I Am Fine

I Am Fine
Kantin rumah sakit



"Bagaimana Jaiden? Apa ada yang sakit? Apa perlu kita ke luar negeri?" Tanya Rena pada Jaiden.


Jaiden pun mendelikkan matanya malas, "Astaga Nek. Sudah berapa kali Jai katakan, kalau Jaiden itu tidak apa-apa Nek. Udah deh... lebih baik Nenek istirahat saja di Masion" Ucap Jaiden.


"Kau ini ya! Ya sudah Dimas ayo antar saya pulang! Cucu saya mengusir saya," Ucap Rena kesal.


Jaiden pun menghela nafasnya kasar, "Astaga Nek. Bukan seperti itu maksud Jaiden, Nenek kan capek baru saja pulang ngurus urusan di luar" Jelas Jaiden agar Neneknya itu tak salah paham.


"Aduh Kak Jaiden ini ck," Gumam Keisha lalu berjalan mendekat pada Rena. "Nek temani Kei kantin saja ayo! Kei udah lama gak cerita-cerita sama Nenek," Ajak Keisha pada Rena sembari mengandeng lengan Rena manja.


"Ya sudah ayo Kei, kita tinggalkan saja Jaiden disini. Nenek juga lapar, belum makan siang" Sahut Rena menyindir Jaiden.


Apa kalian semua berpikiran kalau Rena adalah Nenek tua Bangka yang bahkan jalan pun sulit? Oh tidak! Rena memang sudah berumur, bahkan umurnya sudah 67 tahun.


Namun karena Rena pandai merawat badannya, dan juga rutin berolahraga serta menjaga pola makannya. Hingga membuat dirinya tampak lebih muda 20 tahun, dari umurnya.


Rena juga terbilang masih kuat untuk berpergian jauh, buktinya dirinya dan Jinata juga masih ikut serta dalam mengurus bisnis mereka yang berada di Jepang.


Karena tidak mungkin juga, keluarga Renandra memberatkan beban terlalu berat pada Dino yang juga mengurus bisnis keluarganya, Aldebarano.


Tidak lama, kini keduanya sudah sampai di kantin umum milik rumah sakit Choren. Ketika Rena dan Keisha memasuki kantin tersebut, suasana disana tiba-tiba menjadi sepi dan hening.


Bahkan beberapa staff karyawan yang berjaga disana, sedikit tersentak saat melihat pemilik rumah sakit itu datang ke kantin rumah sakit.


"*Siapa gadis yang sedang bersama Nyonya Rena?"


"Mungkin pacar Tuan Muda"


"Tuan Muda kita sudah besar ya! Sudah pandai memilih pacar, gadis itu cantik sekali dan terlihat berkelas dari pakaiannya."


"Apa mungkin dia akan di interogasi oleh Nyonya Rena seperti yang ada di film-film?"


"Hm mungkin? Tadi malam juga ku dengar dari perawat, sudah 4 malam dia berada disini menemani Tuan Muda."


"Ah benarkah*?"


Begitulah kira-kira cicit para karyawan, dan staff yang berada di kantin umum rumah sakit Choren.


"Kei mau makan apa sayang?" Tanya Rena.


"Emm... Kei apa ya? Kei aja yang memesan kesana Nek, Nenek mau makan apa? Biar Kei yang pesan," Ucap Keisha.


"Apa ya? Sepertinya Nenek ingin makan seafood, Nenek nasi goreng seafood saja," Jawab Rena.


"Baiklah Kei juga mau pesan itu, Nenek minumnya apa?" Tanya Keisha.


"Amricano ice sounds delicious?" Ucap Rena ragu.


"Apa Nenek yakin?" Tanya Keisha.


"Hm... Nenek akan minum itu. Kei pesan apa saja, nanti Nenek yang traktir" Jelas Rena.


MduHa pun membalasnya dengan cengiran keduanya, "Hehehe tidak Nenek bilang seperti itu pun. Kei pasu akan meminta Nenek untuk mentraktir Kei," Ucapnya.


"Kau ini ya! Tidak pernah berubah, ya sudah sana cepat pesan! Nenek sudah lapar sekali," Jawab Ren terkekeh pelan.


"Oke Nek, tunggu sebentar ya Nek!" Ucap Keisha.


Setelah memesan makanan, Keisha pun kembali membawa sebuah nampan. Yang berisikan makanan, dan juga minum mereka.


Ah iya, Keisha juga tidak lupa untuk memesan cuci mulut untuk dirinya dan juga Rena.


"Oh sudah?" Ucap Rena saat melihat Keisha yang baru saja tiba, dan duduk di kursi yang berada di hadapannya.


Keisha pun tidak menjawabnya, dan hanya tersenyum saja. Setelah dirinya duduk, barulah Ksiaha menurunkan makanan dan minumam tersebut dari nampan.


Dan meletakkannya di atas meja.


Keduanya pun makan dengan hening, setelah selesai barulah keduanya memulai pembicaraan santai mereka.Sembari menikmati makanan penutup cuci mulut, yang dibawa oleh Keisha tadi.


"Bagaimana kabarmu? Apa Rafa baik dengan mu?" Tanya Rena yang mengetahui kalau Mama Keisha sudah menikah lagi.


Dan menikah dengan Rafa anak sahabatnya, di masa lalu.


Keisha yang sedang menikmati makanan penutupnya atau cuci mulutnya itu pun, menghentikan aktivitasnya dan meletakkan sendok yang digenggamnya itu pelan di atas meja.


"Hmmm, Nek. Sebenarnya ada banyak hal yang ingin Kei ceritakan pada Nenek," Ucap Keisha.


Rena pun mergenyitkan dahinya binggung, "Tentang?" Tanya Rena.


Lantas Keisha pun menceritakannya pada Rena, soal awal mula hubungan antara Mama dan Papanya. Dan soal Papanya itu memiliki istri sirih, Rena sangat terkejut saat mendengar kabar itu dari Keisha.


Rena pun menjadi berpikir soal, apakah orang tua Rafa mengetahui soal ini? Soal anaknya yang ternyata memiliki istri sirih.


Dan sudah menyembunyikannya, selama bertahun-tahun lamanya.


Keterkejutan Rena kembali bertambah, saat mendengar kalau Keisha bukanlah anak kandung dari Bram. Melainkan hasil dari perzinaan antara Shakila dan Rafa, hubungan terlarang keduanya di masa lampau.


"Kei apa istri sirih Rafa itu memiliki anak?" Tanya Rena.


"Punya Nek, satu anak bawa dari istrinya dan satu anak kandung Papa. Mungkin usianya 7 atau 8 tahun mungkin?" Ucap Keisha menduga-duga.


"Astaga," Ucap Rena memijit mepa ga pusing. "Aku masih tidak dapat mempercayai ini, apakah orang tua Rafa mengetahui soal Rafa yang memiliki istri sirih?" Tanya Rena.


"Keisha pun menggelengkan kepalanya, "Nenek dan Kakek tidak tahu Nek. Bahkan Kakek dan Nenek tidak tahu kalau aku ternyata adalah darah daging Papa," Jelas Keisha.


"Astaga Kei, lalu bagaimana dengan Bram? Dia sudah tahu soal ini?" Tanya Rena.


"Tidak Nek, Papa belum mengetahuinya." Ucap Keisha mulai terisak, "Tapi cepat atau lambat Kei dan Mama akan berbicara dengan Papa, dan itu juga adalah permintaan Kei sebelum Mama menikah kembali" Jelas Keisha tertunduk sembari terisak.


Rena pun menghela nafasnya kasar, dan bangkit dari duduknya. Lalu duduk disebelah Keisha, untuk mencoba membawa gadis itu ke dalam pelukannya.


"Astaga sayang Nenek, kau pasti mengalami masa yang sangat sulit di hidupmu" Ucap Rena menepuk-nepuk pelan pundak Keisha.


Keisha mengangguk-anggukan kepalanya, Keisha juga menceritakan pada Rena soal Thalia. Dan apa yang sudah di alaminya saat dirinya berada di Amerika, baik itu hal buruk dan hal baik.


Bahkan dengan sigapnya, Keisha juga sempat-sempatnya untuk menjelek-jelekkan Thalia di hadapan Rena. Agar Rena tidak menyetujui hubungan Thalia, dan juga Jaiden.


Siapakah disini yang licik? Thalia atau Keisha?


Lantas siapakah pemenang dari kedua gadis licik ini?