Love Seduction

Love Seduction
Chapter 100. Find Reggie



Dering ponsel mengalihkan perhatian Mike dari layar laptop di hadapannya. Ia melirik dan mengernyit ketika melihat nama Nick tertera di layar ponsel. Bukankah Nick sedang mengikuti Regina untuk mengantar ayahnya kontrol ke internist...


"Ya?" Mike secepat kilat menjawab.


"Tu...Tuan...." Nick tergagap dengan nada suara yang gelisah.


"Ada apa Nick?"


"Nyonya, Tuan...Beberapa orang mencegat kami dan menculik Nyonya ...."


"Apa!!" Mike mendengarkan dengan jantung berdentam ketika Nick menggambarkan peristiwa yang baru saja terjadi di hadapannya. Nyonya mereka telah dibawa, Fidel tidak sadarkan diri, untunglah rompi anti peluru menahan mereka dari menjemput kematian. Namun kepala Fidel terserempet peluru, laki-laki itu masih bernafas dan Nick telah mencoba menghentikan pendarahan dari sisi kepalanya dengan membebat kepala Fidel dengan kain. Lalu ia mengecek Edward yang sudah tidak bernyawa. Tertatih menahan nyeri karena pahanya yang tertembak, Nick mengedarkan pandangan dan bersyukur ketika melihat Tuan Eloy yang tersungkur di jalan beton ke arah makam.


Nick segera membantu orang tua itu berdiri dan membawanya ke dalam mobil. Mendudukkannya di sebelah Fidel sebelum akhirnya menyetir ke arah rumah sakit. Sebelumnya ia menelpon Alex yang bertugas mengurus keamanan Klan Langton agar pria itu memerintahkan orang-orangnya untuk menangani Jenazah Edward dan menyelidiki penyerangan itu.


Nick mengetahui Alex saat itu tengah berada di luar kantor bersama Tuan Derek yang ikut mendengar percakapan itu dan memerintahkannya untuk pergi ke rumah sakit dimana tim dokter Barkley sudah menunggu mereka.


Lalu ia menelpon Tuan Mike yang mungkin akan segera membunuhnya ketika nanti mereka bertemu. Nick pasrah, Nyonya mereka ditawan dan entah apa yang diinginkan oleh para penjahat itu.


Setelah sampai di rumah sakit, Nick disambut dokter Barkley yang sudah menunggunya bersama Derek dan Alex.


Kedua laki-laki itu membantu menurunkan Tuan Eloy yang pucat pasi dan kaku. Dengan susah payah bibir tua itu berguman ke arah Derek.


"Derek...Regina...." Ia menggapai ke arah Derek dengan air mata mengalir. Derek segera menyambut tangan tua itu dan menggenggamnya erat.


"Shhh...Kumohon anda tenanglah. Jaga kondisi anda,Tuan. Kita akan menemukannya! Aku berjanji!"


Suara mobil berdecit di depan unit gawat darurat itu. Mike turun dari bangku penumpang dengan wajah pucat pasi dan mata yang gusar.


"Derek..."


Derek memberi tanda dengan matanya agar Perawat segera membawa Tuan Eloy ke dalam bersama Fidel dan Nick yang sudah lebih dulu dibawa masuk. Alex ternyata sudah masuk bersama Nick. Beberapa pengawal dengan pakaian bebas terlihat berkeliaran di wilayah itu. Mike menyadari Alex sudah menghubungi orang-orang di jaringan bawah tanah yang kerap membantu mereka.


Derek merangkul bahu Mike dan membawanya masuk.


"Tenanglah...Kita nilai situasinya agar bisa bergerak cepat."


Mike mengangguk dan tanpa kata mengikuti ketika Derek menghela bahunya masuk ke dalam unit gawat darurat.


Dokter Barkley mengantarkan mereka di ruang khusus, dimana Tuan Eloy dan Nick tengah ditangani.


"Apa yang mereka inginkan!" Alex mengernyit setelah mendengar penuturan Nick.


"Ini surat ancamannya." Alex mengulurkan surat itu pada Mike. Nick mengambil kertas yag dilemparkan oleh para penculik itu ke dalam mobil Regina sesaat sebelum mereka pergi meninggalkan lokasi.


"Aku akan membunuh putri kesayanganmu, Jalang.." Derek membisikkan kata-kata yang tertulis di kertas.


Derek mengernyit. "Kenapa ia memanggilmu jalang Tuan Eloy?"


Eloy Sanchez tampak terbelalak dengan wajah memutih seolah kehilangan rona. Sejak dibawa oleh Nick menuju rumah sakit, ia sudah memikirkan dan menduga dalang dari kejadian ini.


"Jalang...itu...itu...." Eloy tidak sanggup melanjutkan dugaan dalam otaknya. Jalang adalah panggilan Eleanor untuk Marinna, mungkinkah wanita yang sudah gila itu....


Setelah menelan ludah berkali-kali, Eloy mencoba bicara." Mungkin...mungkinkah itu Eleanor?"


"Istri pertamamu?" ujar Mike serak setelah menyadari siapa wanita yang disebut oleh Eloy.


Eloy mengangguk cepat. " Dia telah dikurung oleh sepupunya Beltrand di rumah sakit jiwa setelah aku menemukan penyiksaan yag dilakukannya pada Lucius. Aku hampir membunuhnya, namun Beltran berjanji akan mengurungnya di rumah sakit jiwa dan tidak akan membuatnya keluar selamanya...."


Mike mengusap wajahnya, mengingat cerita Regina tentang penyiksaan yang dilakukan wanita itu pada Lucius. " Alex...Cepatlah...." bisik Mike pelan. Ia tiba-tiba merasa lemas dan terjajar mundur. Hampir saja akan jatuh jika saja tidak segera ditangkap oleh Derek.


"Please Big Brother... Jangan memikirkan yang tidak-tidak dulu. Orang-orang kita sudah bergerak...."


Derek memaksa Mike duduk di sebuah kursi. Mike mengernyit menyadari nama Beltrand yang disebutkan oleh Tuan Eloy.


"Beltran?...Ayah...di masa lalu, Seorang pria bernama Bertrand pernah datang sehari sesudah kau menemui Rudolf untuk mencari Marinna. Laki-laki ini juga mencari Marinna, lalu beberapa hari kemudian, dalam perjalanan ke mansion Sky, Regina tertembak. Kami mengira orang ini adalah orangmu...."


Eloy terbelalak sambil menggeleng." Tidak...Tidak Mike, Aku tidak mungkin menyuruh orang untuk menyakit istri dan putriku! Dia Beltrand, sepupu Eleanor, orang yang mengurus semua properti dan perusahaan Montague...karena pewaris satu-satunya Eleanor dinyatakan gila dan tidak bisa mengurus semua itu."


"Aku akan menyiapkan mobil dan menambah penjagaan di rumah sakit. Kita akan berkunjung ke tempat orang ini. "Derex menyingkir dan segera menghubungi beberapa orang.


Alex memandangi Mike yang berulang kali mengusap wajahnya, Alex tahu seberapa khawatirnya laki-laki itu. istri dan putrinya yang masih berada di dalam kandungan, dibawa oleh seorang penderita gangguan jiwa yang tidak segan-segan menyiksa putranya sendiri.


Dering ponselnya mengalihkan fikiran Alex. Ia melihat nama Ivy tertera di layar dan mengernyit.


"Ya?" Alex berusaha mengatur nada suaranya.


"Kau tahu dimana Derek? Aku tidak dapat menghubunginya." Eve bertanya langsung dengan nada suara tidak sabar.


"Ada apa? kenapa kau mencarinya?"


"Amy di rumah sakit. Ia akan segera melahirkan. Katakan padaku dimana dia?"


Alex memejamkan mata dan menarik nafas panjang. Keheningan lama itu membuat Eve akhirnya berteriak.


"Hei!! Kau mendengarku kan!?"


"Aku akan mengatakannya pada Derek, Ivy. Kau jagalah Amy. Pastikan semuanya baik-baik saja. Oke...."


Nada suara Alex membuat Eve akhirnya menyadari ada sesuatu yang salah.


"Alex...Ada apa? Dimana Derek?"


"Oh, Derek bersama kami Ivy. Ia baik-baik saja. Hanya saja...terjadi sesuatu pada Reggie."


"Reggie? Ada apa dengan Reggie?" Eve bertanya khawatir mengingat Reggie yang tengah hamil besar.


"Seseorang Menculik Reggie, Ivy. Meninggalkan surat ancaman akan membunuhnya."


"Apa!!" Eve kembali berteriak.


"Sekarang tenanglah Ivy. Amy membutuhkanmu. Aku akan mengatakan pada Derek agar ia bisa kesana menemani Amy. Keadaan belum menemui titik terang saat ini. Sebaiknya Derek menemani istrinya dulu."


"Ya....sampaikan padanya semua baik-baik saja. Sejauh ini semuanya lancar..."


"Bagus. Kami mengandalkanmu Ivy." Alex mematikan ponselnya dan segera mendekati Derek yang masih sibuk menelpon. Alex menepuk pelan bahu lelaki itu.


"Derek..."Alex mendekatkan mulutnya ke telinga Derek dan berbisik. Derek membelalak dan segera melirik Mike yang baru saja menutup panggilan di ponselnya.


"Pergilah. Aku akan menjaganya. Kami akan pergi menemui Beltran," ucap Alex sambil menganggukkan kepala.


Derek menarik nafas panjang dan baru saja akan mengatakan sesuatu ketika Mike mendekati mereka.


"Kita pergi sekarang Alex. Lance menelponku. Lucius tidak dapat dihubungi. Dia pergi begitu saja dari kantor setelah menerima sebuah panggilan telpon."


Ketiga pria itu saling berpandangan sebelum Derek akhirnya memecahkan kesunyian itu.


"Aku sudah menghubungi orang-orang kita, mereka menunggu kalian di mansion Montague. Pergilah ke landasan helipad di atas, Helikopter kita sudah menunggu kalian dan akan membawa kalian kesana. Aku akan ke rumah sakit melihat Amy dan memastikan persalinannya berjalan lancar, Aku akan bergabung setelahnya..." Alex mengangguk mendengar penuturan Derek, sedangkan wajah Mike menjadi semakin pias mendengar kata persalinan, ia mengingat Reggie dan putri kecilnya yang masih berada di dalam kandungan. Derek sangat memahami bagaimana perasaan Mike saat ini, lalu ia mendekap Mike ke dalam rengkuhan lengannya.


"Percaya padaku Brother...Kita akan menemukannya..." Bisikan lirih itu membuat Mike memejamkan mata. Ia sungguh berdoa pada Tuhan semoga Derek benar.


**********


From Author,


Mohon maaf up agak lama ya Readers karena kesibukan Author sehari-hari. Semoga setia dan tetap sabar menanti up nya🙏🙏😍😍


Jangan lupa tetap like dan ditunggu komentarnya, bintang lima dan favorite serta Vote.


Terimakasih semua...


Salam, DIANAZ.