
Awalnya Keisha hanya ingin untuk membeli cemilan saja, lalu langsung kembali ke ruang inap Jaiden. namun dirinya teringat sesuatu, kalau dirinya saat ini sedang membawa ponsel Jaiden di dalam tas kecilnya.
Keisha pun mengambil ponsel milik Jaiden, yang sedang di casnya itu dengan powerbank miliknya. Dan dengan gerakan tangan yang ragu, Keisha pun mulai mengaktifkan ponsel Jaiden.
Baru saja Keisha menghidupkan ponsel Jaiden, Keisha sudah mendapatkan beberapa notifikasi yang masuk di ponsel milik Jaiden. Mulai dari chat teman-temannya, dan juga beberapa yang tidak dikenalnya.
Hingga perhatiannya teralihkan saat melihat chat Thalia yang berada di paling atas, Keisha mencibir terlebih dahulu. Lalu, dirinya pun membuka chat tersebut.
...Room chat...
Thalia :
Jai ku dengar kau kecelakaan
Apa itu benar?
Jangan buat aku khawatir
Kenapa nomor mu tak bisa di hubungi?
Jaiden aku tidak tahu entah bisa menjenguk mu atau tidak
Tapi sungguh aku ingin menjenguk mu
Kau tahu kan? Papa ku membatasi ku untuk dapat bertemu dengan mu
Jaiden kau tak apa kan?
Ku mohon jawab aku
P
P
P
Jaiden
read
"Ck, pencari perhatian!" Gumam Keisha.
^^^Jaiden:^^^
^^^Hm aku tak apa^^^
Thalia :
Astaga akhirnya kau membalas pesan ku
Syukurlah
Bisa ku telepon?
Aku ingin mendengar suara mu
^^^Jaiden:^^^
^^^Aku sedang bersama Nenek dan Keisha^^^
Thalia :
Ah ya?
Baiklah
Read
"Menyebalkan!" Gumam Keisha kesal.
Lantas Keisha pun menghapus beberapa pesan, dan juga panggilan Thalia di ponsel milik Jaiden. Agar Jaiden berpikir, kalau Thalia sama sekali tidak mengkhawatirkan dirinya sedikit pun.
"Papa benar-benar mengabulkan permintaan ku, rasa ini cara Papa untuk menjauhkan Thalia dan Kak Jaiden" Batinnya tersenyum senang.
...⚡⚡⚡...
Sudah dua hari Jaiden berada dirumah sakit, dan juga Keisha yang selalu menemani Jaiden setelah dirinya pulang sekolah.
Ah iya, Keisha juga sedang berpura-pura tidak tahu tentang hubungan Jaiden dan Thalia. Kalau sebenarnya keduanya itu sedang berpacaran, Jaiden juga sudah mengatakan itu pada yang lainnya tentang hubungannya dengan Thalia.
Namun tidak itu dengan Keisha, dan juga Thalia.
"Kakak dan Thalia sedang berpacaran?" Tanya Keisha tiba-tiba, tanpa menatap Jaiden.
"Huh?" Ucap Jaiden tersentak.
Keisha tersenyum penuh arti sembari menatap apel yang sedang di potongnya, "Kakak tahu bagaimana perasaan ku saat mendegar itu dari mulut orang lain?" Tanyanya lagi.
"Kei dengarkan aku, aku melakukan itu karena ada yang harus ku pastikan dan ada yang perlu ku lakukan. Dengar, aku hanya menyukai mu dan kau tahu itu. Iya kan?" Jelas Jaiden.
Keisha menatap Jaiden tak percaya, matanya juga sudah mulai memerah. Keisha tak habis pikir dengan jalan pikir Jaiden, dan juga Keisha tidak mengerti maksud ucapan Jaiden soal apa yang harus dilakukannya.
"Maksud Kakak? Apa Kakak sedang suka mempermainkan perasaan seorang perempuan sekarang? Sejak kapan Kakak seberani itu?" Ucap Keisha.
Jaiden menghela nafasnya berusaha untuk tenang, "Tidak Kei. Kau tidak mengerti, aku hanya ingin membalas dendam ku saja" Ucap Jaiden menatap Keisha lekat dan menghapus air mata Keisha yang sudah mulai menetes itu.
"Huh?" Ucap Keisha yang lagi-lagi tak mengerti apa maksud ucapan Jaiden.
...⚡⚡⚡...
"Fia apa kau dekat dengan Heri?" Tanya Keira.
"Hah?"
"Kau sedang dekat kan dengannya?" Tanya Keira lagi.
"Entahlah, tapi dia benar-benar brengsek sekali. Namun dia sangat baik, apa kau tahu Kei?" Tanya Fia berbalik.
"Apa?" Tanya Keira.
"Saat Heri mengajak ku keluar untuk makan malam bersama, atau pun itu pergi keluar bermain bersama. Aku selalu mendapatkan Heri yang selalu ditampar oleh seorang perempuan, yang sudah ditidurinya."
"Apa itu artinya Heri tidur dengan seorang perempuan setiap hari?" Tanya Fia berbalik.
Keira pun binggung harus mengatakan apa pada Keira, "Maaf untuk mengatakan ini. Tapi sedari yang aku tahu, Heri akan putus dengan pacarnya jika dirinya sudah meniduri pacarnya.Ku harap kau jangan sampai menjadi seperti itu oke?" Jelas Keira.
Fia pun mengangukkan kepalanya mengerti.
"Apa Heri pernah mengatakan sesuatu padamu tentang keluarganya?" Tanya Keira.
Fia pun mengangukkan kepalanya ribut, "Hm aku tahu. sedikit? Itupun karena aku mengunjungi rumahnya. Dan aku... ya... begitu kurasa, setelah aku melihatnya dengan mata kepala ku sendiri. Aku mengerti kenapa Heri lebih memilih untuk tinggal di apartemennya dan selalu bermain dengan perempuan," Jelas Fia.
"Bagaimana kalau kau saja yang mengubah kebiasaan buruk Heri?" Saran Keira.
"Apa bisa? Ku rasa itu akan sulit Kei, Tapi mungkin aku bisa mengubah kebiasaan buruknya yang suka bolos sekolah atau terlambat datang sekolah. But bagaimana caranya aku bisa membuatnya berhenti untuk minum-minum dan juga bermain perempuan?" Ucap Keira pada Keira binggung.
"Mau ku beri saran?" Ucap Jaki tiba-tiba datang bergabung dengan keduanya , dan menaruk kursi untuk bergabung dengan kedua gadis itu.
"Kau menguping?!" Pekik Fia terkejut.
Jaki pun hanya mengindikkan bahunya tak peduli, "Hei Fia, ku rasa kau pasti tidak tahu kan tentang ini. Dulu sebelum keluarga Heri seberantakkan ini, Heri itu 24/7 belajar. Dia juga sering mengikuti kelas privat, hingga larut malam jam 10 malam. Lalu mengapa kau tidak mengajaknya saja untuk kes privat?" Saran Jaki
"Aaa... iya Jaki benar!" Sahut Keira.
"Ku rasa... bukankah itu sedikit sulit?" Tanya Fia.
"Um... sedikit, tapi ku rasa kau pasti bisa" Jawab Jaki.
"Hei mendekat lah!" Pinta Jaki mengajak Keira dan Fia untuk mendekat padanya.
"Thalia dan Jaiden sudah resmi pacaran" Bisik Jaki pelan dan sangat pelan.
"Apa?! Apa dia sudah gila?!" Ucap Keira tak terima.
"Wah aku tak habis pikir, aku bahkan sudah menceritakan padanya tentang Keisha dan Keira. Astaga, apa Jaiden di pelet oleh Thalia?" Gerutu Keira kesal berbisik pada keduanya.
"Hei perasaan tidak bisa dipaksakan, mungkin saja Jaiden hanya menganggap Msiaha seperti Adiknya sendiri. And you know, Jaiden juga selalu melakukan Keisha seperti itu, i mean" Ucap Jaki terpotong.
"No Jaki, aku bisa melihatnya! Jaiden treat Keisha like his girlfriend! Like you treat me before we dating babe!" Jelas Keira.
"Apa kau serius Jaki?" Tanya Fia.
"Tentu!" Jawab Jaki
"Ku kira Thalia yang akan kalah telak dari Keisha," Jelas Fia.
"Hei sedang berbicara apa? Kenapa kalian bisik-bisik?" Tanya Heri yang baru saja bergabung, dan datang bersama dengan Surya.
"Nothing," Jawab Keira cepat. "Siapa yang akan memesan hari ini?" Tanya Keira.
""Riki sepertinya, kemarin siapa?" Tanya Jaki lupa.