I Am Fine

I Am Fine
Akhir Celine



"Jangan terkejut, Keisha memang seperti itu dengan Jaiden. Ku rasa aku tidak perlu menjelaskan sepesial apa Keisha untuk Jaiden, She is his first love. Tapi tenang saja, mereka tidak pacaran" Jelas Heri pada Thalia.


"Anak dan Ibunya sama saja," Batin Thalia kesal.


Thalia pun hanya menganggukkan kepalanya, dapat Heri lihat kalau Thalia saat ini sedang mengepalkan tangannya dibawah sana, dan meremas bajunya karena kesal.


Lampu bewarna merah itu kembali berganti menjadi lampu bewarna hijau, hingga membuat Heri kembali melajukan mobilnya. Sedangkan Jaiden sudah terlebih dahulu pergi, dan membelah jalanan kota yang sudah mulai gelap itu.


"Bukanlah kau kenal dengan Keisha? Ku dengar kalian satu sekolah," Tanya Heri.


"Hm, aku dan Keisha sempat berteman dekat" Jawab Thalia.


"Wah apa dia akan berkata yang sebenarnya?" Batin Heri.


Karena Heri sendiri mengetahui bagaimana hubungan keduanya, kecuali Jaiden dan Jaki.


"Apa rumor itu benar?" Tanya Heri memancing Thalia.


"Menurut mu bagaimana?" Tanya Thalia berbalik pada Heri.


...⚡⚡⚡...


"Bagaimana mana menurutmu Babe?" Tanya Keira pada Jaki.


Saat ini keduanya sedang berada dirumah makan, karena kedua remaja yang sedang di mabuk cinta itu ingin makan sore menjelang malam bersama.


"Hah? Soal apa?" Tanya Jaki binggung.


"Jaiden dan Keisha," Ucap Keira hingga membuat Jaki terkekeh pelan.


"Entahlah, tapi dari yang aku lihat Jaiden suka dengan Thalia. Bagaimana menurut mu? Apa mungkin Jaiden sudah melupakan Keisha?" Tanya Jaki.


"Ah i see, Jaiden juga sudah tidak berbuat yang aneh-aneh lagi semenjak dirinya dekat dengan Thalia kan?" Tanya Keira.


Jaki pun mengangguk, "Tapi ku rasa suka Jaiden pada Thalia bukan rasa suka pada lawan jenis," Jelas Jaki.


Lantas Keira pun mengerutkan dahinya binggung, "Hah maksud mu apa?" Tanya Keira.


Jaki pun duduk mendekat pada Keira, "Ck sana jauh-jauh! Tidak baik untuk jantung ku!" Pekik Keira.


Jaki pun terkekeh gemas, "Pacar siapa sih? Gemes banget?" Tanya Jaki.


"Ih Jaki!" Kesak Keira.


"Hahaha iya sayang, tidak. Jadi sebenarnya Jaiden pernah mengatakan sesuatu padaku soal Thalia," Jelas Jaki.


"Apa apa?" Tanya Keira penasaran.


"Tapi janji dulu!" Jawab Jaki.


"Iya iya! Aku tidak akan menyebarkan gosip ini ke orang-orang!" Jawab Kiera.


"Bagus! Anak pintar!" Ucap Jaki menepuk-nepuk kepala Keira pelan.


"Ya sudah cepat katakan!" Jawab Keira.


"Thalia itu broken home, Papanya nikah lagi. Dan Mamanya sekarang ada di Amerika, Thalia kesepian di Indonesia. Makanya Jaiden sering menghabiskan waktunya untuk menemani Thalia, dan juga Jaiden tidak sengaja melihat ada beberapa luka lebam dan sayatan di tubuh Thalia," Jelas Jaki.


"Astaga apa Jaiden mengintip?" Tanya Keira.


"Hei tidak, maksudnya tidak sengaja terlihat. Contohnya di lengan atau pergelangan Thalia," Jawab Keira.


Keira pun mengangguk paham, "Ah begitu ya... jadi maksud mu Jaiden ini merasa kasihan pada Thalia begitu? Bukan karena dirinya menyukai Thalia?" Tanya Keira.


...⚡⚡⚡...


Dirumah sakit.


"Tante pasti senang sekali kalau melihat ku datang menjenguknya!" Ucap Keisha semangat, sambil mengandeng manja lengan Jaiden.


"Ruangan Tante masih sama kan Kak?" Tanya Keisha.


Jaiden pun mengangukkan kepalanya lagi, "Kau masih ingat?" Tanya Jaiden.


"Tentu saja! Ayo, aku yang akan menuntun jalan!" Balas Keisha semangat, dan berjalan mendahului Jaiden.


Setelah keduanya sampai di ruang VIP itu, betapa terkejutnya Jaide dan Keisha saat melihat ruang inap Celine yang sedang ramai.


Bukan ramai karena orang bertamu, melainkan banyak beberapa dokter yang masuk ke dalam ruangan itu, bahkan Jaiden dan Keisha tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam.


"Maaf Tuan Muda, Ibu Tuan Muda baru saja bangun dari tidurnya. Tunggu sebentar ya Tuan Muda, Dokter sedang menangani Nyonya Celine. Kami juga sudah menghubungi Tuan Jinata dan Nyonya Rena," Jelas perawat itu.


Mata Jaiden dan Keisha langsung membola seketika, "Mom..mom..momy sudah bangun?" Tanya Jaiden.


Keisha pun langsung memeluk Jaiden erat, " Kak Tante Celine udah bangun...Finally Kak," Ucap Keisha.


Jaiden merasa nafasnya benar-benar tertahan seketika, ada rasa lega di hatinya. Hari yang selalu ia tunggu akhirnya datang pada hari ini. Hari ini Mommy nya sudah bangun dari tidurnya, selama 4 tahun tak kunjung bangun.


Jaiden sungguh merasa bahagia untuk hari ini. Dari mulai kepulangan Keisha dari Amerika, dan Momy nya yang sudah bangun dari tidur lamanya.


"Jaiden!" Panggil Tara dari dalam ruangan Celine.


"Om?" Sahutnya.


"Oh ada Keisha?" Tanya Tara sedikit heran, karena setahunya Keisha sedang berada di Amerika.


Tara tidak sempat untuk menanyakan tentang itu, soal bagaimana Keisha bisa berada di rumah sakit.


"Om bagaimana?" Tanya Jaiden mendesak pada Tara


"Ayo cepat masuk, kau tak punya banyak waktu. Kei temani Jaiden masuk!" Suruh Tara pada keduanya.


Lantas Jaiden pun bergegas cepat untuk menghampiri Celine, begitu pun dengan Keisha.


"Mom..momy..." Panggil Jaiden lirih.


"Ja...Jaiden.." Balas Celine.


Celine sudah tidak menggunakan alat bantu lagi seperti biasanya, karena Celine biasanya memakai beberapa alat bantuan untuk bernapas. Berupa selang yang masuk melalui mulut, dan hidungnya.


Jaiden dan Keisha pun mendekat pada Celine, hingga keduanya sampai di pinggir ranjang, Celine tersenyum saat melihat putra semata wayangnya itu besar dengan baik.


Celine juga senang melihat Keisha, Celine bahkan sempat berpikir. Kalau Keisha lah yang menemani anaknya selama ini, hingga membuat keduanya dapat datang bersama untuk menjenguknya.


Celine juga sedang menebak, kalau keduanya sedang berpacaran.


Celine pun meraih tangan Jaiden dan tangan Keisha, dan menyatukan kedua tangan itu.


"Kei, terima kasih kau telah menjaga Jaiden" Ucap Celine.


"Mom... i miss you so much" Ucap Jaiden pelan, sambil meraih tangan Celine dan melepaskan tangan Keisha.


Celine pun hanya mengangguk, "Mommy juga merindukan mu Jai, Jaiden sudah mulai tumbuh dewasa. Maafkan Mommy dan Dady ya? Jaiden besar tanpa kami berdua. Kei Tante titip Jaiden ya? Jai kamu jaga Keisha ya... Mommy" Ucap Celine terisak.


"Mom.. Mommy sedang bicara apa sih? Jai akan selalu menjaga Mommy dan juga Keisha. Mommy tenang saja..." Jelas Jaiden.


Celine mengangkat tangannya untuk mengusap rambut hitam legam milik Jaiden, "Maafkan Mommy ya? Apa Jai tidak ingin memeluk Mommy? " Tanya Celine.


Lantas Jaiden pun langsung memeluk Celine, "Jai sayang sama Mommy, Mommy jangan minta maaf terus sama Jaiden oke hm?" Ucap Jaiden sembari bertanya.


Celine pun hanya menganggukkan kepalanya lemah.


Keisha melihatnya, Keisha melihat ke arah Celine yang seperti sedang mengembuskan nafasnya, dan berakhir dengan bunyi yang sangat dibenci semua orang itu terdengar masuk ke dalam telinganya.


Tit.................