
Ceklek
"Papa?" Ucap Juna terkejut.
"Juna, Papa mendengarnya dari Kanta kau akan ke LA."
Hm, Papa tenang saja. Aku tidak akan menemuinya, aku hanya ingin menghadiri pernikahannya dan Saka saja" Sahut Juna tertunduk.
"Maksudmu Saka akan menikah dengan Celine?" Tanya Jinata binggung.
"Tentu saja, apa Ayah tidak memberitahu Papa atau bahkan tidak mengundang Papa?" Tanya Juna.
Jinata tersenyum penuh arti, "Tanaro mengundang Papa, Mama dan Papa akan berangkat besok. Kau mau bergabung? atau kau ingin berangkat bersama teman-temanmu?" Tanya Jinata.
"Kenapa tumben sekali? akhir-akhir ini Papa dan Mama sangat perhatian padaku, biasanya Papa dan Mama tidak ingin melirik ku semenjak 6 tahun yang lalu. Apa ada yang Papa inginkan lagi untuk ku lakukan? jika itu perihal untuk menikah lagi, aku tidak akan melakukannya. Aku akan terus seperti ini hingga tua" Ucap Juna panjang lepar pada Jinata.
Jinata menghela napasnya kasar.
"Tenang kan dirimu, kalau kau ingin berangkat bersama dengan Papa dan Mama besok hendaklah bersiap" Sahut Jinata.
"Terima kasih Pa, maaf ucapan ku barusan menyakiti Papa. Aku akan berangkat bersama Kanta dan yang lainnya, mereka sudah memesan tiket pesawat untuk ku tadi siang" Ucap Juna tertunduk.
"Baiklah, kuatkan dirimu dan hatimu jangan mengkacau. Kau harus bisa segera untuk melepaskannya" Ucap Jinata lalu keluar dari kamar putra semata wayangnya.
...⚡⚡⚡...
Besok adalah hari pernikahan Saka, kedua orang tua Juna juga sudah berada di LA semenjak kemarin malam dan menginap di rumah keluarga Aldebarano.
Juna, Bram, Kanta dan Tara akan berangkat bersama-sama.
Ah iya Bram dan Tara sudah menikah, Tara menikah dengan Shakila Wirani 6 tahun yang lalu dan dikaruniai seorang anak perempuan yang cantik bernama Keisha Sanjaya. Usianya sudah menginjak 6 tahun dan anaknya kedua bernama Riki Aditya Sanjaya, yang usianya baru saja meginjak 4 tahun.
Sedangkan Tara juga menikah 6 tahun yang lalu, bersama Naura Ardila dan dikaruniai seorang anak perempuan yang cantik bernama Keira Aditya, yang usianya sudah menginjak 5 tahun. Hanya berada beberapa bulan saja dari Keisha Sanjaya anaknya Bram.
Sedangkan Kanta menang sudah menikah semenjak 8 tahun yang lalu dan baru dikaruniai anak setelah pernikahan mereka 3 tahun kemudian. Kanta memliki anak laki-laki tampan bernama Jaki Riyandi, saat ini usianya sudah menginjak 6 tahun.
Saat ini hanya Juna lah tidak menggaet seorang wanita disampingnya, karena Bram, Kanta, dan Tara sama-sama menggaet istri dan anak.
Juna hanya berjalan sendirian saja di bandara.
"Juna cepatlah mencari istri, kau ini terlihat menyedihkan aku tidak tega" Ucap Kanta.
"Jangan mengejek ku, aku tidak akan menikah" Sahut Juna.
"Hahaha apa kau belum melupakannya? Ayo lah Juna dia akan menikah, apa perlu aku membantu mencari gadis cantik untuk mu?" Tanya Bram.
"Ck, tidak perlu!" Sahut Juna kesal.
"Papa biarkan aku saja yang berjalan dengan Uncle Juna" Sahut Keisha sambil berlari menuju Juna.
"Hai Kei!" Sapa Juna lalu membawa Keisha dan menggendongnya.
"Hei Tara, apa kau yakin kita tinggal di hotel?" Tanya Juna.
"Memangnya kenapa?" Tanya Haura istri Kanta.
"Ah tidak, jadi begini hanya saja bukankah sebaiknya kita menyewa rumah saja disini? Cari yang ada kolam berenangnya di dalam, supaya anak-anak bisa bermain dan tidak mudah bosan" Sahut Juna.
"Astaga Juna kalau menyewa rumah siapa yang mau memasak? kalau di hotel kan sudah disediakan" Sahut Nara istri Bram.
"Aku akan menyewa chef dan asisten rumah tangga, ayo cepat cari rumah saja" Ucap Juna memaksa.
...⚡⚡⚡...
Hari ini adalah hari dimana hari yang sudah dinantikan oleh kedua mempelai Pria dan Wanita, dimana hari ini adalah hari yang paling bahagia di hidup Saka.
Saka terlihat sangat gugup, namun rasa gugup itu teralihkan saat ruang mempelai pria terbuka lebar. Pintu tersebut terbuka dan menampilkan beberapa temannya yang datang bersama istri dan anak-anak mereka.
"Astaga Keisha, Keira Jaki, dan Riki sudah semakin besar saja!" Ucap Saka gemas pada anak teman-temannya.
"Tentu saja Uncle, Keisha dan Keira sudah TK. Sedangkan Kak Jaki sudah kelas 1 SD!" Sahut Keisha semangat.
"Uncle sangat tampan!" Ucap Keira sambil menunjukkan kedua jempol mantapnya pada Saka.
"Apa istri paman cantik?" Tanya Jaki yang membuat seisi ruangan tersebut terkejut.
Bisa-bisanya Jaki yang baru saja berusia 6 tahun, malah bertanya seperti dia mengerti saja.
"Astaga, apa ini warisan turun temurun dari Kanta? Kurasa Jaki kalau sudah besar akan seperti Ayahnya palyboy!" Ucap Saka.
"Heh enak saja! Itu kan dulu, beda dengan sekarang. Aku sudah memiliki Haura disisiku iya kan sayang?" Ucap Kanta sambil melirik istrinya dan merangkul bahu istrinya santai.
"Ck, tidak usah bermesra-mesraan disini! Tau tempat dong!" Protes Juna kesal.
"Eh Juna? Kau datang rupanya, ku kira kau ingin balas dendam, karena aku tidak datang ke acara pernikahan mu dulu. Sepertinya anakmu juga seumuran dengan Jaki iya kan?" Ucap Saka keceplosan hingga membuat Juna menatapnya tajam dan tak suka.
"Aih sudahlah, untuk apa membahas masa lalu" Ucak Tara menengahi.
Juna memutar bola matanya malas, "Sudah untung aku mau menghadiri pernikahan mu" Sahut Juna kesal.
"Ada atau tidak adanya kau pun pernikahan akan berjalan dengan lancar Juna" Batin Saka.
"Uncle Juna cepatlah menikah, aku ingin adik laki-laki" UcapJaki yang membuat semua orang terkejut dnegan penuturannya.
"Astaga Jaki, kau ini belajar dengan siapa sih berbicara begitu?" Ucap Haura kesal pada Jaki yang berbicara sembarangan.
"Hahaha tidak apa-apa Haura, dia belum mengerti. maksud perkataannya" Sahut Juna.
"Saka apa kami boleh melihat mempelai wanitanya?" Tanya Naura.
"Pergilah Naura, tapi jangan bawa suami jelek kalian ini. Nanti mereka berpaling dengan calon istri ku karena cantik, terutama Juna!" Ucap Saka menatap sengit pada Juna.
"Hahaha baikah, kau tenang saja. Ayo Keisha kita melihat Aunty cantik dulu!" Ajak Shakila.
Ketiga wanita dan anak-anaknya tersebut pun pergi meninggalkan ruang mempelai pria dan bergegas menuju ruangan mempelai wanita. Karena penasaran dan ingin tahu, walaupun tidak saling mengenal namun Haura mengenal Celine dengan baik. Karena dulu Haura sering bertemu dengan Celine saat berada di Indonesia.
Semoga saja Celine tidak melupakannya, pikir Haura.
"Selamat atas pernikahan mu" Ucap Juna.
"Hm terima kasih kau sudah meluangkan waktu mu untuk datang mengunjungi ku" Sahut Saka.
"Tentu saja aku kan teman mu, jaga dia disisimu dan lindungi dia" Ucap Juna.
"Tentu saja, aku tidak akan menyakitinya" Sahut Saka yang terdengar sangat ambigu.
"Ei apa apaan ini!" Ucap Kanta heboh tiba-tiba.
"Apanya?" Tanya Bram.
"Apa kalian memang tidak sadar ya?" Ucap Kanta.