I Am Fine

I Am Fine
Ke Kantor Juna



Sudah 2 hari ini, Celine sama sekali tidak melakukan kegiatan apa pun. Hanya menonton, melukis, mengelilingi rumah dan merecoki asisten rumah tangganya.


Namanya Sarah, mungkin umurnya sekitar 40 tahunan saat ini.


"Bi, apa ada sesuatu yang bisa aku kerjakan?" tanya Celine pada Bi Sarah.


"Maaf Nyonya muda, tapi Tuan muda tidak mengizinkan saya untuk membiarkan Nyonya bekerja. Nyonya duduk saja ya," Sahut Bi Sarah berusaha membujuk Nyonya mudanya tersebut.


"Ayolah Bi, aku tidak akan mengatakannya pada kak Juna, Aku sangat bosan. Kegiatan ku hanya menonton, melukis, dan bermain ponsel saja," Rengek Celine pada Bi Sarah.


Bi Sarah terkekeh melihat sikap menggemaskan dari Nyonya mudanya ini, bahkan Bi Sarah sempat berpikir kenapa Nyonya mudanya ini terlihat seperti anak-anak.


Astaga.


"Apa Nyonya pandai membuat kue kering coklat? Tuan muda sangat menyukainya saat di masion dulu, mau Bibi ajarkan?" Tawar Bi Sarah pada Celine.


Celine pun mengangguk semangat, "Tentu saja aku mau Bi!" Sahut Celine semangat.


Bi Sarah pun kembali terkekeh mendengar jawaban antusias Nyonya mudanya ini.


Setelah membantu Bi Sarah membuat kue kering coklat, Celine pun meraih ponselnya untuk memotret kue kering coklat tersebut.


Cekrek


Celine mengambil foto kue tersebut.


...Room Chat...


^^^Celine:^^^


^^^*Send pict*^^^


^^^Apa Kakak mau?^^^


^^^Pulang lah cepat atau kue ini akan ku habiskan sendiri^^^


^^^read^^^


"Ck, kenapa hanya di read saja sih?!" gerutu Celine tak terima.


...Room chat...


^^^Celine:^^^


^^^Apa mau ku antar saja ke kantor kakak?^^^


^^^Ayolah kak, aku ingin keluar^^^


^^^Aku sangat bosan dirumah^^^


^^^Boleh ya?^^^


Juna:


Celine berisik


Aku sedang bekerja


Terserah mu saja


read


Celine pun langsung tersenyum sumringah dan berjalan menuju kamarnya dan mengganti pakaiannya, setelahnya Celine memasukkan kue kering coklat tersebut ke dalam tempat bekal.


Celine pun meminta sopir dirumahnya untuk mengantarkannya ke kantor Juna, karena Celine tidak pandai mengemudi mobil.


Ah iya, akhir-akhir ini Celine sudah lumayan dekat dengan Juna. Juna juga sudah mulai menerima keberadaan Celine disekitarnya, walaupun Juna masih berekspresi datar pada Celine. Namun, bagi Celine itu bukan lah menjadi masalah yang besar untuknya. Karena Celine yakin sekali, sedikit demi sedikit dia pasti bisa meluluhkan hati beku suaminya tersebut.


Selepas sampai di kantor, Celine sempat terkagum dengan perusahaan yang dimiliki Juna. Bahkan tak sedikit karyawan yang bekerja di kantor Juna sangat terkejut, saat melihat keberadaan Celine di perusahaan.


Karena ini adalah kali pertamanya Celine menginjakkan kakinya di kantor Juna.


"Wah istrinya Presdir kita sangat cantik ya."


"Apa istri Presdir mengetahui hubungan gelapnya dengan sekretarisnya?"


"Lia tidak ada apa-apanya dibanding istri Pak Juna!"


"Siapa yang akan memang? Istrinya atau simpanannya?"


Begitulah kira-kira beberapa umpatan yang keluar dari para karyawan yang bekerja di perusahaan Juna, mereka ada yang sangat terkagum dan ada yang tidak suka pada Celine.


Sekarang Celine sudah berada di depan ruang kerja suaminya, Celine melihat bahwa meja sekretaris yang terletak di depan ruang suaminya saat ini kosong.


"Sudah pasti wanita itu ada di dalam," Batin Celine.


Tok tok tok


"Masuk!" pinta Juna.


Celine pun akhirnya membuka pintu dengan ragu-ragu, saat membuka pintu ruang kerja Juna, entah kenapa rasanya Celine ingin sekali menjambak rambut Lia. Karena saat ini Lia sedang duduk di atas pangkuan suaminya.


Bahkan Lia sangat posesif untuk memeluk lengan suaminya, Celine sungguh sangat membencinya. Tapi Celine berusaha untuk menetralkan ekspresi wajahnya. Ayolah apa kalian lupa kalau Celine beberapa waktu lalu adalah seorang aktris?


"Celine?" Ucap Juna terkejut, "Ku kira kau hanya bercanda saja untuk datang kemari," Lanjut Juna santai.


Juna pun berusaha melepaskan rangkulan Lia, karena tidak enak pada Celine.


Apa sekarang Juna sedang menjaga perasaan Celine? bagaimana menurut kalian?


"Lia kau keluar sebentar ya? Ada yang mau aku bicarakan pada Celine," Ucap Juna lembut pada Lia.


"Ck, sangat menjijikkan!" Batin Celine tak suka.


""Menganggu saja! awas saja kalau kau bermanja-manja dengan kekasih ku!" Ucap Lia kesal sambil berjalan dan menabrak bahu Celine.


Celine tersenyum penuh arti, "Aku istrinya sudah wajar bukan kalau aku bermanja-manja dengan suamiku? kami sudah sah dan kau?" ucap Celine lalu melirik Lia dari atas sampai bawah dan berlalu menuju Juna.


"Ck, menyebalkan!" Ucap Lia sambil membanting pintu.


Duar!


"Astaga!" Ucap Celine latah karena terkejut.


"Katakan, apa yang kau inginkan? kenapa datang kemari? apa kau tidak punya kegiatan lain?" tanya Juna bertubi-tubi pada Celine.


Celine pun memanyunkan bibirnya, " Kak aku bosan di rumah saja, mau kah Kakak menemani ku jalan-jalan?" Tanya Celine membujuk Juna.


Juna menghela napasnya kasar.


"Celine bukankah di awal sudah ku katakan padamu? jangan pernah berharap apa pun dari ku, aku hanya milik Lia, walaupun status ku suami mu. Tapi itu bisa saja hanya menjadi sementara, karena aku secepatnya akan menikahi Lia," Ucap Juna to the point pada Celine.


"Apa apaan ini? kenapa kak Juna jadi melantur begini, tidak nyambung sekali!" Batin Celine.


"Pulanglah Celine, kau hanya datang untuk mengantar ku kue coklat ini kan?" tanya Juna sambil mengambil alih bekal yang berisi kue kering tersebut.


"...."


"Jangan buat Lia salah paham dengan mu, aku tidak mau gara-gara kau Lia marah padaku," Ucap Juna.


"Apa kau tidak bisa membuka hati mu untukku Kak?" Tanya Celine tiba-tiba.


"Apa kau lupa? apa aku harus mengingatkannya lagi padamu? Aku hanya mencintai Lia Celine, apa kau berpikir kalau aku bersikap baik dengan mu berarti aku menyukai mu? begitu Celinena Aldebarano?! dangkal sekali pikiran mu itu hahaha," Ucap Juna terkekeh seperti mengejek Celine.


...⚡⚡⚡...


Pagi yang sangat cerah, Celine saat ini sedang berada di pinggir kolam renang yang berada dirumahnya. Celine baru saja selesai berenang karena memang ia ingin.


Celine ingin memenangkan pikirannya sejenak, Celine sangat membenci soal kemarin. Dimana suaminya selalu menekankan pada dirinya, kalau suaminya tersebut hanya mencintai Lia.


Celine tahu memang disini dia lah yang salah, karena telah hadir diantara keduanya. Namun Celine pun tak kuasa soal itu, karena ini adalah permintaan orang tuanya.


Lagi pula kemana pikiran Juna saat itu sampai menerima perjodohan konyol ini, apalagi Juna jelas-jelas sudah memiliki tambatan hati. Kenapa Juna tidak membicarakannya baik-baik dengan keluarganya dan meminta membatalkan pernikahannya dengan Celine.


Sungguh Celine tidak mengerti Juna, namun apalah daya semua sudah terjadi.


Celine berpikir kalau dia harus bisa melewati semuanya, Celine harus bisa meluluhkan hati suaminya. Hingga Juna akan berpaling padanya dan melupakan Lia.


Walaupun itu terdengar mustahil, apa salahnya untuk berusaha mempertahankan rumah tangganya hingga akhir hayatnya?


Konon, katanya kalau kita berusaha dengan keras. Pasti akan membuahkan hasil, semoga saja Celine dapat meluluhkan hati beku suaminya tersebut.