Love Seduction

Love Seduction
Chapter 26. Meet Derek



Lucius menyeringai senang melihat nama yang tertera di layar ponselnya.


"Tebakan kita benar, Lance. Gadis itu penting bagi Klan Langton." Ia menunjukkan layar ponselnya pada Lance sebelum mengangkat dan menerima panggilan dari Mike tersebut.


"Ya, Mike?" Lucius mendengarkan suara Mike di seberang sana. Mike terdengar tidak sabar, menanyakan perihal seorang gadis.


"Kalian mencari seorang gadis?" ulang Lucius dengan suara tertarik. Tidak ada kejadian yang terjadi di wilayahnya yang tidak ia ketahui. Lucius menyeringai sambil memandang jalanan yang dilalui mobilnya menuju gedung kantor. Ia mendengarkan Mike menggambarkan perawakan gadis itu dan menceritakan kondisi mobilnya yang sepertinya baru saja kecelakaan.


"Hm ... sepertinya aku dapat sedikit membantu Mike. Datanglah ke kantorku sekarang ... dan satu hal lagi, bawa Derek bersamamu!" Lucius mematikan ponselnya tiba-tiba. Ia memandang ke arah Lance yang mendengarkan pembicaraan tuannya barusan.


"Segeralah, Lance. Kita siapkan semuanya untuk menyambut Singa Langton yang sombong dan arogan itu. Sekarang dia sendiri yang datang dan mencari bantuanku."


Lucius merasa sangat puas. Akhirnya tanpa sengaja ia menemukan cara untuk memastikan kesepakatannya bersama Mike dipenuhi oleh Derek. Gadis itu seorang yang penting di keluarga Langton. Lucius jadi penasaran siapa sebenarnya dirinya.


**********


Lucius mengatur posisi orang-orangnya, para pengawal yang bersiap di tempat tak terlihat. Bila terlihat mereka menyamar sebagai karyawan kantornya, siap dengan senjata di balik jas masing-masing.


Ia mengatur posisi di balik meja kerjanya senyaman mungkin. Wajah datar tanpa ekspresi menghiasi wajahnya.


Ia menghitung dalam hati dan melihat dari layar yang menampilkan gambar monitor cctv di hadapannya.


Satu ....


Dua ....


Tiga ....


Brakk!


Pintu kantornya tiba-tiba terbanting. Lance tampak mengiringi ketiga tamunya yang datang dengan wajah garang. Tiga pria bertubuh besar dengan aura kejam yang mengintimidasi. Lucius memberikan tanda dengan tangannya agar Lance keluar. Ia merasa akan baik-baik saja, tiga orang ini tidak akan dapat menakutinya. Gadis itu adalah Kartu As agar semua keinginannya di turuti.


"Katakan dimana dia!?" Pria tampan dengan kemeja yang terkancing setengah itu pastilah Derek Langton. Lucius sering melihat pria itu di media. Ia melirik pada bahu kiri pria itu dan melihat warna kemerahan pada kain kemejanya.


"Siapa?" tanya Lucius dengan tenang.


"Jangan pura-pura! Aku tahu gadis itu ada padamu!"


Lucius memandang pada Mike dan seorang pria lagi yang pernah ia temui di mansion utama Langton saat menemui Mike dulu. Keduanya masih memakai pakaian loreng dan terlihat baru keluar dari medan pertempuran.


"Sebelum menjawab pertanyaanmu, aku ingin memastikan kau memenuhi kesepakatan yang kulakukan bersama Mike." Lucius memandang ke arah Mike, lalu ke arah Derek bergantian.


"Gadis itu baik-baik saja, Well ... kecuali luka kecil di keningnya, ia bisa dikatakan baik baik sa ...." Kata-kata Lucius terpaksa berhenti ketika ia merasa bagian depan kemejanya ditarik dari seberang meja. Wajah marah Derek berada dekat dengan wajahnya sendiri. Dua pria itu saling menatap tajam.


"Apa maksudmu dengan terluka? Mengapa ia bisa terluka!" Derek mengepalkan tinjunya.


"Lepaskan aku ... gadis itu melaju kencang dan kehilangan kendali! Dia yang menabrak mobilku!" Lucius mendesis marah.


Mike yang berusaha memisahkan Derek dan Lucius memandang khawatir pada darah yang membuat kemeja Derek basah.


"Hentikan Derek! Lukamu berdarah lagi. Kita perlu menemui dokter Barkley ...." Mike melihat wajah Derek semakin pucat, Ia tahu Derek menahan rasa sakitnya sejak keluar dari villa yang telah terbakar itu. Tapi pria itu ingin mencari dan mengetahui keadaan Amy terlebih dahulu.


Mike memegangi Derek yang terhuyung dan menuntunnya ke arah sofa.


"Mike benar, Langton. Pergi dan keluarkanlah peluru itu. Aku akan memegang kata-kataku. Gadis itu akan baik-baik saja, ia hanya memulihkan diri setelah kecelakaan itu." Lucius berucap dengan suara tenang.


"Apa yang kau inginkan sebagai balasannya." Derek memandang Lucius tajam. Mereka memaku mata masing-masing.


"Mike sudah tahu apa yang aku inginkan. Aku hanya ingin memastikan kau mematuhi kesepakatan yang aku buat bersama dengannya."


Lucius melihat Derek memandangi Mike. Mike lalu mengangguk, memberitahu Derek bahwa kesepakatan itu memang ia lakukan dan Derek hanya perlu mengkonfirmasi sebelum menyetujui.


"Baiklah ... semua akan seperti yang kau inginkan." Derek tampak mengernyit. Ia sudah hampir mencapai batas. Mike yang melihat itu segera mengambil ponselnya dan menghubungi beberapa orang.


"Aku akan membawanya ke atas Sanchez, aku perlu landasan helypad mu. Akan ada orang-orang kami yang datang menjemput."


Lucius mengangguk. "Ya ... bereskan luka itu, lalu hubungi aku jika kalian sudah siap menjemputnya."


Mike memberi tanda pada Alex untuk membantunya membawa Derek yang sudah di ambang ketidaksadaran.


Mereka menggotong Derek yang sepertinya sudah kehilangan banyak darah jika melihat keadaan kemejanya yang basah oleh cairan merah itu.


"Pastikan kau menjaganya dengan baik, Sanchez! Entah apa yang akan dilakukan olehnya jika ia menemukan gadis itu terluka."


Mike mengucapkan ancamannya sebelum menghilang di balik pintu menuju lift untuk membawa Derek ke puncak gedung.


Lucius menatap lama ke arah meja kerja, membayangkan seorang gadis kecil yang masih lekat di ingatannya. Ia tidak melupakan wajah itu sedikit pun.


"Seperti apa kau sekarang? Apakah kau hidup bahagia bersama ibumu setelah meninggalkanku di neraka itu? Kuharap jawabannya adalah ya ... karena jika kalian menderita, kau dan ibumu harus memperpanjang penderitaan itu ketika aku menemukan kalian."


**********