
Reggie turun dari mobil yang dikendarai Alex dengan cepat. Ia sudah menahan lelehan air matanya sedari tadi. Alex ditugaskan Mike menjemputnya dan tanpa tahu bahwa ia telah dimanipulasi oleh Reggie, Alex menceritakan semua kejadian penyelamatan Amy yang berujung menjadi perangkap bagi Derek.
Reggie cukup mengatakan bahwa Mike sudah menceritakan kejadiannya, tapi tidak secara detil. Kejadian yang ia maksud adalah rencana untuk membuatnya menjadi umpan. Namun Alex mengira kejadian yang Reggie maksud adalah upaya penyelamatan Amy.
Reggie memintanya menceritakan rencana penyelamatan itu secara lengkap. Selama perjalanan Alex bercerita bagaimana mereka menyusul ke koordinat yang menandai keberadaan Amy, Reggie mendengarkan dengan hati berdebar, berusaha menyimpan kegalauannya di depan Alex yang mengira ia sudah tahu tentang Amy yang sudah tertangkap musuh dan sekarang Derek Langton yang berusaha menyelamatkannya malah masuk dalam jebakan dan dibawa bersama Amy ke tempat yang tidak diketahui rimbanya.
Reggie menghapus lelehan air matanya dengan lengan. Ia mendobrak pintu dan langsung melihat Mike yang tengah meletakkan ponsel di meja kerja Derek.
Mike tengah berkoordinasi dengan para anak buah mereka di jaringan bawah tanah, sebuah organisasi yang melancarkan semua pekerjaan dan memenuhi semua kebutuhan mereka. Mereka bekerja dalam kecepatan dan kesigapan yang terlatih bahkan membunuh tanpa menimbulkan jejak yang bisa di telusuri. Tetapi jaringan mereka kesulitan dalam mencari jejak kemana Derek dan Amy dibawa, namun sebuah informasi kecil yang harus Mike pastikan sendiri kebenarannya membuatnya harus menghubungi seseorang yang selalu ditolak kerjasamanya sejak dulu oleh ayah Derek, Erland Langton.
Keluarga Sanchez. Mike tengah menunggu kedatangan pemimpin keluarga itu di mansion saat pintu terdengar didorong kuat dan Reggie masuk dengan wajah marah.
Reggie berlari dan menyarangkan tinjunya ke rahang Mike, namun dengan gesit Mike menghindar. Gadis itu tak segera berhenti, ia menangkap leher Mike dan mencekiknya kuat-kuat. Mike yang merasakan cengkeraman Reggie mulai membuatnya sulit bernapas terpaksa memegang kuat kedua lengan gadis itu. Ia meremas sekuat tenaga, membuat Reggie merasakan sakit luar biasa di lengannya yang seperti ingin diremukkan oleh Mike.
Mike tak menaruh belas kasihan sampai Reggie melepas cengkeramannya. Ia memelintir lengan Reggie ke belakang tubuhnya ketika merasakan cengkeraman di lehernya mulai mengendur.
"Sudah kukatakan jangan bermain-main dengan nyawaku, Regina!" Mike membentak keras. Ia sangat marah dan tidak ingin melayani kemarahan gadis itu. Banyak pekerjaan yang harus ia lakukan untuk menyelamatkan Derek dan Amy.
"Kau membohongiku!" Reggie berteriak.
"Semua rencana ini jadi berantakan karena nonamu itu melarikan diri dan membuat dirinya tertangkap! Ia mengatur rencananya sendiri!"
"Jangan menyalahkannya! Kalian para pria bodoh yang tidak mampu untuk melindunginya!"
Mike mendengar teriakan Reggie dan merasa sangat geram.
"Jangan lupa Derek menyerahkan dirinya agar Nonamu tidak disekap sendirian di sana! Jangan mengamuk dan bersikap tidak masuk akal Regina! Banyak yang perlu aku kerjakan untuk menyelamatkan mereka berdua!"
Mike membalikkan paksa tubuh Regina, Ia tidak menyangka akan melihat mata hitam itu berkaca-kaca menahan tangis. Reggie segera menunduk agar Mike tidak melihat wajahnya.
"Kau ...." Mike kehilangan kata-kata.
Reggie merasa sangat sesak. Ia merasa sangat tak berguna. Merasa selalu diselamatkan oleh keluarga Sky tanpa mampu melakukan hal yang sama. Tiba-tiba tubuhnya ditarik ke arah dada Mike, pria itu memeluknya erat.
"Kita akan menyelamatkan mereka. Jangan menangis ... mereka akan segera kembali." Mike berkata lembut. Membuat pertahanan Reggie jebol dan ia menangis terisak-isak.
"Berjanjilah padaku ... hanya dia keluargaku sekarang." Kata-kata penuh kepedihan itu membuat Mike memejamkan mata. Karena itulah yang tengah ia rasakan terhadap Derek. Ia membiarkan Reggie menangis di dadanya, lalu menyandarkan pipinya di puncak kepala gadis itu, berharap hatinya sendiri bisa sedikit melepaskan beban yang terasa berat menghimpit dadanya.
"Apakah kami mengganggu, Mike?" tanya pria itu.
Mike menggeleng cepat. "Tidak. Aku sudah menunggumu, Sanchez."
Mike merasakan ketegangan seketika menjalar di tubuh Reggie begitu kata-katanya selesai.
"Ah ... panggil saja aku Lucius," ujarnya sambil menyunggingkan senyum miring, yang membuat wajahnya makin terlihat sinis.
Mike menghela tubuh Reggie, memandang wajah gadis itu yang pucat dan rambut hitam yang tergerai menutup sisi-sisi wajahnya.
"Pergilah bersama Alex." Perintah itu mendapatkan anggukan cepat dari kepala Reggie.
Reggie berbalik dan berjalan sambil menunduk, sehingga wajahnya tertutup oleh tirai rambut hitamnya yang panjang.
Lucius Sanchez memiringkan kepalanya, mengernyit memandang Reggie sambil berpikir. Ia berusaha mengintip wajah Reggie lewat helaian rambut hitam yang menutupinya.
Reggie terus melangkah sampai akhirnya ia berlalu dari ruangan itu diikuti oleh Alex. Ia bernapas lega sambil berpegangan pada dinding di luar ruangan Mike untuk mengatur napas. Wajahnya yang pucat membuat Alex mengerutkan kening.
"Ada apa? Kau kenapa?" tanya Alex khawatir. Gadis itu terlihat seperti akan pingsan di mata Alex
Reggie menggeleng cepat. "Tidak. Tidak apa-apa, Alex. Aku hanya butuh istirahat."
Tanpa menunggu jawaban Alex, Reggie berlari menuju kamarnya di mansion itu. Ia mengunci pintu rapat-rapat, lalu naik ke atas ranjang dan masuk ke bawah selimut. Ia menggigil di bawah selimut tebal yang menutupinya. Meringkuk dengan air mata yang mengalir deras menuruni lereng pipinya.
"Mommy ... apa yang harus kulakukan sekarang?" Nada ketakutan kental mewarnai rintihan di tengah keheningan kamar Regina.
**********
Vote ... Like, koment, bintang5, favorite jangan lupa ya pembaca, untuk vitamin penyemangat Author๐๐๐
Tetap setia dan tunggu kelanjutannya
Salam, DIANAZ.