I Am Fine

I Am Fine
Menginap di Rumah Sakit



"Apa tidak sebaiknya Keisha dan Keira pulang saja? Kalian juga, ini sudah pukul 11 malam. Kalian harus pergi sekolah besok, datang lah besok setelah pulang sekolah. Om akan beri kabar baik nanti pada salah satu dari kalian," Jelaa Saka.


Ketujuh remaja itu pun saling menatap satu sama lain, "Tapi Om" Ucap Keisha terpotong.


"Kei sudah malam, kalian juga sekolah besok. Jaiden pasti akan baik-baik saja oke?" Ucap Dino.


Lantas ketujuh remaja itu pun memutuskan untuk pulang dan memilih untuk pamit pulang pada Dimas, Dino, dan Saka.


Keisha yang awalnya membawa mobil pun, memutuskan untuk meninggalkan mobilnya dan pulang bersama Riki.


Karena mengingat jam pun sudah menunjukkan pukul 11 malam.


"Bagaimana?" Tanya Saka saat melihat Tara yang baru saja keluar dari ruang UGD.


"Tak ada yang perlu di khawatirkan, Jaiden baik-baik saja. Hanya saja dia memiliki 5 jahitan di lengannya," Jelas Tara pada ketiganya.


Saka, Dimas, dan Dino pun langsung bernafas lega mendengar kabar baik dari Tara.


"Riki..." Panggil Keisha saat keduanya sudah sampai di parkiran dan hendak untuk pulang bersama dengan Riki.


Riki pun menoleh, "Sepertinya aku harus menginap disini" Ucap Keisha membuat Riki tak habis pikir dengan jalan pikir Kakaknya.


"What? Are you crazy? No, aku tidak mengizinkannya! let me take you home now!" Ucap Riki menarik paksa Keisha agar naik ke atas motornya.


Namun Keisha tetaplah Keisha, keras kepala.


"No Riki, I don't" Ucap Keisha melepas paksa tangannya dari tangan Riki.


"Apapun ceritanya, aku akan kembali mendapatkannya. Jangan halangi aku," Ucap Keisha berjalan sedikit menjauh dari Riki, "Hati-hati ya di jalan!" Ucap Keisha lalu berlari dari jangkauan Riki.


"Hei Kak Kei! Arghh.. menyebalkan!" Ucap Riki kesal, lalu dirinya lebih memilih untuk pulang saja dan membiarkan Kakaknya itu untuk tinggal di rumah sakit.


"Loh Keisha?" Ucap Dino saat melihat Keisha kembali.


"Keisha? Ada apa? Ada yang tertinggal?" Tanya Saka.


Keisha menggeleng-gelengkan kepalanya ribut, "Om Kei ingin menemani Kak Jaiden" Ucap Keisha sedikit memaksa.


"Huh?" Ucap Dino.


"Kei ingin menginap disini, hari ini saja. Kei mohon..." Ucap Keisha dengan air mata yang sudah tumpah melewati pipi chubby nya itu.


Saka dan Dino pun saling melirik, "Kei besok Keisha sekolah kan hm?" Ucap Saka berusaha membujuk Keisha, dan juga Saka berjalan untuk mendekat pada Keisha agar lebih mudah untuk membujuknya.


Keisha menggelengkan kepalanya ribut, "Kei akan libur untuk sehari saja Om. Kei mohon, ya Om ya?" Ucap Keisha kembali terisak.


Lantas Sama dan Dino pun saling tatap, karena mereka binggung harus menjawab apa. "Kau sudah meminta izin pada orang tua mu Kei?" Tanya Saka.


...⚡⚡⚡...


Cahaya matahari mulai masuk melalui celah tirai jendela, hingga membangunkan Keisha dari tidur lelapnya.


Tadi malam Keisha merengek pada Rafa dan Shakila ditelepon, untuk menginap di rumah sakit dan dengan berat hati Rafa pun terpaksa mengizinkannya.


Mengigat, baru kali ini Keisha merengek tidak jelas seperti itu padanya. Karena pada biasanya, Keisha tidak pernah meminta apapun dari Rafa.


Berhubung Keisha tidur di ruang inap Jaiden, Dino dan Saka pun memilih untuk menginap juga di rumah sakit. Namun keduanya mengambil kamar kosong, tanpa pasien.


Karena menurut keduanya, tidak akan pantas jika mereka berada di ruangan yang sama bersama Keisha dan Jaiden.


Lagian bebas saja, karena mereka saat ini sedang berada di rumah sakit milik keluarga Renandra.


Tangan Jaiden bergerak, hingga Keisha pun tersentak dan bangkit dari duduknya. Keisha menatap Jaiden, penuh dengan harapan.


Kedua mata milik Jaiden pun perlahan-lahan terbuka, "Kak Jaiden... Kakak sudah bangun? Sebentar" Ucap Keisha hendak memanggil dokter ataupun perawat.


Grep


Jaiden menahan tangan Keisha, "I'm okey Kei. Aku udah bangun dari tadi malam," Jelas Jaiden.


"Huh?"


"Iya aku tadi malam sudah siuman, Om Tara juga sudah megecek keadaan ku bersama perawat tadi malam. Kau tertidur sangat lelap, terima kasih" Ucap Jaiden sembari tersenyum pada Keisha.


"Kau tak apa Kak? Ada yang sakit?" Tanya Keisha.


Jaiden pun tersenyum senang, "Maaf membuat mu khawatir Kei" Ucap Jaiden menatap kedua manik mata Keisha yang memerah.


...⚡⚡⚡...


Sesuai ucapan yang disampaikan Rafa semalam, mulai hari ini Thalia akan di antar jemput oleh supir kemana pun dirinya pergi.


Thalia juga sudah mengirimkan beberapa pesan beruntun pada Jaiden, namun Jaiden tak kunjung membalasnya. Thalia sedikit khawatir, karena biasanya Jaiden akan selalu mengabarinya jika dirinya sudah tiba dirumah.


Ah iya, Thalia juga tidak sempat untuk melihat berita yang di tayangkan di tv atau sosial media. Karena berita itu sudah hilang dalam sekejap, dan tidak ada seorang pun yang boleh tahu kejadian tersebut.


Bahkan beberapa orang yang menyaksikan kejadian itu, diberi uang untuk menutup mulut mereka rapat. Berita itu lenyap seketika, bahkan keluarga Jaiden sudah menyelesaikan masalah secara kekeluargaan dengan para korban.


Tidak, bukan Rena atau Jinata maupun Dimas, Saka dan Dino yang menyelesaikan masalah tersebut. Namun, anak buah di bawah naungan Renata dan Jinata lah yang menyelesaikan masalah tersebut.


Thalia baru saja tiba di sekolah, Thalia melihat sekeliling sekolah. Tapi dirinya tak menemukan orang yang dicarinya, dan Jaki menyadari itu.


"Kau mencari Jaiden? Dia tidak akan sekolah, Jaiden kecelakaan tadi malam" Jelas Jaki.


"Hah?! Kecelakaan?! Dimana dia sekarang?" Tanya Thalia terkejut sekaligus khawatir, "Apa Jaiden baik-baik saja?" Tanya Thalia khawatir.


"Apa itu penting untuk mu?" Ucap Keira tiba-tiba.


"Huh?" Ucap Thalia tak percaya.


"Di rumah sakit utama Choren Group, hanya ingin memberitahu mu saja. Kalau Keisha tadi malam menginap disana," Ucap Keira lalu pergi meninggalkan Thalia dan Jaki.


Jaki pun menghela nafasnya berat, lalu memilih untuk mengejar Keira.


"Keira!" Panggil Jaki, tapi Keira tak menggubrisnya.


...⚡⚡⚡...


Rena baru saja tiba di Indonesia, dirinya pun langsung bergegas menuju rumah sakit. Sungguh dirinya sangat khawatir akan keadaan cucu semata wayangnya itu.


Setelah sampai dirumah sakit, Rena langsung berjalan cepat agar cepat sampai ke ruang inap milik Jaiden.


Ceklek


"Jaiden!" Teriak Rena sembari membuka pintu ruang inap milik Jaiden.


"Astaga!" Kaget Dino, karena dirinya sedang menikmati sarapan paginya. Yaitu bubur ayam, yang dibawakan oleh Dimas dari kantin rumah sakit.


Rena tidak memperdulikannya, Rena langsung berjalan cepat menuju berangkat milik Jaiden. Dan menelisik seluruh tubuh, milik cucu semata wayangnya itu.


"Kau tak apa kan? Astaga kenapa bisa terjadi hah? Kau melanggar aturan lalu lintas!" Omel Rena pada Jaiden.