
Dear Thalia, My sister.
Hai? Maaf.
Ku rasa kata maaf itu tidak akan cukup untuk mu, ku rasa belum ada yang memberi tahu mu tentang apa niat ku 7ntum berpacaran dengan mu. Iya kan? Baiklah, aku akan jujur pada mu sekarang.
Maafkan aku hanya bisa mengatakan pada mu melalui surat ini, aku pengejut.
Aduk mu ini benar-benar seorang pria yang sangat pengejut, iya kan?
Sebenarnya niat ku untuk mendekati mu karena aku tahu, kau adalah anak dari mantan Daddy. Tante Lia Auriya, wanita yang sudah merusak rumah tangga orang tua ku hingga membuat Mommy ku koma, dan tak sadarkan diri selama satu bulan lebih lamanya.
Dan disana aku juga ikut berjuang, karena aku sedang berada di dalam kandungan Mommy saat itu. Daddy hampir saja mrnunuh ku saat itu, dan itu tanpa disengaja. Karena Daddy ku ah tidak, Daddy kita tidak tahu kalau aku berada di dalam sana.
Aku merasa bersyukur, karena Tuhan masih memberi ku kesempatan untuk lahir di dunia ini.
Maaf aku sudah mempermainkan perasaan mu, pada saat aku mendekati mu aku sebanrnya tidak merasakan apapun seperti menyukai, ataupun mencintai mu. Aku salut berada di dekat mu karena aku nyaman, dan ternyata aku nyaman karena kau adalah salah satu anggota keluarga ku.
Hati ku sepenuhnya adalah milik Keisha saat itu, hingga sekarang ini.
Awalnya aku memang sempat binggung tentang perasaan ku padamu, tapi aku rasa itu semua sudah terjawab sekarang. Aku merasa nyaman berada di dekat mu, karena aku tahu kau adalah keluarga ku. Dan aku sangat menyukai Keisha, semua orang bahkan mengetahui dengan pasti kalau aku sangat menyukai Keisha.
Aku merasa menyesal atas apa yang sudah aku lakukan padamu dan juga Keisha, tidak seharunya aku seperti itu dan mempermainkan perasaan kalian berdua di saat waktu yang bersamaan. Aku merasa bersalah pada itu, hingga membuat ku tidak berani mengatakan apapun padamu, dan Keisha tentang apa yang aku rasakan beberapa hari ini.
Aku sangat brengsek sekali bukan? Benar ya, soal pepatah. Kalau buah tidak akan jatuh jauh dari pohonnya. Kau mengerti kau maksud ku?
Aku sangat terkejut, saat mendengarnya langsung dari Om Rafa. Kalau kau sudah sakit secara mental dan fisik, aku menyesalinya.
Maafkan aku Kak, aku minta maaf.
Keterkejutan. ku semakin bertambah, saat aku mengetahui kalau kau sebenarnya adalah Kakak kandungku. Dan kita adalah saudara beda ibu, ternyata Tante Lia sudah hamil dirimu lebih dulu sebelum Mommy ku hamil diriku.
Aku menanyakan soal itu pada Nenek, dan Nenek memberitahu ku dan menceritakan semuanya soal kejaidan masa lalu Daddy, Mommy, dan juga Tante Lia. Hingga Om Rafa yang berusaha keras, untuk menyembunyikan indentitas mu dan Tante Lia dari semua orang.
Dan itu semua karena Nenek dan Kakek ku dari pihak Mommy, yang ingin mengakhiri hidup mu dan juga Tante Lia. Mereka mengetahui, kalau kau adalah anak Daddy kita.
Nenek dan Kakek melakukan it, karena mereka ingin melakukan yang terbaik untuk putrinya Mommy ku. Maafkan mereka ya? Gara-gara keluarga ku, kau menjadi menderita lahir dan batin. Kau juga tidak emdbalagkan hak mu, sebagai keluarga Renandra.
Tidak peduli akan apapun, kau mulai sekarang adalah angian dari keluarga Renandra. Kau adalah Kakakku, kau keluarga ku mulai detik ini.
Aku tahu ini tidak benar, aku melarikan diri dari semua masalah. Maafkan aku, maaf tidak mengatakan ini dengan mu secara face to face.
Karena aku takut, malu, dan rasanya aku pasti ingin menangis di depan mu.
Ah iya, soal pertunangan ku dengan Keisha. Aku meminta pada Nenek untuk membatalkannya, karena menurut ku ini yang terbaik untukku, kau, dan juga Keisha. Sebenarnya aku memaksa Keisha untuk bertunangan dengan ku, dan alasan Keisha menerima ku itu karena kau.
Keisha benar-benar mengganggap mu sebagai teman, dan juga keluarganya.
Kau tahu?
Singkat cerita, Keisha mengatakan padaku kalau dia akan melakukan apapun untukku. Asal aku berhenti untuk malukan rencana busuk ku itu, dan ide bodoh nan gila itu pun muncul dipikiran ku.
Aku meminta Keisha untuk bertunangan dengan ku, awalnya Keisha menolaknya dan sangat keberatan soal itu. Namun aku sendiri pun tidak tahu apa yang ada dipikiran gadis itu, hingga dirinya menrima pertunangan ini. Dan dari situlah, masalah mulai bermunculan.
Sebesar itu Keisha menyayangimu, dia tidak ingin melihat kau disakiti ataupun merasa tersakiti. Dia bahkan dengan suka rela melakukan apapun untuk mu agar kau tidak merasa sakit, ku rasa Keisha mengenal mu cukup dekat.
Berbaikan lah dengannya oke? Jadilah temannya, sebenarnya dia sama seperti mu. Dia kesepian, perhatian yang di berikan Mamanya padanya hanya palsu. Ha ha Om Bram dan Papa mu saja yang peduli dengannya dengan tulus, dan juga teman-teman dekatnya.
Tapi Keisha tidak pernah mau terbuka pada Keira, maupun Fia ataupun yang lainnya kecuali aku dan Riki. Maka dari itu, hati ku sangat berat meninggalkannya dengan cara seperti ini.
Keisha menyimpan banyak masalah di hatinya, dia sangat tertekan.
Jaga diri mu baik ya? Maaf mengatakan ini pada mu, tidak seharunya aku berucap tentang Keisha terlalu banyak disini. Karena ini adalah surat untuk mu, tapi aku harus membahas ini karena ini berkaitan dengan mu.
Berteman lah lagi dengannya, aku yakin kalian pasti bisa memperbaiki diri masing-masing. Dan kembali seperti dulu, selesaikan kesalahpahaman kalian berdua.
Aku sadar, aku salah mengambil keputusan dengan iming-iming ingin melanjutkan study ku di. luar negeri. Maafkan Adik mu yang masih kekanakan ini, yang suka lari dari masalah yang di alami dan tidak di hadapi.
Mulai sekarang kau harus bisa menjaga dirimu ya? Pikirkan dirimu sendiri, kesehatan mu, masa depan mu.
Jangan bergantungan dengan seorang pria, itu tidak baik untukmu. Aku akan mendoakan yang terbaik untuk Kakakku satu-satunya dari sini.
Jangan pernah melakukan hal di luar nalar lagi, jangan selfharm. Saat aku pulang nanti, aku tidak ingin melihat tubuh mu di penuhi denganuma yang selalu kau gores itu sendiri.
Berhenti melakukannya, aku akan mengawasi mu dari sini.
Aku tidak akan mengatakan kemana aku pindah, karena itu rahasia hehe.
Tidak ada kata lain yang ingin aku katakan selain kata maaf, dan juga terima kasih sudah mengisi hari-hari ku yang terasa kosong.
Aku sudah sadar, aku nyaman berada di dekat mu karena kau adalah keluarga ku. Walaupun aku masih sangat membenci kenyataan soal kita berbeda Ibu, dan Ibu mu adalah orang ketiga di rumah tangga orangtua ku.
Tak apa, kita bisa melakukannya.
Selamat membuka lembaran baru Kak, yang terbaik untuk mu.
Happy always,every day will be better day.
Maaf pergi tanpa pamit, jaga dirimu baik-baik ya!
^^^Your brother^^^
^^^Jaiden Renandra^^^
Note :
Mau sad ending atau happy ending nih?🤪