I Am Fine

I Am Fine
138



"Kak Jaiden... Keira Jaki... hiks... dia meninggalkan ku? Hiks..." Isak Keisha setelah membaca habis isi surat yang diberikan Jaiden padanya.


Keira pun membawa keisha ke dalam pelukannya, untuk memeluk sahabatnya itu. Keira pun menepuk-nepuk punggung Keisha, untuk menenangkan temannya.


Keisha pun melepaskan pelukan Keira secara paksa, "Kalian pasti tahu ini kan? Kenapa tidak ada seorang pun yang memberitahu ku soal ini?" Tanya Keihaa pada kedua sahabatnya.


"Em... itu Kei, maafkan kami" Ucap Jaki menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal sama sekali. "Jaiden tidak ingin membuat mu sedih, dan tidak memberi kami izin untuk memberitahu mu soal kepergiannya pada mu" Lanjut Jaki.


"Jadi apa saat kalian bertemu dan tiba-tiba ingin berpesta di rumah inap ku, itu untuk perpisahan Kak Jaiden yang akan segera pergi ke luar negeri?" Tanya Keisha masih terisak.


Dan keduanya pun mengangukkan kepalanya tertunduk, "Maaf Kei" Ucap keduanya.


"Em Kei... sebenarnya Jaiden juga memberi surat untuk Thalia, apa lebih baik aku berikan surat ini sekarang?" Tanya Jaki.


"Ck, kau kenapa bertanya di saat seperti ini sih!" Gerutu Keira pada Jaki.


Jaki pun menghela nafasnya kasar, "Maaf" Ucapnya.


"Ya sudah beri saja sana, aku akan menemani Keisha disini. Kau berani kan?" Tanya Keira.


Dan Jaki pun mengangukkan kepalanya, "Tentu. Kenapa juga aku harus takut," Ucap Jaki percaya diri.


Keira pun mengangukkan kepalanya, dan Jaki segera keluar dari ruang inap milik Keisha. Saat Jaki hendak menggeser pintu kamar inap Thalia, tiba-tiba saja Jaki sudah di kejutkan dengan Shakila yang keluar dari dalam sana.


Dengan raut wajah yang panik, dan juga khawatir.


"Jaki! astaga ternyata kau disini, bisa tolong kau panggilkan dokter? Dan juga telepon Om Rafa?" Tanya Shakila panik.


"Kenapa Tante?" Tanya Jaki ikut panik.


"Thalia tak sadarkan diri dan tergeletak di kursi sofa tanpa busana, kau juga bisa menghubungi polisi atau semacamnya ya? Tante akan memakaikan Thalia baju terlebih dahulu!" Ucap Shakila kembali masuk dan tersenyum miring di balik pintu.


Jaki terdiam, dan berusaha untuk mencerna perkataan Shakila barusan padanya. "Pingsan? Tanpa busana?! What?!" Pekik Jaki terkejut dengan mata yang membola.


Lantas Jaki pun segera bergegas untuk memanggil dokter dan juga perawat, dan setelahnya Jaki menghubungi Rafa ayah Keisha dan juga Thalia. Untung saja dirinya menyimpan nomor Rafa, kalau tidak Jaki pun pasti sudah binggung harus menghubungi Rafa melalui apa.


Sekali panggilan.


Tidak di angkat.


Dua kali panggilan.


Panggilan ditolak.


"Astaga! Om kenapa di tolak sih??" Gerutu Jaki.


Panggilan ketiga.


"Halo?" Jawab Rafa.


"Astaga Om! Akhirnya! Om cepat ke rumah sakit, di suruh Tante Shakila!" Pinta Jaki di telepon.


"Huh? Apa yang terjadi? Apa terjadi sesuatu pada Keisha?" Tanya Rafa khawatir.


"Aduh, bukan Keisha Om! Tapi Thalia, Thalia pingsan di sofa kamarnya tanpa menggunakan busana! Ayo Om cepat kesini!" Ucap Jaki di telepon.


"Apa?! Oke oke Om kesana sekarang! Terima kasih," Ucao Araf alngsung menutup telepon itu sepihak.


"Ada apa Rafa?" Tanya Lia khawatir.


"Thalia, Thalia pingsan di rumah sakit di sofa tanpa busana"Jelas Rafa.


"Aku tidak tahu Lia, aku kita kesana sekarang! Kita harus melihat apa yang terjadi," Ucap Rafa menarik tangan Lia, namun saat keduanya hendak menaiki mobil Rafa pun membalikkan badannya.


"Bisa tolong aku setir mobil? Kau masih bisa kan menyetir menggunakan setir sebelah kanan? Aku akan menelepon beberapa orang," Ujar Rafa dan Lia pun mengangukkan kepalanya.


Keduanya pun masuk ke dalam mobil, dengan Lia yang menyetir mobil itu sendiri yang di pandu dengan Google map yang sudah di atur oleh Rafa.


"Halo? Kau dimana? Bida kau urus ini sebentar di rumah sakit? Ini soal Thalia, tolong cek apa yang terjadi disana, selidik, cek beberapa cctv yang kira-kira tehubung pada rumah sakit dari parkir hingga seluruhnya," Ucap Rafa pada asistennya di telepon.


"...."


"Batalkan rapat itu!" Bentak Rafa membuat Lia tersentak. "Batalkan! Cepat kau sekarang ke rumah sakit!" Ucap Rafa langsung mematikan panggilan itu sepihak.


"Bukankah menurut mu Jaki lama sekali hanya untuk sekedar untuk mengantar surat?" Tanya Keira


"Mungkin dia sedang berbincang dengan Thalia? Atau menenangkan Thalia? Mungkin dia menangis?" Ucap Keisha menduga-duga.


"Hei tidak mungkin, dia tidak akan melakukan hal-hal seperti itu" Jelas Keira.


Setelah Jaki menghubungi Rafa, Jaki langsung bergegas menuju ruang inap Thalia dan menghampiri Shakila yang sedang duduk di kursi ruang tunggu.


"Tante apa yang terjadi?" Tanya Jaki.


Shakila pun menggelengkan kepalanya, "Jaki bagaimana kalau terjadi hal buruk ada Thalia? Astaga... kau tahu? Saat Tante masuk, Tante sedikit binggung saat melihat brangkar Thalia yang berantakan. Lalu Tante melihat Thalia, yang sedang terbaring di atas sofa dengan selimut."


"Awalnya Tante pikir Thalia tidur disana, Tante ingin merapikan selimutnya. Tapi... saat Tante perhatikan sekilas, ternyata Thalia tidak menggunakan sehai benang pun...." Ucap Shakila memijit kepalanya pusing.


"Apa Thalia di perkosa? Di lecehkan? Astaga damn!" Umpat Jaki dalam hati.


"Eh itu Jaki!" Ucap Fia pada Surya dan Heri.


"Lah iya, sedang apa dia disana? Itu ruang inap Thalia bukan sih? Tante Shakila juga ada disana," Ucap Heri.


"Kita samperin kesitu dulu yuk," Ajak Fia dan keduanya pun mengangguk setuju.


"Jaki!" Panggil Surya.


Jaki pun menoleh, dan mendapatkan ketiga temannya yang baru saja tiba. Lantas ketiga remaja itu berjalan mendekat pada Jaki, hingga Jaki mengisyaratkan pada teman-temannya untuk tetap berdiri disana saja


"Hei kenapa? Ayo ke ruang Keisha," Ajak Surya.


"Apa terjadi sesuatu disini?" Tanya Heri.


"Kalian tahu? Di saat Tante Shakila masuk, Thalia pingsan di kursi sofa. Tapi... Tahlia tidak memakai sehelai benang pun," Ucap Jaki berbisik-bisik pada ketiganya.


"What?!" Pekik Fia terkejut tak percaya.


Surya dan Heri pun saling bertukar tatap, dan Heri tersenyum miris saat mendengar itu dari Jaki.


"Wah teryata Tante Shakila menargetkannya untuk Thalia ya? Wah... licik sekali," Ucap Heri pelan.


"Huh? Maksud mu? Target?" Tanya Jaki binggung begitupun juga dengan Fia.


"Ck, apa kau ingat soal aku cerita pada kalian soal Tante Shakila yang pergi ke club?" Tanya Surya.


Jaki pun tampak berpikir dan langsung melebarkan matanya tak percaya setelah menyadarinya, "Wah ini untuk Thalia??? Astaga, Oh my God!" Ucap Jaki heboh sendiri dan tak percaya.


"Eh itu Om Rafa," Ucap Fia saat melihat Rafa dan Lia yang sedang berlari di koridor rumah sakit.