
...'Jika ku tau ini awal dari derita mungkin aku akan menjauh, tapi apalah daya melawan kehendak nya'...
...°°°...
"greysel sini sayang" panggil papah dari arah ruang tamu
"Iyah pah" jawab ku sambil terus menuruni setiap anak tangga.
setelah sampai aku langsung duduk di samping papah dan di depan ku ada seorang wanita yang yang tidak ku kenal.
"Jadi ini anak kamu mas?" Tanya si wanita pada papah
papah mengangguk kan kepalanya
"Iyah ini anak saya? Esel perkenalkan ini Tante Dewi calon mamah baru kamu"
"Mamah baru?" Tanya ku kembali coba memperjelas
"Iyah" jawab papah sumringah
"Kamu mau kan menerima Tante sebagai mamah kamu?" Tanya Tante Dewi dengan wajah penuh harap "Tante juga punya anak yang seumuran dengan kamu"
Greysel menyunggingkan senyum manis nya kemudian mengangguk dengan penuh antusias apa lagi saat mendengar bahwa ada anak yang seumuran dengan nya.
"Iyah esel mau"
Ayah bernafas lega karena anak nya setuju ia sempat mengira akan sulit membujuk anaknya.
"Tante janji akan menyayangi kamu seperti anak Tante sendiri" kata Tante Dewi kemudian memeluk greysel dengan penuh kasih sayang.
...°°°...
Itu kejadian kurang lebih sekitar 5 tahun yang lalu, nyatanya sekarang greysel seperti bayangan ada tapi tidak di anggap.
Hari yang dulunya di isi dengan tawa sekarang hanya ada tangis.
Menyesal pun percuma nasi sudah menjadi bubur, yang terjadi tidak dapat di ubah atau pun di bawah cegah.
Kebahagiaan yang dulu sangat di nantikan sekarang malah menghancurkan.
Plak
"Dasar anak tak berguna sudah berapa kali saya bilang jauhi Riski tapi kenapa kamu Masih deket sama dia"
Plak_
"Sekali lagi kamu deketin Riski habis kamu" ancam Dewi kemudian menghempaskan kepada greysel ke lantai.
Brak..kkk
Dewi menutup pintu kamar greysel dengan keras hingga menimbulkan suara cukup nyaring.
Greysel memegang kepalanya yang terus berdenyut rambut greysel seakan terlepas dari kepalanya Karena Jambakan mamah nya tadi.
"Sa.ki.t" rintih greysel
Tidak lama setelah itu kamar greysel kembali terbuka.
"Gimana enak?" Tanya Sintia saudara tiri Greysel si penyebab masalah dengan muka sok polos nya
"Makanya jadi orang itu jangan sok kecakapan"
"Sekali lagi gue tegasin Riski itu milik gue DAN LO GK BERHAK DEKET SAMA DIA"
Sintia yang sudah berbicara terus menerus mulai kesal karena greysel tidak menanggapi nya sama sekali
"Owh, jadi sekarang Lo mau pura-pura budek?" bentak Sintia
"kenapa kamu selalu mengambil apa yang ku miliki, tidak bisakah kali ini saja berikan dia untukku?" Greysel membatin
Tanpa aba-aba Sintia menarik rambut greysel membuat greysel yang awalnya terbaring di tanah menjadi tegak kemudian berkata.
"Dengerin gue baik-baik, jauhin Riski karena dia itu milik gue"
"LO DENGER GK?" Teriak Sintia tepat di telinga greysel membuat telinganya derdengung tapi greysel tetap tidak bergeming.
"Kalau lo Tetep deketin Riski gue bakal hancurin hidup Lo" desis Sintia
Setelah mengatakan hal itu ia keluar dari kamar greysel.
Greysel terduduk di lantai kemudian tersenyum sinis
"Hancurin hidup gue katanya?
__hidup gue memang sudah hancur semenjak kalian hadir, mau Lo hancurin bagaimana lagi?"
...~fine~...