
Di Kediaman keluarga Renandra.
"Apa mereka sedang berada disini semua?" Tanya Keisha saat melihat banyak mobil-mobil dan beberapa motor teman-temannya.
"Hm, aku, Kak Jaki, Kak Surya, Kak Heri dan Jovan kan menginap disini tadi malam. Mereka juga belum ada yang pulang sepertinya," Jelas Riki.
"Apa Keira juga?" Tanya Keisha, sambil berjalan menuju pintu masuk utama rumah Jaiden.
"Tidak, tapi Kak Keira sedang disini. Bersama pacarnya Kak Jaki hahaha" Kekeh Riki.
"Sudah tahu lebih dulu wleee" Ejek Keisha pada Riki.
Sesampai keduanya di pintu, Keisha dan Riki masuk begitu saja. Karena pintu rumah itu terbuka lebar, jadi tidak ada alasan untuk keduanya mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Keisha!" Teriak Keira melenggar dari ruang tamu.
Di ruang tamu itu hanya ada Keisha, Surya, Heri, Jaki, Sufa, Jovan, dan seorang gadis. Keisha tidak mengenal siapa gadis itu, mungkin itu Fia yang sering diceritakan Keira padanya pikirnya.
Karena Keira beberapa kali menceritakan Fia, teman perempuan satu-satunya disekolah.
Keisha dan Keira pun saling berpelukan, diikuti oleh yang lainnya. Menghampiri Keisha, dan memeluk Keisha dengan hangat.
"Astaga Kei, kenapa kau makin jelek begini sih?" Goda Heri pada Keisha.
Keisha langsung mencubit mulut Heri yang selalu suka megodanya sedari dulu, "Ck berisik! Aku makin cantik begini, malah di bilang jelek!" Ucap Keisha tak terima dikatai jelek.
"Apa itu Fia yang sering kau ceritakan?" Tanya Keisha berbisik pada Keira.
"Hmm, dia Fia!" Jawab Keira berbisik.
"Ah aku mengerti," Jelas Keisha lalu berjalan menuju Fia, "Hai aku Keisha. Terima kasih sudah menjadi teman baik Keira," Sapa Keisha ramah sambil mengulurkan tangan kanannya.
Fia pun mengulurkan tangan kanannya dengan canggung, "A...ah oh hai? Aku Fia," Sahut Fia.
"Cantik sekali, bodygoals, baik hati dan juga ramah. Sekarang aku mengerti kenapa gadis ini sangat spesial di mata Jaiden," Ucap Fia dalam hati.
Lantas mereka pun duduk disana, di ruang tamu. Keisha memerhatikan sekitarnya, seperti sedang mencari seseorang. Siapa lagi kalau bukan Jaiden? Tapi itu bukan Keisha, dirinya akan basa-basi terlebih dahulu kepada teman-temannya.
"Apa Nenek dan Kakek sudah pulang?" Tanya Keisha.
"Sudah, katanya ada urusan di Jepang" Sahut Riki sembari menatap ponselnya.
"Ah begitu ya? Kalau Uncle Dino? Tante Rina sama Om Saka?" Tanya Keisha.
"Wah, bahkan sepertinya dia sudah mengenal semua keluarga Jaiden" Batin Fia takjub.
"Uncle Dino masih tidur di atas, kalau Tante Rina dan Om Saka kemana?" Tanya Heri melirik yang lainnya.
Yang lainnya pun hanya mengindikkan bahunya tidak tahu, karena kedua sepasang suami istri itu belum ada kelihatan sejak pagi tadi.
"Kau tidak menanyakan Jaiden dimana?" Tanya Surya tiba-tiba.
Lantas Keisha pun melirik Surya, "Hah? Ah... iya dimana?" Tanya Keisha canggung pada Surya.
Karena saat Surya sedang bermain ke Amerika, keduanya memutuskan untuk saling bertemu dan menghabiskan waktu bersama.
Keisha begitu semangat, saat mendengar salah satu temannya berada di tempat ia tinggali saat itu. Tapi siapa sangka, saat perjalanan pulang. Surya malah menyatakan perasaannya pada Keisha, dan tentu saja Keisha menolak Surya dengan halus.
"Emm.. Kei," Panggil Jaki terdengar dengan nada tak enak.
Lantas Keisha dan Keira pun melirik Jaki, karena mereka berdua merasa dirinya dipanggil oleh Jaki.
"Ck, kau memanggilku atau Keira?" Tanya Keisha sedikit kesal.
Jaki menghela nafasnya kasar, "Kenapa juga sih nama kalian harus sama?" Gerutu Jaki.
"Sudah, sudah! Apa kalian lupa ya?" Tanya Heri.
"Apanya Kak?" Tanya Sufa.
"Ah iya aku setuju! Panggil aku Rara cantik saja! Aku tidak mau ya, kalau kalian memanggil ku dengan nama Kei. Aku tidak akan menoleh lagi!" Peringat Keira, hingga membuat yang lainnya terkekeh geli.
"Hahaha Kak Kei, Kak Kei!" Panggil Jovan sambil tertawa.
"Aku tidak melihatnya, aku bukan Kei. Aku Rara," Jelas Keira.
"Siapa juga yang memanggil Kakak? Percaya diri sekali hahaha, kan aku memanggil Kak Kei" Ucap Jovan menggoda Keira.
"Dimana Kak Jaiden?" Tanya Keisha.
Lantas semuanya pun saling melirik satu sama lain, "Kenapa sih?" Tanya Keisha binggung.
"Apa Kak Jaiden sedang bersamanya?" Tanya Riki.
Lantas semuanya pun menganggukkan kepalanya canggung, "Dimana? Di kamar?" Tanya Keisha.
"Tidak Kei, Jaiden tidak akan membiarkan Thalia untuk masuk kesana" Jelas Jaki.
"Lalu? Taman belakang?" Tanya Keisha lagi, seolah dirinya sudah tahu seluk-beluk rumah Jaiden.
"Mau ku temani kesana?" Tawar Surya.
"Bo... boleh" Ucap Keisha canggung.
"Ayo!" Ajak Surya bangkit dari duduknya dan Keisha pun berjalan mengikuti Surya dari belakang.
"Hei menurut kalian apa yang akan terjadi jika Kak Keisha dan Kak Thalia bertemu?" Tanya Sufa memulai pergosipan.
"Apa kita juga harus ikut melihatnya?" Tanya Keira pada yang lainnya.
Heri pun mengangguk-anggukan kepalanya, "Ayo susul mereka!" Ajak Heri bangkit dari duduknya.
"Kenapa sih Kei?" Tanya Fia.
Lantas Keira pun menarik Fia paksa, "Kau ikut saja ayo!" Ajak Keira menarik Fia.
"Lupakan soal waktu itu, akuu hanya ingin mengatakannya saja. Aku sudah lega setelah mengatakannya padamu," Jelas Surya pada Keisha.
"Maaf soal itu..." Jawab Keisha pelan.
"It's okay Kei, aku mendukung mu dengan Jaiden. Ambil kembali hatinya," Ujar Surya tersenyum manis pada Keisha.
"Jangan merasa canggung," Ucap Surya dan Keisha pun mengangukkan kepalanya paham.
"Maaf..." Ucap Thalia pelan.
"Soal?" Tanya Jaiden melirik Thalia sekilas.
"Maaf aku terlambat, seharusnya aku menemani mu saat itu" Jelas Thalia.
"It's okay, tidak perlu menyesali itu" Jawab Jaiden.
Keduanya saat ini sedang duduk di ayunan gantung, yang berada di taman belakang taman rumah Jaiden. Thalia pun menatap Jaiden, dan dengan tanpa ragu Thalia menggenggam tangan Jaiden.
Jaiden lumayan terkejut, atas perlakuan yang diberikan Thalia padanya.
"Jaiden, maaf aku baru mengatakan ini. Aku turut berduka cita atas meninggalnya Mama mu, jangan merasa sendiri ya? Jika kau ada masalah, aku siap untuk menjadi tempat sandaran mu. Bukankah selama ini kita selalu begitu?" Jelas Thalia sembari bertanya.
Jaiden pun menatap Thalia dalam, lalu mengusap lembut rambut Thalia.
"Terima kasih sudah menguatkan aku," Sahut Jaiden tersenyum manis pada Thalia.
Thalia pun mengangukkan kepalanya membalas senyuman manis milik Jaiden. Tanpa keduanya sadari ada empat pasang mata yang sedang melihat adegan romantis itu, ah tidak. Thalia menyadari ada Keisha dan Surya disana, lantas Keisha pun hendak berbalik karena kesal dan tidak mau menganggu Jaiden dan Thalia.
Sungguh pemandangan yang sangat menyebalkan sekali, pikir Keisha.