I Am Fine

I Am Fine
116



Jaiden pun mengangukkan kepalanya, "Aku takut soal itu. Bagaimana kalau Keisha benar-benar akan melupakan ku? Dan menyukai Surya?" Tanya Jaiden.


"Kau egois, kau tidak ingin Keisha menyukai orang lain selain dirimu. Tapi lihat dirimu sendiri, apa di rumah Tuan Muda ini tidak ada kaca besar?" Sindir Keira.


"Hei Jaiden, ayolah buka pikiran mu" Lanjut Keira.


"Maaf," Ucap Jaiden tertunduk.


"Not to me, but Keisha" Sahut Keira.


"Kau benar, tapi bahkan Keisha selalu menghindari ku" Jawab Jaiden tertunduk.


Kini Jaiden sedang berada di rumah Keira, dan berada di dalam kamar gadis itu. Sudah biasa baginya, bahkan Keira sering mengajak ke tujuh teman laki-lakinya untuk masuk ke dalam kamarnya dengan dirinya yang sendiri perempuan.


Siapa lagi kalau bukan Jaiden, Jaki, Surya, Heri, Riki, Sufa dan juga Jovan.


"Mau ku bantu?" Tanya Keira.


"Tentu, bisa kau membantu ku untuk dapat bertemu dengannya?" Tanya Jaiden.


"Lusa? Bagaimana?" Tanya Keira, "Di apartemen Heri saja bagiamana? Agar Keisha tak dapat menghindari mu dengan mudah," Saran Keira.


"Oke aku ikut saja, kau yang terbaik!" Puji Jaiden.


"Sekarang saja kau memuji ku seperti itu, besok besok tidak!" Gerutu Keira.


...⚡⚡⚡...


...Room Chat...


Keisha :


Thalia, kau sedang sibuk?


Mau menemani ku untuk belanja bulanan bersama?


^^^Thalia:^^^


^^^Tentu, jam berapa Kei?^^^


Keisha :


Jam 6 sore


^^^Thalia:^^^


^^^Oke aku free^^^


Keisha :


Oke sebentar lagi aku jemput


^^^Thalia:^^^


^^^Sip^^^


^^^Read^^^


...Room Chat*...


Thalia :


Sayang, kau sibuk?


^^^Jaiden :^^^


^^^Tidak, kenapa?^^^


Thalia :


Ayo kita makan malam bersama


^^^Jaiden :^^^


^^^Ayo ayo saja, kau mau makan dimana?^^^


^^^Nanti akan ku jemput jam 7 malam^^^


Thalia:


Tidak usah


Aku akan menunggu di Mall saja


^^^Jaiden:^^^


^^^Kau pergi ke Mall?^^^


Thalia:


Iya, aku ingin belanja bulanan


^^^Jaiden:^^^


^^^Dengan siapa?^^^


^^^Nanti Share location aja ya cantik^^^


Thalia :


Oke sayang


Thalia pun tersenyum miring, saat Jaiden menyetujui untuk makan malam bersama dengan dirinya dan sesuai dengan apa yang sudah di rencanakannya.


Lantas Thalia pun hendak bergegas untuk bersiap dan pergi mandi, karena jam sudah menunjukkan jam 5 sore. Tak butuh waktu yang lama untuk Thalia ambdi, sekarang sudah menunjukkan pukul 17.15 WIB.


Drtt drtt drtt


"Eh? Mama menelepon ku?!" Ucap Thalia semangat lalu mengangkat telepon dari Lia.


"Mama?!" Sapanya di telepon.


"Hai sayang, bagaimana kabar mu? Kau baik-baik saja kan? Papa tidak jahat pada mu kan? Mama sangat khawatir sekali pada mu," Ucap Lia khawatir di telepon.


"Tidak Ma, Mama tenang saja. Papa sudah tidak pernah menyakiti ku lagi, bagaimana dengan Mama dan Rio?" Tanya Thalia.


"Mama baik-baik saja," Ucap Lia terisak.


"Mama kenapa? Apa terjadi sesuatu? Dimana Rio? Apa terjadi sesuatu padanya?" Tanya Thalia khawatir.


"Tidak, Rio hanya sedang tidak enak badan saja. Dia baik-baik saja, Mama menangis karena sangat merindukan putri kesayangan Mama" Jelas Lia.


Thalia pun menghela nafasnya lega, "Thalia... Mama akan pulang," Ucap Lia.


"Sungguh?!" Pekik Thalia semangat.


"Hm... Mama akan pulang 2 Minggu lagi, Papa akan menjemput Mama disini setelah menyelesaikan urusannya di Indonesia" Ujar Lia.


"Syukur lah, aku senang mendengarnya. Aku akan menunggu Mama pulang!" Seru Thalia semangat.


"Ah iya, bisa Mama tolong bawakan foto album kenangan ku watu SMA kelas 1?" Tanya Thalia sembari meminta tolong pada Mama nya.


"Kau meletakkannya dimana rupanya?" Tanya Lia.


"Aku meletakkannya di laci meja belajar nomor 2, jangan lupakan untuk membawa itu ya Ma!" Pinta Thalia.


"Iya sayang, Mama akan membawanya" Sahut Lia.


"Baik lah Ma, Thalia matikan dulu ya? Thalia mau keluar menemani Keisha belanja," Ucap Thalia membuat Lia terkejut bukan main.


Karena setahunya, hubungan keduanya tidak baik-baik saja saat keduanya berada di Amerika.


"Keisha? Kau sudah berbaikan lagi dengannya? Kalian sudah saling berteman?" Tanya Lia khawatir.


"Hm... Thalia sudah berbaikan dengannya," Jawab Thalia dengan tatapan kosong.


"Baguslah, Mama senang mendengarnya. Jangan lakukan hal aneh lagi ya? Kalau begitu semoga hari mu menyenangkan! Mama menyayangi mu," Ucap Lia.


"Me too Ma," Balas Thalia.


Tut


Tok tok tok


"Non, di bawah sudah ada Non Keisha. Katanya Non Keisha tunggu di bawah saja," Ucap pelayan rumah Thalia di balik pintu kamar Thalia.


"Oke, aku akan segera turun!" Teriak Thalia dari dalam kamarnya.


Thalia pun langsung bergegas turun, dan menghampiri Keisha. setelahnya, keduanya pun langsung bergegas ke Mall yang akan mereka berdua tuju.


Di Mall.


"Apa kau juga akan belanja bulanan?" tanya Keisha saat Thalia juga mengambil troli belanjaan.


"Hm, aku juga kehabisan beberapa barang yang aku butuhkan" Jelas Thalia memberi senyuman manisnya pada Keisha.


"Oke, kalau begitu ayo!" Seru Keisha semangat.


Setelah keduanya selesai memilih beberapa barang yang mereka butuhkan, keduanya pun langsung bergegas ke kasir dan membayarnya dengan kartu kredit mereka masing-masing.


Sekarang sudah menunjukkan pukul 7 malam, dan Thalia sendiri sudah memiliki janji untuk makan malam bersama Jaiden.


Jaiden juga tadi sudah menghubungi Thalia, kalau dirinya sekarang sudah berada di Mall. Dan menunggu Thalia di sebuah resto biasa mereka makan, kalau keduanya sedang berkunjung ke Mall sepulang sekolah.


"Kei, sudah jam 7 malam. Ayo kita makan malam, kau tidak lapar?" Ajak Thalia sekaligus bertanya.


"Hah? Oh iya aku lapar sih, ya sudah ayo" Balas Keisha.


"Eh apa sebaiknya kita meletakkan barang-barang kita duku di mobil?" Tanya Keisha meresa dirinya repot membawa barang-barang yang di belinya tadi.


"Tidak perlu, nanti saja. Aku sudah lapar..." Rengek Thalia.


"Oke oke, ayo!" Ajak Keisha.


Thalia pun membawa Keisha dimana Resti yang sudah dirinya janjikan bersama Jaiden tadi, saat sudah mendekati pintu masuk. Baru lah Thalia mengatakan pada Keisha, kalau mereka tidak hanya akan makan berdua saja malam ini.


"Kei, aku mengajak Kak Jaiden, tak apa kan?" Tanya Thalia.


Langkah Keisha pun langsung terhenti di depan resto, namun Thalia dengan lancangnya malah menarik Keisha paksa untuk masuk.


"Kau sudah melupakan Jaiden kan? Jadi ku rasa tak apa kalau kau makan bersama dengannya dan dengan kekasihnya?" Ujar Thalia santai tanpa memikirkan perasaan Keisha.


"Nah itu Jaiden," Tunjuk Thalia. "Jaiden!" Panggilnya.


Jaiden yang awalnya sedang menatap ponselnya pun, langsung mencari dimana keberadaan Thalia.


Deg!


Sudah pupus harapan, tadinya Keisha hendak kabur. Namun terlambat, Jaiden sudah terlebih dahulu melihat dimana keberadaan mereka.


Berapa terkejutnya Jaiden, saat melihat kekasihnya datang bersamaan dengan orang yang selalu menghindarinya dan orang yang disukainya beberapa tahun terkahir ini hingga sekarang.