Love Seduction

Love Seduction
Chapter 43. Snake River



Perjalanan kali ini terasa agak melelahkan bagi Mike. Beban di pikiran membuatnya merasa suram menghadapi harinya. Ia memandang keluar kaca mobil, jalan yang ia lewati dipenuhi pepohonan di sisi kiri dan kanan. Homer tua hidup bersama keponakannya di rumah kayu tak jauh dari desa di dekat sungai Snake River.


Beberapa saat kemudian, mobil yang membawa Mike melintasi jalan menurun menuju sisi sungai yang memanjang dan meliuk seperti ular, mungkin inilah penyebab daerah ini di sebut Snake River.


Mobil terus melaju melewati sebuah desa kecil, kemudian kembali melewati daerah hutan dan mulai menanjak menuju sebuah bukit kecil. Di sisi kanan jalan di atas bukit, berdiri sebuah rumah kayu, tempat mobil akhirnya berhenti.


Mike melihat sekeliling tempat itu, sepi ....


"Istirahatkan dirimu, Nick. Buat dirimu nyaman. Aku akan mencari Homer."


Mike melihat pengawalnya itu mengangguk.


"Baik, Tuan."


Mike segera turun dan membawa tas yang ia bawa. Berisi pakaian dan satu set kantong tidur. Ia berjalan mengelilingi rumah menuju arah belakang, lalu menyusuri jalan setapak kecil menurun di belakang rumah.


Beberapa menit berjalan Mike sampai di pinggir aliran sungai dan sesuai perkiraannya, Homer tengah berbaring di sebuah dipan di bawah pohon dipinggir sungai.


"Kau tidak memancing?"


Pertanyaan yang diucapkan dengan suara dalam itu membuat Homer membuka mata seketika. Ia menoleh dan memicingkan mata, merasa silau oleh cahaya matahari yang membayang di belakang Mike.


"Jangan katakan kalau kau sudah lupa siapa aku." Kembali Mike bersuara.


Seketika laki-laki tua itu bangkit dan berdiri. Senyum lebar menghias wajahnya, gerakannya masih gesit walaupun tubuhnya sudah menua.


"Michael ... anakku ...." Homer memeluk Mike, yang segera dibalas dengan erat oleh Mike.


"Jangan panggil nama itu, Paman" Mike berbisik pelan. Membuat Homer semakin mengeratkan pelukannya.


"Ah ... aku merindukanmu, Mike."


"Aku juga merindukanmu, Paman Homer."


Lama keduanya berpelukan sebelum akhirnya mereka melepaskan diri. Homer tersenyum dan mengajak Mike duduk di dipan. Laki-laki itu mengernyit.


"Sudah bertahun-tahun kau tidak pernah menemuiku."


"Ya ...."


"Lalu kenapa baru sekarang?"


"Aku ingin menanyakan sesuatu."


"Tentang?"


"Salah satu informasi yang Rudolf jual pada Sanchez."


Lama Homer terdiam, lalu ia berdiri dan menepuk bahu Mike.


"Aku akan menjawabnya, tapi kau harus menemaniku malam ini. "


"Sekarang ikuti aku pulang."


Laki-laki tua itu melangkah kembali menaiki jalan setapak menuju ke arah rumah. Mike mengikutinya dalam diam.


**********


Mereka makan malam dengan menu sederhana yang dimasak oleh Marc keponakan Homer. Empat laki-laki itu mengelilingi meja dan makan dengan lahap. Setelahnya Mike dan Homer bersama sama menyeduh kopi dan membawanya ke teras rumah kayu tersebut.


"Nick, kau mau kopi, Anak Muda?" Homer mengacungkan mug kopi ke arah Nick yang duduk di tangga rumah. Pengawal Mike itu tersenyum dan segera menggeleng. Ia masih mengutak-atik ponsel yang berada di tangannya.


"Percuma saja Nick. Homer sengaja mencari tempat dimana ponsel tidak berguna. Kalau tidak, aku hanya tinggal menghubunginya untuk menanyakan sesuatu."


Homer terkekeh mendengar ucapan Mike.


Satu jam kemudian mereka terlibat pembicaraan tentang kabar keluarga Langton, perjalanan bisnis dan hal-hal biasa. Mike belum mau menanyakan perihal urusannya di depan Nick dan Marc.


"Kau siap Mike? Cuaca sangat bagus malam ini." Homer memandang Mike yang sepertinya sudah tidak sabar ingin menanyakan sesuatu.


"Ya. Kantong tidur milikku sudah siap, Paman. Milikmu?"


Marc mengangkat sebuah kantong tidur dan mengulurkannya pada Homer.


Dua pria itu berdiri dan undur diri dari teras. Nick segera menyingkir memberikan jalan untuk mereka menuruni undakan tangga kayu.


Homer dan Mike kembali berjalan dengan bantuan sinar senter yang mereka bawa ke jalan setapak di belakang rumah. Di masing-masing tangan, mereka sudah siap dengan satu set alat pancing dan kantong tidur masing masing.


Sampai area terbuka di dekat aliran sungai, Mike segera menyalakan api, mantel tebal yang ia pakai membuat udara dingin malam itu tidak menembus ke kulitnya.


Mike segera mengambil alat pancing dan mengikuti Homer duduk di sebuah kayu besar di pinggir sungai. Laki-laki itu telah lebih dulu melempar umpan.


"Apa yang ingin kau ketahui, Anakku?"


Homer langsung bertanya ketika Mike selesai melempar umpan dan telah duduk menunggu seperti dirinya di kayu besar. Api yang dibuat Mike di belakang mereka menerangi punggung dan membuat wajah mereka gelap tertutup bayang. Membantu Mike menyembunyikan ekspresinya dari Homer.


"Salah satu informasi yang dijual Eliazar."


Homer menarik napas panjang. Ia bekerja bertahun-tahun pada Rudolf Eliazar dan menyaksikan laki-laki itu menghancurkan dirinya sendiri dan memberikan kenangan buruk bagi putra satu-satunya. Mike bahkan meminta Erland menghilangkan nama keluarga Eliazar dan menghapus namanya sendiri. Hanya nama panggilan yang biasa digunakan Erland yang ia gunakan.


"Tentang apa?"


"Beberapa waktu sebelum Rudolf diketahui berkhianat, dia menjual informasi pada seseorang bernama Sanchez." Mike memulai.


"Sanchez ...." Homer mengingat-ingat dan terbayang pada sosok pria berambut hitam yang datang ke Mansion Eliazar dengan sejumlah penawaran pada Rudolf.


"Sanchez ... Eloy Sanchez. Ya, Aku ingat pria itu."


************