
"Kenapa kau datang kesini?" Tanya Jaki pada Jaiden.
"Ya... karena aku bosan" Sahut Jaiden lalu mengambil ponselnya.
"Makanya cari pacar!" Balas Keira.
"Apa Kei? Kau menyuruhnya pacaran? Hahahaa" Ucap Jaki sambil tertawa lepas, "Apa kau lupa ya Kei? dipikiran anak ini kan cuma ada Keisha dan Keisha saja hahaha" Ucap Jaki sambil tertawa menggoda Jaiden.
"Ah iya, kau benar, bahkan dirinya juga mau mau saja ke Amerika saat liburan semester. Itu pun hanya untuk bertemu Keisha astaga hahaha" Ejek Keira pada Jaiden.
"Kenapa jadi mengejek ku seperti ini sih?!" Gerutu Jaiden kesal.
"Lagian kau juga, kenapa sih tidak memacari Keisha saja?" Tanya Jaki to the point pada Jaiden.
"Kalau aku mengajaknya untuk berpacaran, nanti dia bisa saja menolaknya.Kami pasti akan merasa canggung nantinya!" Jelas Jaiden.
"Tapi kan kalian berdua sama-sama suka bodoh!" Jelas Jaki.
"Tapi Jaiden benar, itu akan terasa canggung setelahnya. Jika ada seorang teman yang mengatakan perasaannya padamu," Jelas Keira.
Jaiden yang mengerti maksud Keira pun langsung berdehem, dan situasi kembali menjadi canggung. Karena Jaki juga sangat paham, apa maksud dari ucapan Keira tersebut.
Jaki berpikir kalau ucapan Keira itu, tertuju padanya.
"Ayo kita ke Mall!" Ajak Keira semangat.
"Ah malas, ke Mall akan sangat melelahkan jika pergi dengan mu!" Tolak Jaiden.
"Ayolah Jai, Jek kau mau kan? Ayo please, kita tinggaljan saja dia disini!" Ucap Keira sambil menunjukkan puppy eyes nya pada Jaki.
Jaki pun mengangguk dan mengusap lembut kepala Keira sekilas, lalu melirik Jaiden yang menatapnya dengan tak suka.
"Jai kau yakin tidak mau membawa Tuan Putri kita ini untuk bersenang-senang?" Tanya Jaki.
"Ck, ya sudah ayo!" Ajak Jaiden.
"Yeay!" Sorak Keira senang.
"Kei kau kemari naik apa?" Tanya Jaiden.
"Aku membawa mobil, no! Aku tidak akan meminjamkan mobil ku!" Ucap Keira cepat.
"Ya sudah, naik mobil ku saja ayo!" Ajak Jaki.
Ketiganya pun bangkit dari duduknya, dan pergi dengan menggunakan mobil HR-V milik Jaki. Jaiden yang mengemudikan mobilnya dan Jaki duduk di samping kemudi, sedangkan Keira duduk di kursi belakang sendirian.
"Apa perlu kita ajak yang lainnya?" Saran Jaiden sembari bertanya.
"Tidak tidak! Aku tidak mau ya!" Sela Keira cepat dan kesal.
"Lah kenapa memangnya? bukannya bagus Kei?" Tanya Jaki.
"Iya Kei, makin rame. Supaya seru!" Sahut Jaiden.
"Aku cuma perempuan sendirian gitu maksudnya?!" Ucap Keira kesal.
Jaiden dan Jaki pun tidak ingin menjawabnya dan lebih memilih untuk diam saja, karena keduanya malas berdebat dengan Keira. Keduanya pun memutar bola matanya malas, dan memilih untuk menuruti permintaan Keira saja.
"Hidupkan musik Jek!" Pinta Keira.
"Ck, iya iya manja!" Sindir Jaki.
Tak membutuhkan waktu yang lama, ketiganya pun akhirnya sudah sampai di tujuannya dengan selamat. Jaiden pun mencari tempat parkir kosong, "Kenapa rame sekali sih?" Gerutu Jaiden saat tidak menemukan tempat yang tersisa untuk parkir.
"Parkir dibawah saja kalau tidak Jai!" Saran Keira.
"Eh enak saja, tidak! Nanti kalau mobil ku lecet bagaimana?!" Sahut Jaki.
"Hehehe bercanda," Balas Keira, "Eh itu kosong Jai!" Ucap Keira sembari menujuk ke tempat kosong tersebut pada Jaiden.
Lantas Jaiden pun memakirkan mobil Jaki disana, setelahnya ketiga remaja itu keluar dari mobil dan masuk ke dalam Mall. Keira berjalan diantara Jaiden dan Jaki, tepatnya Keira berada di antara tengah Jaiden dan Jaki.
"Mau kemana Kei?" Tanya Jaki.
"Kreuk kreuk"
"Eh?" Ucap Jaki terkejut saat mendapati suara perut itu
Jaiden pun hanya diam saja, dan melihat Keira dengan tatapan iba.
"Hehehe aku belum makan siang, ayo kita makan dulu!" Ajak Keira.
Jaki menghela nafasnya pelan, "Ya sudah ayo, mau makan apa hm?" Tanya Jaki sambil mengacak rambut Keira gemas.
Dapat Jaiden rasakan, kalau Keira saat ini benar-benar salah tingkah dengan tindakan yang Jaki berikan padanya, "Dasar!" Gumam Jaiden pelan.
"Mau makan sushi saja tidak Kei?" Tanya Jaiden.
"Boleh deh, ayo!" Ajak Keira mengandeng kedua lengan sahabat laki-lakinya itu.
Ketiganya pun pergi ke tempat makan yang menyediakan sushi, namun atensi Keira teralihkan saat melihat Thalia yang berada di toko buku. Dan sepertinya Thalia sedang memilih alat-alat musik.
"Hei bukankah itu Thalia?" Tanya Keira pada Jaiden dan Jaki.
Keduanya pun menoleh kemana perginya arah tunjuk tangan Keira, dan benar sekali. Itu Thalia, Thalia sedang memilih alat musik.
Jaiden mengenalnya, Jaiden mengenali wanita yang sedang menemani Thalia untuk membeli alat musik. Thalia datang bersama sekretaris Papa nya, yang beberapa hari lalu dilihatnya sedang bertengkar dengan Thalia dibawah tangga menuju rooftop kemarin.
"Kei kau tidak ingin sendirian kan?" Tanya Jaiden tiba-tiba, hingga membuat Jaki dan Keira menatap binggung dan tak mengerti pada Jaiden.
"Hah? Maksudnya?" Tanya Keira.
Jaiden pun memilih untuk tidak menggubris ucapan Keira, Jaiden pergi begitu saja meninggalkan Jaki dan Keira yang merasa kebingungan.
Sedangkan Jaki dan Keira saling menatap heran, "Ada apa dengannya?" Tanya Keira pada Jaki.
Jaiden pun memasuki toko buku tersebut, dan menghampiri Thalia.
"Hei apa Jai akan menghampiri Thalia?!" Tanya Keira heboh.
"Sejak kapan mereka dekat??" Tanya Jaki binggung, karena dirinya belum pernah melihat Jaiden berintaksi pada Thalia, setelah Jaiden memberi Thalia bekal yang Cecil berikan.
"Wah legend," Ucap Jaki tak percaya
Karena baru kali ini keduanya melihat Jaiden yang menghampiri seorang gadis, dan lagi-lagi itu kecuali Keira dan Keisha.
Bahkan biasanya Jaiden lah yang selalu didekati oleh para-para gadis yang ada disekolahnya. Ah tidak, Jaiden bahkan dikejar-kejar oleh banyak gadis disekolahnya maupun diluar sekolahnya.
Namun sekarang?
Jaiden menghampiri Thalia, bahkan keduanya tidak terlalu dekat. Mungkin itu hanya sebatas teman sekelas saja?
"Thalia" Panggil Jaiden, hingga membuat Thalia berbalik dan betapa terkejutnya Thalia saat melihat Jaiden yang saat ini sedang berada di tempat yang sama dengan dirinya.
"Eh? Bukankah anda?" Ucap sekretaris Papa Thalia mengingat-ingat siapa Jaiden, karena menurutnya wajah Jaiden sangat tidak asing baginya.
"Ja... Jaiden?!"
"Kau sedang membeli alat musik?" Tanya Jaiden.
"Ah tidak aku hanya melihat-lihat saja, kau? sedang apa disini?" Tanya Thalia berbalik.
"Tidak ada, hanya menemani Keira dan Jaki" Jelas Jaiden.
"Ah begitu..." Sahut Thalia pelan sambil mengangguk-angguk kepalanya.
"Apa kau Tuan Muda dari keluarga Renandra? Kau Jaiden Renandra kan?" Tanya Elsa pada Jaiden.
"Ya kau benar, kau kenal dengan ku?" Tanya Jaiden.
"Hanya tahu sekilas," Sahut Elsa sambil tersenyum ramah.
"Thalia, mau ikut makan sushi bersama kami?" Tanya Jaiden tiba-tiba.
"Huh?" Tanya Thalia binggung.