
Mike melangkah perlahan mendekati Regina yang terikat di kursi. Ia membuka ikatan tali pada tubuh gadis itu, kemudian menunduk membuka ikatan tali pada kedua tangannya. Dengan kedua lengannya, Mike memegang kedua bahu gadis itu. Mengangkatnya dari kursi kayu yang didudukinya.
Reggie tidak dapat menggerakkan kakinya lagi. Kakinya terasa sangat lemas ketika mengetahui lelaki di depannya benar-benar adalah Mike.
Mike memegang dan menyangga tubuh Reggie yang lunglai seperti tidak bertulang.
"Kenapa? Terlalu terkejut dan kehilangan kekuatanmu?" Mike mencoba berbicara dengan nada datar. Ia menahan keinginannya memeluk erat gadis itu di dadanya.
Setelah mendongakkan wajah Reggie, ia menghapus bulir air mata yang mengalir di pipi gadis itu, kemudian memegang ujung lakban yang menutup mulut Reggie.
"Tahanlah, ini akan sedikit sakit." Lalu dengan sekali sentakan Mike melepas lakban itu. Membuat Reggie mengernyitkan dahi menahan sakit.
Lucius memandang kejadian itu dari ujung tangga. Ia melihat ekspresi Derek dan yakin kalau Derek juga mengenal pelayan mereka itu. Wajah pria itu terlihat terkejut, senang dan juga khawatir sekaligus. Ia tidak dapat melihat wajah Mike dari tempatnya berdiri.
"Jadi kalian mengenalnya?" Suara Lucius menggema di ruangan temaram itu.
Reggie mendongak menatap Mike dengan wajah panik. Kedua tangannya yang memegang dada Mike tanpa sadar mengepal. Membuat jari-jarinya menggenggam kemeja Mike dalam genggamannya.
Mike menggeleng perlahan. Ia mendekat dan memeluk Reggie dalam rengkuhan kedua lengannya. Mike menunduk dan berbisik.
"Stttt ... kau memilih menghadapinya kan. Sekarang ada kami. Kami akan melindungimu." Ucapan Mike membuat Reggie melirik dan ia menangkap sosok Derek dari sudut ekor matanya. Suami Amy itu terlihat berdiri dengan kaki lebar dan kuda-kuda siap seolah tengah bersiap jika ada yang akan menyerang mereka di penjara yang redup itu.
"Aku memintamu menangani mereka, Lance. Mereka harus membayar setiap helai rambut gadis ini yang sudah mereka potong. Aku tidak ingin melihat satu helai rambut pun masih tersisa di kepala mereka." Dengan suaranya yang dingin Mike menyuarakan keinginannya. Mata abu-abu itu menatap Lance lebih dingin lagi.
"Mereka orang-orangku. Kau tidak punya wewenang akan hukuman apa yang akan kami berikan pada mereka." Lucius memandang punggung Mike yang menegang ketika ia berbicara.
Pria itu pasti kesal mendengar ucapanku barusan, pikir Lucius geli. Namun rasa gelinya hilang ketika Derek memaku matanya dan berujar dengan wajah dingin.
"Lakukan persis seperti apa yang Mike katakan, Lucius! Atau kami akan melakukannya sendiri! Gadis ini adalah salah satu anggota keluarga Langton!"
Mike merasakan genggaman Reggie di kemejanya semakin erat. Gadis itu seperti berpegangan padanya dan takut jatuh. Mike merengkuhnya makin dalam. Menyembunyikannya dari pandangan mata Lucius.
Empat orang gadis yang telah berdiri di depan jeruji penjara memandang ngeri ke arah tuan mereka. Melihat perubahan wajah tuannya Lucius dan juga Lance yang tersentak ketika mendengar ucapan Derek.
Anggota keluarga Langton? Berada di mansion mereka? Dan menjadi pelayan?
Lucius mengetatkan gerahamnya. Dan memandang marah pada Derek.
"Maksudmu ... dia anggota klanmu yang kau susupkan ke mansionku? Apa yang kau cari, Derek!? Kau baru saja mengakui kalau kau memasukkan seseorang ke wilayah pribadiku! Tempat tinggalku!"
Suara yang meninggi itu membuat Mike menarik napas panjang. Lucius akan semakin marah sebentar lagi. Mereka butuh tempat bicara yang layak dan nyaman. Bukan di sel bawah tanah yang remang-remang dan pengap.
Lucius melirik ke arah empat pelayannya dan mendapati salah satu gadis itu masih memegang gunting. Ia melotot dan rasa mual mulai menyerang perutnya. Gunting di depan matanya dan gadis itu bahkan tidak tergerak untuk menyembunyikan benda tersebut.
Lance melihat arah pandangan mata tuannya dan menyadari salah satu gadis itu memegang benda yang paling dibenci oleh tuannya. Ia menggeram dan berjalan ke arah gadis itu. Ia mengambil gunting dan menyembunyikannya di balik jas yang ia pakai.
"Kalian akan menerima hukuman karena hal ini," desis Lance.
Derek melihat ketika wajah Lucius berubah pucat dan memutih. Ia mengikuti arah mata Lucius yang memandangi sebuah gunting di salah satu tangan gadis itu. Gunting yang pasti mereka pakai untuk memotong rambut Reggie tadi.
"Kau kenapa?" Derek memandang Lucius yang sepertinya ingin muntah.
"Hukum mereka, Lance! Kurung mereka di sel-sel itu!" Dengan ucapan itu Lucius berbalik tanpa menjawab pertanyaan Derek. Ia melangkah menaiki tangga dan meninggalkan orang-orang di bawah sana.
Lance mulai bergerak melakukan perintah tuannya. Ke empat gadis itu mulai menangis dan memohon. Namun mereka didorong dan dikunci di sel itu oleh Lance yang tidak menggubris rengekan mereka.
Reggie sedikit menoleh ke arah sel ketika mendengar jeruji yang terkunci. Gadis yang tadi menggunting rambutnya memandangnya memelas sambil menangis.
"Kenapa kau tidak bicara dan memberitahu siapa sebenarnya dirimu. Kami akan berhenti andai kau mengatakannya," ujarnya merintih.
Mike menatap tajam gadis itu dan menggantikan Reggie menjawab kata-katanya.
"Kalaupun dia mengatakannya, kalian tidak akan percaya. Kuberitahu kalian, gadis ini ... adalah Nona besar kalian." Dengan kata-kata itu Mike membimbing Reggie meninggalkan tempat itu. Derek segera mengikutinya. Hanya Lance yang mengerutkan keningnya dan memikirkan kata-kata Mike tadi.
Nona? Nona besar kami?
*********
From Author,
Hai semua ... mampir juga di novel thor yang lain ya. Gak kalah seru sama Mike dan Reggie.
* Passion of my enemy
* Embrace Love
Follow Author dengan klik "ikuti" pada profil author ya.
Terimakasih.
Salam, DIANAZ