I Am Fine

I Am Fine
Omelan Rena



"Kau tak apa kan? Astaga kenapa bisa terjadi hah? Kau melanggar aturan lalu lintas!" Omel Rena pada Jaiden.


"Ayolah Nek, aku tak apa. Hanya luka ringan saja," Jelas Jaiden menenangkan Neneknya agar tidak terus-menerus mengomelinya dari A sampai Z.


"Apa?! Ini kau bilang luka ringan hah?!" Ucap Rena menunjuk luka jahitan di lengan Jaiden, ""Tangan ku sampai di jahit 5 jahitan Jaiden, kau bilang luka ringan?" Omel Rena.


Jaiden pun hanya diam, malas menjawab omelan Rena. Sungguh Jaiden berpikir kalau Neneknya ini benar-benar lebay sekali, kalian mengerti kan bagaimana jiwa nenek-nenek tua yang panik?


Nah seperti itulah, Rena saat ini.


"Kenapa bisa terjadi hah? Kenapa kau begitu ceroboh hingga menerobos lampu merah?" Omel Rena lagi dan lagi.


"Maafkan aku Nek, aku sudah buat kekacuan. Dan membuat Kakek dan Nenek mengeluarkan banyak biaya, untuk mengurus semuanya" Jelas Jaiden.


"Astaga anak ini, kenapa bodoh sekali? Nenek bertanya kenapa bisa ini terjadi pada mu? Bukan mempermasalahkan kekacauan yang terjadi ataupun biaya!" Omelnya lagi.


Jaiden hanya diam saja, karena kalau dijawab pun percuma saja. Padahal jelas-jelas Neneknya tahu, kalau dirinya menerobos lampu merah.


Lantas kenapa Neneknya ini terus mendesak dirinya menjawab, kenapa dirinya bisa mendapatkan luka seperti ini pikir Jaiden.


Padahal maksud Rena bukan itu, maksud Rena adalah kenapa Jaiden bisa sampai menerobos jalan lampu merah. Hahaha lucu sekali, keduanya salah pengertian.


"Kau jelas cucu ku! Jadi apapun itu caranya aku pasti akan mengurus mu dengan benar untuk masa depan mu kelak, Nenek ini sayang pada mu Jaiden. Dimas bagaimana? Semua sudah beras?" Tanya Rena pada Dimas.


"Sudah Nyonya, semua sudah beres", Ucap Dimas.


"Nek bukankah aku sebaiknya di bawa hukum saja? Kan aku salah, kenapa selalu menggunakan uang untuk menutup segalanya" Ucap Jaiden.


"Apa tak bisa menggunakan otak mu itu untuk berpikir Jaiden Renandra? Apa kau ingin merusak reputasi keluarga Aldebarano dan Renandra? Dan kau mau masuk penjara di usia muda hah?" Omel Rena.


"Astaga tidak! Yang ada kau akan di lengser sebagai penerus perusahaan, aku tidak akan membiarkan itu!" Jelas Rena.


Jaiden tersenyum miris, dirinya melupakan soal itu. Jaiden melupakan soal neneknya yang membesarkan dirinya, hanya karena dirinya adalah satu-satunya pewaris untuk keluarga Renandra dan Choren Group.


Rena tidak akan sebodoh itu, untuk memberikan kepercayaan kepemimpinan Choren Group pada orang lain. Kecuali itu Jaiden, ataupun yang sementara dipimpin oleh Dino saat ini.


Dan Jaiden hanya satu-satunya, yang terlahir sebagai keturunan dari keluarga Renandra.


Dino, Keisha dan Dimas sedari tadi hanya dapat menyimak saja. Saat Rena tiada hentinya mengomeli Jaiden, karena kalau dihentikan pun percuma saja.


Dino, Keisha, dan Dimas sudah biasa melihat Rena yang mengomeli Jaiden seperti itu jika Jaiden membuat masalah.


Dimana Saka? Saka sudah pulang saat Rena tiba tadi. Saka juga sudah pamit pada Rena, karena keduanya bertemu di parkiran tadi.


"Kei? Kau menginap disini? Kau tidak sekolah?" Tanya Rena melirik Keisha yang sedang duduk di sofa bersama Dino dan Dimas.


Keisha pun menyengir kuda pada Rena dan menggelengkan kepalanya, "Tidak Nek hehe.. Kei bolos," Jawabnya.


"Ah begitu ya, maafkan Nenek ya? Karena Nenek kau jadi tidak sekolah, terima kasih ya sudah menjaga Jaiden" Ucap Rena ramah.


"Dino kau juga menginap disini bersama Saka?" Tanya Rena pada Dino.


"Iya Tan, Tante sudah sarapan?" Tanya Dino.


"Belum, apa itu?" Tanya Rena melirik penasaran pada mangkok bubur ayam milik Dino, dan Dimas.


"Ini bubur ayam kantin dibawah Nyonya," Jawab Dimas.


"Belum Nek, Keisha belum makan. Katanya tidak selera, nenek paksa saja dia makan" Ucap Jaiden.


Rena pun terkekeh saat mendengar ucapan Jaiden barusan, "Baiklah. Siti tolong belikan bubur ayam saya dan Keisha? Mau apa sayang?" Tanya Rena pada Keisha.


"Ck, pada Keisha pakai sayang. Aku sudah seperti cucu tiri saja," Gerutu Jaiden pelan.


"Keisha bubur ayam aja Nek," Sahut Keisha.


"Baiklah, bubur ayam 2 ya! Jaiden apa kau mau?" Tanya Rena.


Jaiden pun menggeleng-gelengkan kepalanya, karena dirinya tidak suka makan makanan yang sejenis seperti itu. Apalagi, lembek-lembek seperti bubur Jaiden merasa jijik.


Lantas Asisten Rena pun pergi meninggalkan ruangan itu, dan bergegas ke kantin.


"Tadi kenapa tidak membelikan untuk Keisha juga?" Tanya Rena.


"Tadi Kei lagi gak selera Nek, Om Dino sama Om Dimas udah nawarin kok tadi" Jelas Keisha


"Astaga Keisha! Dasar, perut mu itu tidak boleh dibiarkan kosong saat pagi hari! Walaupun tak selera makan, kau harus tetap sarapan!" Omel Rena lagi.


"Kenapa wanita sangat cerewet?" Batin Dino.


"Ponsel ku!" Pekik Jaiden tiba-tiba hingga mengejutkan seisi ruangan, "Dimana ponsel ku?" Tanya Jaiden.


"Di laci itu," Tunjuk Dimas pada laci yang terdapat disebelah kanan brangkar milik Jaiden.


"Sini biar ku ambilkan Kak," Ucap Keisha lalu berjalan mendekat pada brangkar Jaiden, dan mengambil ponsel milik Jaiden.


"Kak sepertinya baterainya habis," Ucap Keisha. "Aku membawa powerbank, mau ku carger dulu?" Tanya Keisha.


Jaiden pun mengangukkan kepalanya.


Tak lama kemudian, bubur ayam yang dibeli oleh asisten Rena tiba. Lantas Rena, dan Keisha pun melahap bubur itu hingga tak tersisa.


"Nyonya apakah sebaiknya Nyonya istirahat dahulu? Nyonya baru saja tiba dari Jepang, pasti sangat melelahkan. Saya bisa memesan kan hotel terdekar dirumah sakit ini," Jelas Dimas.


"Iya Nek, Om Dimas benar. Nenek pasti lelah, istirahatl lah dulu di hotel terdekat" Saran Jaiden.


"Iya Nek, Kak Jaiden dan Om Dimas benar. Keisha disini yang akan menjaga Kak Jaiden Nek," Sahut Keisha.


"Iya Tante, Dino juga akan disini sampe jam 1 siang nanti. Dan Kak Rina akan datang untuk bergantian menjaga Jaiden, sambil membawa makan siang" Jelas Dino.


"Haruskah aku istirahat dulu?" Gumam Rena pelan.


"Baiklah ayo antar aku," Pinta Rena pada Dimas.


Lantas Dimas pun menurut, dan mengantar kan Rena ke hotel terdekat yang berada di dekat rumah sakit.


Setelah kepergian Rena dan Dimas, beserta asistennya. Keisha pun meminta izin untuk ke kantin, ingin membeli makanan ringan.


"Om Dino, Jaiden. Keisha ke kantin dulu ya, mau beli jajan" Ucap Keisha pamit pada keduanya.


Setelah mendapat persetujuan dari kedua pria itu, lantas Keisha pun pergi meninggalkan ruang rawat inap milik Jaiden.


Setelah sampai di kantin, Keisha memesan kopi dan juga beberapa roti untuk dimakannya dan disedu dengan kopi. Dan beberapa roti kesukaan Jaiden, untuk dibawanya nanti untuk Jaiden.