
"Thalia, mau ikut makan sushi bersama kami?" Tanya Jaiden tiba-tiba.
"Huh?" Tanya Thalia binggung.
"Bersama Jaki dan Keira,” Ucap Jaiden sekali lagi.
"Kau mengajakku?" Tanya Thalia.
"Lalu? Tidak mungkin kan aku mengajak sekretaris Papa mu?" Tanya Jaiden berbalik santai.
Thalia pun berpikir sebentar dan melirik sekretaris Papa nya itu untuk meminta persetujuan, Elsa pun mengangguk-anggukan kepalanya. Yang berarti tadanya Elsa setuju, kalau Thalia ikut makan bersama Jaiden dan teman-temannya.
"Nona Muda pergilah, saya akan tunggu di basement parkiran" Jelas Elsa.
"Tidak usah, Thalia akan ku antar saja nanti" Pinta Jaiden pada Elsa.
"Eh? Tidak Jaiden tidak," Ucap Thalia terpotong.
"Tidak baik untuk menolak kebaikan orang, benar bukan?" Tanya Jaiden pada Thalia.
"Baiklah kalau begitu, Nona muda pulang lah bersama Tuan Muda Renandra" Ucap Elsa, "Kalau begitu saya pamit dulu, kalau ada apa-apa silahkan kabarin saya" Lanjutnya pamit pada Thalia, lalu pergi meninggalkan Thalia bersama Jaiden.
"Ayo!" Ajak Jaiden menarik paksa Thalia keluar dari tempat itu.
"Hei sejak kapan Jaiden bisa sedekat itu dengan Thalia?" Tanya Jaki saat melihat Jaiden yang seenak jidatnya, menarik paksa tangan Thalia.
"Sejak kejadian di UKS deh sepertinya," Ucap Keira menduga-duga, dengan kedua tangannya di lipatkannya di depan dadanya.
Cekrek!
"Wah legend! Aku harus membaginya," Ucap Jaki setelah mengambil foto Jaiden yang menarik Thalia keluar paksa dari toko tersebut.
"Apa kau mengambil foto mereka Jek?" Tanya Keira dan Jaki pun menganggukkan kepalanya.
"Kemana kau akan mengirimkannya? Jangan berani-beraninya kirim ke grup, Keisha atau Riki bisa saja melihatnya!" Ucap Keira.
"Kan Jaiden dan Keisha tidak memiliki hubungan spesial selain sahabat kan? Hubungan Jaiden dan Keisha sama seperti kita, hanya teman" Jelas Jaki tanpa sadar akan ucapannya.
Keira pun merasa tersindir akan ucapan yang di lontarkan oleh Jaki barusan, Keira merasa kata itu lebih pantas untuknya daripada untuk Keisha dan Jaiden.
"Menyebalkan!" Gumam Keira.
Keempatnya pun berakhir di tempat makan Sushi, jaki duduk bersebelahan dengan Keira. Dan dihadapan keduanya, ada Jaiden dan Thalia yang sedang duduk bersebelahan juga.
"Berhenti menatap ku seperti itu" Ucap Jaiden pada Keira dan Jaki, karena dirinya merasa sedang ditatap oleh kedua temannya itu.
Lantas Thalia yang sibuk dengan ponselnya itu pun mendongakkan kepalanya, dan melihat Jaiden, Jaki, dan Keira secara bergantian karena tidak mengerti.
"Sejak kapan kau berani sekali?" Tanya Keira menginterupsi Jaiden.
"Bukankah kalian sendiri yang meminta ku untuk mencoba dekat dengan seorang gadis selain kau?" Ucap Jaiden sambil menunjuk Keira, "Dan Keisha" Lanjutnya pelan.
Keira pun mengangguk-angguk kepalanya dan beralih menatap Thalia, "Thalia maaf ya kami memang sedikit agak random, sekali lagi maaf ya kalau kau tidak nyaman" Ucap Keira tak enak pada Thalia.
"Huh? Ah iya tidak apa-apa, santai saja" Sahut Thalia.
"Kau suka bermain alat musik ya?" Tanya Jaki.
Thalia pun menganggukkan kepalanya, "Aku suka bermain piano" Sahut Thalia sambil membantu pelayan meletakkan makanan mereka yang baru saja tiba.
"Ah piano ya?" Ucap Keira melirik Jaiden, "Jaiden juga sangat tertarik dengan musik, Jaiden pandai memainkan gitar, piano, dan biola. Iya kan Jai?" Tanya Keira menggoda Jaiden.
"Hm, kadang-kadang" Sahut Jaiden malas, karena Jaiden tahu pasti apa maksud Keira untuk mengatakan itu pada Thalia.
"Ah benarkah?" Tanya Thalia pada Jaiden.
Sedangkan Keira dan Jaki sudah senang menertawai Jaiden di dalam hatinya.
Ting!
Jaki yang mendapatkan pesan dari Mama nya itu pun binggung, dan mengerutkan dahinya.
"Kenapa?" Tanya Jaiden.
"Kei kau bilang pada Mama untuk makan malam di rumah ya?" Tanya Jaki.
"Hm iya kenapa memangnya? Tidak boleh? Kau iri?" Tanya Keira sewot.
"Ck, tidak! Mama tidak bisa, ada urusan di luar. Mama malah meminta ku untuk membawa mu makan di luar. Karena Mama sudah meminta izin lebih dulu pada Mama mu untuk menginap di rumah ku" Jelas Jaki.
"Hah? Menginap? Aku tidak meminta untuk menginap?" Tanya Keira binggung.
"Kei apa kau yakin akan menginap dirumahnya?" Tanya Jaiden menujuk Jaki dengan dagunya.
"Aku sepertinya merasa kasihan padamu, kau pasti akan menjadi kepiting rebus" Ucap Jaiden mengejek Keira.
Jaiden sengaja mengatakan itu pada Keira, karena Keira pasti akan salah tingkah dengan perilaku dan tindakan Jaki yang berikan padanya. Dan sudah pasti wajah Keira akan memerah karena malu seperti kepiting rebus, itulah maksud Jaiden.
Keira pun melototkan matanya pada Jaiden, "Tidak! Siapa bilang?! Aku akan tidur di rumah Jaki!" Sahut Keira yang tidak terima di ejek oleh Jaiden.
Ting!
Kali ini bukan ponsel Jaki lagi mengeluarkan suara, melainkan ponselnya Keira.
"Astaga, ku rasa orang tua ku mengusir ku" Ucap Keira sambil melempar ponselnya di atas meja dengan asal.
Terlihat jelas kalau di ponsel Keira itu menunjukkan pesan yang dikirimkan oleh Mama nya, Mamanya mengirim pesan. Kalau buku sekolah, seragam sekolah, dan tas sekolahnya sudah diantar kerumah Jaki.
"Hahaha yang sabar ya Tuan Putri" Ucap Jaki terkekeh sambil menepuk-nepuk kepala Keira pelan.
Jaiden pun menggeleng-gelengkan kepalanya, "Kau memang pantas di usir!" Jelas Jaiden.
Keira pun mendegus dengan kesal, sedangkan Thalia hanya diam saja. Karena dirinya tidak mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh ketiganya.
Keempatnya pun akhirnya menikmati makanannya dengan berbagai pembicaraan yang random, Thalia hanya diam saja, karena tidak tahu kemana arah pembicaraan mereka.
"Thalia, aku ingin ke toilet. Kau mau ikut?" Ajak Keira.
"Ah boleh, kebetulan aku juga ingin ke toilet" Sahut Thalia bangkit dari duduknya.
Lantas kedua gadis itu pun pergi menuju toilet yang terdekat yang berada di Mall tersebut.
"Hei Jaiden!" Panggil Jaki setelah melihat keduanya pergi meninggalkannya bersama Jaiden.
"Hm?" Sahut Jaiden tanpa melihat Jaki.
"Apa kau menyukainya?" Tanya Jaki.
Lantas Jaiden pun mendongakkan kepalanya dan menatap Jaki, "Siapa? Maksud mu Thalia?" Tanya Jaiden.
Jaki pun menganggukkan kepalanya.
"Tidak, bagaimana dengan mu? Jika kau tidak menyukai Keira jangan buat Keira salah tingkah dengan mu" Peringat Jaiden pada Jaki.
"Kau menyukainya?" Tanya Keira.
"Huh? Menyukai siapa?" Tanya Thalia.
"Jaiden, apa kau tidak menyukai pria sempurna seperti Jaiden?" Tanya Keira.
"Aku tidak menyukai Jaiden, apa kau menyukainya?" Tanya Thalia berbalik pada Keira.
"Tidak, aku sama sekali tidak menyukai Jaiden. Dia bukan tipe ku," Jelas Keira.
"Lalu mengapa kau bertanya seperti itu?" Tanya Thalia.
"Tidak, aku rasa bagus kalau kau tidak menyukai Jaiden. Dia hanya akan singgah saja dengan mu, Jaiden punya orang lain di hatinya" Jelas Keira, lalu pergi masuk ke dalam salah satu bilik kamar mandi untuk membuang air kecilnya.