menyerupai korset sehingga bahu, dada atas dan punggung atas Reggie terekspos, panjang gaun berwarna putih gading itupun jauh di atas lulut. Gaun dengan potongan body contour itu mencetak jelas tubuh Reggie seolah berteriak pemiliknya benar-benar sudah sangat dewasa dan bisa menggoda mata.


Mike memandang berkeliling. Beberapa pria melihat putri Eloy itu dengan tatapan takjub. Wajah segar dengan sedikit polesan make up tipis membuat Reggie terlihat sangat menarik, sangat cantik, sangat sensual, sangat ... Mike tidak tahu lagi apa kata yang bisa ia lukiskan ketika melihat penampilan Regina.


Seorang pria dengan jas biru gelap yang pas badan datang menghampiri Eloy. Ia menyalami Eloy yang tampak sangat terkejut dan tersenyum lebar ketika menyambut tangan pria itu. Eloy menarik tangan Reggie yang tampak tersenyum ketika ayahnya memperkenalkannya dengan pria itu.


Mike menahan geramannya ketika pria berjas biru gelap itu bukan hanya menyalami Reggie. Pria itu mengatakan sesuatu kemudian mencium punggung tangan Reggie bagaikan seorang pangeran yang mencium tangan seorang putri dan Reggie tampak senang, dengan malu-malu Reggie mengucapkan sesuatu membalas perkataan pria itu.


Dari tempatnya berdiri Amy dan Derek menyipit memandang ekspresi Mike di kejauhan.


"Dia cemburu. Aku sangat yakin," bisik Amy riang.


"Ya. Sepertinya mereka hanya akan berjalan di tempat jika kita tidak melakukan sesuatu, Sweety ...."


"Kau percaya sekarang kan ... gaun itu benar-benar memberikan efek yang diinginkan. Semua mata memandang Regina, putri satu-satunya dan salah satu pewaris Eloy Sanchez. Mereka akan mulai mengejarnya."


"Para pemburu harta ...," bisik Derek kesal.


"Sttt ... kita memerlukan para pria ini agar mengejar Reggie. Mike butuh sedikit dorongan."


Derek mengerutkan dahinya. Ia sebenarnya bisa menduga apa yang menjadikan Mike sangat menghindari pernikahan. Berhari-hari ia memikirkan rencana apa yang bisa ia lakukan untuk mengatasi masalah itu.


Reggie memandang berkeliling dan melihat pasangan Amy dan Derek. Reggie tersenyum di kejauhan, makin nampak cantik dan bersinar di mata Mike yang tak lepas memandangnya sambil bersandar di dinding. Pria berjas biru gelap di sebelahnya sepertinya tidak punya niat meninggalkan gadis itu. Menempel seolah ingin memonopoli Regina.


"Kenapa kemari? Bukankah pria yang bersamamu tadi tampan." ujar Amy sambil tersenyum lebar.


"Aku ingin menyambut kalian. Lagipula ia hanya anak seorang teman lama Ayah."


"Tapi dia memang tampan bukan," goda Amy lagi. Sebuah cubitan pelan mendarat di bokongnya.


"Derek!?" seru Amy terkejut.


"Jangan memuji pria lain di depanku, Sweetheart." Dedek merengut, membuat Reggie tertawa geli. Ia terpaksa menutup mulutnya dengan tangan, lalu ekor matanya menatap seorang pria dengan tuxedo yang membalut pas tubuh besarnya. Walau ditutup bayang-bayang kain gorden panjang di pintu besar yang mengarah ke taman samping mansion, Reggie tahu sosok siapa yang sedang bersandar dengan tangan terlipat di depan dada itu. Jantungnya segera saja berdebar kencang. Reggie mengumpat di dalam hati. Kenapa hanya melihat sosok itu sekilas sudah membuat jantungnya berdegup kencang.


Acara berlangsung meriah dan lancar. Reggie dan Lucius bergantian menyuapkan kue ulang tahun ayah mereka. Tepuk tangan bergemuruh dan suara tawa menggema ketika Eloy mengoleskan krim dari kue ulang tahunnya ke masing-masing pipi anaknya.


Lucius tertawa lebar. Membuat mata Reggie berbinar memandang wajah bahagia kakaknya itu. Reggie seperti kembali ke masa lalu, ketika Lucius kerap menghiburnya dengan bermain bersamanya di penjara bawah tanah. Tawa Lucius persis sama, penuh harapan, tanpa beban dan lepas. Apakah perlahan ia sudah berhasil membuat bayang penyiksaan masa lalu yang menyiksa kakaknya itu menghilang? Mata Reggie mulai berkaca-kaca.


"Jangan mulai menangis sekarang, Gina. Kau akan melunturkan make up yang susah payah dibuat oleh Angelo." Lucius mendekat dan memeluk adiknya.


Regina tersenyum sambil mengulurkan tangan memeluk Lucius. Semua orang masih bertepuk tangan, dua kakak beradik yang lama terpisah itu sama-sama tertawa sebelum akhirnya memisahkan diri dan kembali pada ayah mereka dan mencium pipi keriput itu di masing -masing sisi.


Alunan musik mulai mengalun di aula itu. Dibuka dengan musik klasik untuk mengiringi Waltz pembuka. Lucius segera menarik adiknya untuk berdansa. Beberapa saat kemudian beberapa pasangan mulai turun mengikuti dua saudara itu.


Mike memandang semuanya dengan hati tak menentu. Reggie akhirnya berbahagia. Gadis itu terlihat puas dengan hidupnya, Mike sungguh bersyukur untuk itu. Tapi ia merasa sedikit iri.


Sesuatu membuatnya merasakan ketidakpuasan dan itu disebabkan oleh Regina. Padahal dulu Mike merasa hidupnya sangat sempurna dengan menjadi tangan kanan kepercayaan utama dari Klan Langton, walaupun tanpa nama keluarga yang bisa ia sandang. Mike merasa baik-baik saja dengan hal itu. Tetapi kenapa hal itu sekarang seolah menjadi sebuah lubang kosong yang hampa di hatinya yang paling dalam.


Beberapa saat Reggie mencoba bertahan dari gempuran para relasi bisnis atau anak teman-teman ayahnya yang berdatangan dan menyapanya. Reggie memasang senyum ramah sampai rahangnya terasa kebas. Ia perlu pergi menghilang sebentar dan menarik napas.


Perlahan Reggie mundur dan setelah mengambil segelas sampanye yang dibawa oleh seorang pelayan yang melewatinya, Reggie berjalan cepat ke arah balkon samping tempat tadi ia melihat Mike bersandar di dekat pintu. Pria itu telah menghilang.


Reggie melangkah terus sampai ke bagian taman yang sedikit temaram, menyembunyikan dirinya dari tatapan orang-orang dalam aula dansa dari pintu lebar yang terbuka. Ia baru saja akan menyesap minuman yang ia bawa ketika sebuah suara bariton menyapa di belakangnya.


"Menikmati minumanmu sendirian, Regina?"


**********


Jangan lupa like ,komentarnya ,fav, star ,and vote ya semua.


Terimakasih.


Salam, DIANAZ