
"Apa kalian memang tidak sadar ya?" Ucap Kanta.
"Maksudmu?" Tanya Tara.
"Disini hanya Juna saja yang tidak memiliki pasangan, kita ini sahabat bukan? kenapa kita tidak mencarinya gadis cantik di pesta ini?" Ucap Kanta.
PLAK
"Akhh!" Ringis Kanta.
Juna memukul Kepala Kanta dengan kartu undangan yang berada di dalam genggamannya.
"Kau jangan mengada-ada ya! Kan aku sudah bilang, aku tidak akan menikah lagi!" Seru Juna kesal pada Kanta.
"Tapi Kanta tidak salah Juna idenya lumayan juga hahaha" Sahut Bram tertawa diikuti oleh yang lainnya, sedangkan Juna sudah mendengus kesal.
"Apa apaan mereka ini? Aku tidak akan mau!" Ucap Juna dalam hati.
...⚡⚡⚡...
Acara pernikahan pun hendak di mulai, mempelai pria sudah menunggu di altar untuk mengucapkan janji suci dihadapan tuhan bersama mempelai wanita nantinya.
Pintu pun terbuka lebar dan menampilkan Tanaro yang membawa putri cantiknya di genggamannya, serta dua anak perempuan kecil yang berjalan di depan mereka, sambil menaburkan bunga di karpet merah menuju altar.
Mata Juna, Bram, Kanta dan Tara seketika membulat saat melihat kedatangan Tanaro dan putri cantiknya, yang akan menikah dengan sahabatnya, Saka.
Mereka berempat berpikir, kalau yang menikah dengan sahabat karibnya itu adalah Celinena Aldebarano, tapi mereka semua salah.
Saka menikahi anak perempuan bungsu dari keluarga Aldebarano, yaitu Winterinara Aldebarano.
"Lalu dimana Celine?" Batin Juna.
"Apa ini? ku kira Celine yang akan menikah dengan Saka," Ucap Kanta berbisik pada Bram.
"Aku pun berpikir begitu, Saka sudah mengelabui kita!" Sahut Bram berbisik, lalu menatap Juna.
"Hei kemana perginya istri ku? Apa kalian melihatnya?" Tanya Tara pada teman-temannya.
Flashback on
"Kak apa aku sudah salah?" Ucap Rina bertanya pada Dino.
Saat ini Rina dan Dino sedang berada di taman belakang kediaman keluarga Aldebarano, awalnya hanya Rina saja yang duduk di belakang. Namun Dino melihat Rina yang sedang murung dan duduk di rumput taman belakang, Dino pun menghampiri adik cantiknya tersebut.
"Maksudmu Rina? Coba jelaskan" Sahut Dino sambil meneguk jus stroberi yang diambilnya di dapur.
"Kak aku menyukai kak Saka" Ucap Rina tertunduk, sambil menatap jus stroberi yang diambilkan oleh Dino.
"Hah?! Apa kau bercanda?" Tanya Dino terkejut.
"Kak ayolah, aku sedang tidak becanda saat ini" Sahut Rina Kesal.
"Rina tapi kau tau, bagaimana perasaan kak Juna pada kak Cena, kau tidak bi" Ucap Dino terpotong oleh Rina.
"I know, ya aku tahu! Aku juga sebenarnya hanya sedikit merasa...tidak enak dengan itu" Sahut Rina yang matanya sudah mulai memanas.
Dino menghela napasnya kasar, lalu membawa adiknya itu kedalam pelukannya.
Apa kalian mengetahuinya? Celine mendegar percakapan singkat dari kedua adiknya itu.
Celine tahu bagaimana perasaan Saka padanya, karena seminggu yang lalu Saka memberitahu padanya bagaimana perasaannya pada Celine.
Celine sangat terkejut saat mendengar penuturan Rina bersama Dino, kalau Rina adiknya ternyata menyukai Saka, sahabatnya.
Celine berencana untuk mendekatkan keduanya, Celine berencana akan menghampiri Rina nanti saat Rina sudah memasuki kamarnya.
Dikamar Rina.
"Rina? Apa kau di dalam? Boleh kakak masuk?" Ucap Celine di balik pintu kamar Rina.
"Masuk saja kak, aku di dalam" Sahut Rina.
Celine pun. masuk ke dalam kamar Rina, Celine mendapati Rina yang sedang bermain ponsel sambil menyandarkan badannya di kepala kasur.
"Ada apa kak?" Tanya Rina.
Celine terssnyum, lalu berjalan ke arah kasur Rina dan merebahkan badannya disebelah Rina.
Rina terkekeh "Apa keponakan ku itu terus menendang mu kak?" Tanya Rina.
"Hahaha iya dia aktif sekali akhir-akhir ini" Sahut Celine.
Hening
Tidak ada pembicaraan diantara keduanya, Celine dan Rina sibuk dengan pikirannya masing-masing. Ah tidak, Rina sibuk dengan ponselnya.
"Rina"
"Hm?"
"Mau kubantu?"
"Maksud kakak? bantu apa?" Tanya Rina menatap Celine binggung.
"Mau ku bantu dekat dengan Saka? Maksud ku berkencan dengan Saka?" Ucap Celine tiba-tiba.
"A...apa? Apa Kakak serius? Bukankah kakak menyukai kak Saka?" Tanya Rina sedikit terkejut.
Celine menatap Rina binggung, "Apa apaan? Aku tidak pernah mengatakan pada siapapun kalau aku menyukai kak Saka, aku menganggapnya seperti kakakku sendiri. Karena usia Kak Saka lebih tuaa dariku, lagipula aku masih mencintai kak Juna" Ucap Celine terus terang.
"Ck, untuk apa mencitai pria brengsek itu!" Ucap Rina kesal.
"Kau tidak mengerti Rina, jadi bagaimana? mau kubantu?"
"Apa kak Dino yang memberitahu kakak kalau aku menyukai kak Saka?"
Celine terkekeh, "Apa kau akan mengamuk pada Dino? Tidak Rina, aku tadi mendengar percakapan kalian berdua di taman" Jelas Celine jujur.
"Ah sungguh memalukan!" Ucap Rina kesal.
Celine pun tekekeh, " Jadi bagaimana?" Tanya Celine.
"Tentu saja aku mau! Tapi caranya bagaimana kak? yang aku tau kak, Kak Saka sangat menyukai mu" Sahut Rina sedih lalu menundukkan kepalanya.
"Hei! Kau ini kenapa suka sekali mengeluh? Kau bahkan belum mencobanya, bagaimana kalau aku meminta tolong pada Saka, untuk mengantar jemput mu kuliah? Apalagi kampus mu dan kantornya satu arah bukan?" Saran Celine pada Rina.
"Sungguh? Kau akan melakukannya kak?"
Celine mengangguk pasti, "Apapun itu, akan ku bantu kau untuk dekat dengannya!" Sahut Celine semangat.
Sejak itulah Rina dan Saka mulai dekat, bahkan semenjak 1 bulan Saka mengantar jemput Rina kuliah, Saka selalu mengantar jemput Rina tanpa diminta oleh Rina atau Celine.
Alasannya karena terbiasa, apalagi rumah Celine dan Saka searah dan poin tambahnya kampus Rina dan Kantor Saka bekerja juga searah.
Bahkan Saka juga sangat sering menghampiri kediaman Aldebarano hanya untuk bertemu Rina, dengan alasan untuk membantu Rina mengerjakan tugas kuliahnya.
Flashback off
...⚡⚡⚡...
"Emm...Haura apa Kak Juna datang?" Tanya Celine ragu-ragu pada Haura.
Haura mengganguk ,"Juna datang dan dia masih sendiri Cena, dia sangat menyesalinya"
Celine tersenyum penuh arti, " Bernakah? Bukankah dia mencintai Lia?" Tanya Celine.
"Kurasa mereka sudah berakhir 1 tahun yang lalu entah 2 tahun yang lalu" Sahut Haura tidak yakin.
"Apa kau tahu penyebabnya?" Tanya Celine.
"Kudengar-dengar Lia memiliki anak dari pria lain, maka dari itu Juna tidak mau menikahi Lia" Sahut Haura.
Saat ini Celine dan Haura sedang berada diruang mempelai wanita, tadinya Celine dan Haura memang berada di dalam ballroom.
Namun saat mereka baru saja duduk di paling belakang, tiba-tiba saja Haura mendapatkan tumpahan air di bajunya. Jadi Celine pun membawa Haura ke ruang mempelai wanita, untuk menganti dress Haura dan Celine meminjamkan miliknya.
Maka dari itu Celine belum bertemu dengan Juna maupun teman-teman Juna yang lainnya.
Ceklek
"Mommy!" Panggil Jaiden sambil berlari pada Celine.
"Mommy?" Ucap Haura menatap Celine binggung.