
Reggie merasa pandangannya berputar. Tapi ia mencoba menahan rasa sakit di kepalanya. Ia bersandar di dinding penjara dan mulai mengingat posisi Elina tergeletak.
"Elina ...." Reggie mencoba memanggil dalam kegelapan sel penjara itu. Tidak ada jawaban.
Setelah memejamkan mata beberapa saat, ia mengingat Elina berada di sisi kanan sel yang ia tempati. Reggie beringsut mendekat sampai tangannya merasakan jeruji besi penjara yang dingin.
Ia mengguncang pelan, menimbulkan bunyi di kesunyian itu.
"Elina, aku mohon jawab aku." Reggie mulai merasakan serangan panik, ia memejamkan matanya kembali dan menyandarkan kepalanya ke jeruji penjara.
Kelebat kenangan sebuah penjara di masa lalu kembali berputar di kepala Reggie. Ia mengatur napasnya yang mulai memburu, keringat dingin mulai mengembun di kulitnya.
Kenangan ketika ibunya diseret keluar dari sel penjara, lalu mulai didudukkan di atas sebuah kursi. Dengan tubuh terikat, ibunya hanya bisa menerima setiap pukulan dan siksaan yang dihantamkan ke tubuhnya. Ibunya saat itu hanya bisa merintih. Teriakan Reggie dari dalam sel sama sekali tidak didengarkan oleh wanita itu. Malah membuatnya makin bersemangat agar bisa mendengar tangisan dan teriakan Reggie yang semakin kuat.
"Tidak ... pergilah dari kepalaku." Reggie berbisik putus asa. Kegelapan ini membuatnya merasa sangat sesak.
"Elina ... Elina ...." Reggie kembali memanggil temannya sebelum dirinya sendiri akhirnya menyerah karena rasa sakit di kepalanya.
**********
Lance mengernyit ketika melangkahkan kakinya ke lantai bawah dan melihat beberapa pelayan masih berada di dapur. Ia menunggu di balik bayang -bayang ketika salah seorang dari mereka mengambil sesuatu dari sebuah kotak dan mengangkatnya di depan mata.
"Lumayan ... aripada tidak mendapatkan apa-apa sama sekali," ucap gadis itu.
Lance menunggu ketika para gadis itu kembali ke lorong tempat tangga menuju kamar-kamar pelayan.
Lance memilih turun ke penjara bawah tanah setelah malam larut dan sepi. Ia malas mendapati pandangan bertanya para pekerja mansion bila ia melakukannya di siang hari.
Perintah tuan Lucius penjara itu harus dalam keadaan siap. Tidak boleh ada kunci yang rusak, jeruji atau besi yang aus dimakan usia. Sepertinya tuannya akan menempatkan musuhnya dalam waktu dekat di sana.
Lance menarik napas panjang. Berharap hantu-hantu masa lalu tuannya segera pergi dan tuannya dapat hidup dengan tenang.
Lance menyalakan lampu yang bersinar redup dan mulai menuruni tangga . Ia langsung berjalan menuju sebuah pintu besi kedua di dalam penjara bawah tanah itu, melewati deretan sel-sel kosong yang sering digunakan oleh kepala pelayan dan Madam untuk menghukum dan memberi pelajaran bawahan-bawahan mereka.
Lance membuka kunci dan mulai mendorong. Ia masuk dan mengecek sel-sel yang berjejer di dalam ruangan itu. Hanya penerangan temaram yang bahkan lebih redup dari penerangan ruangan sel yang diluar.
Lance masih berdiri di lorong penjara dalam ketika rintihan itu ia dengar. Ia mengernyit, tadi ia memang tidak melihat ke arah sel-sel yang ada di ruangan pertama, Lance segera melangkah cepat keluar mencari sumber suara.
Dengan penerangan temaram di lantai bawah tanah itu, Lance melihat seorang gadis yang merintih sambil memegang kepalanya, lalu di sel sebelahnya ada seorang gadis lagi yang terlihat pingsan tergeletak.
Lance mendekat dan mengetahui dua gadis itu adalah pelayan dibawah tanggung jawab Madam, tapi Madam seharian ini berada di rumah sakit. Jadi siapa yang menghukum keduanya dan memasukkannya ke sel? Apakah kepala pelayan? Lance mengernyit. Kepala pelayan biasanya menyerahkan urusan seperti ini pada Madam. Madamlah yang menghukum para pelayan jika mereka ceroboh.
"Hei ... apakah kau mendengarku?" Lance memanggil gadis berambut hitam yang masih memegangi kepalanya. Seketika gadis itu mendongak mendengar suara Lance.
"Tu ... Tuan," ucapnya terbata.
"Mengapa kau ada di sini? Madam tidak berada di mansion, jadi siapa yang menghukummu?"
"I ... itu ...." Reggie bingung menjawab apa. Belum selesai ia bicara, Lance kembali mencecarnya dengan pertanyaan.
"Apakah para gadis tadi? Yang mengurungmu di sini?"
Reggie terdiam, belum bisa menjawab. Ia tidak tahu apakah para gadis yang dimaksud tangan kanan tuan Lucius itu adalah Liz dan pengikutnya. Seketika Lance menarik napas panjang.
Beberapa bulan terakhir mansion telah merekrut beberapa pelayan baru. Anehnya pelayan-pelayan itu tidak ada yang bertahan lama atau betah bekerja di sini. Madam telah melaporkan jika ia mencurigai ada yang membuat para gadis itu tidak betah bekerja di sana. Yang kabur atau berhenti adalah para gadis yang terlihat lebih lemah dan pendiam.
Madam mengeluh ia kesulitan jika harus membina dan mengajari pelayan baru setiap beberapa bulan, bahkan ada yang bertahan hanya beberapa minggu.
Selain merepotkan, akan sulit membuat mereka setia pada keluarga Sanchez jika setiap bulan harus mengganti pelayan.
"Kau berkelahi dengan mereka?" tanya Lance lagi. Gadis berambut hitam dengan piyama itu menggeleng.
"Siapa namamu?"
"Dia?" Lance menunjuk ke arah Elina.
"Dia Elina, Tuan. Ummm ... saya mohon Tuan, Bisakah saya memeriksa Elina? Dia tidak juga bangun dari tadi." Reggie seketika teringat kondisi Elina. Rasa khawatirnya membuatnya tanpa sadar memohon pada Lance.
"Kau mengganggu mereka? Kenapa mereka mengurungmu?" Lance kembali melihat kepala itu menggeleng.
"Kami tidak mengganggu mereka,Tuan. Kami tidak tahu kenapa kami dibawa kesini. Kami hanya pelayan baru, Tuan."
Lance melirik Elina yang tidak bergerak dan segera mengambil kunci. Ia membuka sel Reggie dan menunggu Reggie bangkit. Gadis itu sempat terhuyung sebelum akhirnya dapat berdiri tegak.
"Apa kau terluka?" Lance memicingkan mata memindai tubuh Reggie. Gadis itu kembali menggeleng.
Setelah sel Elina terbuka, Reggie segera masuk dan berlutut, ia memeriksa napas dan nadi Elina, lalu menarik nafas lega. Temannya hanya pingsan.
"Elina ... Elina. Bangunlah." Reggie menggoyang-goyangkan tubuh Elina. Lance tiba-tiba ikut berlutut, ia memeriksa dan menebak bahwa Elina sudah di bius.
"Temanmu tidak akan bangun untuk beberapa jam ke depan."
Reggie terbelalak memandang Lance.
"Perkiraanku dia sengaja dibuat tidur. Seseorang membiusnya."
Terkejut Reggie memandangi wajah temannya yang memang terlihat seperti tertidur lelap.
"Sebaiknya kalian kembali ke kamar kalian. Besok Madam akan mengurus masalah ini."
"Ah, kami dibebaskan, Tuan?" Reggie merasa lega. Mereka tidak tidur di penjara ini malam ini.
"Ya. Aku akan membawa temanmu. Kau bisa berjalan sendiri kan? Kepalamu baik-baik saja?" Lance tahu gadis itu merasa sakit pada kepalanya. Berulang kali ia terlihat menggosok pelipis dan belakang kepalanya.
"Ya. Aku bisa,Tuan."
Lance menggendong Elina dan memberikan kunci penjara pada Reggie.
"Kau kunci kembali sel-sel ini, Rose."
Reggie mengangguk mendengar perintah Lance. Ia mengunci sel, lalu mengikuti Lance yang menggendong Elina menaiki tangga menuju pintu besi.
"Matikan lampunya." Kembali Lance menyuruh Reggie mematikan lampu. Seketika ruangan di bawah sana diliputi kegelapan. Reggie bergidik dan segera keluar dari pintu besi yang kembali diperintahkan agar dikunci.
"Siapa mereka, Lance?"
Pertanyaan dengan nada datar itu membuat Reggie seketika membeku di depan pintu besi yang baru saja ia kunci. Lance segera berbalik menghadap sumber suara dengan Elina yang tertidur di dalam gendongannya. Laki-laki itu tanpa kesulitan membungkuk memberi hormat pada suara orang yang tadi bertanya.
"Ah ... Anda kemari, Tuan. Mereka para pelayan baru kita, Elina dan Rose." Lance memberitahu tuannya Lucius yang telah berdiri tak jauh dari pintu besi tempat Reggie menunduk dengan jantung berdebar keras.
**********
Jangan lupa like, love, koment, coin, bintang 5, serta vote untuk Mike and Reggie ya para pembaca. Terimakasih.
Baca kisah Derek dan Amy di novel thor " Passion of my Enemy" tinggalin juga jejak kalian di kolom komentar ya.
The New from Author dengan judul " Embrace Love " kunjungi jika banyak waktu luang. Ceritanya dijamin gak kalah seru.
Karya-karya ini murni hasil pemikiran author atau imajinasi thor ... orisinal hasil isi otak saya yang kepengen coba berkaryaππ jika ada kesamaan atau dikatain mirip, itu hanyalah kebetulan belaka.
Terimakasih masih stay di episode-episode mike and reggie yaππ
Author nyinyir lagi ni ππ.....Maaf. Sekali lagi terimakasih banyak.
Salam, DIANAZ.