
Eloy Sanchez menatap putranya dengan kening berkerut.
"Bisakah kau jelaskan apa sebenarnya yang tengah terjadi, Lucius? Lance?" tanya Tuan Eloy dengan tangan terlipat di depan dada.
Mike tidak lagi dapat menahan tawanya. Dadanya sudah berguncang dengan tawa sejak tadi. Namun Regina selalu mencubit kecil pinggangnya bila ia mulai terdengar tertawa.
"Ayah ... kau sudah dengar ucapan Rico. Lucius mencoba menculik Ally. Dia mengangkatnya ke pundak dan memasukkannya ke mobil," ucap Mike dengan tawa meledak.
"Jangan menertawakan kakakku! Kau juga melakukannya dulu, Mike. Kau menculikku," bisik Reggie sambil kembali mencubiti pinggang suaminya.
"Aku tahu, Sayang. Karena itulah aku tertawa, karena Kakakmu tidak berhasil," ucap Mike lagi.
Lucius mendelik ke arah iparnya itu. Tapi tatapan tajam dari ayahnya membuatnya harus segera menjelaskan.
"Umm ... bisakah kita masuk dulu, Ayah? Kita bicara di dalam saja," ajak Lucius.
Lalu Eloy mengangguk, melangkah bersama seluruh anggota keluarganya ke dalam rumah.
Setelah duduk dengan santai di ruangan tamu, Eloy menunggu dan menatap bergantian pada Lance dan juga Lucius.
"Lance, jelaskan pada Ayah," ucap Lucius.
Lance mengernyit pada Tuannya itu.
"Tapi Tuan, Apa yang harus Saya jelaskan? Saya hanya mengemudi," jawab Lance.
Lucius melirik ayahnya yang mulai menggelengkan kepala.
"Kalian lelaki dewasa yang melakukan hal memalukan. Apakah kalian tahu betapa malunya gadis itu? Ia sampai menangis."
"Ia tidak menangis saat aku menciumnya di dalam mobil, Ayah." Lucius menyeringai. Tuan Eloy mendelik pada putranya yang malah terkekeh. Mike juga tertawa, sedang Regina menutup mulutnya agar tawanya tidak terdengar Eloy.
"Ia menangis dan merasa malu, Anak Muda. Kau membawanya bertemu keluargamu pertama kali dengan keadaan seperti itu." Ester yang duduk di dekat Regina menimpali.
"Ya ... aku rasa ia sangat terkejut. Tapi ini bukan salahku! Kalian datang tiba-tiba tanpa pemberitahuan! Kenapa kalian datang?" tanya Lucius heran.
Regina bersedekap sambil memandang kakaknya.
"Kami datang karena kami mendengar dari Lance bahwa Rico ingin bertemu dulu dengan keluarga kita. Baru ia akan mempertimbangkan apakah akan membiarkan Ally bersama denganmu. Kau ditolak dengan alasan keluargamu diragukan akan menerima dan bersikap baik pada Ally! Harusnya kau tersinggung dan cepat memanggil kami! Bukan malah diam saja dan tidak melakukan apapun! Kalau bukan karena aku meminta penjelasan dari Lance, kami tidak akan tahu tentang syarat tuan Costra itu!" Regina mengomel, Mike mendengarnya dan geli dengan ekspresi dua kakaknya yang mengernyit memandang istrinya itu.
"Lance! Kau menelpon mereka?" tanya Lucius.
Lance menggaruk kepalanya, mengingat pagi ketika Reggie menelpon, ia yang baru saja tertidur merasa sakit kepala kemudian menjawab semua pertanyaan wanita itu. Termasuk menceritakan tentang ucapan dan keinginan Rico. Ia kemudian tertidur lagi, karena semalaman ia sama sekali tidak bisa memejamkan mata karena teringat Cecilia.
"Sepertinya Saya kelepasan,Tuan. Saya hanya menjawab pertanyaan Nyonya Reggie."
"Tidak usah dipermasalahkan bagaimana kami tahu, Lucius. Sekarang sebaiknya kau buat janji dengan Frederic. Sesuai keinginan dari Enrico. Kita akan berkunjung, kita semua! Biar Mansion Costra ramai." Eloy tersenyum lebar membayangkan kunjungannya ke Mansion Costra nanti.
Suara Marie yang datang dalam gendongan Nanny membuat Lucius segera berdiri. Ia baru saja akan menggendong keponakannya ketika teguran halus dari Lance terdengar telinganya.
Regina bertepuk tangan, tertawa senang sambil menatap pada Lance.
"Kau benar! Kakakku yang itu sedikit serampangan," ucap Regina.
Lucius merasa sedikit janggal dengan ucapan adiknya itu, tapi ia memilih pergi ke belakang dan mencuci tangannya. Agar ia bisa segera bermain dengan Marie dan terhindar dari interogasi lebih jauh dari ayahnya.
**********
Enrico duduk di depan TV bersama Alan. Di sofa yang lain di dekat mereka. Ally duduk dan tengah membaca sebuah buku. Ally dan Alan tengah mengunyah masing-masing sebatang coklat. Enrico membeli banyak makanan kecil dan juga coklat. Ally menyimpan coklat karena Alan akan segera menghabiskannya tanpa peduli bahwa ia sudah mengunyah banyak.
"Ally ... punyaku habis, tambah lagi ya," rayu Alan.
"Berikan saja Ally, " ucap Rico.
"Tidak. Giginya akan rusak, Dia pemalas yang selalu lupa menggosok gigi," ucap Ally.
"Aku tidak begitu!" teriak Alan.
"Ya, kau begitu." Ally bicara tanpa mengangkat wajah dari buku yang ia baca. Lalu tiba-tiba Alan bergerak cepat, merebut coklat di tangan Ally yang masih setengah.
"Alan!" seru Ally pada adiknya yang sudah berlari menjauh sambil tertawa. Rico ikut tertawa. Ally baru saja berdiri akan mengejar ketika Frederic mendekat dan berbicara pada Enrico.
"Tuan ... teman Anda mengirimi Anda email sejak sore tadi. Karena belum juga mendapat balasan, ia menelpon Anda barusan dan mengatakan akan menelpon lagi nanti. Tadi aku mengatakan padanya Anda sedang beristirahat dengan keluarga Anda, jadi ia memutuskan nanti saja ia bicara dengan Anda."
"Siapa?" tanya Rico.
"Seorang teman lama Anda, Tuan. Ia menyebut namanya Derek. Derek Langton. Bukankah Anda sesekali bertemu dengannya ketika terbang ke negara itu untuk mengunjungi Bibi Anda, Olivia." ucap Frederic.
"Derek!? Langton!? Sudah lama sekali! Ada apa tiba-tiba ia ingat padaku!" ucap Enrico terkejut.
"Beliau tidak mengatakan apa keperluannya, Tuan. Tapi beliau mengatakan akan menghubungi Anda lagi," ucap Frederic.
Rico mengangguk, lalu menatap Ally yang sudah berlari mengejar adiknya ke lantai atas. Ia menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, Kedua nya berlarian sambil tertawa memperebutkan sebuah coklat. Ia akan merindukan situasi ini jika nanti kedua kakak beradik itu pergi. Mansionnya yang ceria dan ramai karena kehadiran kedua kakak beradik itu akan kembali sepi, ia akan kembali sendirian. Entah mengapa, di umurnya yang sekarang, mengejar para wanita dan merayu mereka tidak lagi terasa menarik baginya.
**********
From Author,
Deuh, kesepian juga elu bang. Sana cari gadis baik untuk dijadikan istri gihππππ€π€
Jangan lupa Like, Love, vote, komentar dan bintang lima ya.
Sedikit pengumuman dari author, up LS akan slow bulan ini ya, Author akan up Embrace Love rada banyakan bulan ini. Gantian karena bulan kemarin, LS yang banyakan. Jadi LS tidak akan up setiap hari seperti biasanya. Terimakasih pengertiannya semuanyaπππππ
Salam, DIANAZ.