I Am Fine

I Am Fine
Ingin memakan makanan yang manis



Maaf aku kelepasan, maaf juga kalau tadi malam aku bermain dengan kasar tadi malam," ucap Juna lalu bangun dari tidurnya dan menuju ke dalam kamar mandi.


Celine masih terisak, sungguh dia sangat malu saat ini, Celine sudah menjaga mahkotanya selama bertahun-tahun. Celine memang hendak menyerahkannya kepada suaminya, namun suami yang mencintai dirinya. Bukan seperti Juna, yang sama sekali tidak memiliki perasaan terhadapnya.


Namun apalah daya, Juna sudah merebutnya. Walaupun saat ini Juna berstatus sebagai suami Celine, tapi sungguh hati Celine sangat sakit, karena Juna selalu menyebutkan nama orang lain di sepanjang kegiatan panas mereka tadi malam.


...⚡⚡⚡...


Juna keluar dari kamar mandi dan tidak mendapatkan Celine di kamarnya, Juna sungguh berpikir keras tentang apa saja yang sudah dilakukannya pada Celine tadi malam.


Juna tidak mengigat apapun malam itu, bahkan Juna tidak tahu siapa yang membawanya pulang kerumah.


Juna bahkan sangat terkejut saat melihat ada bercak merah tadi di kasur saat dia baru saja bangun.


"Apa aku melakukan itu pada Celine tadi malam?" Gumam Juna sendiri.


"Arghh kau sangat bodoh Juna!" Gerutu Juna kesal pada dirinya sendiri sambil menatap kaca rias yang berada di kamarnya.


"Dia istri ku kan? sudah wajar kalau aku melakukan itu padanya right? itu kewajibannya!" Pikir Juna lalu bergegas untuk bersiap ke kantor.


Sedangkan Celine?


Celine masih terisak di dalam kamarnya, sungguh ini adalah penyesalan terdalam Celine. Karena tidak dapat kabur dari Juna tadi malam, bahkan Celine sudah menerima perlakuan tidak senonoh dan kasar dari suaminya sendiri.


Nafas Celine tercekat, karena terus-menerus menangis sejak tadi malam. Bahkan Celine tidak dapat tidur, Celine terus memutar kejadian yang menimpanya.


Celine pun memutuskan untuk berjalan ke meja riasnya dan membuka salah satu laci, Celine kembali meminum pil itu agar dapat membuatnya tenang dan istirahat.


...⚡⚡⚡...


Saat ini Juna sedang memijit kepalanya pusing, Juna baru ingat apa saja yang sudah dilakukannya pada Celine tadi malam.


Bahkan Juna merasa tak enak pada Celine, Karena Celine melakukan itu bersamanya dengan terpaksa. Simpelnya Juna baru menyadari kalau pada malam itu Celine berusaha kabur darinya, namun ditahan olehnya.


Ceklek


"Juna, apa kau sedang tak enak badan?" Tanya Lia yang baru saja masuk ke dal ruang kerja Juna.


"Aku ingin sendiri dulu Lia," Ucap Juna tanpa menatap Lia.


"Tiba-tiba? baiklah, aku akan keluar. Jaga kesehatan mu, kalau kau perlu sesuatu panggil saja aku oke?" Ucap Lia.


"Hm" Ucap Juna dingin.


"Ada apa dengannya? kenapa ketus sekali dengan ku?" Ucap Lia heran.


...⚡⚡⚡...


Sudah 2 Minggu kejadian tersebut berlalu, Celine juga sudah tidak pernah menunggu Juna pulang dan Juna juga tidak peduli soal itu.


Bahkan menurut Juna itu sangat bagus.


Bi Sarah mengetahui bahwa Tuan muda dan Nyonya mudanya ini tidak tidur di dalam kamar yang sama.


Bahkan Bi Sarah memperhatikan Juna yang tidak pernah mau sarapan pagi, makan siang, bahkan makan malam dirumah.


Selama Bi Sarah di kediaman Juna dan Celine, hanya Celine saja yang selalu memakan masakan dari Bi Sarah.


Bi Sarah juga kebingungan, karena sepertinya Tuan muda dan Nyonya mudanya sedang bertengkar, karena sama sekali tidak pernah bertegur sapa selama 2 minggu belakangan ini.


Bi Sarah sempat berpikir, kalau penyebab Tuan Muda dan Nyonya mudanya itu saling diam karena masalah kemeja semalam, pikirnya.


Karena Bi Sarah perhatikan, Celine sama sekali tidak pernah memakai lipstik bewarna merah pekat sepeti itu. Biasanya Nyonya mudanya itu memakai lipstik yang terlihat seperti warna bibirnya.


Ah iya, akhir-akhir ini Celine merasa aneh pada dirinya sendiri. Karena Celine selalu merasa ingin keluar rumah dan jalan-jalan, terutama akhir-akhir ini Celine juga selalu ingin memakan makanan yang manis-manis saja.


Padahal biasanya Celine tidak pernah menyukai makanan yang terlalu manis dan banyak mengandung kadar gula yang tinggi.


Hari ini Celine memutuskan untuk keluar rumah, karena Celine merasa sangat bosan. Celine sudah memutuskan untuk pergi ke salah satu cafe yang sudah ditinjaunya melalui sosial media.


Celine ingin sekali memakan red Velvet cake dari cafe tersebut, maka dari itu Celine akan pergi ke sana untuk memakan cake tersebut.


Setelah sampai di cafe tersebut, Celine duduk di meja yang berada disudut dan menghadap jendela luar yang menampilkan lalu lalang jalanan.


Celine juga sudah memesan 1 cake red Velvet dan 1 milkshake vanilla.


Tanpa sengaja Celine menangkap mobil yang baru saja berhenti di depan cafe tersebut, Celine mengetahui siapa pemilik dari mobil tersebut. Itu adalah mobil suaminya sendiri, bagaimana mungkin Celine tidak dapat mengenali mobil suaminya sendiri.


Namun mata Celine kembali membulat dan memanas, saat melihat betapa manisnya suaminya itu kepada kekasihnya, sekaligus sekretaris perusahaannya.


Bahkan suaminya itu membukakan pintu untuk Lia dan mengandeng tangan Lia dengan erat. Juna dan Lia terlihat sangat bahagia, bahkan mereka berjalan ke dalam cafe dengan dipenuhi senyuman.


"Kenapa gadis itu harus menjadi sekretarisnya kak Juna sih?! wajahnya itu sangat menyebalkan!" Gerutu Celine di dalam hati.


Lia menyadari kehadiran Celine yang berada di dalam cafe tersebut, Lia tersenyum kemenangan saat melihat istri dari kekasihnya itu sedang melihat ke arahnya.


Apalagi Lia dapat melihat dengan jelas, bagaimana ekspresi murung istri dari kekasihnya tersebut. Lia sangat yakin kalau gadis itu sedang cemburu padanya.


"Hahaha kasihan sekali, akan ku balas kau hari ini! ini baru yang pertama!" Batin Lia tersenyum senang saat melihat ekspresi Celine yang tak bersahabat.


Lia pun dengan sengajanya bersikap sangat posesif pada Juna, karena ingin memamerkan kemesraannya dengan Juna pada Celine.


"Kenapa hm? kau sangat memegang erat lenganku," Ucap Juna pada Lia.


"Tidak, aku hanya ingin. Kenapa kau sangat tampan? aku jadi semakin mencintai mu," Ucap Lia sambil tersenyum.


Juna terkekeh, "Apa kau mau menjadi kekasihku karena wajah tampan ku hm?" Tanya Juna gemas pada kekasihnya.


"Hei, tidak! aku mencintai mu apa adanya," Sahut Lia.


"Aku juga mencintai mu Lia," Ucap Juna.


Lia pun tersenyum manis pada Juna hingga membuat Juna gemas pada kekasihnya, tanpa babibubebo Juna langsung megecup sekilas bibir manis Lia.


Skakmat, Lia semakin merasa dirinya sudah benar-benar menang dari Celine. Mood Lia sekarang menjadi lebih baik saat dia merasa menang dari Celine, apalagi Lia berpikir bahwa dirinya lah satu-satunya yang ada di hati Juna.


Celine sudah tidak tahan melihat keduanya yang bermesraan di depan matanya sendiri, Celine pun memutuskan untuk bangun dari duduknya dan hendak pergi dari cafe tersebut.


Sungguh, mood Celine sudah rusak pagi ini. Celine sudah tidak menginginkan cake red Velvet dan milkshake vanila itu lagi.


"Celine?" batin Juna yang baru menyadari atas keberadaan Celine bahkan Celine berjalan menuju ke arahnya.


Juna berpikir, kalau Celine akan berjalan ke arahnya untuk mempertanyakan alasan mengapa dia berada di cafe ini bersama Lia. Namun Juna salah besar, Celine pergi dengan begitu saja tanpa menyapanya.


Apa kalian berpikir Juna perduli?


Tentu saja! Juna hendak mengejar Celine namun ditahan oleh Lia.


"Celine!" Panggil Juna berteriak.


Namun Celine sama sekali tidak menggubris Juna dan langsung melewati Juna dan Lia begitu saja.


"Sayang mau kemana sih? kau akan meninggalkan ku? kau memilihnya atau aku?!" Sela Lia kesal meninggikan suaranya.


Juna pun pasrah saat Lia berteriak dan menahan lengannya untuk tetap bersamanya.


"hahaha Celine, apa kau pikir Kak Juna akan mengejar mu hah?!" Batin Lia tersenyum senang.