
"Eloy Sanchez ...."
Homer menyebut sebuah nama yang membuat kening Mike berkerut. Suara jangkrik berbunyi meningkahi dua pria yang bercerita sambil memancing di pinggir aliran sungai Snake River.
"Itukah namanya? Aku tidak tahu nama depannya. Aku hanya mengenal seseorang yang sekarang ingin tahu tentang informasi yang Rudolf jual. Seseorang bernama Lucius Sanchez."
Mike menggerak-gerakkan reel pancing, membuat tali pancing bergerak.
"Sanchez yang pernah datang ke Mansion Eliazar adalah Eloy Sanchez. Seorang pria dengan rambut hitam dan mata berwarna hitam. Memberikan penawaran sejumlah uang dalam jumlah yang sangat besar. Rudolf segera menyambarnya." Homer terdengar menarik napas berat.
"Apa yang ingin diketahui oleh Sanchez, Paman Homer?"
Mike menunggu jawaban Homer yang kemudian merasakan tarikan pada tali pancingnya. Umpannya sepertinya dimakan oleh seekor ikan. Homer memutar reel pancing dan tarik-menarik dengan ikan yang sepertinya tidak mau begitu saja menyerah dirinya tertangkap.
Joran diangkat dan seekor trout tampak menggelepar di mata kail pancing Homer. Dua pria itu tertawa gembira.
Sambil melepas ikan dari mata kail, Homer melanjutkan cerita masa lalu yang ingin Mike ketahui.
"Dia ingin tahu keberadaan seorang wanita yang membawa seorang gadis kecil. Eloy mengatakan gadis itu putrinya. Eloy memberi informasi kalau wanita itu mencari temannya dulu ketika hidup bersama di panti asuhan, seseorang bernama Isabella."
"Kenapa Eloy mencarinya ke keluarga Langton, Paman? Darimana ia tahu kalau Margaretha Langton adalah Isabella?"
"Eloy tidak tahu, Mike. Ia hanya menebak. Ia menyelidiki bahwa teman wanita itu yang bernama Isabella dibawa oleh Steve Langton. Kemudian ia hanya menebak setelah mengetahui ada seorang anak angkat perempuan di keluarga Langton."
Mike mengangguk mengerti.
"Rudolf saat itu masih bebas berkeliaran di Mansion Langton. Ia masih menjadi tangan kanan kepercayaan Erland. Padahal saat itu Erland sudah mulai mengetahui semuanya. Ia hanya mengumpulkan bukti. "
Mike mengeretakkan gerahamnya. Mengenang Rudolf Eliazar membuat rasa sakit hatinya kembali terasa.
"Saat itu di Mansion Langton memang kedatangan seorang perempuan berambut pirang. Aku tidak tahu namanya ... dia datang bersama seorang gadis kecil bertubuh kurus. Aku pernah melihat mereka sekali saat menemani Rudolf menemui Erland. Wanita itu tampak tidak sehat ...."
"Gadis kecil itu ... bagaimana sosoknya?"
"Dia berkulit putih, dengan rambut hitam melebihi bahu. Warna matanya juga hitam, setelah Sanchez datang ke Rudolf mengatakan itu putrinya, aku agak percaya teringat kemiripannya dengan Eloy."
Mike merasa tekanan di dadanya makin berat. Homer telah mengangkat trout keduanya kali ini, Mike tidak bernafsu berusaha menandingi pria tua itu memancing.
"Dia menjual informasi itu?" Mulut Mike merasa gatal menyebut nama laki-laki yang merupakan ayahnya itu. Ia sebisa mungkin tidak menyebut nama Rudolf.
"Ya. Dia memberitahu Sanchez dan memberi saran agar Sanchez menemui Erland untuk mengambil putrinya kembali. Tapi sesuatu terjadi sebelum itu terlaksana ...."
"Apa yang terjadi, Paman?"
"Erland mengirim wanita dan gadis kecil itu ke Mansion Sky untuk bertemu dengan Greta Sky, kau tahu siapa Greta bukan?"
"Ya. Dia Margaretha Langton alias Isabella."
Homer mengangguk.
"Penyerangan terjadi pada mobil yang mengantarkan wanita itu. Membuat Erland menarik kembali mereka ke Mansion Langton. Saat itu, gadis kecil itu tertembak."
Mike membelalak dalam kegelapan malam, menoleh ke arah Homer yang masih memandang ke aliran sungai. Tidak menyadari reaksi Mike mendengar perkataannya barusan.
"Sebuah tembakan di bahu kanan atas. Membuat anak itu pingsan. Nyawanya masih selamat."
Mike menggeretakkan giginya. Jika benar Rudolf menjual informasi dan Eloy menyewa orang memburu Marinna dan menyebabkan Reggie terluka, maka Rudolf sungguh memberikan andil atas penderitaan ibu dan anak itu hingga saat ini.
Sanchez tidak pernah berhenti mencari mereka di keluarga Langton dan Sky bertolak dari informasi yang diberikan oleh Rudolf.
Senyum geli terkembang di bibir Homer. Ia menoleh ke arah Mike yang juga tengah memandangnya. Cahaya api unggun memberikan penerangan bagi Mike melihat kilasan senyum di wajah tua itu.
"Mengapa kau tersenyum?"
"Erland sungguh tidak berkutik bila sudah berhadapan dengan Margaretha. Wanita cantik itu datang dan memarahi Erland. Menyesalkan penjagaan Erland yang tidak maksimal mengawal pengantaran temannya dan gadis kecil itu ke Mansion Sky. Berulang kali Margaretha mendorong dada Erland hanya dengan jari mungil telunjuknya. Membuat laki-laki bertubuh besar itu mundur."
Tawa Homer terdengar, mengingat kejadian di aula mansion. Ia keluar dari ruang kerja Erland bersama Rudolf saat itu dan menyaksikan kejadian langka Erland yang kalah dan terpaksa mundur.
Mike ikut tersenyum.
"Kurasa Arthur Sky sungguh merasa menang saat itu. Pria itu tertawa dan menonton musuhnya dimarahi oleh istrinya." Homer terkekeh. Membuat Mike ikut terkekeh.
"Dan itulah terakhir kali wanita itu terlihat. Greta dan Arthur Sky membawanya dalam perlindungan keluarga Sky."
"Tapi Eloy tetap datang menemui Erland bukan?"
Homer mengangguk.
"Tiada apapun yang ia dapat dengan menemui Erland. Erland menutup rapat-rapat semua informasi. Eloy bahkan sudah mengatakan bahwa ia hanya ingin mencari putri kecilnya. Namun Erland bergeming. Setelah pertemuan itu, Eloy menemukan jika pergerakannya mencari wanita itu benar- benar tertutup. Tiada celah sedikitpun baginya."
"Lucius mengatakan kalau Eloy menemui Arthur setelah gagal dengan Erland. Namun hal sama terjadi. Arthur memperingatkannya agar melupakan usahanya mencari gadis kecil itu." Mike melanjutkan penjelasan Homer.
"Benarkah? Lucius? Siapa Lucius ini, Mike?" Homer mengerutkan keningnya.
"Dia putra tertua Eloy Sanchez. Mereka masih mencari gadis kecil itu ...."
Homer terkejut, entah terkejut karena ucapan Mike atau karena kailnya kembali dimakan dan pancingnya bergetar. Lelaki tua itu kembali sibuk dengan ikan yang ia dapat. Mike menarik napas panjang memandangi ujung pancingnya sendiri.
" Sudah bertahun-tahun ... rupanya Sanchez masih berusaha."
Mike mengangguk. Dan aku memberikan jalan itu pada mereka.
Mike menerawang menatap langit yang hanya dihiasi dengan satu dua bintang.
"Erland dan Arthur memberikan perlindungan dan menghilangkan jejak wanita itu pasti dengan suatu alasan. Tapi jangan tanya aku alasan mereka, hanya mereka yang tahu." Ucapan Homer menyela lamunan Mike.
"Kau tahu ... kejadian itu hanya berselang dua minggu sebelum pengepungan Mansion Eliazar." Tambah Homer lagi.
Mike menoleh cepat. Ia teringat perkataan Lucius yang memberitahunya bahwa beberapa minggu kemudian pemberi informasi ayahnya itu mati terbunuh. Waktunya pas ... Eliazar mati dua minggu kemudian.
**********
From Author,
Sedikit flash back ke masa lalu para orang tua mereka ya para pembaca. Di chapter-chapter ini author akan ajak menyeberang sebentar ke masa lalu Reggie dan Mike.
Ceritanya bakal terus berlanjut, jadi stay dan tungguin terus update dari thor ya.
Author mohon maaf tidak bisa up banyak karena ada pekerjaan di real life yang harus dilakoni ...tapi komentar penyemangat dan like yang bertambah bikin Author selalu berusaha keras agar kisahnya bisa di upload. Tentu saja akan update setelah lolos review dari pihak manga/noveltoon.
Maaf Author nyinyir nih😂😂😂.... Terimakasih semua udah baca karya thor.
Terimakasih.
Salam, DIANAZ.