I Am Fine

I Am Fine
106



"Kau tidak tahu?" Tanya Rafa pada Shakila lalu melirik Keisha, "Kei kau tidak memberitahu Mama terlebih dahulu?" Tanya Rafa.


"Tidak, karena Mama pasti tidak akan menyetujuinya. Makanya Kei langsung bertanya dan meminta izin pada Papa," Ucap Keisha tanpa menatap Rafa, sambil mengoles selai pada rotinya.


Keisha pun meneguk susunya, dengan sekali tegukan.


"Kei terlambat, ayo Surya!" Ajak Keisha menarik Surya agar segera keluar dari rumahnya.


"Ah? Ah iya. Tapi ini," Ucap Surya terpotong.


"Kei ini masih pagi sekali untuk pergi ke sekolah," Sela Rafa.


"Di jalan macet Pa, iyakan Surya?" Ucap Keisha sembari memberi kode pada Surya.


Surya yang akhirnya mengerti pun, menganggukkan kepalanya canggung. "Ah iya om, hari ini Kei juga katanya mau mampir untuk membeli alat lukis" Jawab Surya canggung.


"Apa? Lukis? Melukis maksudnya?" Gumam Shakila pelan mengerutkan dahinya, dan sedang terlihat sedang kesal.


"Ah begitu ya? Ya sudah kalau begitu hati-hati ya," Ucap Rafa mempersilahkan keduanya.


"Keisha mengikuti kelas lukis?!" Pekik Shakila setelah sadar dari lamunannya, dan kepergian kedua remaja itu.


"Hei baby, why? Itu kan yang Keisha suka, jangan" Ucap Rafa terpotong.


"Kenapa kau tidak meminta atau pun memaksa Keisha untuk segera belajar bisnis saja?! Kenapa kau malah membiarkan dia untuk ikut kelas melukis? Astaga!" Omel Shakila tak habis pikir.


"Apa yang kau pikirkan? Kenapa kau mau Keisha belajar bisnis?" Tanya Rafa dengan tatapan menyelidik pada istrinya itu.


...⚡⚡⚡...


"Kau sudah bicara dengan Keisha Jaiden?" Tanya Jaki.


"Belum, dia terus saja menghindari ku. Bagaimana bisa coba? Dia juga sepertinya semakin dekat dengan Surya, iya kan?" Tanya Jaiden.


Jaki pun mengangguk-anggukan kepalanya setuju, "Tadi juga mereka berangkat sekolah bersama" Ucap Jaki.


"Aku sudah di tenggah jalan, astaga kenapa argh!" Ucap Jaiden kesal mengusap rambutnya pusing.


"Pikirkan baik-baik dan tenangkan dirimu, aku ke kelas dulu" Ucap Jaki menepuk-nepuk punggung Jaiden pelan.


...⚡⚡⚡...


"Kei ku dengar kau mengambil kelas tambahan ya?" Tanya Heri pada Keisha.


"Hm, aku mengambil kelas lukis hehehe" Sahut Keisha menyengir kuda.


Heri pun mengangukkan kepalanya mengerti, "Kerja bagus. Kau sangat menyukai itu," Ucap Heri bangga pada Keisha.


"Bagiamana hubungan mu dengannya?" Tanya Keisha.


"Maksud mu?" Tanya Heri binggung.


Keisha pun menyeringai meledek pada Heri, "Eii kau tahu kan! Kalau perempuan itu tidak suka di gantung tahu! Lihat, aku dan Kak Jaiden bahkan sudah berakhir seperti ini. Cepat katakan saja perasaan mu pada Fia! sebelum terlambat," Suruh Keisha pada Surya.


Heri pun terkekeh pelan, "Aku ada niat sih. Tapi aku takut, ya kau paham kan?" Jelas Heri.


"Dasar laki-laki cabul!" Ucap Keisha memukul lengan Heri, "Kau harus mengontrol dirimu bodoh!" Peringat Keisha pada Heri.


"Ck jadi aku harus bagaimana coba? Tapi aku sekarang sedang berusaha sih," Ucap Heri menyegir kuda.


"Dar!" Kejut Surya pada keduanya.


"Maaf aku tidak terkejut, iya kan Heri? Kau juga kan?" Tanya Keisha.


"Hm aku bahkan sama sekali tidak terkejut," Jawab Heri terkekeh pelan.


"Iya-iya, kalian sedang bicara apa sih?" Tanya Surya.


Ting!


...Room Chat...


Thalia :


Kei terima kasih


kau menempati janji mu


Papa sudah memberi aku ruang untuk bebas


Papa juga sudah lumayan perhatian pada ku


Soal Jaiden


maaf soal itu


Kami memang-memang sama sama suka


^^^Keisha :^^^


^^^Oke sama-sama^^^


Thalia :


Semangat ya


Keisha pun tersenyum senang, saat dirinya mendapatkan dukungan dari sahabat lamanya itu. Sudah lama sekali rasanya, entahlah Keisha sendiri pun lupa kapan terakhir kali mereka saling memberi dukungan seperti yang di lakukan Thalia sekarang.


^^^Keisha :^^^


^^^Hm terima kasih^^^


^^^Semoga langgeng ya :)^^^


Thalia :


Sama-sama


Terima kasih jugaa


Mau ku traktir makanan enak?


Bagaimana kalau setelah kelas lukis mu selesai?


^^^Keisha :^^^


^^^Setuju!^^^


^^^Aku akan mengabari mu setelah kelas ku selesai^^^


^^^Sepertinya jam 6 sore^^^


Thalia :


Oke


read


"Hei ada apa dengan mu?" Tanya Surya saat melihat Keisha senyum-senyum tidak jelas.


"Apa kalian tahu? Aaaaaaa!" Teriak Keisha senang, "Aku sudah berbaikan dengan Thalia!" Ucap Keisha semangat.


"Huh?" Ucap Surya dan Heri bersamaan.


Keisha pun mendelik malas, "Aku dan Thalia kembali berteman! Aaaaa senangnya!" Ucapnya lagi semangat, hingga membuat Keisha bangun dari duduknya.


"Apa kalian tahu? Thalia," Ucap Keisha terpotong.


"Kau yakin? Bagaimana bisa dia menjadi sebaik itu pada mu? Tiba-tiba? Kau yakin tidak ada niat lain?" Bagaimana juga dengan hubungan mu dan Jaiden?" Tanya Heri.


"Heri ayolah, kenapa kalian selalu berpikiran buruk tentang Thalia?" Tanya Keisha.


"Tidak Kei, bukan seperti itu maksud kita. Tapi ya kau tahu sendiri, apa yang sudah di lakukannya padamu. Bahkan aku sendiri pun seperti ya bagaimana ya mengatakannya," Ucap Surya binggung cara menjelaskannya pada Keisha.


"Apa kau sudah melupakan Jaiden?" Tanya Heri.


"Kenapa jadi membahas Kak Jaiden sih?" Jawab Keisha kesal, karena pembicaraan temannya itu tidak ada kaitannya sama sekali.


"Kau belum melupakannya?" Tanya Surya hingga membuat Keisha diam tak berkutik.


"Lihat dirimu sekarang, kau bahkan belum melupakan Jaiden. Dan kau ingin berbaikan dengan Thalia, bagaimana bisa kalian akan kembali menjadi sahabat kembali seperti dulu."


"Seperti yang kau inginkan dulu," Lanjut Heri.


"Heri ayolah! Apa kau pikir melupakan orang yang semu berada di sekitar mu, selalu ada untuk mu 24/7, selalu menjaga mu, melindungi mu, orang yang kau sukai selama bertahun-tahun lamanya itu mudah?"


"Astaga ayolah! Buka pikiran kalian! Itu tidak akan mudah, oke untuk mengatakan hal seperti yang kalian katakan" Ucap Keisha menunjuk Heri dan Surya bergantian dengan jarinya.


"Memang mudah, tapi melakukannya itu yang berat! Kalian sangat menyebalkan sekali! Sungguh! Aku izin tidak masuk!" Ucap Keisha lalu pergi meninggalkan keduanya dan juga kelas mereka.


Ah iya, ini masih jam istirahat da 2 menit lagi akan masuk. Maka dari itu, kelas mereka belum masuk dan masih bisa untuk keluar masuk.


"Astaga, kau ini ck," Kesal Surya pada Heri.


"Loh kok aku? Kan kau juga ya!" Ucap Heri tak terima.


"Keisha tunggu!" Ucap Surya mengikuti Keisha.


"Stop!" Ucap Keisha membalikkan badannya, "Jangan ikuti aku. Atau aku tidak akan bicara pada mu selama satu minggu, pilih mana?" Ancam Keisha membuat Surya begidik ngeri.


Pasalnya, dirinya pernah melanggar hak tersebut. Dan benar saja, Keisha langsung mendiami dirinya selama 2 Minggu lamanya. Hingga sekarang, Surya pun sudah kapok dan pasrah.


"Biarkan saja, dia butuh waktu sendiri untuk berpikir jernih" Ucap Heri di belakang Surya.


Hingga Keisha pun hilang dari pandangan keduanya, dan Heri dan Surya pun memutuskan untuk masuk ke dalam kelas saja.


Grepp


"Astaga!" Ucap Keisha terkejut saat ada yang menarik tangannya.