
"Bagaimana ini Kei? Kan sudah ku bilang, cepat atau lambat Thalia pasti akan mengetahuinya. Ku rasa dia akan merasa terpukul, saat dirinya mengetahui kalau diri mu ternyata adalah anak kandung Papa nya Kei" Jelas Yuna.
"Dia hanya anak tiri Yuna, anak pungut" Jelas Keisha, lalu menarik Yuna untuk keluar dari tempat itu.
Tapi langkah keduanya terhenti saat melihat Thalia yang menghampiri Papa nya dan Shakila, Mama Keisha. Lantas Keisha pun lebih memilih untuk menarik Yuna kesana, "Ayo kita kesana!" Ajak Keisha menarik paksa Yuna.
Yuna pun hanya pasrah saja.
"Papa!" Panggil Thalia.
Rafa pun tersentak, saat dirinya mendengar suara yang sangat dikenalnya itu. Lantas Rafa pun menoleh pada arah dimana suara itu terdengar, dan menemukan Thalia.
Mata rafa semakin melebar, saat melihat Thalia putri yang selalu dianggapnya seperti anaknya sendiri. Bahkan Rafa selalu protektif pada Thalia, Rafa melihat mata putrinya itu sudah memerah dengan tangannya yang sudah mengepal di bawah sana.
"Pa? Sedang apa disini? Apa hubungan Papa sama Mama Keisha?" Tanya Thalia to the point, "Apa Papa berselingkuh dari Mama?" Tanya Thalia.
"Thalia..." Ucap Rafa lirih.
Tak lama dari situ, Keisha pun muncul dari belakang bersamaan dengan Yuna. Mata Rafa kembali membola, sungguh dirinya sudah tak dapat mengontrol dirinya lagi.
"Bukan urusan mu," Ucap Rafa sarkas pada Thalia, saat Rafa menemukan putri kandungnya sedang berdiri di belakang Thalia.
"Huh?" Ucap Thalia terkejut, hatinya mencelos begitu saja saat mendengar ucapan sarkas speerti itu dari Papa nya.
Lantas Rafa pun menarik Shakila, lalu dirinya berjalan menuju Thalia. Thalia berpikir Rafa akan mengatakan sesuatu padanya, namun salah.
Rafa berjalan terus melewatinya, dan menarik Keisha. Meninggalkan Thalia, Thalia sungguh tak percaya atas apa yang dilihatnya barusan. Dengan gerakan yang cepat, Thalia langsung membuka ponselnya.
Cekrek!
Thalia memfoto ketiga orang itu, lalu perhatiannya teralih kan pada Yuna yang masih bediri disana dan menatap dirinya.
"Kau sudah tahu kan? Apa kalian sengaja menyembunyikan hal sepenting ini dari ku huh?" Tanya Thalia pada Yuna.
"Ma.. maafkan kami Thalia, kami tidak bermaksud seperti itu. Kami hanya..." Ucap Yuna binggung harus mengatakan apa pada Thalia.
"See? Bahkan kau tidak bisa menjelaskan apapun padaku, kentara sekali. Apa selama ini kalian tidak menganggap aku sebagai seorang teman kan?" Ucap Thalia lalu pergi meninggalkan Yuna sendirian.
"Thalia..." Ucap Yuna lirih menatap punggung Thalia yang mulai menjauh dair hadapannya.
"O...om..." Ucap Keisha.
"Stop to call me uncle Keisha! I'm your Dad!" Bentak Rafa.
"Hei?! Kenapa kau membentaknya?!" Bentak Shakila berbalik pada Rafa.
Rafa pun mengusap rambutnya frustasi, "Maafkan Papa Kei... Maafkan aku Shakila..." Ucap Rafa lirih, lalu duduk disalah satu kursi yang terdapat disana dan menangis dalam diam.
...⚡⚡⚡...
Dirumah kediaman Sandika.
Ceklek
"Thalia? Loh ada apa? Kenapa kau menangis? Apa yang terjadi?" Tanya Mama Thalia khawatir pada putrinya.
"Ma... Papa..." Isak Thalia.
"Why? What wrong Thalia?" Tanya Mama Thalia khawatir pada putrinya itu.
"Papa Ma... Papa dan Tante Shakila mempunyai hubungan, Papa selingkuh Ma..." Ucap Thalia terisak.
"H... huh? Apa kau bercanda?" Tanya Mama Thalia.
"No Mam, I'm not kidding right now! Look at this Mam!" Ucap Thalia sambil menunjukkan gambar yang sempat dipotretnya di Mall tadi.
"Ma? Kenapa diam saja? Mama mengetahuinya?" Tanya Thalia.
"Bisa kau jelaskan?" Ucap Lia pada Rafa, dan berusaha dengan keras untuk menahan tangisnya.
Rafa memejamkan matanya sejenak, lalu menghela nafasnya kasar. "Lia kau sudah tahu kan? Kalau Shakila adalah mantan kekasih ku sewaktu aku SMA dulu?" Tanya Rafa.
Lia menatap suaminya itu tak percaya, "Lalu? Kalau memang iya kalian pernah bersama waktu kalian SMA dulu, apa menurut mu pantas untuk berkencan dengannya? Dan kau sendiri sudah memilik anak dan istri," Tanya Lia dengan air mata yang sudah mengalir begitu saja.
"Kami akan menikah, secepatnya" Jelas Rafa singkat, padat, jelas.
Lalu Rafa pergi meninggalkan rumah.
"Pa! Papa!" Panggil Thalia, namun Rafa sama sekali tidak menggubris itu sama sekali dan pergi begitu saja.
Kalian masih ingat Lia kan? Lia ini adalah mantan sekretaris mendiang Juna dulu, sekaligus mantan kekasih Juna Ayah Jaiden.
Ya, saat ini Lia berstatus sebagai istri sirih dari Rafa Sandika. Keduanya saling bertemu di Amerika, saat Lia sedang melarikan diri dari keluarga Renandra dan Aldebarano yang terus-menerus mengancamnya untuk membunuh anaknya, Thalia.
Dan akhirnya Lia pun bertemu pada Rafa, dan meminta pertolongan pada pria itu. Hingga Rafa memalsukan semua indentitas tentang Lia dan juga Thalia.
Bahkan Rafa juga menyembunyikan pernikahannya dengan Lia dari orang tuanya selama 12 tahun terakhir, hingga orang tuanya selalu mendesak dirinya untuk segera menikah.
Namun dengan segera mungkin, Rafa selalu memberikan alasan agar dirinya tidak menikahi gadis yang sudah dipilihkan orang tuanya untuknya. Hingga membuat kedua orang tua Rafa pun menyerah, untuk meminta anaknya menikah.
"Ma... Apa Mama hanya diam begitu saja? Setelah Papa memperlakukan Mama seperti ini?!" Tanya Thalia dengan nada bicara yang meninggi.
"Thalia... Mama tidak bisa berbuat apa-apa, Mama bukan istri Papa mu sah secara hukum... Kau tahu itu Nak," Ucap Lia lirih sembari terisak pelan.
"Ma..." Ucap Thalia lirih tak tega.
Bukankah karma itu benar adanya?
Semenjak kejadian itu, Hubungan Thalia dengan Keisha dan juga Yuna menjadi sangat berantakan. Tidak saling tegur sapa, tidak pernah bermain bersama lagi, dan tidak pernah berkomunikasi satu sama lain.
Hingga Keisha memberanikan diri untuk berkomunikasi dengan Thalia, mencoba untuk meluruskan masalah yang sedang mereka alami.
"Thalia..." Panggil Keisha, "Sampai kapan kita akan terus saling diam seperti ini? Bukan kah waktu untuk seminggu sudah cukup untuk kita saling introspeksi diri?" Tanya Keisha.
Keisha mengikuti Thalia ke ruang musik, Keisha ingin segera menyelesaikan masalah mereka. Keisha tak tahan harus berdiam seperti ini dengan Thalia, apalagi mengingat kalau Thalia lah teman pertamanya saat dirinya pindah ke Amerika.
"Apa kau tidak bisa menghentikan Mama mu untuk berhenti berkencan dengan suami orang lain Keisha?" Tanya Thalia terdengar sarkas, disertai dengan tatapan sinis yang ditunjukkannya pada Keisha.
"Aku tidak bisa, apa Om Rafa belum memberitahu mu?" Tanya Keisha.
"Soal?" Tanya Thalia.
"Aku adalah anak kandungnya, aku darah daging Om Rafa. Kau butuh bukti?" Ucap Keisha, lalu mengambil kertas hasil tes DNA dari kantong bajunya.
"Ini lihat," Lanjut Keisha memberikan kertas itu pada Thalia.
"Apa kau bercanda? Kau pikir aku akan percaya? Anak Papa hanya aku dan Rio," Jelas Thalia pada Keisha.
"Kau belum melihat ini," Ucap Keisha memaksa Thalia untuk segera membuka kertas yang disodorkannya pada Thalia.
Lantas Thalia pun mengambil kertas itu dan menbukanya, mata Thalia panas seketika saat membaca isi kertas tes tersebut.
Thalia menatap tajam pada Keisha, "Kau mempermainkan ku? Kau pikir aku percaya? Aku tidak bodoh Keisha, Mama mu itu licik. Kau sendiri kan yang mengatakannya? Pasti Mama mu meminta seseorang untuk memalsukan hasil tes DNA itu, iya kan?! Supaya Papa ku mau menikahi Mama mu!" Bentak Thalia pada Keisha dan membuang kertas itu pada wajah Keisha.
"Tidak! Mama ku tidak seburuk yang kau pikirkan!" Ucap Keisha tak terima.
Lantas Thalia pun bangkit dari duduknya dan berjalan mendekat pada Keisha, Thalia berusaha untuk memojokkan Keisha. Hingga sekarang Keisha sudah benar-benar terpojok di dinding, wajah Thalia memerah hingga membuat Keisha ketakutan.
"Ini baru permulaan Keisha!" Ucap Thalia pergu meninggalkan Keisha sendiri di ruang musik.
Keisha pun menghela nafasnya kasar dan lega, "Astaga apa dia gila?!" Gumam Keisha sendiri saat melihat Thalia yang sudah keluar dari ruang musik.